KPP Kebayoran
B. Hasil Analisis dan Pembahasan 1.Hasil Uji Statistik Deskriptif
25 20 60 25 22 13 60 28,30% 21,70% 50% 12,50% 20,80% 16,70% 50% 20,83% 18,33% 10,84% 50% Sumber: Data primer yang diolah
B.Hasil Analisis dan Pembahasan 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi efektivitas pemeriksaan, efisiensi pemeriksaan, kualitas pemeriksaan, dan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.5.
Tabel 4.5
Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation Efek 120 14 25 19.41 2.444 Efis 120 26 49 40.52 4.952 Kual 120 24 44 35.91 4.311 Ting 120 12 30 22.88 3.494 Valid N (listwise) 120 Sumber: Data primer yang diolah
70 Tabel 4.5 menjelaskan bahwa pada variabel efektivitas pemeriksaan jawaban minimum responden sebesar 14 dan maksimum sebesar 25, dengan rata-rata total jawaban 19,41 dan standar deviasi sebesar 2,444. Variabel efisiensi pemeriksaan jawaban minimum responden sebesar 26 dan maksimum sebesar 49, dengan rata-rata total jawaban 40,52 dan standar deviasi sebesar 4,952. Pada variabel kualitas pemeriksaan jawaban responden sebesar 24 dan maksimum sebesar 44, dengan rata-rata total jawaban 35,91 dan standar deviasi sebesar 4,311. Variabel tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak minimum jawaban responden sebesar 12 dan maksimum sebesar 30, dengan rata-rata total jawaban 22,88 dan standar deviasi sebesar 3,494.
2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas Data
Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan skor total konstruk. Tabel dibawah ini merupakan hasil uji validitas untuk variabel efektivitas pemeriksaan, efisiensi pemeriksaan, kualitas pemeriksaan, dan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Berdasarkan pada tabel berikut dapat dilihat bahwa seluruh butir pertanyaan tersebut memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa setiap butir pertanyaan tersebut valid. Untuk uji validitas pada variabel efektivitas pemeriksaan adalah sebagai berikut:
71 Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Butir Pertanyaan Pearson
Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan Efektivitas 1 0,539** 0,000 Valid Efektivitas 2 0,554** 0,000 Valid Efektivitas 3 0,556** 0,000 Valid Efektivitas 4 0,653** 0,000 Valid Efektivitas 5 0,823** 0,000 Valid Efisiensi 6 0,635** 0,000 Valid Efisiensi 7 0,569** 0,000 Valid Efisiensi 8 0,494** 0,000 Valid Efisiensi 9 0,780** 0,000 Valid Efisiensi 10 0,698** 0,000 Valid Efisiensi 11 0,398** 0,000 Valid Efisiensi 12 0,694** 0,000 Valid Efisiensi 13 0,597** 0,000 Valid Efisiensi 14 0,696** 0,000 Valid Efisiensi 15 0,691** 0,000 Valid Kualitas 16 0,606** 0,000 Valid Kualitas 17 0,588** 0,000 Valid Kualitas 18 0,401** 0,000 Valid Kualitas 19 0,733** 0,000 Valid Kualitas 20 0,722** 0,000 Valid Kualitas 21 0,657** 0,000 Valid Kualitas 22 0,588** 0,000 Valid Kualitas 23 0,617** 0,000 Valid Kualitas 24 0,560** 0,000 Valid Tingkat 25 0,703** 0,000 Valid Tingkat 26 0,680** 0,000 Valid Tingkat 27 0,834** 0,000 Valid Tingkat 28 0,805** 0,000 Valid Tingkat 29 0,757** 0,000 Valid Tingkat 30 0,661** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan dan pernyataan pada variabel efektivitas, efisiensi, kualitas pemeriksaan, dan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak berada pada tingkat signifikansi dibawah 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa tiap pertanyaan tersebut valid.
72 b. Hasil Uji Reliablitas Data
Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrumen penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai
Cronbach Alpha berada diatas 0,6. Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk tiga variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s
Alpha
Keterangan Efektivitas Pemeriksaan 0,617 Reliabel
Efisiensi Pemeriksaan 0,829 Reliabel
Kualitas Pemeriksaan 0,788 Reliabel
Tingkat Kemudahan Tindakan Penagihan Tunggakan Pajak
0,836 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.7 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel efektivitas pemeriksaan sebesar 0,617, efisiensi pemeriksaan sebesar 0,829, kualitas pemeriksaan sebesar 0,788, serta tingkat kemudahan tindakan tunggakan pajak sebesar 0,836. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
73 3. Hasil Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Multikolonieritas
Untuk mendeteksi adanya problem multiko, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen.
Tabel 4.8
Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) -1.975 2.451 -.806 .422 Efek .420 .103 .294 4.074 .000 .868 1.152 Efis .134 .065 .190 2.069 .041 .538 1.858 Kual .314 .073 .388 4.327 .000 .562 1.778 a.Dependent Variable: Ting
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.8 diatas terlihat bahwa nilai tolerance
mendekati angka 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) disekitar angka 1 untuk setiap variabel, yang ditunjukkan dengan nilai tolerance
0,868; 0,538; dan 0,562 serta VIF sebesar 1,152; 1,858; dan 1,778 untuk variabel efektivitas pemeriksaan, efisiensi pemeriksaan, dan kualitas pemeriksaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat problem multiko dan dapat digunakan dalam penelitian ini.
74 b. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.
Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.1
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot
Gambar 4.1, memperlihatkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.
75 c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, yang diperlihatkan pada gambar 4.4.
Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.2 Grafik Scatterplot
Berdasarkan gambar 4.2, grafik scatterplot menunjukkan bahwa data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran data tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi,
76 sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu efektivitas pemeriksaan, efisiensi pemeriksaan, dan kualitas pemeriksaan.
4. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda (multiple regression analysis), yaitu:
a. Uji Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen.
Tabel 4.9
Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .690a
.476 .463 2.561
a. Predictors: (Constant), Kual, Efek, Efis b. Dependent Variable: Ting
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.9 menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,463 atau 46,3%, ini menunjukkan bahwa variabel tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak yang dapat dijelaskan oleh variabel efektivitas pemeriksaan, efisiensi pemeriksaan, dan kualitas pemeriksaan adalah sebesar 46,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,537 atau 53,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti undang-undang
77 perpajakan, komunikasi pemeriksaan, dan mekanisme atau prosedur pelaksanaan pemeriksaan pajak.
Undang-undang pajak merupakan peraturan yang dikeluarkan untuk menjadi pedoman bagi pihak-pihak yang berkepentingan di dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Jika peraturan yang dikeluarkan memihak kepentingan wajib pajak, maka wajib pajak akan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya dengan baik. Komunikasi dalam pemeriksaan juga sangat mempengaruhi, mulai diterbitkannya Surat Perintah Pemeriksaan sampai dengan pengiriman Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan, fiskus telah melakukan suatu proses komunikasi dengan wajib pajak. Pesan yang disampaikan akan semakin menjelaskan peran yang seharusnya dilakukan oleh wajib pajak dan fiskus. Di satu sisi fiskus sebagai penegak peraturan dan wajib pajak sebagai subyek penegakan. Untuk meningkatkan pemahaman peraturan perpajakan dan menyadari hak dan kewajibannya diperlukan proses yang komunikasi yang efektif antara KPP dengan wajib pajak.
Sementara mekanisme atau prosedur juga menentukan apakah wajib pajak melaksanakan dengan baik hak dan kewajibannya. Semakin baik prosedur pelaksanaan pemeriksaan pajak maka wajib pajak akan semakin baik untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Selanjutnya adalah faktor dari wajib pajak itu
78 sendirilah yang menentukan apakah harus memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya.
b. Hasil Uji Statistik t
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.10, jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak Ha.
Tabel 4.10 Hasil Uji Statistik t
UHasil Uji Hipotesis 1: Pengaruh efektivitas pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.10, variabel efektivitas pemeriksaan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti menerima Ha1 sehingga dapat dikatakan bahwa efektivitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1.975 2.451 -.806 .422 Efek .420 .103 .294 4.074 .000 Efis .134 .065 .190 2.069 .041 Kual .314 .073 .388 4.327 .000
a. Dependent Variable:Ting
79 pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel efektivitas pemeriksaan lebih kecil dari 0,05.
Hasil Uji Hipotesis 2: Pengaruh efisiensi pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.10, variabel efisiensi pemeriksaan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,041. Hal ini berarti menerima Ha2 sehingga dapat dikatakan bahwa efisiensi pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel efisiensi pemeriksaan lebih kecil dari 0,05.
Hasil Uji Hipotesis 3: Pengaruh kualitas pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.10, variabel kualitas pemeriksaan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti menerima Ha3 sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel kualitas pemeriksaan lebih kecil dari 0,05.
80 Berdasarkan tabel 4.10, maka diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut.
Keterangan:
Y = Tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak X1 = Efektivitas pemeriksaan
X2 = Efisiensi pemeriksaan X3 = Kualitas pemeriksaan e = Error
Dari model regresi berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Nilai konstanta ( ) model persamaan regresi bersifat positif sebesar
-1,975. Hal ini menyatakan bahwa jika variabel efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak dianggap konstan, maka tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak bersifat negatif.
2) Koefisien regresi pada variabel efektivitas pemeriksaan pajak bernilai positif sebesar 0,420. Hal ini menunjukkan jika koefisien regresi pada variabel efektivitas pemeriksaan pajak bernilai positif maka akan terjadi peningkatan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak secara positif dengan asumsi variabel lainnya masih tetap konstan.
81 3) Koefisien regresi pada variabel efisiensi pemeriksaan pajak bernilai positif sebesar 0,134. Hal ini menunjukkan jika koefisien regresi pada variabel efisiensi pemeriksaan pajak bernilai positif maka akan terjadi peningkatan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak secara positif dengan asumsi variabel lainnya masih tetap konstan.
4) Koefisien regresi pada variabel kualitas pemeriksaan pajak bernilai positif sebesar 0,314. Hal ini menunjukkan jika koefisien regresi pada variabel kualitas pemeriksaan pajak bernilai positif maka akan terjadi peningkatan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak secara positif dengan asumsi variabel lainnya masih tetap konstan.
c. Hasil Uji Statistik F
Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05. Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel 4.11, jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak Ha.
82 Tabel 4.11
Hasil Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 691.406 3 230.469 35.132 .000a
Residual 760.961 116 6.560
Total 1452.367 119
a. Predictors: (Constant), Kual, Efek, Efis b. Dependent Variable: Ting
Sumber: Data primer yang diolah
Hasil Uji Hipotesis 4: Pengaruh efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis 4 dapat dilihat pada tabel 4.11 nilai F diperoleh sebesar 35,132 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha4 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. d. Hasil Uji Independent Sample T-Test
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji parametriks, yaitu Independent Sample T-Test dengan asumsi data terdistribusi secara normal, maka didapatkan out put SPSS sebagai berikut:
83 Tabel 4.12
Hasil Uji Independent SampleT-Test (1) Group Statistics
KPP N Mean
Std.
Deviation Std. Error Mean
Efek KPP Keb.Lama 60 19.47 2.460 .318 KPP Serpong 60 19.35 2.448 .316 Efis KPP Keb.Lama 60 40.85 4.793 .619 KPP Serpong 60 40.20 5.125 .662 Kual KPP Keb.Lama 60 36.12 4.322 .558 KPP Serpong 60 35.70 4.327 .559
Sumber: Data primer yang diolah
Dari hasi output SPSS yang pertama ini kita dapat melihat bahwa rata-rata (mean) untuk wajib pajak KPP Kebayoran Lama dari efektivitas dalam pemeriksaan adalah 19,47 dengan jumlah 60 responden dan untuk wajib pajak KPP Serpong terdapat adalah 19,35 dengan jumlah yang sama dengan responden KPP Kebayoran Lama yaitu 60 responden. Sedangkan rata-rata (mean) untuk wajib pajak KPP Kebayoran Lama dari efisiensi dalam pemeriksaan adalah 40,85 dengan jumlah 60 responden dan untuk wajib pajak KPP Serpong terdapat adalah 40,20 dengan jumlah yang sama dengan responden KPP Kebayoran Lama yaitu 60 responden. Rata-rata (mean) untuk wajib pajak KPP Kebayoran Lama dari kualitas dalam pemeriksaan adalah 36,12 dengan jumlah 60 responden dan untuk wajib pajak KPP Serpong terdapat adalah 35,70 dengan jumlah yang sama dengan responden KPP Kebayoran Lama yaitu 60 responden.
84 Berdasarkan hasil dari rata-rata (mean) diatas maka dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas, efisiensi, dan kualitas dalam pemeriksaan wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib pajak KPP Serpong terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak Untuk melihat apakah benar tidak ada perbedaan secara nyata dalam statistik maka kita harus melihat out put bagian kedua.
Tabel 4.13
Hasil Uji Independent SampleT-Test (2)
Sumber: Data primer yang diolah
Terdapat dua tahapan analisis yang harus dilakukan, pertama kita akan menguji dahulu asumsi apakah variance kedua sampel tersebut sama (equal variances assumed) atau memiliki variance yang
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality
of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Differ ence Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper
Efek Equal variances
assumed .012 .915 .260 118 .795 .117 .448 -.771 1.004 Equal variances
not assumed .260 117.997 .795 .117 .448 -.771 1.004
Efis Equal variances
assumed .100 .753 .718 118 .474 .650 .906 -1.144 2.444 Equal variances
not assumed .718 117.476 .474 .650 .906 -1.144 2.444
Kual Equal variances
assumed .081 .776 .528 118 .599 .417 .790 -1.147 1.980 Equal variances
85 tidak sama (equal variance not assumed) dengan melihat Levene’s Test. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho tidak dapat ditolak jadi varians sama, namun jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak jadi varians berbeda atau Ha diterima (Ghozali : 58, 2006).
Terlihat dari hasil out put SPSS pada tabel 4.12 diatas bahwa F hitung Levene’s Test efektivitas pemeriksaan sebesar 0,012 dengan probabilitas 0,915. Oleh karena nilai ini lebih besar dari 0,05, maka kita dapat berasumsi bahwa kelompok mempunyai perbedaan sama atau mempunyai kesamaan variance (homogenitas) yaitu varians efektivitas pemeriksaan wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib pajak KPP Serpong terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Sedangkan, F hitung Levene’s Test
efisiensi pemeriksaan sebesar 0,100 dengan probabilitas 0,753. Oleh karena nilai ini lebih besar dari 0,05, maka kita dapat berasumsi bahwa kelompok mempunyai perbedaan sama atau mempunyai kesamaan variance (homogenitas) yaitu varians efisiensi pemeriksaan wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib pajak KPP Serpong terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Untuk F hitung Levene’s Test kualitas pemeriksaan sebesar 0,081 dengan probabilitas 0,776. Oleh karena nilai ini lebih besar dari 0,05, maka kita dapat berasumsi bahwa kelompok mempunyai perbedaan sama atau mempunyai kesamaan variance (homogenitas) yaitu varians kualitas pemeriksaan wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib
86 pajak KPP Serpong terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak.
Hasil Uji Hipotesis 5: Tidak terdapat perbedaan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak antara KPP Kebayoran Lama dengan KPP Serpong.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa t-hitung untuk efektivitas pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak dengan Equal Variance not Assumed
adalah 0,260 dengan probabilitas 0,795. Karena probabilitas > 0,05 (0.795 > 0.05) maka Ho tidak dapat ditolak jadi varians sama, sedangkan t-hitung untuk efisiensi pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak dengan Equal Variance not Assumed adalah 0,718 dengan probabilitas 0,474. Karena probabilitas > 0,05 (0.474 > 0.05) maka Ho tidak dapat ditolak jadi varians sama, kemudian t-hitung untuk kualitas pemeriksaan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak dengan Equal Variance not Assumed adalah 0,528 dengan probabilitas 0,599. Karena probabilitas > 0,05 (0.599 > 0.05) maka Ho tidak dapat ditolak jadi varians sama. Maka dengan demikian, wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib pajak KPP Serpong tidak memiliki perbedaan efektivitas, efisiensi, dan kualitas dalam pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak.
87 Hasil ini tidak mendukung hipotesis kelima (H
5) yang diajukan oleh peneliti.
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa tidak memiliki perbedaan efektivitas, efisiensi, dan kualitas dalam pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Ketidakberbedaan efektivitas, efisiensi, dan kualitas dalam pemeriksaan pajak antara wajib pajak KPP Kebayoran Lama dengan wajib pajak KPP Serpong terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak, disebabkan oleh ketidakberbedaan dalam prosedur pemeriksaan pajak dalam dua KPP tersebut. Pada umumnya, efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak adalah suatu prestasi dari pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan apabila melakukan kinerja yang baik, kemudian tercapainya sasaran, tujuan atau keberhasilan dari pemeriksa dalam merencanakan pemeriksaan lalu menggunakan cara kerja dari pemeriksa yang baik dan benar sesuai dengan prosedur yang ada. Hasil berdasarkan penggunaan sumber daya-sumber daya yang ada seperti tenaga kerja dan biaya serta produktivitas dalam bentuk pelayanan
.
Pemeriksaan yang berkualitas akan ditunjukkan dengan adanya kepastian hukum pelaksanaan uji kepatuhan dan penetapannya. Dalam hal ini, kedua KPP tersebut menerapkan prosedur pemeriksaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.88 C.Pembahasan
1. Pengaruh efektivitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel efektivitas pemeriksaan 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa efektivitas pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Hal ini dapat disebabkan penerimaan sistem self assessment dan aspek responsivitas dari Tri Dharma Perpajakan (pelayanan, penyuluhan, dan pemeriksaan) memiliki efektifitas mendorong kepatuhan wajib pajak yang ada pada akhirnya ditandai lunasnya pembayaran pajak secara tepat waktu dan tingkat kemudahan tindakan penagihan atas tunggakan pajak yang timbul. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Totok Harianto (2006) yang menyatakan bahwa efektivitas pemeriksaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak.
2. Pengaruh efisiensi pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel efisiensi pemeriksaan pajak0,041 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa efisiensi pemeriksaan pajakberpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Efisiensi waktu akan ditunjukkan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian pemeriksaan, tingkat kerelaan terhadap tersitanya waktu wajib pajak, dan
89 efisiensi material ditunjukkan dengan jenis data yang dibutuhkan oleh fiskus. Pemenuhan harapan ini tentang efisiensi pada akhirnya akan mendorong kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya dalam melunasi tunggakan pajaknya. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sandra Buana (2002) yang menyatakan bahwa efisiensi pemeriksaan pajak berpengaruh secara positif signifikan terhadaptingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak.
3. Pengaruh kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel kualitas pemeriksaan pajak 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pemeriksaan pajak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Hubungan antara kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak bersifat positif. Pemeriksaan yang berkualitas akan ditunjukkan dengan adanya kepastian hukum pelaksanaan uji kepatuhan dan penetapannya. Pemeriksaan yang dijalankan oleh fiskus untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak harus berkepastian hukum baik mengenai subjek, objek (dasar pengenaan), dan saat terutangnya. Dari pemeriksaan tersebut Wajib Pajak dapat mengetahui objek pajak yang menjadi kewajibannya, sehingga apabila ternyata dikenakan sanksi administrasi wajib pajak dapat menguji, membandingkan, dan meyakini keandalannya sehingga dengan demikian wajib pajak bisa patuh
90 terhadap peraturan yang ada. Namun berbeda dengan penelitian sebelumnya Sri Wulandari (2006) yang menyatakan bahwa kualitas pemeriksaan pajak dan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak memiliki hubungan negatif, Pada penelitian ini hubungan antara kualitas pemeriksaan pajak dan tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak bersifat positif. Perbedaan ini dapat disebabkan karena pemeriksaan lebih didukung oleh sumber daya pemeriksa yang lebih berkualitas menurut pendidikan, spesialisasi pendidikan, usia matang, dan pengalaman menjadi pemeriksa yang cukup.
4. Pengaruh efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak. Dengan demikian, akan semakin efektif, efisien, dan berkualitas suatu pemeriksaan dilaksanakan, semakin mudah pula tindakan penagihan tunggakan pajaknya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pemeriksaan diperlukan adanya penerapan prosedur pemeriksaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Totok Harianto (2006), Sandra Buana (2002), dan Sri Wulandari (2006).
91 5. Tidak terdapat perbedaan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemeriksaan pajak terhadap tingkat kemudahan tindakan penagihan tunggakan pajak