BAB III PROFIL MEDIA CETAK
B. Harian Republika
Harian umum Republika yang terbit pada tahun 1993 merupakan koran Islam yang berasosiasi dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abadi Bangsa yang dipimpin oleh mantan Menristek BJ Habibie. Nama Republika berasal dari ide Presiden Soeharto, yang saat itu disampaikan saat beberapa pengurus ICMI Pusat menghadap untuk menyampaikan rencana peluncuran harian umum tersebut. Pada awalnya, harian ini akan diberi nama Republik.
Yayasan Abadi Bangsa, sebagai pengelola harian Republika, mendapatkan SIUPP dari pemerintah, yakni Departemen penerangan RI pada tanggal 19 Desember 1992, melalui dukungan ICMI. Perolehan SIUPP Republika ini sangat mudah bila dibandingkan dengan media lain, karena lima tahun terakhir menjelang Republika lahir pemerintah tidak pernah mengeluarkan SIUPP baru. Hal ini berkaitan dengan pernyataan Menteri Penerangan Harmoko bahwa SIUPP baru untuk harian umum tidak akan dikeluarkan karena peredarannya sudah jenuh.
49
Lihat Arifatul Choiri Fauzi, Kabar-kabar Kekerasan dari Bali (Yogyakarta: LKIS, 2007), h.199-200.
Motto pada waktu itu yang dicanangkan Republika adalah “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Maksud motto tersebut adalah untuk mewujudkan media massa yang mendorong bangsa menjadi kritis dan berkualitas. Namun pada tahun 2008, motto tersebut diubah menjadi “Pegangan Kebenaran”.50 Tujuan Republika searah dengan tujuan ICMI yang berdiri pada tanggal 7 Desember 1990, yaitu mewujudkan penyebaran program ICMI ke seluruh bangsa melalui program 5K, yaitu Kualitas Iman, Kualitas Hidup, Kualitas Karya, Kualitas Kerja, dan Kualitas Pilar. Kehadiran harian ini membawa konsep baru dalam dunia persuratkabaran di Indonesia. Di awal pembentukannya, Republika dikelola oleh para jurnalis yang handal dan intelektual muslim modernis yang ingin mempersiapkan masyarakat dalam era baru perkembangan politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, sosial, dan budaya.
Oleh para penggagasnya harian Republika ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi sebagian besar rakyat Indonesia secara proporsional dalam percaturan nasional baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Mereka adalah rakyat yang tergolong lemah secara ekonomi. Karena ekonominya lemah, kecil pula aksesnya pada sumber-sumber informasi dan pusat-pusat pengambilan keputusan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, mereka sering di rugikan,
50
dan sering disebut the underdog. Sejak awal, koran ini telah berpihak pada kepentingan mereka.51
Harian Republika merupakan harian yang “dekat” dengan pemerintah saat itu. Kedekatan ini terlihat dari adanya beberapa menteri kabinet yang menjadi anggota ICMI, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardjiman Joyonegoro, Menteri Perdagangan Satrio Budiharjo, Menteri Perhubungan Harjanto Danutirto, dan Menteri Kesehatan Sujudi. Kedekatan Republika dengan pemerintah juga terlihat dalam mudahnya Republika mendapatkan SIUPP yang selama ini sangat sulit diperoleh.
Keberadaan Republika tidak bisa dipisahkan dari ICMI, organisasi yang pernah menjadi mesin politik BJ Habibie, sebagai sponsor lain Republika. Adanya orang-orang ICMI di Republika sampai saat ini, menurut Zaim Uchrowi, tidak memengaruhi sikap jurnalistik Republika. Asas keseimbangan berita senantiasa di jaga.
Sejak mulai terbit pada tanggal 4 januari 1993, oplah penjualan Republika terus meningkat. Sepuluh hari sejak terbit, oplah Republika sudah mencapai 100.000 eksemplar. Padahal rencana awal terbit hanya diperkirakan sekitar 40.000 eksemplar per hari pada semester pertama tahun 1993, berarti oplah Republika meningkat 2,5 kali lipat dari rencana awal. Pada semester kedua, oplah Republika naik menjadi 130.000
51
eksemplar dan memasuki tahun kedua sudah meningkat menjadi 160.000 eksemplar per hari.52
2. Visi dan Misi Republika a. Visi Republika53
Menjadikan HU Republika sebagai koran umat yang terpercaya dan mengedepankan nilai-nilai universal yang sejuk, toleran, damai, cerdas, dan profesional, namun mempunyai prinsip dalam keterlibatannya menjaga persatuan Bangsa dan kepentingan umat Islam yang berdasarkan pemahaman Rahmatan Lil Alamin.
b. Misi Republika54
1) Menciptakan dan menghidupkan sistem manajemen yang efisien dan efektif, serta mampu dipertanggungjawabkan secara profesional.
2) Menciptakan budaya kerja yang sehat dan transparan.
3) Meningkatkan kinerja dengan menciptakan sistem manajemen yang kondusif dan profesional.
4) Meningkatkan penjualan iklan dan koran, sementara menekan biaya operasional ( a.l. dengan memiliki Mesin Cetak ).
5) Memprioritaskan pengembangan pemasaran HU Republika di jabodetabek, tanpa harus mematikan di daerah yang sudah ada. 6) Merajut tali persaudaraan dengan organisasi Islam di Indonesia.
52
Ibid, hal.202. 53
Data diakses pada 1 Juli 2008 dari http://www.republika.co.id. 54
7) Bekerjasama dengan mitra usaha di dalam pengembangan pasar HU Republika di luar pulau Jawa.
8) Mengamati peluang pengembangan "Koran Komunitas" seperti misalnya "Bintaro Pos", "Depok Pos", "Bekasi Pos" atau jenis koran lainnya.
9) Mengelola Kantor Perwakilan sebagai "semi otonomi".
10)Menjadikan PT Republika Media Mandiri sebagai "sister company" yang sehat.
11)Menjadikan HU Republika sebagai koran terdepan. Pengelola PT.Republika Mandiri
KOMISARIS
Komisaris Utama: Malik Sjafei saleh, Komisaris: Drs. Chaerudin, R. Harry Zulnardy.
DIREKSI
Direktur Utama: Erick Tohir, Direktur Operasional: H. Daniel Wewengkang, Direktur Pemsaran: Nucky Surahmad, Direktur Keuangan dan SDM: Rachmat Yuliwinoto, Kadiv Iklan dan Promosi: Yulianingsih, Kadiv Sirkulasi: Dedik Supardiono, Kadiv Produksi: nurrokhim, Kadiv Riset dan Pengembangan: Arief Supriyono, Kadiv sistem Informasi dan Manajemen: Anif Punto Utomo, Kadiv SDM: Y.Sofyan, Kadiv Keuangan: Herry Setiawan.
BAB IV
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN AGRESI MILITER ISRAEL DI JALUR GAZA DI HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Serangan Israel ke Jalur Gaza pada pertengahan Desember sampai pertengahan Januari kemarin telah menewaskan 1000 orang lebih dan ribuan orang luka-luka, serangan Israel itu juga menghancurkan fasilitas publik seperti universitas, masjid, rumah sakit dan lain lain. Dunia Internasional mengecam dan mengutuk atas tindakan Israel tersebut, bahkan PBB telah mengeluarkan resolusi untuk menghentikan konflik Gaza tersebut, namun resolusi tersebut tidak di patuhi oleh pemerintah Israel, serangan demi serangan terus dilakukanya demi alasan ingin menghancurkan Hamas.
Serangan militer Israel tersebut juga kembali memperlihatkan betapa tidak berdayanya masyarakat internasional untuk mengendalikan perilaku agresif Israel. Presiden AS Barack Obama hanya menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban sipil. Sementara itu meskipun terdapat inisiatif dari para pemimpin dunia seperti Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan pernyataan PM Inggris, Gordon Brown saat pertemuan tingkat tinggi kemarin di Mesir, namun sangat diragukan efektivitas maupun kesungguhan mereka sebagai penengah. Keengganan para pemimpin dunia tersebut untuk mengecam perilaku Israel telah melemahkan kredibilitas mereka sendiri sebagai mediator yang jujur dalam konflik di Timur Tengah.
Konflik Israel dan Palestina seakan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat dunia, akar konflik ini bermula ketika
kongres pertama Zionisme yang berlangsung di Basle Swiss. Pada tahun 1896. Pada kongres zionisme tersebut merekomendasikan berdirinya sebuah negara khusus bagi kaum Yahudi yang tercerai berai di seluruh dunia, baru pada kongres kedua yang berlangsung pada tahun 1906 direkomendasikan secara tegas untuk mendirikan sebuah Negara bagi kaum Yahudi di tanah Palestina.55
Zionisme merupakan gerakan rasialis yang mencita-citakan negara yang “murni” ras Yahudi.56 Pada tanggal 14 Mei 1948 dideklarasikan berdirinya negara Israel yang langsung mendapat persetujuan Amerika, menjadi awal petaka baru bagi rakyat Palestina, Israel yang mendirikan negara diatas orang lain dan menguasai 78% wilayah palestina serta mengusir 2/3 dari seluruh penduduk Palestina keluar dari tanah mereka sendiri bukanlah hal yang menyenangkan. Zionis tercatat menghancurkan 487 desa dari total 585 desa dan melakukan minimal 34 operasi pembantaian masal pada penduduk sipil yang menjadi mimpi buruk itu semakin nyata di palestina.57
Agresi militer Israel di wilayah Gaza pada desember hingga Januari kemarin adalah agresi yang banyak menyedot perhatian dunia Internasional, agresi ini bermula ketika tidak tercapai kesepakatan untuk mencari solusi damai kedepan, menurut pihak Hamas, Agresi ini merupakan pembantaian terhadap warga sipil Gaza, sedangkan dari pihak Israel membantah dan menyatakan bahwa Agresi ini dilakukan untuk menekan pihak Hamas yang selama ini sering mengganggu wilayah Israel dngan serangan rudal dan roket.
55
Mustofa Abdurahman, Jejak-Jejak Juang Palestina: dari Oslo Hingga Intifadah Al-aqsa,(Jakarta: Kompas,2002), h . xxx
56
Jacob Katz and Friends,Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Zionisme. (Surabaya,Pustaka Progresif 1996),h.vii
57
Agresi ini adalah buntut dari ketidak sefahaman antara Israel dan pihak hamas, menurut pihak Israel, bahwa hamaslah yang memulai pertikaian dengan meyerang Israel dengan roket roketnya setiap hari, sedangkan dari pihak Hamas, Israel lah yang memulai dengan memblokade semua akses menuju Gaza.
Harian kompas dan republika sama-sama memberitakan Agersi militer israel di Jalur Gaza, dalam sudut pandang yang berbeda. Peristiwa ini sangat penting sehingga membuat simpati dunia, bagaimana harian Kompas dan republika memaknai peristiwa tersebut? Kita akan melihat bagaimana peristiwa ini ditulis oleh harian Kompas dan Republika dengan pandangan atau frame masing masing.
A.Frame Kompas : Israel dikecam keras, pemerintah Indonesia