• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hari Kini Tinggal 23 Jam Saja?

Dalam dokumen Fenomena Aneh (Halaman 29-76)

Chempornet.com – Benarkah 1 Hari Kini Tinggal 23 Jam Saja? Beberapa hari setelah gempa dan tsunami besar di Jepang terjadi, ada sebuah studi atau anggapan dari para ahli yang menyatakan, ada perubahan dari rotasi bumi yang mengakibatkan perubahan waktu atau berkurangnya waktu di bumi. Hal tersebut kembali diungkap oleh salah satu ahli dari Jet Propulsion Laboratory, NASA, Richard Gross, ia menyusun model penghitungan kompleks untuk

mengalkulasikan secara teoritis, bagaimana gempa bumi di Jepang, yang merupakan gempa terbesar kelima sejak tahun 1900, memengaruhi rotasi Bumi.

Memang membuat bingung dan pasti akan timbul pertanyaan dari kita semua, apa benar studi atau penelitian yang dilakukan para ahli tentang dampak gempa-gempa besar yang terjadi dibumi terutama Gempa Jepang mempengaruhi atau memperpendek waktu di bumi? Untuk itu, mari sejenak kita lihat Studi yang dibuat oleh Richard Gross dibawah ini.

30 Studi 1 Hari Tinggal 23 Jam

Memanfaatkan data dari United States Geological Survey, hasil perhitungan mengindikasikan adanya perubahan distribusi massa Bumi. Gempa dan Tsunami di Jepang telah membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat, dan memperpendek waktu dalam satu hari hingga 1,8 mikrodetik atau sepersejuta detik.

Kalkulasi yang dibuat juga menunjukkan bahwa poros Bumi bergerak sekitar 17 centimeter ke arah bujur timur. Perubahan poros ini akan membuat pergerakan Bumi sedikit berbeda. Namun itu tidak mempengaruhi posisi Bumi di ruang angkasa karena hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi Matahari, Bulan, dan planet-planet yang mampu mengubah itu.

Seputar semakin singkatnya waktu dalam satu hari yang sudah tidak mencapai 24 jam, sebagai gambaran, akibat gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm.

Padahal, menggunakan kalkulasi serupa yang dilakukan setelah gempa dengan magnitude 9,1 yang menghantam Aceh tahun 2004 lalu, waktu dalam satu hari sudah berkurang sebesar 6,8 mikrodetik akibat bergesernya poros dan bentuk Bumi sekitar 7 cm.

―Rotasi Bumi terus berubah, dan tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin di atmosfer dan arus samudera,‖ kata Gross, seperti dikutip dari Science Daily, 10 Mei 2011. ―Bagaimana gempa memengaruhi rotasi Bumi tergantung pada skala, lokasi, dan bagaimana gempa terjadi,‖ ucapnya.

Gross menyebutkan, dalam kurun satu tahun, waktu dalam satu hari bisa bertambah dan juga berkurang sekitar satu milidetik atau 550 kali lebih besar dibanding akibat gempa Jepang. Demikian pula dengan lempeng Bumi yang bisa bergeser sekitar 1 meter dalam satu tahun akibat berbagai gempa.

―Secara teori, apapun yang mampu meredistribusi massa Bumi akan mengubah rotasi planet Bumi,‖ kata Gross. ―Namun demikian, perubahan rotasi dan poros Bumi seharusnya tidak memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Perubahan ini sangat alami dan terjadi kapan saja. Orang-orang tidak perlu khawatir,‖ ucapnya.

Meski telah membuat penghitungan, kalkulasi yang dibuat Gross, baik untuk rotasi dan poros Bumi, hasilnya

kemungkinan akan masih berubah dengan munculnya data-data baru yang lebih akurat seputar fenomena yang terjadi di Bumi.

Sebelumnya studi yang dibuat oleh Gross ini telah mendapat sanggahan atau tandingan yang menyatakan, panjang dan pendeknya suatu hari di Bumi itu hanya dapat di pengaruhi jika terjadi sesuatu efek dari luar bumi.

Seperti yang sudah dikatakan oleh Gross diatas, bahwa kita tidak perlu khawatir dengan perubahan rotasi bumi akibat gempa yang terjadi, fenomena ini sangat alami dan kapan saja bisa terjadi. So jika benar 1 hari kini tinggal 23 jam saja, berarti buka puasa bagi yang menjalankan bisa dilakukan pada jam 5 sore yah.

Hari Ini Empat Planet Sejajar

Hari ini (12/8) masyarakat bisa melihat fenomena langka empat planet Merkurius, Saturnus, Venus dan Mars sejajar. Kesempatan melihat hanya sampai jam setengah delapan malam.

31 ―Biasanya awal Agustus hingga pertengahan, di langit malam bisa melihat Merkurius, Venus, Mars dan Saturnus. Ini berada di sekitar posisi bulan sesudah matahari terbenam,‖ kata peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin saat dihubungi Kamis (12/8).

Masyarakat Indonesia bisa melihat keempat planet di mana Venus akan paling terang dan Mars paling buram. Malam ini, Merkurius berada di bawah bulan dan di atas bulan akan muncul Saturnus, Mars dan Venus.

―Sesudah magrib akan ada bulan sabit maka posisi planet akan berada di sekitaran Bulan. Paling terang adalah Venus,‖ ujar Thomas Djamaluddin.

Kemunculan 4 planet berdekatan ini bisa dinikmati dari matahari terbenam hingga pukul setengah delapan lewat. ―Bulan terbenam sekitar setengah delapan malam. Kemudian Saturnus terbenam sekitar pukul 20.30 WIB, Venus pukul 20.35 WIB dan Mars pukul 20. 40 WIB.

Fenomena Kilatan Cahaya Aneh Pacitan 2011

Desa Sukoharjo, Pacitan - Fenomena kilatan cahaya di langit Pacitan, Senin (31/1/2011) malam masih meninggalkan tanda tanya. Apalagi, kejadian yang berlangsung kurang dari satu menit itu tidak disertai suara.

"Nggak ada suara apa-apa. Hanya kelihatan cahayanya saja," ujar Putut Prasetyo (22), warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (1/2/2011).

Awalnya, Putut menduga sumber cahaya berasal dari kilat cahaya Pacitan. Namun anehnya, pancaran sinar mirip api las raksasa berlangsung lama. Dia pun memberitahu kedua orang tuanya maupun tetangga sekitar. Beberapa warga lain lalu ikut menyaksikannya.

Hal senada juga diakui Misngatin (48) warga lain. Perempuan ibu rumah tangga itu mengaku melihat sendiri fenomena kilatan cahaya aneh Pacitan dan langka tersebut. Meksipun hanya sempat menyaksikan selama beberapa detik, namun dirinya bisa melihat jelas kilauan cahaya yang baru pertama kali terjadi di daerah itu.

"Memang terang sekali. Tapi posisinya tidak bergerak. Tetap disitu sampai hilang," jelasnya sambil menunjuk langit diatas pohon sengon laut tak jauh dari rumahnya.

Seperti diberitakan, warga Pacitan digemparkan penampakan kilatan cahaya aneh di langit, Senin (31/1/2011) malam. Bias sinar yang membentuk setengah lingkaran itu memancarkan warna biru dan berganti kemerahan sesaat sebelum

32 lenyap. Selain di Sukoharjo, beberapa warga di Desa Mentoro juga mengaku melihatnya. detik.com

Hujan Ikan di Jepang, Kejadian Aneh 2010

Hujan Ikan di Jepang merupakan salah satu dari sekian banyak Kejadian Aneh yang ramai dibicarakan di tahun 2010. Fenomena hujan ikan di Jepang ini, sebenarnya terjadi pada tahun lalu, tepatnya bulan Juni 2009. Tidak hanya ikan, katak kecil dan berudu juga terjadi ketika itu.

9 Juni, anggota polsek Ishikawa melaporkan di kota Nakanoto, sejumlah ikan kecil yang ditemukan tersebar di daerah pemukiman. Sekitar 10 ikan disisihkan dari pinggir jalan dan dari atap mobil dan ikan ini sejenis ikan mas yang berukuran panjang 3-5 cm .

15 Juni , anggota polsek Miyagi melaporkan sekitar jam 5:00 di kota Taiwa, seorang penduduk 74 tahun,mendengar suara hujan di luar rumahnya. Ia melangkah ke luar dan menemukan sekitar 50 kecebong tersebar di halaman rumah dan di atap. Kecebong-kecebong ini masih basah, tetapi tak satu pun dari mereka yang masih hidup. Menurut wanita tersebut, langit cerah dan tidak ada angin. Ia tidak melihat burung-burung beterbangan di langit.

16 Juni, anggota polsek Saitama melaporkan bahwa pada jam 1:00 di kota Kuki, seorang pria berusia 77 tahun melaporkan telah ditemukan lebih dari 20 bangkai berudu dan ikan kecil di halaman rumahnya. Pria yang tinggal sekitar 1 kilometer dari dekat hutan tempat biasanya gagak bertengger. Ia percaya gagak-gagak itu menjatuhkan berudu dan ikan di halaman rumahnya.

16 Juni sekitar pukul 8:00, anggota Polsek Aichi melaporkan bahwa ada seorang karyawan sebuah perusahaan yang berusia 45 tahun sedang mengemudi melewati kota Chiryu dalam perjalanannya untuk berangkat bekerja, tidak lama kemudian dia mendengar suara sesuatu yang seakan melempari atap mobilnya. Ketika ia tiba di tempat kerja, ia menemukan 25 bangkai kecebong , masing-masing sekitar 5 cm panjang, berhamburan di bagian atas dan sisi kendaraan.

17 Juni, anggota Polsek Toyama melaporkan bahwa pada jam 8:40 di kota Asahi, pekerja berusia 59 tahun di sebuah perusahaan menemukan sekitar 30 kecebong berserakan di jalan di depan rumahnya. kecebong-kecebong ini ketika diukur memiliki panjang sekitar 3 cm panjang dan telah mulai mengembangkan kaki. Cuaca tenang dan sebagian berawan, sehingga tidak mungkin mereka tersapu dalam hembusan angin. Seorang ahli biologi setempat mengatakan bahwa kecebong-kecebong ini mungkin telah mati karena dehidrasi setelah berkeliaran keluar dari sawah terdekat. Pria tersebut percaya bahwa mereka mungkin telah dijatuhkan oleh sekawanan burung gagak.

24 Juni, anggota polsek Yamagata melaporkan bhwa pada jam 4.30 sore,seorang instruktur piano 34tahun di kota Shinjo menemukan sekitar 40 bangkai kecebong yang masih basah di halaman, tepat ketika ia berjalan meninggalkan

33 anjingnya. Si wanita melihat kecebong-kecebong tersebut setelah anjing itu mulai mengendus penuh semangat di tanah halaman luar. Dia menemukan kecebong yang masih basah menempel di hidung anjing. Kecebong-kecebong ini, banyak yang hancur, dan paling tidak dua jam sebelumnya belum ada bermunculan di halaman rumahnya. Belum ada penjelasan yang masuk akal untuk hujan hewan seperti ini. Meskipun beberapa orang percaya hujan kecebong mungkin merupakan akibat dari gangguan cuaca seperti puting beliung tetapi tidak ada lembaga meteorologi yang telah mengamati kemungkinan adanya angin yang kuat atau kondisi cuaca yang tidak stabil di salah satu daerah di mana hujan kecebong terjadi.

Banyak perselisihan pendapat mengenai penyebab, bahkan ahli lain ada yang mengemukakan mungkin hujan ini karya para pranksters atau tukang iseng , atau bahkan mungkin makhluk luar angkasa yang melakukannya. cueksaja.com Hujan ikan di Australia juga terjadi baru-baru ini. Sedangkan Kejadian Aneh 2010 di Indonesia antara lain berupa; Meteor Jatuh di Cirebon yang membentuk lafadz Allah, Langit Terbelah di Jogja dan Padang.

Dan kemungkinan masih banyak kejadian aneh lain yang terjadi, namun belum terpublis.

Kematian Massal Meluas hingga Swedia

Egidius Patnistik | Kamis, 6 Januari 2011 | 09:46 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Kematian massal berbagai jenis burung dan ikan dilaporkan meluas hingga berbagai penjuru dunia, Rabu (5/1/2011). Hanya beberapa hari setelah 5.000 burung berjatuhan dalam keadaan mati di Negara Bagian Arkansas, Amerika Serikat, hal serupa dilaporkan terjadi di Negara Bagian Lousiana, AS, dan di sebuah kota di Swedia.

Christer Olofsson, petugas layanan darurat di kota Falkoeping, mengatakan, burung-burung mulai berjatuhan di kota di Swedia barat daya itu sejak Selasa tengah malam. Sekitar 50-100 burung jackdaw—sejenis gagak—ditemukan

terkapar di jalanan berlapis salju. Sebagian besar sudah mati.

Institut Kedokteran Hewan Swedia saat ini sedang meneliti bangkai-bangkai burung itu untuk menyelidiki kemungkinan adanya infeksi virus flu burung.

Anders Wirdheim, ahli ornitologi, mengatakan, peristiwa ini tidak lazim. Burung jackdaw biasa menghabiskan musim dingin dalam sebuah kawanan besar. Diduga ada gangguan yang membuat kawanan itu stres dan terbang tidak beraturan sampai mati.

Di AS, sekitar 500 bangkai burung blackbird sayap merah, jalak, dan grackles ditemukan di kawasan Pointe Coupee Parish, dekat Kota Baton Rouge, Louisiana, Selasa (4/1/2011). "Kami sudah mengirim sampel bangkai ke sebuah laboratorium di Missouri dan sedang menunggu hasilnya," tutur Olivia Watkins dari Departemen Perikanan dan Margasatwa Louisiana.

Hingga saat ini, para pakar belum mengetahui penyebab pasti kematian massal burung-burung tersebut. Berbagai teori mengemuka, mulai suara ledakan kembang api Tahun Baru yang membuat burung-burung tersebut kaget sampai petir dan hujan es.

34 Dari hasil pembedahan bangkai-bangkai burung tersebut, petugas hanya bisa memastikan penyebab kematian adalah ‖trauma fisik yang akut‖ dan bukan disebabkan jenis penyakit tertentu.

Kabar kematian massal burung ini disusul kabar kematian massal misterius ribuan ikan yang terjadi di berbagai lokasi di dunia, mulai Teluk Chesapeake, Maryland, AS; Sungai Arkansas, Arkansas, AS; Semenanjung Coromandel, Selandia Baru; dan Pantai Parana, Brasil.

Di Sungai Arkansas yang terletak hanya sekitar 160 kilometer dari lokasi kematian massal burung blackbird di kota Beebe, pekan lalu ditemukan sekitar 80.000-100.000 bangkai ikan drum (keluarga Sciaenidae). Ribuan bangkai ikan tersebar hingga 36 kilometer di sepanjang aliran sungai tersebut.

Komisi Memancing dan Berburu Arkansas kebingungan karena kematian massal tersebut hanya menimpa satu spesies ikan. ‖Kalau penyebabnya adalah polusi, pasti ikan-ikan lain juga ikut terkena, bukan cuma ikan drum,‖ tutur Keith Stephens, petugas dari komisi tersebut.

Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Maryland Dawn Stolzfus, yang dikutip wbaltv.com, mengatakan, penyebab kematian puluhan ribu ikan kecil di Teluk Chesapeake diduga disebabkan cuaca dingin ekstrem yang membuat ikan-ikan itu stres. Stolzfus mengatakan, ikan-ikan itu biasanya berenang ke perairan yang lebih hangat sebelum cuaca dingin melanda kawasan itu pada Desember. Namun, entah mengapa, tahun ini mereka tidak melakukan itu.

Harian The New Zealand Herald (www.nzherald.co.nz) edisi hari Rabu mengabarkan, para petugas dari dinas perikanan terus menyelidiki penyebab kematian ratusan ikan di pantai-pantai di kawasan Semenanjung Coromandel, Selandia Baru utara.

Dari Brasil, Federasi Nelayan di Koloni Parana melaporkan, tidak kurang dari 100 ton ikan sarden, croaker, dan sejenis ikan lele ditemukan mati misterius sejak Kamis pekan lalu.

Kasus Kematian Burung Merambah ke Lousiana Rabu, 05/01/2011 05:21 WIB

Burung-burung yang mati tergeletak di tanah setelah fijatuhkan dari atap sebuah rumah oleh seorang pekerja di Beebe, Ark, AS

Lousiana - Setelah Arkansas, kasus ratusan burung juga mati secara misterius di Lousiana, Amerika Serikat. Sedikitnya ada 500 burung yang ditemukan mati tanpa sebab yang jelas.

Dilansir AFP, kejadian ini ditemukan di wilayah Pointe Coupee Parish. Kepala Departemen Alam Liar dan Perikanan Lousiana, Olivia Watkins mengatakan, penyelidikan terus dilakukan soal penyebab kematian hewan-hewan malang tersebut.

"Kami mengirim sampel ke laboratorium di Missouri dan kami masih menunggu hasilnya, ujar Watkins, Selasa (4/1/2011).

Sebelumnya, ribuan burung tiba-tiba jatuh dari langit dan mati di sebuah kota kecil di Arkansas, Amerika Serikat (AS). Penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian insiden itu masih berlangsung. Namun menurut para ilmuwan, burung-burung tersebut berjatuhan karena takut akan pesta kembang api.

35 Sekitar 3 ribu ekor burung hitam mendadak berjatuhan dari langit dan mati di Kota Beebe menjelang Tahun Baru, 1 Januari lalu.

Menurut para ilmuwan, kembang api tampaknya telah membuat takut burung-burung tersebut sehingga mereka panik beterbangan tak tentu arah. Akibatnya, burung-burung itu menabrak rumah-rumah, pohon mobil dan bahkan saling bertabrakan satu sama lain.

"Burung-burung hitam memiliki penglihatan yang buruk, dan mereka mulai menabrak benda-benda," kata ahli ilmu burung (ornithologist) di Arkansas, Karen Rowe seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/1/2011).

Namun dia tidak menyebutkan misteri kematian burung-burung tersebut telah terpecahkan. Sebab masih akan dilakukan pengujian laboratorium untuk memeriksa bangkai-bangkai burung guna memastikan ada tidaknya racun atau penyakit.

Pekan lalu juga, sekitar 100.000 ekor ikan ditemukan mengapung mati di perairan dan berserakan di sepanjang tepi Sungai Arkansas, antara Kota Ozark dan Clarksville, sekitar 160 kilometer sebelah barat Beebe.

Menurut para pakar satwa liar, kematian ikan-ikan tersebut tidak terkait dengan kematian burung-burung di Kota Beebe. Kemungkinan ikan-ikan tersebut mati karena penyakit sebab ikan-ikan yang ditemukan mati itu masuk dalam satu jenis spesies.

Gerhana Matahari Cincin 15 January 2010

Pada hari Jumat, tanggal 15 January 2010 terjadi gerhana matahari yang kebetulan melewati Indonesia. Gerhana matahari kali ini bukan gerhana matahari total, tetapi gerhana matahari cincin. Namun gerhana kali ini dapat dinikmati oleh kita yang tinggal di Sumatra, Jawa Barat- Jawa Tengah dan Kalimantan.

Pandangan gerhana matahari cincin ini akan optimum hanya terlihat di Srilangka dan China.

Nah supaya tidak ketinggalan untuk menikmati gerhana ini silahkan simak kapan kita dapat menikmatinya. Silahkan donload disini :

Seperti yang disarankan oleh Muhammadiyah, diharapkan kaum muslimin untuk menyelenggarakan Sholat gerhana pada waktu kejadian fenomena ini.

36 Bagaimana gerhana matahari itu terjadi ?

Gerhana matahari itu terjadi akibat bulan berada segaris dengan matahari, sehingga cahaya matahari tertutupi oleh bulan.

Disebelah kanan ini grafis yang memperlihatkan bagaimana bulan menutupi matahari. Ketika bulan lebih dekat ke bumi maka matahari akan tertutup sepenuhnya yang menyebabkan gerhana matahari total di tengah (A), dan gerhana sebagian di pinggir (A). Sedangkan pada saat bulan agak lebih jauh, maka bulan akan berada ditengah cahaya matahari yang menyebabkan gerhana matahari cincin di bagian tengah (B), dan terlihat gerhana sebagian di pinggirannya (C). Gerhana hari Jumat besok merupakan gerhana anular (gerhana matahari cincin). Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari. Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya. Pada tanggal 15 Januari 2010 akan terlihat seperti gambar kanan, tetapi di Indonesia hanya teramati pinggirannya saja seperti gambar C.

Peristiwa gerhana memang saat ini mudah sekali diramalkan karena pengetahuan astronomi sudah sangat berkembang serta alat-alat pengukuran dan pengamatannyapun sudah semakin canggih.

37 Ada Awan ‗UFO‘ di Moscow

Sebuah video yang menampilkan gumpalan awan berbentuk melingkar, biasa disebut dengan awan halo, dianggap sebagian orang sebagai bentuk UFO sesungguhnya. Para pengunjung YouTube yang melihat video ini juga menganggap hal ini sebagai bentuk awal invasi alien.

Dilansir melalui Yahoo Buzz, Rabu (14/10/2009), beberapa pihak menganggap video ini hanyalah tipuan yang berasal dari efek visual yang dibuat oleh manusia. Namun ahli meteorologi justru meyakini bahwa fenomena tersebut memang benar terjadi, hanya saja bentuk dan tampilannya tidak seheboh apa yang telah diposting di YouTube.

Lain halnya dengan ahli Meteor, pemerhati UFO malah menganggap hal ini sebagai misteri yang benar-benar terjadi. Bahkan sebagian mereka membandingkan kejadian ini dengan peristiwa yang terangkum dalam film Independence Day.

Sayangnya, lebih banyak orang yang menganggap hal ini sebagai efek optikal buatan manusia ketimbang mereka yang menganggapnya sebagai fenomena alam sebenarnya.

Namun begitu, juru bicara badan klimatologi di Moskow sempat mengatakan bahwa beberapa fenomena alam sempat terjadi di langit Moskow. Bahkan hal ini sempat menimbulkan intrusi cuaca di wilayah kutub dan matahari sempat bersinar dari barat.

―Kemungkinan peristiwa tersebut terjadi dikarenakan fenomena-fenomena alam tersebut,‖ paparnya.

Malam Ini Gerhana Bulan Parsial

Di Malaysia, warga melaksanakan salat gerhana. Sabtu, 26 Juni 2010, 18:27 WIB

VIVAnews - Umat muslim di Malaysia diminta melaksanakan salat Khusuf menjelang gerhana Bulan parsial yang malam ini bisa disaksikan di sejumlah negara, Sabtu, 26 Juni 2010.

Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) mengatakan salat gerhana bisa dilakukan setelah sholat Maghrib, baik sendiri-sendiri maupun berjamaah.

38 melakukan salat gerhana di Masjid Nasional dan Masjid Putrajaya yang akan dilanjutkan dengan khotbah mengenai gerhana Bulan.

Di Malaysia, menurut Badan Antariksa Nasional (Angkasa) Malaysia, gerhana Bulan sebagian akan mulai terjadi pukul 16.57 sore dan mencapai gerhana maksimum pada 19.30 sore sebelum diperkirakan berakhir pada pukul 10.22 malam waktu setempat.

Sedangkan di Indonesia, menurut Kepala Observatorium Boscha, Hakim Malasan, gerhana Bulan parsial akan terjadi dari pukul 17.15 WIB hingga 20.00 WIB.

Sementara itu, kantor berita Associated Press memberitakan bahwa gerhana bulan juga akan terlihat di wilayah barat Amerika Serikat dan Kanada, Pasifik, dan timur Asia. Bagi penduduk di Pantai Barat, gerhana akan terjadi menjelang fajar hari ini mulai pukul 03.17 pagi dan berakhir tiga jam kemudian.

Gerhana bulan sebagian hari ini disebut sebagai pendahuluan sebelum terjadi gerhana bulan total yang akan bisa disaksikan di seluruh kawasan Amerika Utara, Desember tahun ini. (umi)

Mengapa Salju Turun di Australia Bulan Ini? Kamis, 23 Desember 2010 | 7:26

Salju di Kota Sydney Autralia

[SYDNEY] Cuaca ekstrem terjadi di Australia dua hari lalu. Salju tiba-tiba turun dan menutupi sebagian benua yang seharusnya sedang mengalami musim panas itu. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut ahli cuaca Australia, Terry Ryan seperti dikutip dari AFP, kondisi cuaca seperti itu terjadi karena rendahnya tekanan udara di laut wilayah selatan. ―Setiap dua atau tiga tahun, warga Australia bisa saja mengalami cuaca ekstrem seperti ini, ― jelasnya.

Dia menerangkan, kemungkinan turunnya salju di bulan Desember memang sangat kecil. Sebab, tahun sebelumnya, di bulan yang sama, pegunungan Victoria memberikan udara sejuk dan Desember hanya dimaraki oleh hujan, bukan salju.

Pegunungan Victoria di Australia, merupakan kawasan di area Australia yang selama ini bersalju. Itupun, salju tebal

Dalam dokumen Fenomena Aneh (Halaman 29-76)

Dokumen terkait