• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2. Hasil Penelitian

4.2.2. Hasil Analisis Data

Hasil yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah standar kompetensi Public Relations Biro Sekretariat Umum & Humas Universitas pada fungsi kehumasan. Berikut ini merupakan hasil data yang telah diperoleh selain dikategorikan sebagai berikut: yang dilakukan peneliti dengan mewawancarai secara langsung dengan Kepala Biro Sekretariat Universitas & Humas Universitas Mercu Buana, beserta dengan para user untuk menunjang penelitian. Peneliti telah mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan standar kompetensi Public Relations Biro Sekretariat Umum & Humas Universitas pada fungsi kehumasan di Universitas Mercu Buana.

Dengan melakukan wawancara, peneliti memberikan pertanyaan kepada narasumber dengan menggunakan teknik pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber yang mengacu pada fokus penelitian.

Sebelum mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Public Relations Biro Sekretariat Umum & Humas Universitas pada fungsi kehumasan di

mengenai penjelasan tentang standar kompetensi Public Relations Biro Sekretariat Umum & Humas Universitas pada fungsi kehumasan di Universitas Mercu Buana.

Di dalam suatu lembaga atau organisasi tentunya mempunyai divisi atau bagian-bagian yang berbeda-beda, hal tersebut didasarkan pada kebutuhan dari lembaga atau perusahaan yang bersangkutan. Di Universitas Mercu Buana sendiri pada saat itu bagian Humas sudah ada tetapi berada di bawah naungan Biro Administrasi Umum (BAU) dan marketing seiring dengan berjalannya waktu bagian Humas berubah menjadi Biro Sekretariat Universitas & Humas Universitas Mercu Buana kedudukannya langsung berada di bawah rektor, walaupun dalam tugas kesehariannya sudah menjalankan tugasnya. Maka dibutuhkan standar kompetensi Public Relations yang harus dimiliki oleh praktisi PR.

Standar kompetensi adalah perumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Dari hasil wawancara dengan Ibu Irmulan Sati T., SH., M.Si selaku Kepala Biro Sekretariat Universitas & Humas Universitas Mercu Buana Jakarta, terkait dengan standar kompetensi yang ideal maka beliau menyampaikan seperti dalam wawancara di bawah ini:

“Standar kompetensi yang sebenarnya itu dalam pemahaman saya adalah (aa..) kualifikasi yang harus dimiliki oleh PR officer ya di

standar kompetensi itu bisa darimanapun ya sumbernya jadi selain melihat dari kajian kehumasan lewat Undang-Undang, buku, segala macam juga dari experiences dari Biro Humas sendiri karena kan kalau mengikuti standar yang dari (aa..) perusahaan misalnya tinggi kan jadi kan harus begini begini begitu. Nah, kita menyesuaikan dengan kondisi di lapangan jadi kompetensi yang dibuat itu ya acuannya (aa..) 1 (satu) kepada result atau output-output nya kaya apa sih, output tu berangkat dari (aa..) hasil review dengan manajemen dan yang kedua sekarang dari biro sumber daya manusia sendiri mereka tidak memiliki uraian job desk yang detail dan standar kompetensi kehumasan yang detail. Jadi mereka mengikuti apa yang ditulis di sini (buku saku kehumasan UMB) gitu, nanti kamu tanya saja ke Biro SDM yang mereka pahami tentang standar kompetensi Humas itu gimana, kan bisa kamu crosscheck. Kan kalau itu yang dari saya seperti itu ya posisinya ya, mereka beda atau nambah atau apa ya monggo saja ya terserah. Yang ketiga user dari Biro Humas SU ya semua ya kalau kamu posisi pak rektor dan bu Yuli (direktur SDM) nggak bisa karena terlalu sibuk ya nggak harus mereka juga, kamu bisa cari ke dekan, ke kepala biro BAA, misalnya cari orang-orang atau unit-unit yang sering berinteraksi dengan Biro Humas SU, kamu tanya ke mereka bagaimana menurut bapak ibu kompetensi SDM Humas di UMB ini bagaimana dan ada yang kurang begini mba begitu mba. Tapi standar kompetensi pada biasanya tergantung pada job desk dan tergantung pada struktur, seperti manajer, biro, kepala bagian, kepala sub-bagian, maupun staf yang mana masing-masing mempunyai standar sendiri.”

Setelah mengetahui jawaban dari Ibu Irmulan Sati, maka peneliti juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada Ibu Agustina Zubair, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, berikut jawaban beliau:

“Kan sudah ada kan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia itu sudah ada, sudah ada kompetensi humas junior seperti apa, Humas Madya seperti apa, Humas yang lebih expert itu seperti apa semuanya sudah ada tinggal ikuti saja kriteria kompetensinya seperti apa., asal sudah mengikuti itu sudah OK (Okay).”

Dan tak lupa peneliti juga memberikan pertanyaan yang sama

Mutu di Universitas Mercu Buana Jakarta, berikut adalah jawaban yang beliau sampaikan:

“Apakah sudah cukup ideal untuk keluar artinya memang sudah didisposisikan untuk menyampaikan berbagai hal yang terkait dengan lembaga ini, gitu.”

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan key informan dan iinforman maka peneliti dapat menarik kesimpulan mengenai standar kompetensi yang ideal adalah seperti yang sudah ditetapkan menurut Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjelaskan standar kompetensi untuk humas junior, humas madya, maupun humas yang lebih expert. Kompetensi yang dibuat tersebut mengacu kepada result atau ouput-ouput seperti hasil review dengan manajemen, yang kedua dari biro sumber daya manusia sendiri tidak mempunyai uraian job desk yang detail dan standar kompetensi kehumasan secara detail, dan ketiga dari user Biro Humas SU seperti rektor, direktur SDM, dekan, kepala biro BAA dan orang-orang atau unit-unit yang sering berinteraksi dengan Biro Humas SU. Tapi standar kompetensi pada biasanya tergantung pada job desk dan tergantung pada struktur, seperti manajer, biro, kepala bagian, kepala sub-bagian, maupun staf yang mana masing-masing mempunyai standar sendiri.

Dokumen terkait