Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan situasi yang diteliti oleh peneliti dan kemudian mengevaluasinya. Dari hasil penelitian ini dapat dijabarkan mengenai jawaban peneliti atas pernyataan dan pertanyaan yang diajukan dalam fokus penelitian yaitu :
1. Penerapan program employee relations di PT Sriwijaya Putra yang sudah berjalan selama ini.
Dari hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti mendapatkan jawaban bahwa untuk penerapan program employee relations di PT Srwijaya Putra sudah berjalan dengan baik walupun tidak semua program terlaksana atau ada di perusahaan seperti program pendidikan dan pelatihan serta program motivasi kerja berprestasi. Yang selama ini berjalan di Perusahaan yaitu program penghargaan, program acara khusus serta program media komunikasi internal.
Dari hasil wawancara yang di dapat selama penelitian, alasan pentingnya program employee relations ini dilakukan yaitu sebagai rasa terima kasih perusahaan terhadap para karyawan yang telah bekerja dengan baik dan memacu para karyawan agar lebih loyal dalam bekerja dan melakukan semampunya demi keberlangsungan serta kemajuan perusahaan.
3. Sense of belonging karyawan PT Sriwijaya Putra
Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan mengenai sense of
belonging karyawan terhadap perusahaan sudah cukup terlihat dengan
menunjukan kinerja kerja yang bagus, dari dari para karyawan juga mereka bekerja tidak dengan paksaan, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.
4. Faktor yang menumbuhkan sense of belonging pada karyawan
Untuk faktor yang bisa menumbuhkan sense of belonging terhadap perusahaan, dari hasil wawancara selama penelitian, peneliti mendapatkan jawaban mengenai faktor yang bisa menumbuhkan sense of belonging karyawan terhadap perushaan yaitu antara lain dengan pemberian penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi, pemberian bonus kepada karyawan, suasana kerja yang nyaman dan kepedulian perusahaan terhadap karyawan yang mendapatkan musibah serta selalu memperhatikan kesejahteraan para karyawannya.
4.3 Pembahasan
Pada bagian ini, peneliti akan mengulas hasil analisis data dalam konteks yang lebih luas. Pada bagian ini peneliti akan menambahkan teori – teori atau konsep lain untuk mendukung hasil penelitian.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan nara sumber dan melakukan pengamatan, peneliti mencoba untuk mendeskripsikan data – data tersebut secara kualitatif.
Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi disini adalah dengan mengajukan pertanyaan yang sama pada setiap sumber. Teknik yang paling banyak diambil adalah teknik triangulasi sumber data, yang dilakukan dengan cara mencari data dari banyak sumber informasi.
Komunikasi organisasi yang ada di PT Sriwijaya Putra lebih bersifat kekeluargaan. Hal ini dikarenakan PT Sriwijaya Putra merupakan perusahaan keluarga, dapat dilihat dalam pembentukan suatu program employee relations.
1. Penerapan program employee relations di PT Sriwijaya Putra yang sudah berjalan selama ini.
a. Program Pendidikan dan pelatihan
Apabila dilihat dari Teori Rusadi Ruslan, program pendidikan dan pelatihan ini merupaka program yang dilaksanakan oleh perusahaan dama upaya meningkatkan kinerja dan keterampilan karyawan, kualitas maupun kuatitas pemberian jasa pelayanan dari perusahaan.
Sedangkan apabila diamati di PT Sriwijaya Putra Jakarta, untuk program ini memang belum ada, untuk pelatihan hanya pelatihan/ training 3 bulan bagi karyawan baru, program pendidikan dan pelatihan lainnya belum ada sampai saat ini hanya masih menjadi wacana saja atau rencana managemen. Yang seharusnya program ini merupakan program penting bagi karyawan selain mereka mendapatkan pengarahan dan pelatihan yang sesuai dengan pekerjaan mereka, mereka juga mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi.
b. Program pencapaian motivasi kerja berprestasi.
Menurut Rosadi Ruslan, program ini dapanat mempertemukan antara motivasi prestasi kerja karyawan dengan harapan – harapan atau keinginan dari pihak perusahaan dalam mencapai produktifitas kerja yang tinggi.
Tetapi dalam pengamatan peneliti, tidak jauh berbeda dengan program pendidikan dan pelatihan, program ini jga masih dalam tahap rencana atau wacana saja oleh pihak managemen karena itu belum ada kejelasan dari program ini. Sebenarnya hal ini yang diharapkan oleh karyawan agar mereka lebih termotivasi lagi untuk bekerja, agat terus bersemangat dalam bekerja sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Rosadi Ruslan menyatakan bahwa program ini biasanya perusahaan memberikan suatu penghargaan kepada karyawan, baik yang berprestasi kerja maupun cukup lama pengabdiannya secara terus menerus dan sebagainnya.
Selama peneliti mengamati, program ini sudah berjalan seperti adanya
employee of the month, serta kenaikan pangkat bagi karyawan yang
prestasinya meningkat, dan juga pemberian bonus/komisi bagi karyawan yang sangat loyal terhadap perusahaan. Dengan program ini mereka sangat termotivasi untuk bekerja lebih semangat lagi,dan program ini yang mampu untuk membangun sense of belonging para karyawan terhadap perusahaan. d. Program acara Khusus ( special event )
Rosadi Ruslan mengatakan program ini memiliki arti yaitu program khusus yang sengaja dirancang di luar bidang pekerjaan sehari – hari, misalnya menghadapi acara ulang tahun perusahaan, lomba serta berpiknik bersama yang dihadiri oleh pempinana dan semua para karyawan.
Di PT Sriwijaya Putra program acara khusus yang rutin dilakukan yaitu perayaan ulang tahun perusahaan, buka puasa bersama dan staff
event/gathering karyawan. Program ini dilakukan untuk menjalin hubungan
yang baik antar karyawan dengan para karyawan dan karyawan dengan atasan, serta mempererat tali silaturahmi yang sudah berjalan selama ini, dan melatih kerjasama antar tim agar semakin solid.
e. Program media komunikasi Internal
Membentuk media komunikasi internal melalui bulletin, news release dan majalah perusahaan yang berisikan pesan, informasi dan berita yang berkaitan dengan kegiatan antar karyawan atau perusahaan dan pimpinan.
Apabila diamati, program komunikasi internal yang ada di PTSriwijaya Putra yaitu, telepon, rapat internal, briefing, email dan group messenger. Untuk saat ini program komunikasi yang berjalan sudah cukup efektif dalam penyampaian informasi dan dalam pemberian tugas kepada karyawan, serta efektif juga dalam komunikasi antara karyawan dengan para karyawan maupun karyawan dengan atasan.
Dari hasil temuan selama melakukan wawancara dan observasi program
employee relations yang ada di PT Sriwijaya Putra dan yang sudah dilaksanakan
yaitu :
No Program Hasil temuan
1 Program Penghargaan • Pemberian Bonus
• Promosi jabatan/ kenaikan pangkat
• Employee Of the Month 2 Program Acara khusus • Ulang Tahun Perusahaan
• Staff event/Gathering • Buka Puasa Bersama
Fokus dalam penelitian ini adalah kegiatan yang mampu membangun sense of belonging. Hasil yang didapat dari metode wawancara (in-depth interview) dari kelima kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh PT Sriwijaya Putra, kegiatan yang mampu membangun sense of belonging adalah program penghargaan dan special
event.
Peneliti melihat dari hasil yang telah didapat melalui data-data dan melalui observasi, pelaksanaan program employee relations dalam perusahaan ini tidak terlepas dari peran seorang praktisi humas dimana peran humas di lakukan oleh divisi
human resource. Kegiatan employee relations ini merupakan salah satu strategi
manajemen dalam membina hubungan baik dengan para karyawan untuk mencapai tujuan dari perusahaan itu sendiri.
Kegiatan employee relations di PT Sriwijaya Putra juga ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan tingkah laku sehingga timbul adanya sense of belonging karyawan sehingga dapat bekerjasama mencapai tujuan perusahaan.
3 Program Media Komunikasi Internal
• Briefing setia pagi sebelum pengantaran barang
• Rapat Internal per 3 bulan, 6 bulan dan tahunan
• Media Komunikasi yang dipakai Telepon, Email, Group BBM
Sesuai dengan pernyataan yang diberikan oleh para narasumber, dalam kegiatan atau program penghargaan ini karyawan diberikan bonus bahkan kenaikan pangkat karena telah bekerja dengan semaksimal mungkin demi perusahaan. Selain program penghargaan untuk program special event ini karyawan juga diberi kesempatan untuk menghilangkan penat dari pekerjaan yang selama ini telah mereka kerjakan. Selain itu, kegiatan yang dilakukan staff event/gathering, yang dimana bertujuan untuk menjalin keakraban antar sesama karyawan maupun antara karyawan dengan atasannya, karena dalam staff event ini tidak ada perbedaan jabatan atau apapun. Dari informasi dan data yang telah didapat, kegiatan employee relations yang diadakan oleh PT Sriwijaya Putra sudah cukup baik dan mampu membangun sense of
belonging para karyawan.
Berdasarkan tujuan tersebut, peneliti berasumsi bahwa hasil dari kegiatan
employee relations yang sudah diadakan oleh PT Sriwijaya Putra sudah memberikan
kontribusi yang baik terhadap motivasi kerja karyawani, hal tersebut terlihat dari pekerjaan yang diselesaikan oleh pegawai sudah sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh atasnnya dan pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
deadline yang diberikan.
2. Pentingnya pelaksanaan program employee relations.
Alasan mengapa program employee relations ini dilakukan yaitu sebagai rasa terima kasih perusahaan terhadap para karyawan yang telah bekerja dengan baik dan memacu para karyawan agar lebih loyal dalam bekerja dan mereka dapat melakukan
semampunya pekerjaan demi keberlangsungan serta kemajuan perusahaan. Serta tujuan diadakannya program employee relations ini adalah untuk mendapatkan saling pengertian antar karyawan ataupun antar pimpinan dengan semua karyawan. Menciptakan kerjasama yang serasi antar karyawan, menumbuhkan rasa memiliki dari karyawan, menciptakan rasa kebersamaan yang solid, menanamkan loyalitas para karyawan, menanamkan rasa tanggung jawab kepada karyawan dan menciptakan adanya semangat kerja yang tinggi.
Selain diatas adapun tujuan mengapa perlu adanya program atau kegiatan
employee relations menurut Rosady Ruslan, antara lain sebagai berikut:
a. Sebagai sarana komunikasi internal secara timbal balik yang dipergunakan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
b. Untuk menghilangkan kesalahpahaman atau hambatan dalam komunikasi antara manajemen perusahaan dengan karyawannya.
c. Sebagai sarana saluran atau alat komunikasi dalam upaya menjelaskan tentang kebijaksanaan, peraturan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
d. Sebagai sarana media komunikasi internal bagi pihak karyawan untuk menyampaikan keinginan-keinginan atau sumbang saran dan informasi serta laporan kepada pihak manajemen perusahaan (pimpinan).
Di PT Sriwijaya Putra sendiri tujuan dari program employee relations memang berjalan sesuai dengan konsep diatas, selain itu adapun untuk mencapai
tujuan tersebut perusahaan dituntut harus adanya keselarasan, semangat kerjasama di antara para anggota perusahaan melalui komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan. Pelaksanaan program employee relations yang tepat dalam suatu organisasi merupakan sarana teknis atau suatu kegiatan metode komunikasi yang memiliki kekuatan mengelola sumber daya manusia dan lain sebagainya demi pencapaian tujuan komunikasi. Komunikasi kedalam dengan melalui program
employee relations tersebut diharapkan akan menimbulkan hasil yang positif , yaitu
karyawan merasa dihargai dan diperhatikan oleh pihak pimpinan perusahaan. Sehingga dapat menciptakan rasa memiliki ( sense of belonging ), motivasi, kreatifitas dan ingin mencapai prestasi kerja yang semaksimal mungkin.
Selain dari hasil positif diatas yang timbul karena adanya aktifitas employee
relations, maka karyawan juga bisa merasakan kepuasaan dalam bekerja, kepuasan
kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, prestasi kerja. Kepuasaan kerja dalam pekerjaan adalah kepuasaaan kerja yang perlakuan, peralatan, dan suasana lingkungan kerja yang baik. Disamping itu akan mengurangi dampak negatif terhadap manajemen suatu perusahaan seperti timbulnya rasa jenuh dan bosan bagi para pekerjaan.
Sense of belonging adalah suatu perasaan seseorang bahwa ia merupakan
bagian dari suatu bentuk sistem, organisasi, dan lingkungan yang berinteraksi secara langsung dengan orang tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di PT Sriwijaya Putra mengenai sense of belonging karyawan terhadap perusahaan sudah cukup terlihat dengan menunjukan kinerja kerja yang bagus, dari dari para karyawan juga mereka bekerja tidak dengan paksaan, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Walaupun masih ada beberapa karyawan yang kurang memiliki sense of
belonging tapi sejauh ini masih dalam tahap wajar.
Apabila dikaitkan dengan konsep sense of belonging suatu suatu perasaan seorang sebagai bagian dari suatu keberadaan bentuk baik itu merupakan organisasi, lingkungan, hubungan dan lingkungan yang ada didalam masyarakat, dalam hal ini seseorang akan merasa bahwa ia adalah bagian dari suatu bentuk tersebut. Di PT Sriwijaya Putra sendiri untuk sense of belongingnya sudah ada, dimana mereka menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Karena dengan adanya take and give yang terbiasa diterapkan oleh perusahaan, karyawan merasa apa yang mereka lakukan baik itu hal yang positif maupun negatif pasti akan selalu berdampak pada kemajuan perusahaan dan pribadi mereka. Jadi sejauh ini walaupun sekalipun tidak diminta secara langsung karyawan telah merasa menjadi satu kesatuan / bagian terpenting dalam perusahaan
4. Faktor yang menumbuhkan sense of belonging pada karyawan.
Dari hasil penelitian, peneliti mendapatkan jawaban mengenai faktor yang bisa menumbuhkan sense of belonging karyawan terhadap perusahaan yaitu antara lain dengan pemberian penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi, pemberian bonus kepada karyawan, suasana kerja yang nyaman dan kepedulian perusahaan terhadap karyawan yang mendapatkan musibah serta selalu memperhatikan kesejahteraan para karyawannya.
Sense of belonging itu terdapat di salah satu pilar dalam komitmen organisasi,
yaitu Menciptakan rasa kepemilikan ( sense of belonging ) terhadap organisasi, untuk menciptakan kondisi ini orang harus mengidentifikasi dirinya dalam organisasi, untuk mempercayai bahwa ada guna dan manfaatnya bekerja di organisasi, untuk merasakan kenyamanan didalamnya, untuk mendukung nilai-nilai, visi, dan misi organisasi dalam mencapai tujuannya. Salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa kepemilikan ini adalah meningkatkan perasaan seluruh anggota organisasi bahwa perusahaan (organisasi) ini adalah benar-benar merupakan “milik” mereka.
Di PT Sriwijaya Putra sendiri Kepemilikan ini tidak sekedar dalam bentuk kepemilikan saham saja, namun lebih berupa meningkatkan kepercayaan di seluruh anggota organisasi bahwa mereka benar-benar (secara jujur) diterima oleh manajemen sebagai bagian dari organisasi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk itu, salah satunya mengajak mereka untuk terlibat memutuskan penciptaan dan pengembangan produk baru, terlibat memutuskan perubahan rancangan kerja dan
sebagainya. Bila mereka terlibat dan semua idenya dipertimbangkan maka muncul perasaan kalau mereka ikut berkontribusi terhadap pencapaian hasil. Apalagi ditambah dengan kepercayaan kalau hasil yang diperoleh organisasi akan kembali pada kesejahteraan para karyawan.
Berdasarkan teori dari Bakke dan Argyris bahwa sebuah organisasi itu mempengaruhi individu yang ada didalamnya dan sebaliknya individu pun mempengaruhi organisasi. Di PT Sriwijaya Putra sendiri memang antara organisasi dan individu terikat satu sama lain tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu diperlukan kerjasama dan pembinaan yang baik kepada para karyawan melalui program
employee relations. PTSriwijaya Putra yang merupakan perusahaan jasa memang
diperlukan kerjsama yang baik antar para karyawan agar dalam proses pengiriman barang tidak terlambat dan sampai tujuan dengan tepat waktu, karena itu karyawan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sebuah organisasi.
Dan untuk peran Public Relations sendiri di PT Sriwijaya Putra yang dimana peran tersebut dilakukan oleh divisi Human Resource yaitu sebagai Fasilitator komunikasi ( Communication Facilitator ) Dimana Peran fasilitator komunikasi bagi seorang praktisi adalah sebagai pendengar yang peka dan perantara komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya adalah memberi informasi yang
dibutuhkan oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat keputusan demi kepentingan bersama.
Di PT Sriwijaya Putra sendiri fasilitator tersebut sebagai penengah atau penghubungan antar manajemen dan karyawan. Setiap keluhan atau masukan dari karyawan ditampung oleh Human Resource terlebih dahulu. Dan sebaliknya ada informasi penting dari menagemen diteruskan oleh Human Resource kepada karyawan.