BAB III HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
C. Alasan alasan yang melatar belakang
6. Hambatan yang Dihadapi Para Pihak serta
commit to user
Dalam pelaksanaan perjanjian siaran radio ini, penulis hanya menemui sedikit sekali hambatannya. Hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan perjanjian adalah sebagai berikut:
a. Adanya keadaan mati lampu pada saat pelaksanaan siaran radio yang dibawakan Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas). Selama kurang lebih satu tahun ini baru satu kali terjadi mati lampu saat pelaksanaan siaran. Keadaan mati lampu ini merupakan hambatan secara teknis, yang bukan berasal dari diri kedua belah pihak dalam perjalanan perjanjian ini. Keadaan mati lampu ini bisa disebabkan adanya hubungan teknis diantara rangkaian listrik (korsleting listrik) yang ada di stasiun Radio Immanuel sendiri atau memang terjadi pemadaman listrik oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan alasan tersendiri.
Cara penyelesaiannya adalah dengan keadaan mati lampu ini adalah sebagai berikut:
1. Mengecek ruang pemancar dengan membawa senter sebagai alat penerangan. Tujuan pengecekan ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat suatu yang lain yang terjadi di ruang pemancar. Seperti apakah ada asap atau bau yang mencurigakan yang disebabkan hubungan singkat listrik, bila benar maka langkah yang dilakukan adalah dengan menghubungi teknisi yang akan segera memperbaikinya.
2. Bila mati lampu, segera melihat tetangga listrik apakah mengalami hal yang sama atau tidak. Bila benar terjadi mati lampu yang bukan disebabkan gangguan teknis Radio Immanuel maka langkah yang diambil selanjutnya adalah segera menyimpan data komputer. Hal ini bisa diatasi dengan menyalakan genset/ diesel sebagai pembangkit listrik sementara bila yang mau dinyalakan gelombang AM dan untuk gelombang FM, maka langkah yang dilakukan adalah menunggu listrik sampai menyala. Karena dalam
commit to user
perjalanannya Radio Immanuel masih menggunakan dua gelombang, gelombang yang lama dan baru. Gelombang yang lama adalah 486 AM dan gelombang yang baru adalah 91,3 FM.
b. Dengan adanya frekuensi gelombang Radio Immanuel 91,3 FM yang berdekatan dengan frekuensi gelombang lainnya (misalnya pernah bertabrakan dengan Pas FM dan Elshaday FM) mengakibatkan adanya gangguan kecil pada saat siaran. Gangguan ini ditandai dengan beralihnya gelombang Radio Immanuel ke gelombang sebelumnya atau sesudahnya. Tetapi gangguan semacam ini tidak terlalu sering terjadi. Hubungan dekat antara gelombang- gelombang yang ada dengan gelombang Radio Immanuel ini sudah sewajarnya terjadi. Berbeda bila sedikitnya frekuensi gelombang yang berada dekat gelombang radio Immanuel. Hal ini disebabkan karena pemancar yang lemah dikarenakan peralatan yang kurang mendukung bila dibandingkan dengan radio yang lain tadi, juga disebabkan radio yang lain melewati batas daerah siarnya.
Pada hambatan ini, pihak Immanuel masih merencakan untuk menambah atau mengganti peralatan mereka dengan peralatan yang lebih baik, tapi belum terlaksana. Karena dengan peralatan yang canggih maka gangguan yang seperti ini tidak akan terjadi lagi. Radio Immanuel yang merupakan radio tertua di Surakarta dengan segala perlengkapannya mungkin masih menggunakan beberapa peralatan yang lama itu sampai sekarang. Radio Immanuel belum merealisasikan mengganti peralatannya disebabkan ada hal yang lebih penting dari kebutuhan ini. Tapi bila saatnya tiba dan didukung dengan dana yang memadai maka maka ide itu akan segera dijalankan dan akan akan menunjang kinerja Radio Immanuel tentunya.
c. Gangguan teknis berupa kurang lancarnya telepon on-air saat siaran berlangsung. Didalam pelaksanaan siaran Perkantas yang disiarkan
commit to user
Radio Immanuel terdapat sesi tanya-jawab antara narasumber yang mengudara dengan pihak pendengar. Dalam proses tanya jawab ini, pernah terjadi putusnya hubungan sementara antara penyiar dengan pendengar disebabkan kurang lancarnya telepon on-air yang ada dari pihak Radio Immanuel.
Cara penyelesaiannya adalah adalah dengan penyiar dari pihak Immanuel yang turut serta dalam siaran mencari penyebab gangguan itu dan segera memperbaikinya. Biasanya penyiar itu sudah dijadwalkan setiap harinya, siapa yang akan mendampingi pihak lain yang melakuka siaran. Bila tidak bila tidak bisa diatasi oleh penyiar maka langkah yang dlakukan adalah mengalihkan sesi tanya- jawab itu ke via Short Message Service (SMS) yang akan dijawab beberapa saat kemudian. Keesokan harinya maka bagian teknislah yang akan segera memperbaiki telpon on-air yang mengalami gangguan tadi. Hal ini dilakukan keesokan harinya dikarenakan bagian teknis bertugas pada jam kerja saja, berarti tidak ikut mendampingi siaran yang di malam hari. Karena faktanya Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) melakukan siaran pada malam hari yaitu pukul 20.00- 21.00 WIB pada hari Senin.
commit to user
BAB IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pelaksanaan program perjanjian radio antara Radio Immanuel dengan Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) di Surakarta, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Latar belakang yang menyebabkan terjadinya perjanjian antara Radio Immanuel dengan Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) adalah adanya kesamaan visi-misi diantara keduanya, sinergi yang lebih baik dan memberikan informasi yang lebih banyak kepada masyarakat.
2. Hak dan kewajiban kedua pihak yaitu pihak Radio Immanuel dan pihak Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) tertuang di dalam perjanjian yang diberi nama Media Order.
3. Permasalahan yang terjadi pada saat pelaksanaan siaran yang dilakukan Perkantas di stasiun Radio Immanuel adalah sebagai berikut:
a. Adanya keadaan mati lampu
b. Beralihnya gelombang Radio Immanuel ke gelombang lain c. Kurang lancarnya telepon on-air saat siaran berlangsung
Cara penyelesaiannya adalah dengan:
a. Mengecek ke ruang pemancar dan memperbaiki kerusakannya.
b. Belum ada, tetapi Radio Immanuel berenca mengganti peralatannya dengan yang lebih canggih dan memadai.
commit to user
B. Saran
Dari hasil pembahasan dan penelitian yang sudah dilakukan penulis disertai dengan kesimpulan yang dibuat, maka penulis mempunyai saran untuk pelaksanaan perjanjian yang sudah dilaksanakan oleh Radio Immanuel dengan Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas):
1. Dalam pembuatan perjanjian sebaiknya para pihak memaparkan hak dan kewajibannya masing- masing dengan terperinci atau detail. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan, siapa yang harus melakukan ini dan siapa yang harus bertanggungjawab bila terjadi sesuatu pelanggaran kesepakatan
2. Pihak Radio Immanuel bisa saling mendukung jalannya siaran yang dibawakan Persekutuan Kristen Antar Universitas (Perkantas) setiap hari Senin jam 20.00- 21.00 WIB dengan menambah peralatan yang baik sesuai keadaan sekarang. Dengan ditambah atau digantinya peralatan yang baik dan canggih di stasiun Radio Immanuel bukan saja mendukung siaran yang dibawakan semakin berjaya diudara dan semakin banyak orang yang mendengar “Kabar Baik”..