• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diperoleh berupa data hasil tes tertulis dan data lembar pengamatan (observasi). Data lembar observasi di ambil dari pengamatan yaitu lembar pengamatan kegiatan siswa dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan pengamatan aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir dalam penelitian ini, penulis menyertakan data sebelum dilakukan penelitian yaitu data dari ulangan harian siswa pada pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir, sebagai berikut:

Tabel 1. Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal

NO NAMA SISWA NILAI KRITERIA

Tuntas Belum Tuntas

1 ADAM MAULANA 70 Tuntas

2 IRFAN SYAHPUTRA 60 Belum Tuntas

3 INDAH PURNAMA SARI 50 Belum Tuntas

4 RIDA KURNIASI 60 Belum Tuntas

5 DIMAS PANGESTU 60 Belum Tuntas

6 AHMAD YASIN 50 Belum Tuntas

7 ARIA SUMBOWO 60 Belum Tuntas

8 GANDA ANGGARA 50 Belum Tuntas

9 LUSI ARISKA RISKY 60 Belum Tuntas

10 PARIANDI 60 Belum Tuntas

11 DEPI NOPITA SARA 60 Belum Tuntas

12 EDI RIDWANSYAH 80 Tuntas

13 SASWINA 50 Belum Tuntas

14 APRIANSYAH FRANSTIYA 80 Tuntas 15 AGUNG WIRA PRIA SETIA 80 Tuntas

16 ALFA HIDAYAH 60 Belum Tuntas

17 ABU TAHMID 60 Belum Tuntas

18 ANDINA SUCI RAMADANI 50 Belum Tuntas

19 CICI AMELIA 60 Belum Tuntas

20 DINDA KS 60 Belum Tuntas

21 EDO SAPITRI 70 Tuntas

22 MHD.RAFLI 70 Tuntas

23 QAMRAN HIDAYATULLAH 70 Tuntas 24 RISKY RAHAYU SARAGIH 50 Belum Tuntas

25 RIMA MELATI 40 Belum Tuntas

26 SANDRA PRATIWI 70 Tuntas

27 SARAH AZHARI 70 Tuntas

28 VANI FEBRIAN 40 Belum Tuntas

29 SUNDARI 40 Belum Tuntas

30 FEBRI PUTRAWAN 70 Tuntas

31 ERLINA SEMBIRING 40 Belum Tuntas

JUMLAH 1850 10 Orang 21 Orang

RATA-RATA 59,68

KETUNTASAN 32,26

BELUM TUNTAS 67,74

Tabel 2. Distribusi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Ujian Ulangan Harian

Nilai F Persentase % Keterangan

40 2 6,45 % Belum tuntas 50 8 25,81 % Belum tuntas 60 11 35,48 % Belum Tuntas 70 7 22,58 % Tuntas 80 3 9,68 % Tuntas 90 - - - 100 - - - Jumlah nilai 1850 Jumlah siswa 31 Rata-rata nilai 59,68

Berdasarkan tabel di atas tentang hasil ulangan harian Pendidikan Agama Islam pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir kelas VI SDN 105386 Tanjung Siporkis Kecamatan Galang tahun pelajaran 2014/2015 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir masih rendah. Terlihat dari nilai rata-rata kelas yang hanya mencapai 59,68, dari 31 siswa terdapat 21 orang (67, 74 %) yang mendapat hasil belajar belum tuntas, sedangkan hasil belajar siswa yang mecapai syarat ketuntasan baru sebanyak 10 orang siswa (32, 26 %).

Hasil belajar siswa pada ulangan harian juga dapat dilihat melalui diagram di bawah ini:

Diagram1. Diagram Hasil Belajar Siswa pada Ulangan Harian

Siklus I

Siklus pertama yang dilaksanakan pada tanggal 10 September 2014 berlangsung 3 jam pelajaran. Guru melaksanakan pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun yaitu pada Kompetensi Dasar (KD) menyebutkan nama-nama hari akhir dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 yang terdiri dari 3 indikator yaitu: (1) mampu menjelaskan pengertian hari akhir dengan benar (2) mampu menyebutkan dalil yang menjelaskan tentang datangnya hari akhir denga baik dan benar (3) mampu menyebutkan macam-macam hari akhir dengan benar. Pada pertemuan ini materi disampaikan dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match.

Kegiatan pada siklus pertama meliputi: (a) perencanaan (planing), (b) pelaksanaan (acting), pengamatan (observation) dan (d) refleksi (reflecting).

Perencanaan (Planing)

Pada tahap Ini peneliti melakukan beberapa kegiatan, yaitu: 1) Mepersiapkan materi pembelajaran. 2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terkait materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. 3) Membuat alat peraga berupa kartu-kartu yang bertuliskan nama-nama hari akhir dan juga kartu-kartu yang bertuliskan arti atau makna nama-nama-nama-nama hari akhir. 4) Menyusun alat evaluasi pembelajaran berupa soal-soal yang dijadikan alat untuk mengukur keberhasilan siswa dalam belajar. 5) Membuat lembar observasi yang bertujuan untuk melihat bagaimana aktivitas belajar siswa selama proses belajar berlangsung dan lembar observasi kegiatan guru pada saat pembelajaran di dalam kelas. 0 10 20 30 40 50 60 70 80 1 2 3 4 5 Nilai Siswa Frequensi Persentase

Pelaksanaan (Acting)

Pada tahap tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Dan kolaborator melakukan pengamatan. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sebagai berikut: 1) Pada kegiatan awal pembelajaran, guru memberikan salam kepada semua siswa, lalu mengajak siswa untuk membaca do’a sebelum belajar dan dilanjutkan dengan membaca surah-surah pendek yang menjadi kebiasaaan untuk dibaca sebelum belajar. Guru mengabsen siswa satu persatu dengan menyebutkan namanya, kemudian menertibkan kondisi belajar siswa agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Guru menyusun tempat duduk siswa dengan format setenga lingkaran atau bentuk huruf U. Guru meyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai kepada semua siswa, lalu mencoba mencari keterkaiatan dengan materi-materi atau pelajaran sebelumnya dan juga menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Selanjuntya guru menyampaikan langka-langka pembelajaran dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 2) Pada kegiatan inti, tahap eksplorasi guru menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan metode tanya jawab. Untuk menggali potensi siswa tentang materi menyebutkan nama-nama hari akhir, guru memberi stimulus dengan menyebutkan arti atau makna nama-nama hari akhir, agar siswa dapat merespon sesuai yang diharapkan. Guru memperlihatkan kartu (nama-nama hari akhir) dan kartu (arti nama-nama hari akhir) pada siswa yang kemudian guru membagi kelompok siswa untuk bermain kartu. 3) Kegiatan inti selanjutnya adalah tahap elaborasi. Adapun langkah-langkah pelaksanaannya penerapan strategi peta konsep adalah sebagai berikut: a) Dengan kartu yang sudah disiapkan guru membagikan kartu kepada masing-masing siswa dalam dua kelompok. Dengan dibatasi waktu, contoh: Yaumul Hisab dipasangkan dengan kartu yang sesuai dengan artinya yaitu hari Penimbangan amal manusia, dan seterusnya. b) Kelompok yang satu diberi kartu yang berisi nama-nama hari akhir dan kelomprok kedua diberi kartu yang berisi arti dari nama-nama hari akhir. c) Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan soal/jawaban yang sesuai. d) Guru menyuruh siswa mencari pasangan kartu yang dibawa untuk dipasangkan dengan kartu cocok yang dibawa siswa yang lain. e) Setelah semua kartu terpasang, siswa diminta untuk membacakan kartu nama-nama hari akhir dan arti dari nama-nama tersebut secara bergantian. f) Kartu dikumpulkan kembali kemudian diacak dan dibagikan lagi, dengan catatan siswa tidak membawa kartu yang sama dengan kartu yang dibawa sebelumnya. Begitu seterusnya sampai siswa betul-betul menguasai materi tersebut. 4) Kegiatan inti selanjutnya adalah tahap konfirmasi, setelah selesai menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match guru memberi penghargaan pada siswa karena pembelajaran berjalan dengan lancar. Kemudian guru memberi penegasan materi pembelajaran dan siswa diajak untuk bersama-sama menyimpulkan meteri

pembelajaran yang telah dipelajari. Pada tahap ini siswa mulai menunjukkan antusiasnya mengikuti pembelajaran, tugas yang diberikan guru untuk mecari kartu pasangannya sebagian dapat diselesaikan dengan tepat waktu, selain itu sebagin siswa terlihat termotivasi untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan mulai tercipta. 5) Pada tahap akhir guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir, guru memberikan soal tes berbentuk essay test yang berjumlah 10 soal. Sedangakn untuk melihat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran nama-nama hari akhir dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Peneliti dan guru kolabolator mengadakan evaluasi dengan mengamati serta mencata aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar yang berlangsung.

Pengamatan (Observation)

Peneliti dan kolabolator melaksanakan pengamatan atau observasi terhdap proses pelaksanaan tindakan selama berlangsungnya siklus pertama. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui situasi kelas pada saat proses belajar mengajar serta mengamati pelaksanaan penggunaan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match.

Pada pelaksanaan pembelajaran sudah mendapatkan partisipasi yang cukup baik bagi siswa, hal tersebut dapat dilihat pencapaian dari nilai yang di dapat siswa secara individu.

Tabel 3. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

NO NAMA SISWA NILAI KRITERIA

Tuntas Belum Tuntas

1 ADAM MAULANA 70 Tuntas

2 IRFAN SYAHPUTRA 60 Belum Tuntas

3 INDAH PURNAMA SARI 60 Belum Tuntas

4 RIDA KURNIASI 70 Tuntas

5 DIMAS PANGESTU 60 Belum Tuntas

6 AHMAD YASIN 50 Belum Tuntas

7 ARIA SUMBOWO 60 Belum Tuntas

8 GANDA ANGGARA 60 Belum Tuntas

9 LUSI ARISKA RISKY 70 Tuntas

10 PARIANDI 60 Belum Tuntas

11 DEPI NOPITA SARA 70 Tuntas

12 EDI RIDWANSYAH 80 Tuntas

13 SASWINA 60 Belum Tuntas

14 APRIANSYAH FRANSTIYA 80 Tuntas 15 AGUNG WIRA PRIA SETIA 90 Tuntas

16 ALFA HIDAYAH 70 Tuntas

17 ABU TAHMID 70 Tuntas

18 ANDINA SUCI RAMADANI 60 Belum Tuntas

19 CICI AMELIA 70 Tuntas

20 DINDA KS 70 Tuntas

21 EDO SAPITRI 70 Tuntas

22 MHD.RAFLI 80 Tuntas

23 QAMRAN HIDAYATULLAH 80 Tuntas 24 RISKY RAHAYU SARAGIH 70 Tuntas

25 RIMA MELATI 50 Belum Tuntas

26 SANDRA PRATIWI 80 Tuntas

27 SARAH AZHARI 80 Tuntas

28 VANI FEBRIAN 50 Belum Tuntas

29 SUNDARI 60 Tuntas

30 FEBRI PUTRAWAN 70 Tuntas

31 ERLINA SEMBIRING 50 Belum Tuntas

JUMLAH 2080 19 Orang 12 Orang

RATA-RATA 67.10

KETUNTASAN 61.29

BELUM TUNTAS 38.71

Tabel 4. Distribusi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

NILAI F Persentase % Keterangan

50 4 12.90 % Belum tuntas 60 9 29.03 % Belum tuntas 70 11 35.48 % Tuntas 80 6 19.35 % Tuntas 90 1 3.23 % Tuntas 100 - - Jumlah nilai 2080 Jumlah siswa 31 Rata-rata nilai 67,10

Berdasarkan tabel di atas bahwa penguasaan siswa pada kompetensi dasar (KD) menyebutkan nama-nama hari akhir meningkat walaupun nilai rata-rata siswa masih di bawah ketuntasan. Terlihat dari nilai rata-rata kelas hanya mencapai 67,10 dari 31orang jumlah siswa terdapat 12 orang (38,71%) yang belum tuntas, sedangkan

hasil belajar siswa yang mencapai syarat ketuntasan sebanyak 19 orang siswa (61,29 %).

Hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat melalui diagram dibawah ini:

Diagram 2. Diagram Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

Selanjutnya berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap aktivitas belajar siswa, bahwa pada saat pembelajaran PAI pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match sebagian siswa terlihat cukup lebih senang dan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran jika dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya dipakai, siswa aktif dalam permainan kartu yang disiapkan dan antusias membicarakan pelajaran dan mencari pasangannya, kerjasama kelompok yang baik, namun masih terdapat juga siswa yang bingung mencari pasangan kelompoknya dalam permainan kartu, karena belum memahami pemainan kartu sehingga tidak bisa menemukan pasangan kartunya sesuai waktu yang ditentukan. Selain itu masih terdapat juga siswa yang pasif dan kurang termotivasi mengikuti pembelajaran dan bahkan mengganggu temannya. (Hasil observasi kegiatan siswa dan aktivitas guru terdapat pada lampiran).

Refleksi (reflecting)

Dari analisis di atas, setelah tes diberikan kepada siswa kemudian di periksa ternyata masih ada siswa yang belum bisa menyebutkan dan menghafalkan nama-nama hari akhir dengan baik sehingga siswa tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang benar dari soal-soal yang diberikan guru setelah proses pembelajaran berakhir. Untuk itu peneliti perlu melakukan perbaikan dan perencanaan pelaksanaan yang lebih baik lagi yang akan dilaksanakan pada siklus kedua.

Hasil observasi peneliti dan guru kolabolator terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran juga belum menunjukkan hasil seperti yang telah

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 2 3 4 5 Nilai Siswa Frequensi Percentasi

direncanakan, beberapa siswa masih belum memahami aturan permainan sehingga ditemukan beberapa siswa yang mencari pasangan yang sama (soal-soal, jawaban-jawaban). Selain itu beberapa siswa enggan bila mendapatkan pasangan kartu yang berbeda jenis kelamin. Dan masih terdapat beberapa siswa yang belum bisa menemukan pasangan kelompoknya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini karena siswa tersebut kurang termotivasi dengan baik dalam belajar.

Berdasarkan pengamatan tersebut, peneliti dan kolabolator merencanakan perbaikan pada siklus kedua, diantaranya adalah melakukan penjelasan ulang terhadap langkah-langkah strategi yang akan digunakan dalam pembelajaran, memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran, lebih intensif membimbing kelompok/siswa yang mengalami kesulitan, selain itu pembelajaran dengan Make a Match paling tidak dilakukan lima babak sehingga siswa belajar secara maksimal dan memberikan pengakuan atau penghargaan (reward) kepada siswa yang lebih dahulu menyelesaikan tugasnya atau menemukan pasangan kelompoknya (kartu).

Perbedaan jenis kelamin juga perlu diperhatikan agar partisipasi siswa dalam pembelajaran selanjutnya lebih maksimal. Persiapan kartu soal dan jawaban juga perlu diperhatikan agar tidak ada siswa yang tidak mendapatkan pasangan (soal dan jawaban).

Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada 17 September 2014. Pada tahap kedua ini meliputi: (a) perencanaan (planing), (b) pelaksanaan (acting), pengamatan (observation) dan (d) refleksi (reflecting).

Tahap Perencanaan (Planing)

Pada siklus II, mengacu pada pelaksanaan siklus I yang dilakukan sebelumnya. Mengingat target pelaksanaan tindakan belum tercapai, maka diperlukan kelanjutan dari siklus II untuk menuntaskan target tersebut. Pada tahap siklus II ini, peneliti akan menyiapkan beberapa hal: 1) Mepersiapkan sumber belajar dan bahan ajar. 2) Mengembangkan indikator pencapaian hasil belajar. 3) Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP) Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match disesuaikan dengan rencana perbaikan-perbaikan proses pembelajaran. 4) Menyusun alat evaluasi untuk menghitung tingkat keberhasilan siswa. 5) Menyiapkan kembali alat peraga berupa kartu-kartu yang bertuliskan nama-nama hari akhir dan juga kartu-kartu yang bertuliskan arti atau makna nama-nama hari akhir. 6) Menyiapkan alat-alat bantu pembelajaran

Pelaksanaan (Acting)

Pada tahap tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir dengan

strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Dan kolaborator melakukan pengamatan. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sebagai berikut: 1) Pada kegiatan awal pembelajaran, guru memberikan salam kepada semua siswa, lalu mengajak siswa untuk membaca do’a sebelum belajar dan dilanjutkan dengan membaca surah-surah pendek yang menjadi kebiasaaan untuk dibaca sebelum belajar. Guru mengabsen siswa satu persatu dengan menyebutkan namanya, kemudian menertibkan kondisi belajar siswa agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Guru meyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai kepada semua siswa, sebelum melakukan proses pembelajaran, guru mencoba melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab kepada siswa, disini sudah mulai banyak siswa yang terlihat aktif dalam memberikan pertanyaan, memberikan gagasan serta aktif memberikan jawaban dari pertanyaan guru. Dimana guru mengajak siswa untuk bersama-sama mencari keterkaiatan materi ajar dengan materi-materi atau pelajaran sebelumnya dan juga menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Untuk membantu siswa agar bisa lebih aktif, maka siswa diminta untuk menyusun tempat duduknya dengan format setengah lingkaran. Selanjuntya guru menyampaikan langka-langka pembelajaran dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Para siswapun antusias mendengarkan penjelasan dari guru. 2) Pada kegiatan inti, tahap eksplorasi guru menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan metode tanya jawab, Untuk menggali potensi siswa tentang materi menyebutkan nama-nama hari akhir, guru memberi stimulus dengan menyebutkan arti atau makna nama-nama hari akhir, agar siswa dapat merespon sesuai yang diharapkan. Guru memperlihatkan kartu (nama-nama hari akhir) dan kartu (arti nama-nama hari akhir) pada siswa yang kemudian guru membagi kelompok siswa untuk bermain kartu. 3) Kegiatan inti selanjutnya adalah tahap elaborasi. Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut: a) Dengan kartu yang sudah disiapkan guru membagikan kartu kepada masing-masing siswa dalam dua kelompok. Dengan dibatasi waktu, contoh: Yaumul Jaza’ dipasangkan dengan kartu yang sesuai dengan artinya yaitu hari pembalasan, dan seterusnya. b) Kelompok yang satu diberi kartu yang berisi nama-nama hari akhir dan kelomprok kedua diberi kartu yang berisi arti dari nama-nama hari akhir. c) Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan soal/jawaban yang sesuai. d) Guru menyuruh siswa mencari pasangan kartu yang dibawa untuk dipasangkan dengan kartu cocok yang dibawa siswa yang lain. e) Siswa yang bisa menemukan kartu pasangannya tepat waktu, mendapatkan point. f) Setelah semua kartu terpasang, siswa diminta untuk membacakan kartu nama-nama hari akhir dan arti dari nama-nama tersebut secara bergantian. Setelah guru memerintahkan siswa untuk mengambil kartu tampak sebagian besar siswa bersemangat dan termotivasi untuk menarik satu kartu soal. Setelah siswa mendapatkan kartu soal, masing-masing tanpak memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Kelompok dengan pasangannya ingin saling mendahului untuk

mencari pasangan dan mencocokkan dengan kartu (kartu soal atau kartu jawaban) yang dimilikinya. Disinilah terjadi interaksi antara kelompok dan interaksi antar siswa di dalam kelompok untuk membahas kembali soal dan jawaban. g) Kartu dikumpulkan kembali kemudian diacak dan dibagikan lagi, dengan catatan siswa tidak membawa kartu yang sama dengan kartu yang dibawa sebelumnya. Begitu seterusnya sampai siswa betul-betul menguasai materi tersebut. 4) Kegiatan inti selanjutnya adalah tahap konfirmasi, setelah selesai menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match guru memberi penghargaan pada siswa karena pembelajaran berjalan dengan lancar. Kemudian guru memberi penegasan materi pembelajaran dan siswa diajak untuk bersama-sama menyimpulkan meteri pembelajaran yang telah dipelajari. Pada tahap ini para siswa menunjukkan antusiasnya mengikuti pembelajaran, tugas yang diberikan guru untuk mecari kartu pasangannya sebagian besar dapat diselesaikan dengan tepat waktu, selain itu para siswa terlihat lebih termotivasi untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sudah lebih tercipta. 5) Pada tahap akhir guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir, guru memberikan soal tes berbentuk essay test yang berjumlah 10 soal. Sedangakn untuk melihat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran nama-nama hari akhir dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Peneliti dan guru kolabolator mengadakan evaluasi dengan mengamati serta mencata aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar yang berlangsung.

Observasi (observation)

Observasi yang dilakukan pada siklus II ini sama dengan yang dilakukan pada siklus I yaitu dilakukan oleh kolabolator kepada peneliti selama proses belajar mengajar berlangsung, dari awal pelaksanaan hingga akhir pelaksanaan. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sudah berhasil atau tidak. Selama proses tindakan, peneliti dan kolabolator mengamati reaksi yang timbul ketika proses belajar mengajar berlangsung, peneliti dan guru kolabolator juga memberi penilaian evaluasi yang diberikan.

Tabel 5. Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II

NO NAMA SISWA NILAI KRITERIA

Tuntas Belum Tuntas

1 ADAM MAULANA 80 Tuntas

2 IRFAN SYAHPUTRA 60 Belum Tuntas

3 INDAH PURNAMA SARI 70 Tuntas

4 RIDA KURNIASI 80 Tuntas

5 DIMAS PANGESTU 70 Tuntas

6 AHMAD YASIN 70 Tuntas

7 ARIA SUMBOWO 70 Tuntas

8 GANDA ANGGARA 70 Tuntas

9 LUSI ARISKA RISKY 80 Tuntas

10 PARIANDI 80 Tuntas

11 DEPI NOPITA SARA 80 Tuntas

12 EDI RIDWANSYAH 80 Tuntas

13 SASWINA 70 Tuntas

14 APRIANSYAH FRANSTIYA 90 Tuntas 15 AGUNG WIRA PRIA SETIA 100 Tuntas

16 ALFA HIDAYAH 70 Tuntas

17 ABU TAHMID 70 Tuntas

18 ANDINA SUCI RAMADANI 70 Tuntas

19 CICI AMELIA 80 Tuntas

20 DINDA KS 70 Tuntas

21 EDO SAPITRI 70 Tuntas

22 MHD.RAFLI 90 Tuntas

23 QAMRAN HIDAYATULLAH 100 Tuntas 24 RISKY RAHAYU SARAGIH 80 Tuntas

25 RIMA MELATI 70 Tuntas

26 SANDRA PRATIWI 70 Tuntas

27 SARAH AZHARI 90 Tuntas

28 VANI FEBRIAN 70 Tuntas

29 SUNDARI 60 Belum Tuntas

30 FEBRI PUTRAWAN 80 Tuntas

31 ERLINA SEMBIRING 60 Belum Tuntas

JUMLAH 2350 28 Orang 3 Orang

RATA-RATA 75.81

KETUNTASAN 90.32

Tabel 6. Distribusi Tingkat Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

NILAI F Persentase % Keterangan

60 3 9.68 % Belum tuntas 70 14 45.16 % Tuntas 80 9 29.03 % Tuntas 90 3 9.68 % Tuntas 100 2 6.45 % Jumlah nilai 2350 Jumlah siswa 31 Rata-rata nilai 75,81

Berdasarkan tabel di atas bahwa penguasaan siswa pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir meningkat, nilai rata-rata siswa suda di atas ketuntasan minimal. Terlihat dari nilai rata-rata kelas telah mencapai 75,81, dari 31 orang jumlah siswa hanya terdapat 3 orang (9,68 %) yang belum tuntas, sedangkan hasil belajar siswa yang telah mencapai syarat ketuntasan sebanyak 28 orang siswa (90,32 %).

Hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat melalui diagram dibawah ini:

Diagram 3. Diagram Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Selanjutnya berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap aktivitas belajar siswa, bahwa pada saat pembelajaran PAI pada kompetensi dasar menyebutkan nama-nama hari akhir dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Make a Match sebagian besar siswa terlihat lebih senang dan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa aktif dalam permainan kartu yang disiapkan dan antusias membicarakan pelajaran dan mencari pasangannya, kerjasama kelompok yang baik, namun masih terdapat juga siswa yang bingung mencari pasangan kelompoknya dalam permainan kartu, karena belum memahami

0 20 40 60 80 100 120 1 2 3 4 5 Nilai Siswa Frekuensi Persentase

pemainan kartu sehingga tidak bisa menemukan pasangan kartunya sesuai waktu yang ditentukan. Selain itu masih terdapat juga siswa yang pasif dan kurang termotivasi mengikuti pembelajaran dan bahkan mengganggu temannya. (Hasil observasi kegiatan siswa dan aktivitas guru terdapat pada lampiran)

Refleksi (Reflecting)

Dalam proses pembelajaran pada siklus II ini, siswa nampak terlihat senang dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Para siswa mampu membangun kerjasama yang baik serta mulai mampu berpartisipasi dalam kegiatan dan tepat waktu dalam melaksakannya.

Pelaksanaan tindakan siklus II, setelah tes diberikan kepada siswa kemudian di periksa ternyata menghasilkan nilai rata-rata siswa 75,81, dimana dari 31 orang jumlah siswa sebanyak 28 orang siswa (90,32 %) telah memenuhi syarat ketuntasan, sedangkan yang belum mencapai syarat ketuntasan ada sebanyak 3 orang (9,68 %) .

Temuan Penelitian

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, maka dalam penelitian ini ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1) Sebelum melakukan tindakan, siswa diberikan

Dokumen terkait