• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Strategi Pembelajaran

Dalam dokumen Strategi Pembelajaran (Halaman 52-57)

1. Pengertian Strategi Pembelajaran

D

ilihat dari asal kata strategi berasal dari konsep militer. Kata

strategi diturunkan dari kata “strategia” yang berasal dari Yunani/Greek, berarti bersifat umum (generalship). Kata tersebut berasal dari dua kata “stratos, dengan arti tentara”, dan “agein” berarti memimpin/mengarahkan. Makna ini tidak langsung berhubungan dengan strategi dan kepemimpinan (Pietersen, 2010 :7).

Strategi adalah suatu rencana pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pengajaran (Slameto, 2010).

Dapat dipahami bahwa strategi adalah garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan strategi pembelajaran adalah rangkaian rencana tindakan yang dipilih untuk memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain strategi pembelajaran kiat taktis mempercepat dan memudahkan pencapaian tujuan sebagai kemenangan atas perjuangan usaha yang dilaksanakan secara sistemik. Dengan begitu ada pola umum yang dilalui guru dan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih untuk mencapai tujuan secara optimal sebagai manifestasi kegiatan profesional dan sistemik.

Menurut Majid (2012) Secara sederhana, istilah pembelajaran

(instruction) bermakna sebagai upaya untuk membelajarkan seseorang

atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort) dan berbagai strategi, metode, dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagai. kegiatan guru secara terprogram dalam desain instrksional untuk membuat siswa

belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan terencana yang mengondisikan/merangsang seseorang agar hasil belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kemudian Isjoni, (2011) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya laboratorium. Material meliputi buku-buku, papan tulis, dan kapur, fotografi, slide dan film, udio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga computer.Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian, dan sebagainya. Menurut (Abdul Majid, 2012) kegiatan pembelajaran akan bermuara pada dua kegiatan pokok, yaitu:

Pertama, bagaimana orang melakukan tindakan perubahan tingkah

laku melalui kegiatan belajar.

Kedua, bagaimana orang melakukan tindakan penyampaian ilmu

pengetahuan melalui kegiatan mengajar.

Dick dan Carey menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah semua komponen materi/paket pengajaran dan prosedur yang digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan termasuk seluruh komponen materi atau paket pengajaran dan pola pengajaran itu sendiri.

Menurut Sani (2003) pemilihan strategi pembelajaran tidak terlepas dari kurikulum yang digunakan dan karakteristik peserta didik. Dalam konteks ini karakteristik peserta didik terutama terkait dengan pengalaman awal dan pengetahuan peserta didik, minat peserta didik, gaya belajar, dan perkembangan peserta didik. Tegasnya bahwa strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan cara komunikasi guru dengan peserta didik, yakni strategi tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Slameto (1991) strategi pembelajaran mencakup jawaban atas pertanyaan yaitu:

a. Siapa melakukan apa dan menggunakan alat tapa dalam proses pembelajaan. Kegiatan ini menyangkut peranan sumber, penggunaan bahan dan alat-alat bantu pembelajaran.

b. Bagaimana melaksanakan tugas pembelajaran yang telah didefinisikan (hasil analisis) sehingga tugas tersebut dapat memberikan hasil yang optimal. Kegiatan ini menyangkut metode dan teknik pembelajaran. c. Kapan dan dimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan serta berapa

lama kegiatan tersebut dilaksanakan.

Bertitik tolak dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menetapkan strategi pembelajaran adalah tugas guru sebagai perencana, dan sekaligus guru sebagai manajer atau pengelola kelas. Strategi menjadi kunci dalam menetapkan kegiatan pembelajaran yang memudahkan siswa menerima informasi pengetahuan sesuai dengan materi pokok pelajaran, sehingga siswa mudah memahami, meningkatkan keterampilan dan membentuk sikapnya atas suatu keadaan atau tugas untuk dilaksanakan sehingga dapat dinilai perubahan perilaku yang mana dicapai oleh siswa melalui evaluasi pembelajaran.

2. Langkah Strategi Pembelajaran

Secara umum dalam strategi pembelajaran ada tiga tahap pokok yang dilalui, yaitu:

a. Tahap permulaan (pra instruksional) adalah tahap persiapan guru sebelum kegiatan dimulai. Dalam tahap ini ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu:

1) Memeriksa kehadiran siswa

2) Pretest (menanyakan pelajaran sebelumnya)

3) Apersepsi (mengulas kembali secara singkat pelajaran sebelumnya) b. Tahap pengajaran (instruksional), yaitu langkah-langkah yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Tahap ini merupakan tahap inti dalam proses pembelajaran, guru menyajikan materi pelajaran yang telah disiapkan. Kegiatan yang dilakukan oleh guru antara lain:

1) Menjelaskan tujuan pengajaran kepada siswa 2) Menuliskan pokok-pokok materi yang akan dibahas

3) Membahas pokok-pokok materi yang telah dituliskan 4) Menggunakan alat peraga

5) Menuliskan hasil pembahasan dari semua pokok materi c. Tahap penilaian dan tindak lanjut (evaluasi), ialah penilaian atas

hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dan tindak lanjutnya. Setelah melalui tahap instruksional langkah selanjutnya ditempuh guru adalah mengadakan penilaian keberhasilan belajar siswa dengan melakukan post test. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahapan ini, yaitu:

1) Mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang materi pokok yang dibahas

2) Mengulas kembali materi yang belum dikuasai siswa

3) Menginformasikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Dalam konteks ini hasil penilaian dapat dijadikan pedoman bagi guru untuk melakukan tindak lanjut baik berupa perbaikan atau pengayaan. Dengan demikian semua tahapan tersebut merupakan prosedur dan tahapan yang mesti dilalui untuk memastikan bahwa kondisi pembelajaran sudah berlangsung dalam kegiatan siswa, dan sekaligus hasil belajar yang dicapai juga dapat dipastikan pencapaiannya sebagai bentuk perubahan perilaku dalam dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

3. Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran

Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita mestinya berfikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efesien. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan, adalah beberapa pertimbangan yang harys diperhatikan.

a. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah:

- Apakah tujuan pembalajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik?

- Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, apakah tingkat tinggi atau rendah?

- Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis?

b. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materu pem-belajaran:

- Apakah materi pelajaran itu berupa fakta, konsep, hukum, atau teori tertentu?

- Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan persyaratan tertentu atau tidak?

- Apakah tersedia buku-buku sumber untuk memperlajari materi itu?

c. Pertimbangan dari sudut siswa.

- Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematengan siswa?

- Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi siswa?

- Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa?

d. Pertimbangan-pertimbangan lainnya.

- Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi saja?

- Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satuya strategi yang dapat digunakan?

- Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi? Pertanyaan-pertanyaan di atas, merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan yang ingin diterapkan. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif, akan memiliki strategi

yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan efektif atau psikomotorik. Demikian juga halnya, untuk mempelajari bahan pelajaran yang bersifat fakta akan berbeda dengan mempelajari bahan pembuktian suatu teori, dan lain sebagainya.

Dalam dokumen Strategi Pembelajaran (Halaman 52-57)