• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tirta Citradi, CNBC Indonesia

H

ARGA batu bara kontrak acuan melesat tinggi pada perdagangan Selasa kemarin (4/2/2020) seolah tak mempedulikan sentimen negatif kasus merebaknya virus corona yang menggempur pasar.

IMA-Daily Update Page 26

The outbreak of the corona virus is still a headline of news to this day. This pathogen, which is still a family with the cause of SARS, was first discovered in Wuhan, Hubei Province, central China.

Since WHO has identified this new virus, the number of people with pneumonia continues to grow until they claim lives.

Even worse, this virus not only infects China, but also extends to dozens of other countries.

Based on the latest data from John Hopkins CSSE, to date there have been 24,478 other countries ranging from the US, various European countries and the Asian region to Australia.

The death toll so far has reached 492 people.

Two deaths have been reported outside of China, one in Hong Kong and one in the Philippines.

The number of patients who have been recovered has now reached 906, one person who has been recovered is from Vietnam.

The relatively new corona virus attacks Chinese citizens at the time of the Lunar New Year holiday and creates a tense holiday atmosphere for local residents. Because the new year's holidays are usually lively because of various festivals and celebrations are now so terrible because dozens of cities in China are quarantined.

New year holidays are usually trading activities, especially for coal commodities deserted. Coupled with the issue of the spread of this corona virus, trade is increasingly quiet. One indicator of lonely trade is the weakening demand for cargo ships carrying various commodities.

Merebaknya virus corona masih menjadi headlines berita sampai saat ini. Patogen yang masih satu keluarga dengan penyebab SARS ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China bagian tengah.

Sejak WHO berhasil mengidentifikasi virus baru ini, jumlah penderita pneumonia terus bertambah hingga merenggut korban jiwa.

Lebih parah lagi, virus ini tak hanya menjangkiti China saja, tetapi juga meluas ke puluhan negara lain.

Berdasarkan data terbaru John Hopkins CSSE, sampai saat ini sudah ada 24.478 dilaporkan di 27 negara. Jumlah kasus terbanyak masih dilaporkan di China dengan 24.266 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sementara 212 kasus lainnya ditemukan di 26 negara lain mulai dari AS, berbagai negara Eropa dan kawasan Asia hingga Australia.

Jumlah korban meninggal sampai saat ini tercatat mencapai 492 orang. Dua korban meninggal dilaporkan di luar China, satu di Hong Kong dan satu di Filipina.

Jumlah pasien yang dinyatakan pulih kini berjumlah 906, satu orang yang dinyatakan pulih berasal dari Vietnam.

Virus corona yang tergolong baru ini menyerang warga China di momen libur tahun baru imlek dan menciptakan suasana liburan yang mencekam bagi warga lokal.

Pasalnya liburan tahun baru yang biasanya meriah karena berbagai festival dan perayaan kini jadi mengerikan karena puluhan kota di China di karantina.

Libur tahun baru biasanya aktivitas perdagangan terutama untuk komoditas batu bara sepi. Ditambah dengan isu merebaknya virus corona ini, perdagangan makin sepi. Salah satu indikator sepinya perdagangan adalah pelemahan permin-taan kapal kargo yang mengangkut ber-bagai komoditas.

IMA-Daily Update Page 27

This is reflected in the decline of the Baltic Capesize index again. This index more or less reflects the demand for Capesize type cargo ships which are normally used to load 170,000-180,000 tons of commodities such as iron ore and coal.

Yesterday, the Baltic Capesize index fell 31 points to negative 133 and marked the position of all time low. The Baltic Panamax Index, which also reflects the activity of shipping coal commodities using 60,000-70,000 tons of cargo ships, also dropped 20 points to 526.

This bad sentiment apparently did not make the coal price of the reference contract weaken. However, coal prices for the ICE Newcastle futures contract actually shot sharply 3.74% in one day and closed at US$ 69.35/ton. only reached 1 million tons, lower than the same period last year which reached 1.9 million tons.

China also continues the hydro/coal replacement program which makes coal demand for February and March estimated to decrease by 2.8 million tons and 2 million tons, respectively.

China now also restricts trucking activities by land as an effort to limit the spread of the corona virus that is happening.

Not only China, Sakura and Ginseng also imported coal at the beginning of February, lower than last year. Japan and South Korea import 439 kilotons and 130 kilotons of lebih mencerminkan permintaan kapal kargo jenis Capesize yang biasanya diguna-kan untuk memuat 170.000-180.000 ton komoditas seperti bijih besi dan batu bara.

Kemarin, indeks Baltic Capesize turun 31 poin menjadi negatif 133 dan menandai posisi all time low. Indeks Baltic Panamax yang juga mencerminkan aktivitas pengi-riman komoditas batu bara menggunakan kapal kargo bermuatan 60.000-70.000 ton juga turun 20 poin menjadi 526.

Sentimen buruk ini ternyata tak membuat harga batu bara kontrak acuan melemah.

Namun harga batu bara kontrak futures ICE Newcastle justru melesat tajam 3,74% dalam sehari dan ditutup di US$ 69,35/ton.

Kenaikan harga ini juga seolah tak men-cerminkan kinerja impor batu bara di berbagai negara kawasan Asia yang menjadi konsumen terbesar batu bara.

Berdasarkan data Refinitiv, impor batu bara China sejak awal bulan Februari baru mencapai 1 juta ton, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai 1,9 juta ton.

China juga terus melanjutkan program hydro/coal replacement yang membuat permintaan batu bara untuk Februari dan Maret diperkirakan turun masing-masing 2,8 juta ton dan 2 juta ton.

China kini juga membatasi aktivitas pengi-riman dengan truk melalui jalur darat sebagai slah satu upaya untuk membatasi penyebaran virus corona yang tengah terjadi.

Tak hanya China saja Negeri Sakura dan Negeri Ginseng juga mengimpor batu bara di awal bulan Februari ini lebih rendah dari tahun lalu. Jepang dan Korea Selatan masing-masing mengimpor 439 kiloton dan 130 kiloton batu bara. Jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang melebihi 1 juta ton.

IMA-Daily Update Page 28

Turning to India, coal imports since the beginning of February only reached 585 kilotons. Still lower than the same period last year of 1.8 million tons. So the rising coal prices that occurred yesterday seemed to not care about these factors. CNBC INDONESIA RESEARCH TEAM (twg/tas)

Beralih ke India, impor batu bara sejak awal bulan Februari baru mencapai 585 kiloton.

Masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1,8 juta ton.

Sehingga naiknya harga batu bara yang terjadi kemarin seolah tak mem-pedulikan faktor-faktor ini. TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/tas)

China coking coal, coke futures rise as supply concerns mount amid

Dokumen terkait