HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Identifikasi sampel
4.11 Hasil Analisa Data
Metode analisa data yang digunakan adalah ANAVA (analisa variansi) satu
arah,. Data yang dianalisa dilihat dari perubahan diameter luka bakar yang diperoleh
diolah dengan ANAVA menggunakan statistical program service solution (SPSS).
Analisa dilakukan terhadap hasil perubahan diameter luka bakar dari 0 hari hingga 21
Megawati Simanjuntak : Ekstraksi Dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum.L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, 2008.
USU Repository © 2009
Analisa variansi terhadap perubahan diameter luka bakar digunakan untuk
melihat ada tidaknya perbedaan pengaruh krim uji yakni krim dengan ekstrak
n-heksana, krim ekstrak kloroform, dan krim ekstak etilasetat.
Untuk melihat kelompok perlakuan mana yang memiliki efek yang sama atau
berbeda dan efek terkecil sampai dengan efek yang terbesar antara satu dengan yang
lainnya sehingga diperoleh susunan kelompok yang berbeda dilakukan uji Duncan. Pada
uji Duncan ini, untuk semua perlakuan dari hari pertama sampai hari ke 21.
Data perubahan diameter luka dilihat perbedaan pengurangan diameter luka,
yang diolah dengan menggunakan program SPSS, sehingga dapat dilihat perubahan
secara significant diameter luka setiap hari.
Pada hari I hingga hari kedua belum terlihat perbedaan secara significant, dan
pada hari ketiga sudah terlihat perubahan secara signifikan dengan tingkat signifikan
0.049. Dan pada hari keempat semakin terlihat signifikan dengan tingkat significant
0.034 dan hari kelima meningkat menjadi 0.006 dan hari berikutnya sampai hari 21
sangat signifikan terlihat dari tingkat signifikansi mencapai 0.000.
Data anova pada hari pertama dan hari ke-2 belum nenunjukkan angka
signifikan yang sesuai atau lebih besar dari 0,05. Yaitu pada hari pertama dimana
diameter luka masih sama sehingga nilai signifikanya tidak ada. Pada hari ke-2 nilai
signifikanya 0,48. Nilai ini belum memenuhi nilai signifikan yang diinginkan karena
angka ini lebih besar dari 0,05.
Sedangkan pada hari ketiga sampai pada hari ke-21 nilai signifikan sudah memenuhi
yaitu lebih kecil dari 0,05. Dimana terlihat nilai signifikan pada hari ke-3 adalah 0,049,
Megawati Simanjuntak : Ekstraksi Dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum.L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, 2008.
USU Repository © 2009
selanjutnya 0,000. Akan tetapi pada hari ke-19 nilai signifikannya meningkat menjadi
0,01, tetapi angka ini juga masih memenuhi signifikan yang diinginkan, karena masih
lebih kecil dari 0,05.
Data Anova pada hari pertama belum menunjukkan nilai signifikansi. Hal ini
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan karena nilai signifikan
lebih besar dari 0,05 atau tingkat kepercayaan 95% sehingga dapat diketahui bahwa
pada hari pertama, diameter luka bakar secara statistik adalah sama atau tidak ada
perbedaan. Dengan kata lain, ketiga krim ekstrak senduduk baik dengan pelarut
n-heksan (non polar), pelarut kloroform (semi polar), ataupun pelarut etilasetat belum
memberikan efek terhadap luka bakar. Hal ini sesuai karena diameter luka sesuai
dengan lempeng yang diberikan sebagai penginduksi panas. Yaitu semua diameter luka
kelinci adalah 2 cm.
Data hari kedua menunjukkan nilai signifikansi 0,480 hal ini berarti setiap
perlakuan belum menunjukkan perbedaan. Atau perubahan diameter luka pada setiap
kelinci secara statistik belum signifikan, walaupun diameter luka sudah berubah dari
hari yang pertama. Dengan kata lain efek dari setiap krim belum terlihat berbeda.
Karena angka signifikansi terlihat lebih besar dari 0,05.
Data anova pada hari ke-3 menunjukkan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,049
angka ini sudah menunjukkan signifikansi yang cukup baik karena lebih kecil dari 0,05.
Dengan kata lain perubahan diameter luka sudah terlihat berbeda satu dengan yang lain.
Atau efek dari setiap krim sudah terlihat berbeda.
Data anova pada hari ke-4 menunjukkan nilai signifikan 0,034 , hal ini
Megawati Simanjuntak : Ekstraksi Dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum.L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, 2008.
USU Repository © 2009
perubahan diameter luka sudah terlihat lebih berbeda didandingkan dengan hari ketiga
karena menurunnya nilai signifikan dan memenuhi nilai signifiksn ysng diinginkan atau
perubahan diameter luka lebih berbeda satu dengan yang lain
Data anova pada hari ke-5 menunjukkan nilai 0,06 , yang menunjukkan
perbedaan lebih signifikan dibandingkan dengan hari ke-4. Kemudian pada hari ke-6
sampai pada hari ke-21 menjadi 0,000 yang berarti tidak ada lagi kesamaan dari setiap
perlakuan.
Uji duncan pada hari ke-2 belum menunjukkan perbedaan. Yakni antara krim
etilasetat tidak ada perbedaan yang bermakna dengan dengan krim ekstrak kloroform,
dan krim ekstrak n-heksana. Hal ini berarti masing masing sediaan belum
menunjukkkan efek yang nyata terhadap penyembuhan luka bakar.
Uji duncan pada hari yang ke-3 dan hari ke-4 yakni menunjukkan tidak ada
perbedaan yang bermakna antara krim ekstrak etilasetat, krim ekstrak kloroform, dan
krim ekstrak n-heksan. Hal ini berarti masing masing sediaan belum menunjukkan efek
yang bermakna beda dalam penyembuhan luka bakar.
Akan tetapi pada hari yang ke-3 krim ekstrak koroform terlihat lebih baik. Sedangkan
pada hari ke-4 krim ekstrak asetil setsat terlihat lebih baik.
Uji duncan pada hari ke-5 sampai hari ke 15 krim ekstrak etilasetat
menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap krim ekstrak kloroform, dan krim
ekstrak n heksan. Dan krim ekstrak kloroform menunjukkan perbedaan yang bermakna
dengan krim ekstrak n- heksan. Dan efek paling baik terlihat pada krim ekstrak
Megawati Simanjuntak : Ekstraksi Dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum.L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, 2008.
USU Repository © 2009
Uji duncan pada hari ke-16 masih menunjukkan perbedaan yang sama dengan
seperti perbedaan pada hari ke-5 sampai hari ke-15, akan tetapi karena pada hari ke-15
diantara luka bakar pada kelinci diameter luka bakar pada kelinci yang diberi ekstrak
etilasetat telah menunjukkan diameter nol, dengan kata lain luka bakar kelinci sudah
sembuh. Sehingga pada hari ke 16-21 menunjukkan perbedaan antara krim ekstrak
kloroform terhadap krim ekstrak n- heksan. Dan efek paling baik terlihat pada krim
Megawati Simanjuntak : Ekstraksi Dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum.L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, 2008.
USU Repository © 2009
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN