HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Analisis Deskriptif a. Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa, terletak di Jl. Balla Lompoa, Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Selawesi Selatan. TK Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa berdiri pada tahun1961. Sekolah ini mempunyai 5 kelas, yaitu kelompok A1 dan B1-B4 yang masing-masing diatur berdasarkan pembelajaran kelompok. TK Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa dikelola 7 orang pendidik. Peserta didiknya berjumlah 76 anak. Penelitian ini, dilaksanakan di kelompok A dengan jumlah peserta didik 14 anak yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 6 anak laki-laki yang berada pada rentang usia 4-5 tahun, dan 4 orang anak yang tidak aktif.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020.
Kondisi ruang kelas di TK Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa cukup baik, terdapat banyak media yang bisa digunakan dalam menunjang proses
26 pembelajaran baik diluar maupun didalam kelas. Setiap kelas sudah terdapat lemari untuk menyimpan buku-buku penunjang pembelajaran dan lemari penyimpanan alat permainan edukatif. Kondisi di luar kelas terdapat rak sepatu untuk meletakkan sepatu anak-anak dan didalam kelas terdapt pula gantungan tas.
Fasilitas alat permainan edukatif dan media pembelajaran sudah cukup lengkap.
Sarana dan prasarana yang tersedia di TK Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa antara lain ruang kelas yang berjumlah 5 kelas, ruang Kepala Sekolah, UKS, dapur, 2 kamar mandi, Tempat Wudhu dan perpustakaan. Untuk alat permainan ada 2 macam yaitu alat permainan luar dan alat permainan dalam. Alat permainan luar meliputi: jungkat-jungkit, ayunan, tangga majemuk dan seluncuran.
Sedangkan alat permainan dalam meliputi: puzzle, balok, bola, alat-alat kesehatan,tempat cuci tangan dan sebagainya. Kondisi alat permainan di dalam kelas dan di luar kelas cukup baik dan lengkap.
b. Deskripsi Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas A TK Aisyiyah Limbung Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 14 peserta didik yang terdiri dari 6 laki-laki dan 8 perempuan. Proses penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu yang terdiri dari pretest, treatment dan yang terakhir posttest.
c. Deskripsi Pelaksanaan Perlakuan (treatment)
Penelitian ini menggunakan media kartu kata sebagai treatment untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh setelah diberikan perlakuan. Pemberian perlakuan (treatment) kemampuan bahasa menggunakan pembelajaran media kartu kata bergambar. Pemberian perlakuan dengan menggunakan kartu kata karena
27 kemampuan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Kemampuan bahasa terdiri dari mengkomunikasikan dan eksploratif. Berikut deskripsi kemampuan bahasa selama pemberian perlakuan (treatment):
a) Mengkomunikasikan
Pemberian perlakuan pertama dengan media kartu kata adalah dengan memberikan gambar sesuai dengan tema yaitu tema Tanaman. Pada saat perlakuan (treatment) kemampuan bahasa peserta didik sudah baik. Dalam pemberian media kartu kata bergambar dengan menjelaskan macam-macam buah dan mengenalkan warna, bentuk dan rasa pada setiap gambar buah yang ada pada pembelajaran media kartu kata bergambar, kemudian menjelaskan kepada anak tentang macam-macam buah yang huruf awalannya sama dengan gambar yang ada pada kartu kata bergambar, contohnya seperti gambar buah pir, papaya, dan pisang itu semua contoh buah yang huruf awalannya sama di mulai dari huruf P.
b) Eksploratif
Eksploratif adalah Pemberian perlakuan kedua yang diajarkan oleh peneliti, dalam menyusun kosakata menjadi kalimat, di sini peneliti bercerita kepada anak tentang seputar macam-macam buah yang di sukainya, dan menceritakan buah-buahan apa saja yang paling sering dimakan di rumahnya saat bersama keluarga.
Selain itu peneliti juga mengajarkan macam-macam huruf karna di sini peneliti memberikan pembelajaran pada anak usia 4-5 tahun jadi masih banyak anak yang belum tau atau belum bisa membedakan huruf, oleh karna itu peneliti mmembuat kartu kata, dalam setiap kartu kata di buat beberapa kata kemudian di acak agar anak tidak terlalu mudah mendapatkan saat peneliti meminta anak untuk
28 mengambil kartu kata yang di perintahkan oleh peneliti, tapi terlebih dahulu peneliti memberikan contoh dengan menempelkan kartu kata menjadi kalimat kepapan tulis, setelah peneliti menjelaskan kepada anak tentang pembelajaran yang di berikan peneliti meminta kepada anak untuk mengikuti kartu kata yang ada di papan tulis sesuai dengan yang di perintahkan contohnya aku suka buah mangga, disini peneliti melakukan pembelajaran ini secara bergantian kepada anak, tetapi saat peneliti melakukan pembelajaran masih ada anak yang belum mengerti atau paham meskipun peneliti sudah memberikan contoh dan ada juga anak yang sudah sangat mengerti dengan pembelajaran yang di berikan oleh peneliti.
d. Deskripsi Hasil Pretest
c) Penelitian ini merupakan pre–eksperimental designs dengan menggunakan bentuk one-group pretest-posttest design yaitu dengan membandingkan antara nilai kamampuan bahasa anak sebelum diberikan perlakuan dengan menggunakan pembelajaran media kartu kata bergambar. Pada pretest peneliti melakukan tes kemampuan bahasa peserta didik sesuai dengan instrumen penelitian yang telah disiapkan oleh peneliti dan sudah melalui uji validasi. Tes kemampuan bahasa terdiri dari tes kemampuan mengkomunikasikan dan eksploratif.
Pretest dilakukan sebelum pemberian treatment, pretest menggunakan tes mengkomunikasikan dan eksploratif dengan menggunakan dua indikator yaitu, menyebutkan huruf kata awalan sama dan menyusun kosa kata menjadi kalimat.
Tes mengkomunikasikan dan eksploratif dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan bahasa anak.
29 Data skor awal prestest dari hasil penelitian melalui pembelajaran media kartu kata bergambar terhadap kemampuan bahasa anak di TK Aisyiyah Limbung. sebelum diberikan perlakuan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.1 Skor Pretest Hasil Kemampuan Bahasa
NO SUBJEK PENELITIAN SKOR PRETEST
1 APW 85 ditingkatkan melihat terdapat beberapa peserta didik yang memperoleh skor rendah. Peserta didik yang memperoleh skor rendah rata-rata kemampuan kosakata peserta didik perlu ditingkatkan. Pada saat di berikan pertanyaan seputar
30 apa yang di ceritakan oleh guru pada saat pembelajaran anak tidak dapat mengungkapkan karena penguasaan kosakata yang sedikit.
Berdasarkan data hasil pretest menunjukkan skor tertinggi yaitu 88, terdapat 3 peserta didik yang mendapat skor tertinggi dan nilai terendah yaitu 65 dan terdapat 1 peserta didik yang mendapat skor terendah. Peserta didik yang mendapat skor tertinggi menujukkan anak cukup mampu melalukan kegiatan kegiatan dengan menggunakan media kartu kata bergambar sedangkan peserta didik yang mendapat skor terendah masih memerlukan bantuan guru atau peneliti dalam melakukan melalukan kegiatan kegiatan dengan menggunakan media kartu kata bergambar
e. Deskripsi Hasil Postest
Hasil nilai posttest diperoleh setelah pemberian treatment dengan menggunakan pembelajaran media kartu kata bergambar. Tes ini menggunakan tes mengkomunikasikan dan eksploratif untuk melihat kemampuan bahasa peserta didik. Data hasil posttest dari penelitian melalui pembelajaran media kartu kata bergambar terhadap kemampuan bahasa anak di TK Aisyiyah Limbung sesudah diberikan perlakuan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.2 Skor Posttest Hasil Kemampuan Bahasa
NO SUBJEK PENETIAN SKOR PRETEST
1 APW 94
2 AAS 96
3 OY 85
31
Hasil skor posttest menunjukkan kemampuan bahasa peserta didik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peserta didik menujukkan peningkatan kemampuan bahasa dengan berkembang sangat baik. Kemampuan kosakata peserta didik juga mengalami peningkatan yang sangat baik dibanding dari hasil skor pada saat pretest. Hal ini didukung oleh pada saat treatment, peserta didik melakukan pembelajaran media kartu kata bergambar yang diberikan oleh peneliti dengan baik. Pembelajaran media kartu kata bergambar mencangkup kemampuan kosakata sehingga pada saat pemberian treatment dengan menggunaka media pembelajaran media kartu kata bergambar dapat melatih kemampuan bahasa.
Berdasarkan hasil posttest menunjukkan tingkat kemampuan bahasa peserta didik berkembang dengan baik terbukti dari 5 peserta didik mendapatkan
32 skor tertinggi yaitu dengan skor 100. Peserta didik yang memberoleh skor 100 menunjukkan peserta didik menunjukkan kemampuan bahasa berkembang sangat baik. Skor terendah yaitu dengan nilai 90. Karena pada saat diberikan perlakuan (treatment) anak tersebut kurang paham dengan pembelajaran media kartu kata yang diberikan oleh peneliti. Skor peserta didik dari pretest ke posttest mengalami peningkatan cukup baik terbukti banyaknya peserta didik mendapatkan skor tinggi pada saat posttest.
f. Deskripsi Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest Kemampuan Bahasa Data dari skor pretest kemudian akan dibandingkan dengan data skor posttest untuk melihat selisih nilai (skor) data sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan data sesudah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan tes mengkomunikasikan dan eksploratif untuk melihat kemampuan bahasa anak. Peningkatan skor peserta didik terhadap kemampuan bahasa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (treatment) dengan pembelajaran media kartu kata bergambar dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Data Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest
NO
33
10 MAM 80 95 15
11 KAR 88 100 12
12 MSA 69 100 31
13 HQU 87 100 13
14 AYD 67 90 23
Jumlah 1095 1324 229
Rata-rata 78,21428571 94,57142857 16,35714286
Dari tabel perbandingan diatas menunjukkan 14 subjek penelitian mengalami peningkatan bahasa setelah diberikan perlakuan melalui pembelajaran media kartu kata bergambar. Secara umum anak kelas A setelah diberi perlakuan mengalami peningkatan. Skor terendah peserta didik kelas A saat pretest adalah 65, setelah diberi perlakuan skor posttest tertinggi adalah 88. Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa peserat didik kelas A mengalami peningkatan.
Perbedaan skor pretest dan posttest pada keenam belas subjek mengenai kamampuan bahasa dapat dilihat pada grafik histogram sebagai berikut :
Grafik 4.1 Rekapitulasi Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Bahasa
34 Grafik di atas menunjukkan perbedaan yang diperoleh subjek penelitian sebelum dan sesudah diberi perlakuan (treatment) berupa pembelajaran pembelajaran media kartu kata bergambar dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak di kelas A di TK Aisyiyah Limbung. Terdapat 5 peserta didik yang menunjukan nilai pretest lebih tinggi dibandingkan nilai posttest, sedangkan 9 subjek yang lainnya menunjukan peningkatan dari nilai pretest ke posttest. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
g. Hasil Uji Inferensial
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat hasil kemampuan bahasa anak sebelum dan sesudah pemberian treatment. Pada analisis ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang ditimbulkan dari pemberian pembelajaran media kartu kata bergambar terhadap kemampuan bahasa anak dengan menggunakan hipotesis Ha jika ada peningkatan dan Ho jika tidak ada peningkatan kemampuan bahasa anak setelah diberikan treatment pembelajaran media kartu kata bergambar TK Aisyiyah Limbung .
Berikut hasil pengujian hipotesis dari uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan menggunakan program IBM SPSS 25 dapat dilihat melalui tabel dibawah ini:
Tabel 4.4 Hasil Pengujian Wilcoxon Signed Rank Test Ranks
N Mean Rank Sum of Ranks
35
Asymp. Sig. (2-tailed) .001
a. Wilcoxon Signed Ranks Test b. Based on negative ranks.
Berdasarkan hasil analisis data uji peringkat bertanda Wilcoxon diperoleh nilai Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,01 disini didapat probabilitas dibawah 0,05
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa dapat ditingkatkan menggunakan media kartu kata. Kartu kata dalam penelitianini sebagai alat peraga yang sangat membantu guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Andang Ismail bahwa dengan bantuan alat peraga, guru bukan saja dapat menjelaskan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, juga dapat mencapai hasil yang lebih
36 cepat, (Andang Ismail, 2006: 181). Dengan bantuan kartu kata, maka anak diharapkan dapat meningkatkan kartu kata dengan cepat dengan cara yang menyenangkan. Lebih lanjut Rose dan Roe menjelaskan dalam pembelajaran membaca guru dapat menggunakan strategi bermain dengan memanfaatkan kartu.
Kartu tersebut digunakan sebagai media dalam permainan. Selain itu, Mackey (dalam Ahmad Rofi’uddin, 2003: 44) berpendapat bahwa dalam pembelajaran membaca teknis guru dapat menggunakan strategi permainan membaca, misalnya:
cocokkan kartu, ucapkan kata itu, temukan kata itu, kontes ucapan, temukan kalimat itu, baca dan berbuat dan sebagainya.
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan, peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan bahasa ditingkatkan melalui media kartu kata. Melalui media kartu kata, anak dapat mengenal berbagai bentuk dan bunyi huruf atau kata. Selain itu, kartu kata akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pengenalan huruf yang dilakukan guru dengan menulis di papan tulis.
Berdasarkan hasil penelitian melalui pembelajaran media kartu kata bergambar menunjukkan bahwa keempat belas subjek penelitian memperoleh skor posttest lebih baik dibandingkan dengan skor hasil pretest, sedangkan ketiga subjek penelitian memperoleh skor pretest lebih tinggi dibandingkan dengan skor hasil posttest. Dari tabel data skor pretest peserta didik yang mendapat nilai terendah yaitu dengan skor 65 dapat dilihat bahwa kemampuan bahasa anak tersebut masih kurang diantara teman-temannya. Skor pretest tertinggi diperoleh peserta didik KAR dengan nilai 88 dapat dilihat bahwa kemampuan bahasa yang paling bagus diantara teman-temannya.
37 Pembalajaran media kartu kata bergambar diberikan sebagai perlakukan (treatment), pada perlakuan pertama peserta didik dikenalkan dengan dua variabel yang melibatkan gerak kemampuan mengkomunikasikan dan kemmapuan Ekslorati. Pada perlakuan pertama peneliti cukup kesulitan karena ada beberapa peserta didik yang kurang aktif bergerak dalam mengikuti kemampuan eksploratif yang diberikan.
Perlakuan pada tahap kedua peneliti mengajak peserta didik untuk mengulangi pembelajaran media kartu kata yang diajarkan sebelumnya tujuannya agar peserta didik terlatih dalam kemampuan mengkomunikasikan dan eksploratif. Pada treatment kali ini peneliti memberikan indikator yaitu mengelompokkan kartu kata yang huruf awalnya sama dan menyusun kosa kata menjadi kalimat
Pada perlakuan (treatment) terakhir peneliti mengajak peserta didik untuk mengulangi semua media kartu kata yang telah diberikan. Peneliti meminta 1 persatu peserta didik untuk maju kedepan untuk menempel media kartu kata bergambar, peserta didik tersebut adalah yang paling hafal setiap gamabar dan buah yang susun. Selama peserta didik menempel kartu kata peneliti melihat peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa peserta didik termasuk kemampuan gerak mengkomunikasikan dan eksploratif.
Data tabel posttest menunjukkan keempat belas subjek penelitian mengalami peningkatan skor posttest dan munjukkan hasil peningkatan yang cukup signifikan terlihat dari skor posttest terdapat lima anak yang memperoleh skor 100. Peserta didik yang mendapatkan skor tertinggi pada saat posttest
38 menujukkan kemampuan bahasa sudah berkembang sangat baik untuk setiap aspek penilaian kemampuan bahasa.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada anak. Pembelajaran media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Maka dari itu dengan pembelajaran media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa. Hasil observasi menunjukkan keempat belas subjek peneliti dengan melakukan pembelajaran media kartu kata bergambar diajarkan oleh peneliti yang betujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa peserta didik.
Hasil yang diperoleh dari data penelitian secara keseluruhan dimana adanya peningkatan kemampuan bahasa pada peserta didik setelah diberikan pembelajaran media kartu kata bergambar. Hasil nilai rata-rata keseluruhan yaitu 16.35, pada pretest nilai rata-rata diperoleh skor 78,21, dan pada saat posttest nilai rata-rata yang diperoleh 94,57. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari nilai rata-rata kemampuan bahasa dari sebelum pemberian pembelajaran media kartu kata bergambar dan menunjukkan adanya pengaruh yang didapatkan setelah pemberian pembelajaran media kartu kata bergambar.
Kemudian didukung pula dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test pada program SPSS diperoleh nilai Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,01 disini didapat probabilitas dibawah 0,05 atau p < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Sesuai dengan jika probabilitas (Asymp.Sig) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dan jika probabilitas (Asymp.Sig) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.
39
BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan bdi atas, dapat disimpulkan sebagai Proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak yang dilakukan melalui media kartu kata bergambar bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dengan menggunakan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini dengan metode permainan yang variatif sehingga membuat anak tertarik dan tidak merasa bosan. Pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Aplikasi permainan kartu kata dalam meningkatkan perkembangan kemampuan bahasa anak usia dini dibandingkan dengan pembelajaran konvensional menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pembelajaran menggunakan media kartu kata dapat dijadikan sebuah pembelajaran dan bahan masukan pembelajaran dan pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini sesuai. Media kartu kata menjadi media yang menarik dalam proses mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini. Pembelajaran menggunakan media kartu kata mudah dilakukan di rumah, sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini.
Hasil yang diperoleh dari data penelitian secara keseluruhan dimana adanya peningkatan kemampuan bahasa pada peserta didik setelah diberikan pembelajaran media kartu kata bergambar. Hasil nilai rata-rata keseluruhan yaitu 16.35, pada pretest nilai rata-rata diperoleh skor 78,21, dan pada saat posttest nilai
40
rata-rata yang diperoleh 94,57. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari nilai rata-rata kemampuan bahasa dari sebelum pemberian pembelajaran media kartu kata bergambar dan menunjukkan adanya pengaruh yang didapatkan setelah pemberian pembelajaran media kartu kata bergambar.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata bergambar di kelompok A di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa maka peneliti memberikan rekomendasi kepada beberapa pihak sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian di kelas, pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata dapat dijadikan sebuah pembela-jaran dan bahan masukan bagi TK tempat peneliti melakukan penelitian, dalam merencanakan,melaksanakan, menempatkan dan melakukan pengawasan serta mengevaluasi konsep pembelajaran dan pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditentukan.
2. Berdasarkan hasil penelitian dikelas, media kartu kata bergambar sebagai sebuah konsep pembelajaran di kelas dapat dijadikan sebagai sebuah masukan bagi Pimpinan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa untuk dijadikan pertimbangan kontekstual dan konseptual operasional dalam merumuskan konsep pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini di masa yang akan datang.
41
3. Berdasarkan hasil penelitian dikelas, media kartu kata dapat dijadikan suatu media yang menarik bagi guru Taman Kanak-kanak Aisyiyah Limbung Kabupaten Gowa atau Guru Taman Kanak-kanak lainnya dalam proses mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini.
4. Berdasarkan hasil penelitian dikelas, maka bagi para peneliti yang akan mengadakan penelitian yang terkait dengan pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata agar dapat mengembangkan lebih banyak kemampuan anak usia dini tidak saja dibidang kognitif dan bahasa tetapi juga menyangkut semua bidang pengembangan anak usia dini yang dalam hal ini multi inteligensi.
5. Berdasarkan hasil penelitian di kelas dan mengingat pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata mudah dilakukan di rumah maka sangat disarankan bagi para orang tua untuk dapat mempergunakannya demi mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini.
42