• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Pendidikan Jasmani

Dalam dokumen TUGAS AKHIR SKRIPSI (Halaman 36-42)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

4. Hakikat Pendidikan Jasmani

a. Pengertian Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Salah satu mata pelajaran yang terdapat di kurikulum 2013 ialah mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan formal. Mata pelajaran ini juga merupakan mata pelajaran yang ditujukan bagi siswa untuk mengembangkan aktivitas jasmaninya.

Selanjutnya menurut (Manalu dkk, 2020 : 49–57) Pendidikan jasmani adalah suatu kegiatan aktivitas gerak dengan proses interaksi antara pendidik dan siswa memanfaatkan perkembangan pengetahuan yang ada untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kemudian pengertian pendidikan jasmani menurut (Erlina, 2012: 104) adalah pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, olahraga dan kesehatan yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai pendidikan nasional dan aspek pola hidup yang sehat, pengenalan

lingkungan yang bersih melalui aktivitas jasmani.

Terdapat aspek-aspek di dalam pendidikan jasmani yaitu aspek psikomotorik, kognitif dan afektif. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Rosdiani (2013 : 23) bahwa pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam rangka sistem pendidikan nasional. Adapula pendapat dari Jabar dan Yudiana (dalam Prakasa, 2013: 651), bahwa arti dari pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan atau PJOK secara keseluruhan ialah “suatu mata pelajaran yang menempatkan siswa belajar tentang semua keuntungan yang diperoleh dan pembiasaan gaya hidup aktif secara fisik dan keterampilan serta pengetahuan tentang aktivitas jasmani dan kepuasan beraktivitas jasmani dalam kehidupan”.

Berdasarkan pendapat menurut beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang diajarkan di sekolah dengan menekankan aspek psikomotorik, kognitif dan afektif dengan tujuan untuk mendorong tumbuh kembang siswa dalam hal fisik, sikap, mental, emosional dan sosial dalam kehidupan.

b. Tujuan Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah tentunya mempunyai beberapa tujuan. Berdasarkan hal tersebut, berikut beberapa ahli telah mengemukakan pendapat mereka mengenai tujuan pendidikan jasmani.

Menurut Paturusi (2012 :12) tujuan pendidikan jasmani, yaitu “memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina

sekaligus mengembangkan potensi anak, baik dalam aspek fisik, mental, sosial, emosional dan moral”. Kemudian menurut Rosdiani (2012: 34), tujuan pendidikan jasmani yaitu: 1) mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, estetika, dan social, 2) mengembangkan kepercayaan diri, 3) mempertahankan dan memperoleh kebugaran, 4) mengembangkan kepribadian secara kelompok maupun individu, 5) mengembangkan keterampilan sosial melalui sikap, dan 6) kegembiraan dan kesenangan.

Adapun tujuan pendidikan jasmani menurut (Samsudin, 2017: 3) adalah (a) Melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani untuk meletakkan karakter yang kuat, (b) Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajuan budaya, etnis dan agama, (c) Melalui tugas-tugas pembelajaran pendidikan jasmani Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, (d) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani, (e) Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktifitas 15 ritmis, akuatik (aktivitas air), dan pendidikan luar kelas (outdoor education).

Berdasarkan pada uraian di atas, tujuan pendidikan jasmani dalam proses pembelajaran mencakup tiga aspek yakni aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai melalui Pendidikan jasmani mencakup pengembangan individu secara menyeluruh. Artinya, tidak hanya pada aspek jasmani saja melainkan pada aspek mental, emosional, spiritual dan sosial. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan guna tercapainya tujuan

pembelajaran pendidikan jasmani.

c. Konsep Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani sering diartikan sebagai bentuk pendidikan olahraga.

Namun demikian, sesungguhnya pendidikan jasmani berbeda dengan pendidikan olahraga. Hal tersebut sejalan dengan Rosdiani (2015: 1) bahwa pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada siswa berupa aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang 9 direncanakan secara sistematik guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, keterampilan, motorik, keterampilan berpikir, emosional, sosial, dan moral, pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

Dari pengertian di atas menunjukan bahwa Pendidikan jasmani lebih kompleks dan luas dari pada pendidikan olahraga. Meskipun olahraga sebagai salah satu bentuk kegiatan aktivitas jasmani, tetapi olahraga lebih bermakna bentuk aktivitas jasmani kecabangan olahraga. Pendidikan olahraga lebih bermakna pendidikan kedalam olahraga, dalam kaitan ini ada bentuk sosialisasi dalam olahraga.

Sedangkan dalam muatan pendidikan jasmani juga sering berupa sosialisasi dalam olahraga.

Menurut Darminto (2017: 2), menyatakan bahwa pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan sistem pendidikan yang mengutamakan aktivitas jasmani, fisik, permainan dan olahraga yang dijadikan media untuk mencapai perkembangan yang menyeluruh terhadap individu.

Istilah lain juga dikemukakan oleh Rizky, dkk (2013: 460), bahwa penjasorkes

sebagai media pembinaan anak dalam menjalani hidup sehat serta upaya pembuatan keputusan terbaik khususnya pada bidang jasmaninya. Pernyataan ini lebih menekankan bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah sebagai media yang efektif dalam pembelajaran supaya tercapai tujuan pembelajaran itu sendiri.

Pendidikan jasmani memiliki bidang garapan yang makin meluas. Seolah tidak mengenal batas mana wilayah cakupannya. Karena itu, sering diidentikan dengan istilah “human movement” atau gerak insani yang juga luas, seluas bidang kajian tentang insan/manusia. Suatu studi yang juga mempelajari tentang gerak insani dan mengarahkan gerak insani sebagai media pendidikan. Namun dalam perdebatan ini, belum ada kesepahaman resmi bahwa gerak insani bisa menggantikan istilah pendidikan jasmani.

d. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Mata pelajaran Pendidikan jasmani mencakup aspek yang cukup luas, seperti halnya menurut Rahayu (2013 : 18) mengungkapkan, ruang lingkup pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diantaranya: 1) permainan dan olahraga, 2) aktivitas pengembangan, 3) aktivitas senam, 4) aktivitas ritmik, 5) aktivitas air, 6) pendidikan luar kelas, dan 7) kesehatan.

Adapun penjelasan lebih lengkap terkait ruang lingkup pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebagai berikut: 1) permainan dan olahraga meliputi:

olahraga tradisional, permainan, gerak, keterampilan lokomotor dan non- lokomotor, 2) aktivitas pengembangan meliputi: sikap tubuh, dan postur tubuh, 3)

aktivitas senam meliputi: ketangkasan menggunakan alat maupun tanpa alat, 4) aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, dan senam, 5) aktivitas air meliputi:

keterampilan bergerak di air, dan renang, 6) pendidikan luar kelas meliputi:

karyawisata, pengenalan lingkungan, dan berkemah. 7) kesehatan meliputi:

penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, dan perawatan tubuh yang sehat.

Kemudian menurut Trisna (2013 : 18) ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : (1) Permainan dan olahraga (2) Aktivitas pengembangan (3) Aktivitas senam (4) Aktivitas ritmik (5) Aktivitas air (6) Pendidikan luar kelas dan (7) Kesehatan.

Adapun penjelasan terkait pengertian ruang lingkup pendidikan jasmani diatas, aspek permainan dan olahraga meliputi olahraga tradisional, permainan eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor dan non-lokomotor dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepakbola, bola basket dan beladiri, serta aktivitas lainnya.

Kemudian pada aspek aktivitas pengembangan meliputi mekanik sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.

Berikutnya pada aspek aktivitas senam meliputi ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai. Pada aspek aktivitas air meliputi Permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya.

Sementara pada aspek pendidikan luar kelas meliputi piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung. Bagian terakhir yakni pada aspek kesehatan meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam

kehidupan sehari-hari, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, merawat cedera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk dalam semua aspek.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pendidikan jasmani dan kesehatan memiliki beberapa aspek yaitu permainan, aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, aktivitas air, pendidikan luar kelas, dan kesehatan. Salah satu aspek yang masuk ke dalam semua aspek adalah aspek kesehatan

5. Hakikat Renang

Dalam dokumen TUGAS AKHIR SKRIPSI (Halaman 36-42)

Dokumen terkait