• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Hasil Pengujian Hipotesis

5.2.1. Hasil Analisis PLS Variabel Indikator Mekanisme GCG

Sebelum kita menganalisis model struktural (Inner Model) secara

keseluruhan terlebih dahulu kita harus melewati tahapan first order cofirmatory

factor analysis untuk memastikan apakah indikator-indikator ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, komisaris independen dan komite audit

merupakan indikator yang valid sebagai pembentuk konstruk laten mekanisme

Good Corporate Governance. Diagram konstruk mekanisme GCG terhadap

profitabilitas disajikan pada Gambar 5.1.

Gambar 5.1. Path Diagram Konstruk (Mekanisme GCG terhadap Profitabilitas - ROE)

Evaluasi outer model pada variabel yang menggunakan indikator formatif

yaitu indikator yang menjelaskan karakteristik domain konstruknya dievaluasi

melalui substantive content-nya yaitu dengan membandingkan besarnya relative

weight dan melihat signifikansi dari indikator konstruk tersebut. Untuk memperoleh signifikansi weight harus melalui prosedur resampling (Jackknifing

atau bootstrapping). Jika didapat nilai signifikansi weight T-Statistics > 1.96

(pada taraf level signifikansi 5%) maka dapat disimpulkan bahwa variabel-1,480 2,236 1,039 4,793 X1.2 X1.3 X1.4 X1.1 X1 0,153 Y

variabel indikator konstruk formatif adalah valid. Hasil evaluasi outer model

variabel indikator dapat dilihat pada Tabel 5.2.

Tabel 5.2. Outer Weights (Mean, STDEV, T-Values)

Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1.1 -> Mekanisme GCG -0,613927 -0,556883 0,274493 0,274493 2,236582 X1.2 -> Mekanisme GCG 0,992902 0,861891 0,207154 0,207154 4,793058 X1.3 -> Mekanisme GCG 0,234464 0,324613 0,225573 0,225573 1,039413 X1.4 -> Mekanisme GCG 0,348477 0,375960 0,235448 0,235448 1,480059

Sumber: Hasil Analisis Data, Lampiran 5

Hasil pengujian pada Tabel 5.2 diperoleh persamaan analisis sebagai berikut:

Y = -0,62X1.1 + 0,99X1.2 + 0,24X1.3 + 0,35X

Berdasarkan persamaan analisis tersebut dapat diuraikan dari

masing-masing variabel yakni:

1.4

1. Berdasarkan tabel Outer Weight menunjukkan bahwa variabel indikator

dari mekanisme Good Corporate Governance yaitu ukuran dewan direksi

(X1.1) memiliki nilai koefisien regresi -0,62, artinya apabila terjadi

pengurangan 1% maka variabel ukuran dewan direksi akan meningkatkan

profitabilitas sebesar 0,62%. Nilai rata-ratanya sebesar -0,55 dengan

standar deviasi sebesar 0,27. T-statistik sebesar 2,24. Hal ini menunjukkan

bahwa variabel indikator ukuran dewan direksi (X1.1

2. Variabel indikator dari mekanisme Good Corporate Governance yaitu

ukuran dewan komisaris (X

) dinyatakan valid

karena karena menghasilkan nilai T-statistik > 1,96.

artinya apabila terjadi penambahan 1% maka variabel ukuran dewan

komisaris akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,99%. Nilai

rata-ratanya sebesar 0,86 dengan standar deviasi sebesar 0,20. T-statistik

sebesar 4,79. Hal ini menunjukkan bahwa variabel indikator ukuran dewan

komisaris (X1.2

3. Variabel indikator dari mekanisme Good Corporate Governance yaitu

komisaris independen (X

) dinyatakan valid karena karena menghasilkan nilai

T-statistik > 1.96.

1.3) memiliki nilai koefisien regresi 0,24, artinya apabila terjadi penambahan 1% maka variabel komisaris independen akan

menaikan profitabilitas sebesar 0,24%. Nilai rata-ratanya sebesar 0,33

dengan standar deviasi sebesar 0,23 serta T-statistik sebesar 1,04. Hal ini

menunjukkan bahwa variabel indikator komisaris independen (X1.3

4. Variabel indikator dari mekanisme Good Corporate Governance yaitu

komite audit (X

)

dinyatakan tidak valid karena karena menghasilkan nilai T-statistik < 1,96.

1.4) memiliki nilai koefisien regresi 0,35, artinya apabila terjadi penambahan 1% maka variabel komite audit akan menaikan

profitabilitas sebesar 0,35%. Nilai rata-ratanya sebesar 0,36 dengan

standar deviasi sebesar 0,24 serta T-statistik sebesar 1,48. Hal ini

menunjukkan bahwa variabel indikator komite audit (X1.4) dinyatakan

tidak valid karena karena menghasilkan nilai T-statistik < 1,96.

Tabel 5.3. R-Square without moderator

R Square

Kepemilikan Pemerintah

Mekanisme GCG

Profitabilitas 0,153353

Berdasarkan tabel Outer Weight dapat disimpulkan bahwa hanya indikator

variabel ukuran dewan direksi (X1.1) dan variabel ukuran dewan komisaris (X1.2)

yang valid karena menghasilkan nilai T-statistik > 1,96. Koefisien determinasi

(R-Square) sebelum masuknya variabel moderating (R2 model without moderator)

adalah sebesar 0,154 seperti pada Tabel 5.3. Hal ini menunjukkan bahwa 15,33%

perubahan pada variabel dependen (Profitabilitas-ROE) dipengaruhi oleh

variabel-variabel penentu dalam model yaitu indikator variabel-variabel independen (ukuran dewan

direksi, ukuran dewan komisaris, komisaris independen dan komite audit),

sedangkan sisanya (84,67%) diterangkan oleh variabel lain yang tidak masuk ke

dalam model penelitian.

5.2.2. Analisis PLS Variabel Mekanisme GCG dan Kepemilikan Pemerintah dengan tambahan efek modarasi

Inner model dievaluasi dengan melihat besarnya persentase variance yang dijelaskan yaitu dengan melihat R-Square untuk konstruk variabel dependen/

endogen. Untuk analisis selanjutnya yaitu menguji efek moderasi dengan

menggunakan metode Two Stage Approach. Pendekatan ini dianggap mempunyai

keuntungan karena menggunakan skor variabel laten yang didapat dari analisis

outer model sebelumnya. Dari hasil evaluasi model interaksi/moderating dapat dilihat pada Gambar 5.2.

Gambar 5.2. Path Diagram Konstruk (mekanisme GCG, kepemilikan pemerintah, dan moderating terhadap profitabilitas)

Pada Gambar 5.2 dijelaskan diagram konstruk pengaruh dari mekanisme

GCG dan kepemilikan pemerintah yang juga sebagai variabel moderating

terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Equity. Data diolah

berdasarkan Laten Variabel Score dari masing-masing variabel pada pengolahan

data outer model sebelumnya. Hasil pengolahan data tersebut menghasilkan data

seperti pada Tabel 5.4.

Tabel 5.4. Path Coefficients (Mean, STDEV, T-Values)

Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) Moderating -> LVs Profitabilitas 0,928844 0,947214 0,173621 0,173621 5,349846 LVs Kepemilikan Pemerintah -> LVs Profitabilitas -1,267238 -1,292063 0,199329 0,199329 6,357512 LVs Mekanisme GCG -> LVs Profitabilitas -1,044718 -1,058089 0,139449 0,139449 7,491771

Sumber: Hasil Analisis Data, Lampiran 6 X1 0,271 X2 LVsGCG LVsKP Moderating LVs Kepemilikan pemerintah LVs mekanisme GCG 5,350 6,358 7,492 Interaksi (Moderating) LVs Profitabilitas -ROE LVsY

Berdasarkan hasil uji analisis dengan tambahan efek moderasi maka

diperoleh persamaan analisis sebagai berikut:

Y = -1,044X1 – 1,267X2 + 0,928 [X1.X2

1. Berdasarkan hasil Tabel 5.4 path coefficient dapat dilihat bahwa variabel

moderating yang merupakan perkalian antara skor variabel laten

mekanisme GCG dan skor variabel laten kepemilikan pemerintah terhadap

variabel profitabilitas memiliki nilai koefisien regresi 0,93. Nilai

rata-ratanya sebesar 0,95 dengan standar deviasi 0,17 serta T-Statistik sebesar

5,4. Hal ini berarti bahwa variabel kepemilikan pemerintah dapat

memoderasi hubungan antara mekanisme Good Corporate Governance

yang terdiri dari ukuran dewan direksi, dan ukuran dewan komisaris,

terhadap profitabilitas perusahaan BUMN yang di ukur dengan Return On

Equity (ROE) karena menghasilkan nilai T-statistik > 1,96. ]

2. Variabel kepemilikan pemerintah (X2) terhadap variabel profitabilitas

memiliki nilai koefisien regresi -1,27, artinya apabila terjadi pengurangan

1% maka variabel kepemilikan pemerintah akan meningkatkan

profitabilitas sebesar 1,27%. Nilai rata-rata sebesar -1,29 dengan standar

deviasi sebesar 0,20 serta T-statistik sebesar 6,36. Hal ini menunjukkan

bahwa variabel kepemilikan pemerintah (X2

3. Variabel mekanisme GCG yang didapat dari skor variabel laten ukuran

dewan direksi (X

) dinyatakan berpengaruh

signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROE karena

menghasilkan nilai T-statistik > 1,96.

1.1), dan ukuran dewan komisaris (X1.2), terhadap variabel profitabilitas memiliki nilai koefisien regresi -1,05 artinya apabila terjadi

pengurangan 1% maka variabel mekanisme GCG akan meningkatkan

profitabilitas sebesar 1,05%. Nilai rata-ratanya sebesar -1,06 dengan

standar deviasi sebesar 0,14 serta T-statistik sebesar 7,49. Hal ini

menunjukkan bahwa variabel mekanisme GCG secara keseluruhan

dinyatakan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur

dengan ROE karena menghasilkan nilai T-statistik > 1,96.

Tabel 5.5. R-Square with moderator

R Square

Moderating

LVs Kepemilikan Pemerintah

LVs Mekanisme GCG

LVs Profitabilitas 0,270556

Sumber: Hasil Analisis Data, Lampiran 6

Dari hasil output Tabel 5.5 dapat dilihat bahwa nilai R-Square dengan efek

moderasi dihasilkan sebesar 0,27 yang berarti bahwa pengaruh variabel-variabel

mekanisme GCG dan kepemilikan pemerintah terhadap profitabilitas yang diukur

dengan ROE dengan kepemilikan pemerintah sebagai moderator adalah sebesar

27% dan sisanya 73% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model ini.

Untuk melihat seberapa kuat atau lemahnya efek moderasi adalah dengan

melihat effect size-nya. Efek moderasi dengan effect size 0,02, 0,15 dan 0,35

menunjukkan bahwa model lemah, moderate dan kuat. Pada hasil penelitian diatas

didapat R2 model with moderator sebesar 0,27 dan R2 model without moderator

sebesar 0,15 sehingga menghasilkan effect sizesebesar 0,16. Hal ini menunjukkan

Dokumen terkait