• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hambatan-hambatan yang terkait dengan transaksi e-banking di Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU-Medan

1946 KANTOR CABANG USU-MEDAN)

B. Hambatan-hambatan yang terkait dengan transaksi e-banking di Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU-Medan

Perkembangan pesat dari teknologi e-banking telah menawarkan berbagai macam kemudahan dalam kegiatan transaksi bisnis. Walaupun banyak kemudahan yang didapatkan dalam melakukan transaksi melalui e-banking tersebut, tidak menutup kemungkinan masih adanya kendala-kendala yang dihadapi baik oleh pihak bank maupun nasabah dalam melakukan transaksi melalui e-banking. Pada saat ini banyak kasus pencurian via internet banking yang menyebabkan kerugian bagi para pihak khususnya nasabah. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan tidak mengatur secara rinci mengenai e-banking. Hal inilah yang menjadi letak permasalahan hukumnya dimana jaminan kepastian dan perlindungan terhadap nasabah bank pengguna jasa e-banking belum sepenuhnya dijamin oleh hukum positif di Indonesia.

E-banking merupakan salah satu pelayanan jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet. Transaksi perbankan melalui e- banking sampai saat ini belum diatur secara khusus dalam sistem perundang- undangan di Indonesia. Pengaturan mengenai transaksi perbankan melalui e- banking di Indonesia yang ada saat ini belum dapat menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak, baik pihak bank maupun nasabah. Upaya perlindungan hukum telah dilakukan oleh pemerintah, namun substansi-substansi dari peraturan-peraturan yang ada belum menunjukkan adanya upaya perlindungan hukum yang optimal bagi para pihak. Sudah terdapat kesesuaian dari peraturan- peraturan mengenai transaksi perbankan melalui e-banking yang ada, namun

instrumen perlindungan hukum yang ada masih kurang. Ketentuan hukum dari peraturan-peraturan tersebut juga belum mencerminkan perlindungan hukum yang komprehensif, di mana perlindungan hukum masih bersifat parsial yang terletak di berbagai macam perundang-undangan. Peraturan yang ada belum menggalang suatu peraturan yang adil karena belum mencerminkan asas keseimbangan, di mana idealnya pembentukan aturan tersebut harus mencerminkan hak dan kewajiban yang seimbang di antara para pihak yang terkait. Diperlukan peraturan khusus yang bersifat komprehansif dalam sistem perundang- undangan di Indonesia yang mengatur tentang transaksi perbankan melalui e-banking.

Hambatan-hambatan yang terkait dengan transaksi e-banking di Bank BNI- 1946 Kantor Cabang USU-Medanyaitu :

1. Transaksi Internet Banking (e-banking) bukan hanya mempermudah tetapi dapat menimbulkan suatu resiko seperti strategi, operasional, dan reputasi serta adanya berbagai ancaman terhadap aliran data realible dan ancaman kerusakan / kegagalan terhadap sistem e-banking kemudian semakin kompleksnya teknologi yang menjadi dasar.

2. Kerusakan / kerugian / kehilangan yang diderita oleh bank / nasabah diakibatkan juga oleh petugas internal atau manajemen bank.

3. e-banking menjadi salah satu target dari para cybercrime yang memiliki kendala dalam hal pembuktian baik secara teknis maupun non-teknis

4. Pemerintah bersama DPR (periode manapun) sampai saat ini masih terkesan sangat lambat dalam melakukan antisipasi terhadap maraknya kejahatan yang terjadi melalui kegiatan e-banking.

5. Kegiatan Internet Banking masih belum memiliki payung hukum yang akurat dan tegas yang disebabkan oleh masih stagnannya RUU Informasi dan Transaksi Elektronik.

6. Para pelaku usaha (perbankan) dan masyarakat pada umumnya masih kurang peduli terhadap proses penanganan kasus-kasus tindak Pidana Internet Banking.138

Di balik kemudahan e-banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan. Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.139

Komplain layanan BNI e-banking dari Pengguna dapat disampaikan ke Kantor

Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU-Medan membuat registrasi penyelesaian komplain, serta progress report pending komplain untuk dipantau penyelesiannya dan dilaporkan secara periodik ke Divisi Layanan. Komplain bersifat non finansial

138

Wawancara dari Bapak Albert Ginting selaku HRD Bank BNI-1946 Kantor Cabang Usu-Medan

139

https://blogaanwati.wordpress.com/2014/07/01/hambatan-internet-banking/html, diakses tanggal 10 November 2016

diselesaikan oleh Customer Service Officer (CSO) BNI Call, sedangkan komplain bersifat finansial , oleh CSO dibuatkan formulir komplain untuk diteruskan kepada

Person In Charge (PIC) e-banking di Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU-Medan. Pada Divisi Operasional masalah akan dibuat lebih spesifik lagi yaitu apabila terkait masalah aplikasi dan jaringan dikoordinasikan dengan Divisi Teknologi Informasi, apabila terkait masalah transaksi dan fraud akan koordinasikan ke unit RMU (Risk Monitoring Unit) pada divisi operasional. PIC (Person In Charge) Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU-Medan e-banking mencatat komplain pada register komplain dan memberikan keterangan mengenai status penyelesaiannya (done/in progress). Jenis komplain Pengguna e-banking adalah :

a. Komplain Sistem, yaitu komplain mengenai jaringan internet (no respon & connection problems) atau aplikasi Bank BNI-1946 Kantor Cabang USU- Medan e-banking, ditindak lanjuti berkoordinasi dengan Divisi Teknologi Informasi.

b. Komplain Transaksi, yaitu mengenai komplain transaksi perbankan karena kesalahan sistem dan ditindak lanjuti PIC e-banking sesuai dengan prosedur komplain operasional transaksi. Adapun jenis komplain transaksi ini adalah : c. Rekening asal tidak terdebet sedangkan rekening tujuan terkredit. Penyelesaian

dilakukan dengan mendebet secara manual rekening asal.

d. Transaksi tereksekusi 2 kali dikarenakan ”Time Out” pada jaringan internet, seharusnya otomatis direversal oleh sistem tetapi tidak terjadi. Penyelesaian dilakukan pembatalan untuk transaki ke 2 setelah terlebih dahulu dipastikan penyebabnya adalah benar-benar keslahan sistem.140

140

Wawancara dari Bapak Argha Yudha selaku Unit Umum Bank BNI-1946 Kantor Cabang Usu-Medan

C. Upaya penyelesaian terhadap permasalahan hukum yang timbul dalam

Dokumen terkait