• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

B. Hasil Analisis Data 1. Deskripsi Data 1.Deskripsi Data

3. Hasil Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Data tentang kemampuan menulis cerpen diperoleh dari hasil tes kemampuan menulis cerpen.Sampel diambil dari 25 responden siswa kelas XI MA Nurul Huda.Dari jumlah sampel itu, peneliti kemudian mengumpulkan data dan melakukan pengelompokkan data tentang kemampuan menulis cerpen.Berikut ini hasil analisis kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul Huda.

Tabel 4.4

Hasil Kemampuan Menulis Cerpen

No. Nama Responden Hasil Tes Kemampuan

Menulis Cerpen

1 Syahdan Eka Hermawan 55

2 Ramdan Nala Januar 60

3 Nita Amelia 53

4 Mutia 54

5 Erik Kartono 58

6 Jodi Al-Hadi 68

7 Nisa Arsyadi Nusantara 70

8 Oktaviani Jamil A 65

9 Rizky Tria Amanda 65

10 Faisal Rifa’i 54

12 Yeyen Ayani 55 13 Nurfadhilah 47 14 Saidilli Umar 50 15 Dwi Wahyu L 50 16 Nuryadin 47 17 Ruly Yustiawan 55 18 Risma Aulia 47 19 Warsitoh 65

20 Luthfi Mutia Syara 55

21 Mutia Sari 65

22 Mugi Setyowati 60

23 Siti Sarah Cahya A 60

24 Nurmilah Sulaiman 65

25 Wahyu Aji Pandowo 60

1443

a. Rentang Nilai (r)

r = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah = 70 – 47 = 23 b. Jumlah Kelas (k) k = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 25 = 1 + 4,6 = 5,6 6

c. Panjang Interval (i)

i = Jumlah Rentang (r) : Jumlah Kelas (k) = 23 : 6

= 3,8 7

d. Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Hasil Tes Kemampuan Menulis Cerpen

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Variabel Kemampuan Menulis Cerpen

Kelas Interval Fi Xi Fi Xi 47-50 5 48.5 242.5 51-54 3 52.5 157.5 55-58 5 56.5 282.5 59-62 5 60.5 302.5 63-66 5 64.5 322.5 67-70 2 68.5 137 ∑ 25 351 1444.5 a. Mean Mean =

=

= 57,78

Dari hasil tes kemampuan menulis cerpenpada siswa kelas XI MA Nurul Huda diperoleh nilai rata sebesar 57,78. Dari hasil nilai rata-rata kemampuan menulis cerpen tersebut, kemudian nilai yang diperoleh dikonversi dengan skala penilaian rentang 50-69. Rentang nilai ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI MA Nurul Huda diinterpretasikan baik. Adapun hasil analisis tes kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul Huda secara lebih spesifik ialah sebagai berikut.

Tabel 4.6

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Syahdan Eka Hermawan

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 55 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 55. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.7

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Ramdan Nala Januar

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 60 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 60. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.8

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Nita Amelia 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 13 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 53 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 53. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.9

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Mutia

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 14 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 54 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 54. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.10

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Erik Kartono 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 18

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 58 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 58. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.11

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Jodi Al-Hadi 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 23 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 68 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 68. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.12

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Nisa Arsyadi Nusantara

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 15 Jumlah 70 Baik

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 70. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Baik”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.13

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Oktaviani Jamil A

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 65 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.14

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Rizky Tria Amanda

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 65 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.15

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Faisal Rifa’i 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 14 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 54 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 54. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.16

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Syahrul Sidik 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 60 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 60. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.17

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Yeyen Ayani 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 55 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 55. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.18

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Nurfadhilah 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 17

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 10 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 47 Kurang

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 47. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Kurang”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.19

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Saidilli Umar 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 10 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 50 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 50. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.20

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Dwi Wahyu L 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 50 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 50. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.21

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Nuryadin

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 17

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 10 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 47 Kurang

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 47. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Kurang”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.22

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Ruly Yustiawan

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 55 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 55. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.23

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Risma Aulia 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 17

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 10 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 10 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 47 Kurang

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 47. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Kurang”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.24

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Warsitoh 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 65 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.25

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Luthfi Mutia Syara

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 15

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 55 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 55. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.26

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Mutia Sari 1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 65 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.27

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Mugi Setyowati

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 60 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 60. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.28

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Siti Sarah Cahya A

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 60 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 60. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.29

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Nurmilah Sulaiman

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 20 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 65 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 65. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan:

Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49

Tabel 4.30

Analisis Kemampuan Menulis Cerpen

Nama Subjek No. Indikator yang Dinilai Skor Interpretasi

Wahyu Aji Pandowo

1

Kelengkapan aspek formal

cerpen 20

2 Kelengkapan unsur intrinsik

cerpen 15 3 Keterpaduan unsur/struktur cerpen 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen 10 Jumlah 60 Cukup

Dari data di atas dapat diketahui bahwa hasil tes menulis cerpen siswa berjumlah 60. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas menulis cerpen yang diungkapkan siswa berkategori “Cukup”.

Keterangan: Baik Sekali = 80-100 Baik = 70-79 Cukup = 50-69 Kurang = 0-49 C.

Pengujian Hipotesis

Untuk melakukan uji hipotesis, peneliti melakukan perhitungan untuk mendapatkan hasil angka indeks korelasi (rxy).Namun, sebelum itu peneliti terlebih dahulu merumuskan hipotesis nihilnya (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) sebagai berikut.

Ho = Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menonton drama FTV dengan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul HudaTahun Pelajaran 2013/2014.

Ha = Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menonton drama FTV dengan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul Huda Tahun Pelajaran 2013/2014.

Berikut ini, untuk memperoleh angka indeks korelasi (rxy), maka terlebih dahulu akan dibuatkan tabel perhitungannya sebagai berikut.

Tabel 4.31

Distribusi Korelasi antara Kebiasaan Menonton Drama FTV dengan Kemampuan Menulis Cerpen

No. Nama Responden X Y XY X2 Y2

1 Syahdan Eka Hermawan 50 55 2750 2500 3025 2 Ramdan Nala Januar 55 60 3300 3025 3600

3 Nita Amelia 45 53 2385 2025 2809

4 Mutia 51 54 2754 2601 2916

5 Erik Kartono 54 58 3132 2916 3364

6 Jodi Al-Hadi 63 68 4284 3969 4624

7 Nisa Arsyadi Nusantara 63 70 4410 3969 4900 8 Oktaviani Jamil A 60 65 3900 3600 4225 9 Rizky Tria Amanda 63 65 4095 3969 4225

10 Faisal Rifa'i 54 54 2916 2916 2916 11 Syahrul Sidik 56 60 3360 3136 3600 12 Yeyen Ayani 53 55 2915 2809 3025 13 Nurfadhilah 40 47 1880 1600 2209 14 Saidilli Umar 45 50 2250 2025 2500 15 Dwi Wahyu L 45 50 2250 2025 2500 16 Nuryadin 43 47 2021 1849 2209 17 Ruly Yustiawan 55 55 3025 3025 3025 18 Risma Aulia 43 47 2021 1849 2209 19 Warsitoh 60 65 3900 3600 4225

20 Luthfi Mutia Syara 50 55 2750 2500 3025

21 Mutia Sari 58 65 3770 3364 4225

22 Mugi Setyowati 60 60 3600 3600 3600

23 Siti Sarah Cahya A 55 60 3300 3025 3600 24 Nurmilah Sulaiman 60 65 3900 3600 4225 25 Wahyu Aji Pandowo 60 60 3600 3600 3600

N = 25 1341 (X) 1443 (Y) 78468 (XY) 73097 (X2) 84381 (Y2)

Setelah keseluruhan dihitung, diperoleh data sebagai berikut. N = 25 ∑X = 1341 ∑Y = 1443 ∑XY = 78468 ∑X2 = 73097 ∑Y2 = 84381

Langkah selanjutnya, untuk mengetahui tingkat korelasi antara kebiasaan menonton drama FTV (variabel X) dengan kemampuan menulis cerpen (variabel Y), maka data di atas akan diuji dengan menggunakan rumus

product moment sebagai berikut.

√ } } √ } } √ } } √ } }

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai rxy sebesar 0,94. Hal ini menunjukkan bahwa angka korelasi antara variabel X dan variabel Y bertanda

positif.Ini berarti ada korelasi yang positif antara kebiasaan menonton drama FTV dengan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XIMA Nurul Huda Depok.

C. Interpretasi Data

Dengan memperhatikan besarnya rxy, maka untuk mengetahui apakah hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan atau tidak, maka rhitungakan dibandingkan dengan rtabel. Namun sebelum membandingkan, terlebih dahulu akan dicari derajat bebas atau df (degree of freedom) dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

df = N – nr = 25 – 2

= 23

Dengan df sebesar 23, maka jika dikonversi ke rtabel pada taraf signifikansi 5% diperoleh harga sebesar 0,396, sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh harga sebesar 0,505. Kriteria pengajuan ialah jika rxy≥ dari rtabel maka Ha diterima dan Ho ditolak, sebaliknya jika rxy≤ dari rtabel maka Ha ditolak dan Ho diterima.Ternyata rxy yang besarnya 0,944 lebih besar dari rtabel.Karena rxy lebih besar dari rtabel, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nihil ditolak.Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menonton drama FTV dengan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul Huda Depok.

Selanjutnya, apabila hasil tersebut diinterpretasikan dengan mencocokan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product

moment, ternyata besarnya rxy (0,944) berada antara posisi 0,90 – 1,00 yang

berarti antara kebiasaan menonton drama FTV (variabel X) dan kemampuan Menulis cerpen (variabel Y) terdapat korelasi yang sangat kuat.

Interpretasi tersebut dapat dilihat dengan menggunakan rumus dari Sutrisno Hadi yang dikutip Arikunto sebagai berikut.

Tabel 4.32

Interpretasi Nilai “r”

Besarnya

Nilai “r”

Interpretasi

0,90 – 1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi

0,70 – 0,90 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi

0,40 – 0,70 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau Cukup

0,20 – 0,40 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah

0,00 – 0,20

Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi tersebut diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan variabel Y)

Langkah berikutnya, untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan variabel X terhadap variabel Y, maka harus diketahui terlebih dahulu koefisiensi yang disebut dengan koefisiensi determinan atau koefisiensi penentu (disingkat KD), dengan rumus sebagai berikut.

KD = r2 x 100% = (0,944)2 x 100% = 0,891 x 100% = 89,1%

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kemampuan siswa dalam menulis cerpen dipengaruhi oleh kebiasaan menonton drama FTV sebesar 89,1% sedangkan sisanya 10,9% ditentukan oleh faktor lain. Namun, terdapat keterbatasan pengetahuan peneliti dalam hal kemampuan menulis pada siswa kelas XI MA Nurul Huda. Hasil dari penulisan cerpen siswa kelas XI MA Nurul Huda sudah fokus dengan tema dalam cerpen yang mereka buat dan mereka bisa mendeskripsikannya dengan baik. Bisa dikatakan kemampuan menulis mereka tanpa dipengaruhi oleh drama FTV sudah bagus.

77

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data diperoleh simpulan sebagai berikut.

Dengan df sebesar 23, maka jika dikonversi ke rtabel pada taraf signifikansi 5% diperoleh harga sebesar 0,396, sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh harga sebesar 0,505. Kriteria pengajuan ialah jika rxy ≥ dari rtabel maka Ha diterima dan Ho ditolak, sebaliknya jika rxy ≤ dari rtabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Ternyata rxy yang besarnya 0,944 lebih besar dari rtabel. Karena rxy lebih besar dari rtabel, maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nihil ditolak.

Selanjutnya, apabila hasil tersebut diinterpretasikan dengan mencocokan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product

moment, ternyata besarnya rxy (0,944) berada antara posisi 0,90 – 1,00 yang

berarti antara kebiasaan menonton drama FTV (variabel X) dan kemampuan Menulis cerpen (variabel Y) terdapat korelasi yang sangat kuat.

Jadi, terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan menonton drama FTV dengan kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XI MA Nurul Huda Depok.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di MA Nurul Huda Depok, hubungan antara kebiasaan menonton drama FTV dan kemampuan menulis cerpen pada siswa ternyata sagat kuat. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia bisa menggunakan media menonton drama FTV untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa di kelas.

Kencana, 2010.

Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2006. Cet. III.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Asmani, Jamal Ma’mur. Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian

Pendidikan. Jogjakarta:Diva Press.

Kamdhi, JS. Terampil Berwicara, Jakarta: Grasindo, 2003.

Kusmayadi, Ismail. Think Smart Bahasa Indonesia. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2007.

Moeliono, Anton. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1995.

Nurudin. Dasar-dasar Penulisan. Malang: UMM Press, 2010.

Sirsaeba, Anif el Shirazy. Fenomena Ayat-ayat Cinta. Jakarta: Republika, 2006.

Siswanto, Wahyudi. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo, 2008.

Somad, Adi Abdul dkk. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Subhan, Fred. Skenario Sinetron: panduan Menjadi Penulis Skenario Sinetron

Jempolan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009.

Sudjino,Anas Sudjino. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012.

Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta, 2006.

Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Tampubolon, DP. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. 1987.

Tarigan, Henry Guntur. Prinsip-prinsip Dasar Sastra, Bandung: Angkasa, 1984. ____________. Menulis; Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung:

Angkasa, 1994.

____________. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. 1979.

Wiyanto, Asul. Terampil Bermain Drama. Jakarta: Grasindo, 2007. Yunus, Muhammad dkk. Menulis 1. Jakarta: Universitas Terbuka.

(INSTRUMEN I)

Dokumen terkait