PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
B. Penemuan dan Pembahasan 1 Statistik Deskriptif
4. Hasil Analisis Regres
a. Hasil Uji Regresi Hipotesis 1 (Ha1)
Hipotesis pertama menguji pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan regresi linier sederhana, yaitu dengan melihat uji koefisien determinasi dan uji statistik t.
1. Hasil uji koefisien determinasi
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini.
Tabel.4.6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 1
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,153(a) ,024 -,008 2,980
a Predictors: (Constant), PertisipasiPenyusunanAnggaran
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.6, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan oleh variabel partisipasi anggaran sebesar 0,024. Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel partisipasi anggaran (PA) dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial sebesar 2,4% sedangkan sisanya (100% - 2,4% = 97,6%) dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel independen yang digunakan. 2. Hasil uji statistik t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran secara
individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial. Hasil pengujian statistik t disajikan pada tabel 4.7.
Tabel. 4.7.
Hasil Uji t Hipotesis 1
Coefficientsa 26,809 4,804 5,580 ,000 ,203 ,234 ,153 ,865 ,394 (Constant) PertisipasiPenyusunan Anggaran Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: KinerjaManajerial a.
Sumber: Data primer yang diolah
Nilai konstanta sebesar 26,805 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel independennya yaitu partisipasi anggaran (X1), maka nilai variabel kinerja manajerial (Y) besarnya 26,805. Koefisien regresi variabel partisipasi anggaran bernilai positif sebesar 0,203 yang artinya terdapat hubungan yang positif atau searah antara variabel partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial yaitu partisipasi anggaran yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial. Sebaliknya tingkat partisipasi anggaran yang rendah akan dapat menurunkan kinerja manajerial. Hasil uji t variabel partisipasi anggaran menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 0,865 pada probabilitas signifikansi 0,394 berada di atas nilai = 0,05. Hal ini berarti secara individual variabel partisipasi anggaran tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja manajerial karena mempunyai tingkat signifikansi di atas 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis satu (Ha1) yang menyatakan bahwa partisipasi anggaran tidak berpengaruh
dan tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. Hal ini menunjukan bahwa semakin rendah partisipasi yang diberikan manajer dalam proses penyusunan anggaran, maka kinerja manajerial akan semakin rendah.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh J. Sumarno (2005) yang menyatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2008) yang menyatakan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. pada signifikansi α = 0,05. Ketidakonsistenan dengan hasil penelitian terdahulu kemungkinan disebabkan oleh obyek penelitian terdahulu.
b. Hasil Uji Regresi Hipotesis 2 (Ha2)
Hipotesis ke dua menyatakan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F, dan uji statistik t.
1. Hasil uji koefisien determinasi
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi
dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial. Tabel.4.8.
Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 2 Model Summary .521a .272 .197 2.660 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Moderat1,
PenyusunanAnggaran, KomitmenOrganisasi a.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil ouput pada tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,197. Artinya kemampuan variabel penyusunan anggaran, komitmen organisasi dan interaksi partisipasi anggaran dan komitmen organisasi (Moderat1) dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 19,7% sedangkan sisanya (100% - 19,7% = 80,3%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian. Menurut Brownell (1982a) dalam Sukardi (2004:83) faktor-faktor kondisional lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja manajerial seperti locus of control, motivasi, sikap terhadap pekerjaan dan perusahaan, serta kultur organisasional. 2. Hasil uji statistik F
Pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.9. Hasil Uji F Hipotesis 2
ANOVAb 76.640 3 25.547 3.610 .025a 205.239 29 7.077 281.879 32 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Moderat1, PenyusunanAnggaran, KomitmenOrganisasi a.
Dependent Variable: KinerjaManajerial b.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.9 menunjukkan nilai F hitung sebesar 3,610 (F hitung lebih kecil dari 4) pada tingkat signifikansi sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel partisipasi anggaran, komitmen organisasi dan interaksi variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi (Moderat1) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial. 3. Hasil uji statistik t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel.4.10. Hasil Uji t Hipotesis 2
Coefficientsa -34.976 45.199 -.774 .445 1.927 1.431 2.358 1.347 .189 3.739 2.195 2.834 1.704 .099 -.111 .069 -3.998 -1.599 .121 (Constant) KomitmenOrganisasi PenyusunanAnggaran Moderat1 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: KinerjaManajerial a.
Sumber: Data primer yang diolah
Koefisien regresi partisipasi anggaran sebesar 3,739 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 3,739. Nilai t hitung sebesar 1,704 pada tingkat signifikansi 0,099 yang berarti tidak signifikan karena lebih tinggi dari 0,05. Sehingga dari hasil uji t dapat dikatakan bahwa partisipasi anggaran secara individual tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Nilai koefisien regresi komitmen organisasi sebesar 1,927 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 1,927. Nilai t hitung sebesar 1,347 pada tingkat signifikansi 0,189. Hal ini berarti secara individual komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial karena memiliki tingkat signifikansi di atas nilai = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara individual komitmen organisasi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Koefisien regresi interaksi nilai absolut perbedaan variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi (Moderat1) sebesar -
0,111 menunjukkan bahwa setiap penambahan interaksi partisipasi anggaran dengan komitmen organisasi sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 0,111. Nilai t hitung sebesar -1,599 pada tingkat signifikansi 0,121 yang berarti tidak signifikan karena berada di atas nilai = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi tidak berfungsi sebagai variabel moderating. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis kedua (Ha2) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti (2004) yang menyatakan bahwa interaksi partisipasi anggaran dan komitmen organisasi adalah negatif dan tidak signifikan. Namun, penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005) dan Rahmawati (2008) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
Hasil penelitian yang berbeda menurut peneliti dikarenakan objek penelitian dan model regresi linear berganda yang digunakan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005) dan Rahmawati (2008). Pada penelitian ini objek yang digunakan adalah pada perusahaan manufaktur sedangkan pada penelitian sebelumnya
dilakukan terhadap bank dan Universitas. Dengan demikian hasil penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian bahwa dengan jenis perusahaan yang berbeda memberikan indikasi kemungkinan hasil penelitian yang berbeda dilihat dari faktor kompleksitas perusahaan dalam penyusunan anggaran dari manajer perusahaan yang menjadi sampel penelitian.
c. Hasil Uji Regresi Hipotesis 3 (Ha3)
Hipotesis ke tiga menyatakan bahwa gaya kepemimpinan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis ke tiga dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F, dan uji statistik t. 1.Hasil uji koefisien determinasi
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan
dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial. Tabel. 4.11.
Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 3 Model Summary .526a .277 .202 2.651 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Moderat2, GayaKepemimpinan,
PenyusunanAnggaran a.
Berdasarkan hasil ouput pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,202. Artinya kemampuan variabel penyusunan anggaran, gaya kepemimpinan dan interaksi partisipasi anggaran dan gaya kepemimpin (Moderat2) dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 20,2% sedangkan sisanya (100% - 20,2% = 79,8%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian. 2.Hasil uji statistik F
Pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.12. Hasil Uji F Hipotesis 3
ANOVAb 78.032 3 26.011 3.700 .023a 203.846 29 7.029 281.879 32 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Moderat2, GayaKepemimpinan, PenyusunanAnggaran a.
Dependent Variable: KinerjaManajerial b.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.12 menunjukkan nilai F hitung sebesar 3,700 (F hitung lebih kecil dari 4) pada tingkat signifikansi sebesar 0,023 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel partisipasi anggaran, gaya kepemimpinan dan interaksi variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan
(Moderat2) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial. 3.Hasil uji statistik t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran dan komitmen organisasi secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel.4.13. Hasil Uji t Hipotesis 3
Coefficientsa 57.236 47.436 1.207 .237 -.808 1.429 -.853 -.565 .576 -.488 2.295 -.370 -.213 .833 .015 .070 .434 .221 .827 (Constant) GayaKepemimpinan PenyusunanAnggaran Moderat2 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: KinerjaManajerial a.
Sumber: Data primer yang diolah
Koefisien regresi partisipasi anggaran sebesar -0,488 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 0,488. Nilai t hitung sebesar -0,213 pada tingkat signifikansi 0,833 yang berarti tidak signifikan karena lebih tinggi dari 0,05. Sehingga dari hasil uji t dapat dikatakan bahwa partisipasi anggaran secara individual tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Nilai koefisien regresi gaya kepemimpinan sebesar -0,808 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 0,808. Nilai t hitung sebesar -0,565 pada tingkat signifikansi 0,576. Hal ini berarti secara individual komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial karena memiliki tingkat signifikansi di atas nilai = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara individual gaya kepemimpinan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Koefisien regresi interaksi nilai absolut perbedaan variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan (Moderat2) sebesar - 0,015 menunjukkan bahwa setiap penambahan interaksi partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 0,015. Nilai t hitung sebesar 0,221 pada tingkat signifikansi 0,827 yang berarti tidak signifikan karena berada di atas nilai = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan tidak berfungsi sebagai variabel moderating. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis ke tiga (Ha3) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Hal ini berarti kombinasi kesesuaian antaragaya kepemimpinan dan partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial bukanlah kesesuaian terbaik.
Hasil penelitian ini tidak memperoleh dukungan yang signifikan terhadap hipotesis yang menyatakan semakin tinggi tingkat kesesuaian antara gaya kepemimpinan dengan partisipasi penyusunan anggaran, semakin tinggi kinerja manajerial. Tingkat signifikasi yang lebih besar disebabkan oleh adanya factor lainyang lebih dominan, factor tersebut seperti budaya bangsa Indonesia yang masih diwarnai dengan budaya feodalis sehingga memungkinkan partisipasi yang diperankan sebenarnya merupakan pseudopatisipation, kelihatannya berpartisipasi, tetapi pada kenyataannya tidak berpartisipasi (Muslimah, 1998 dalam Wahyudin Nor 2007). Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarno (2005) dan Wahyudin Nor (2007) yang menyatakan bahwa interaksi partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan adalah tidak signifikan. Namun, penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Supomo (2003) dan Mia (1988) yang menemukan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
d. Hasil Uji Regresi Hipotesis 4 (Ha4)
Hipotesis ke empat menyatakan bahwa motivasi berpengaruh
positif dan signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis ke empat dilakukan dengan
menggunakan regresi linier berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F, dan uji statistik t. 1. Hasil uji koefisien determinasi
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran dan gaya kepemimpinan
motivasi dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial. Tabel. 4.14.
Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 4 Model Summary .488a .239 .160 2.720 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Moderat3, Motivasi,
PenyusunanAnggaran a.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil ouput pada tabel 4.14 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,160. Artinya kemampuan variabel penyusunan anggaran, motivasi dan interaksi partisipasi anggaran dan motivasi (Moderat3) dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 16% sedangkan sisanya (100% - 16% = 84%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian. 2.Hasil uji statistik F
Pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran dan motivasi secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.15. Hasil Uji F Hipotesis 4
ANOVAb 67.248 3 22.416 3.029 .045a 214.631 29 7.401 281.879 32 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Moderat3, Motivasi, PenyusunanAnggaran a.
Dependent Variable: KinerjaManajerial b.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.15 menunjukkan nilai F hitung sebesar 3,029 (F hitung lebih kecil dari 4) pada tingkat signifikansi sebesar 0,045 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel partisipasi anggaran, motivasi dan interaksi variabel partisipasi anggaran dan motivasi (Moderat3) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.
3.Hasil uji statistik t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran dan motivasi secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.16. Hasil Uji t Hipotesis 4
Coefficientsa 263.946 87.459 3.018 .005 -9.184 3.409 -5.943 -2.694 .012 -10.648 4.122 -8.070 -2.583 .015 .420 .161 7.546 2.606 .014 (Constant) Motivasi PenyusunanAnggaran Moderat3 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: KinerjaManajerial a.
Sumber: Data primer yang diolah
Koefisien regresi partisipasi anggaran sebesar -10,648 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 10,648. Nilai t hitung sebesar -2,583 pada tingkat signifikansi 0,015 yang berarti signifikan karena lebih rendah dari 0,05. Sehingga dari hasil uji t dapat dikatakan bahwa partisipasi anggaran secara individual berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Nilai koefisien regresi motivasi sebesar -9,184 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 9,184. Nilai t hitung sebesar -2,694 pada tingkat signifikansi 0,012. Hal ini berarti secara individual motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial karena memiliki tingkat signifikansi di bawah nilai = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara individual motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Koefisien regresi interaksi nilai absolut perbedaan variabel partisipasi anggaran dan motivasi (Moderat3) sebesar 0,420 menunjukkan bahwa setiap penambahan interaksi partisipasi
anggaran sebesar 1% akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0,420. Nilai t hitung sebesar 2,606 pada tingkat signifikansi 0,014 yang berarti signifikan karena berada di bawah nilai = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi berfungsi sebagai variabel moderating. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung (Ha4) yang menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi maka penyusunan anggaran dalam kinerja menejerial akan semakin tinggi, sebaliknya motivasi yang rendah akan menurunkan penyusunan anggaran dalam kinerja menejerial. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Supomo (2003) yang menyatakan bahwa interaksi partisipasi anggaran dan motivasi adalah positif dan signifikan. Namun, penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Riyadi (2002) yang menyatakan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
e. Hasil Uji Regresi Hipotesis 5 (Ha5)
Hipotesis ke lima menyatakan bahwa perilaku etis berpengaruh
positif dan signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Pengujian hipotesis ke lima dilakukan dengan
menggunakan regresi linier berganda dengan uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui uji koefisien determinasi, uji statistik F, dan uji statistik t. 1. Hasil uji koefisien determinasi
Pengujian koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa jauh variabel partisipasi anggaran dan perilaku etis dalam
menjelaskan variabel kinerja manajerial. Tabel. 4.17.
Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 5
Model Summary .547a .299 .226 2.611 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Moderat4, PerilakuEtis,
PenyusunanAnggaran a.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil ouput pada tabel 4.17 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,226. Artinya kemampuan variabel penyusunan anggaran, perilaku etis dan interaksi partisipasi anggaran dan perilaku etis (Moderat4) dalam menjelaskan variabel kinerja manajerial hanya sebesar 22,6% sedangkan sisanya (100% - 22,6% = 77,4%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian.
Pengujian signifikansi simultan (uji F) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel partisipasi anggaran dan perilaku etis secara simultan terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.18. Hasil Uji F Hipotesis 5
ANOVAb 84.225 3 28.075 4.119 .015a 197.654 29 6.816 281.879 32 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Moderat4, PerilakuEtis, PenyusunanAnggaran a.
Dependent Variable: KinerjaManajerial b.
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.18 menunjukkan nilai F hitung sebesar 4,119 (F hitung lebih besar dari 4) pada tingkat siakgnifikansi sebesar 0,015 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti variabel partisipasi anggaran perilaku etis dan interaksi variabel partisipasi anggaran dan perilaku etis (Moderat4) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi kinerja manajerial.
b. Hasil uji statistik t
Pengujian signifikansi parameter individual (uji t) dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel partisipasi anggaran dan perilaku etis secara individual (parsial) terhadap variabel kinerja manajerial.
Tabel. 4.19. Hasil Uji t Hipotesis 5
Coefficientsa 74.000 64.457 1.148 .260 -1.184 1.608 -1.168 -.737 .467 -3.029 3.080 -2.296 -.984 .333 .081 .077 2.948 1.056 .300 (Constant) PerilakuEtis PenyusunanAnggaran Moderat4 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: KinerjaManajerial a.
Sumber: Data primer yang diolah
Koefisien regresi partisipasi anggaran sebesar -3,029 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 3,029. Nilai t hitung sebesar -0,984 pada tingkat signifikansi 0,333 yang berarti tidak signifikan karena lebih tinggi dari 0,05. Sehingga dari hasil uji t dapat dikatakan bahwa partisipasi anggaran secara individual tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Nilai koefisien regresi perilaku etis sebesar -1,184 menyatakan bahwa setiap penambahan partisipasi anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 1,184. Nilai t hitung sebesar -0,737 pada tingkat signifikansi 0,467. Hal ini berarti secara individual perilaku etis tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial karena memiliki tingkat signifikansi di atas nilai = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara individual perilaku etis tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Koefisien regresi interaksi nilai absolut perbedaan variabel
partisipasi anggaran dan perilaku etis (Moderat4) sebesar 0,081 menunjukkan bahwa setiap penambahan interaksi partisipasi
anggaran sebesar 1% akan menurunkan kinerja manajerial sebesar 0,081. Nilai t hitung sebesar 1,056 pada tingkat signifikansi 0,300 yang berarti tidak signifikan karena berada di atas nilai = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel perilaku etis tidak berfungsi sebagai variabel moderating. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis ke lima (Ha5) yang menyatakan bahwa perilaku etis tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial. Tidak berpengaruhnya hipotesis ini kemungkinannya adalah para respondennya sebenarnya telah memahami perilaku etis itu sendiri, hanya saja mereka belum dapat melaksanakan perilaku etis itu dengan baik dan benar dalam setiap kerja mereka, sehingga hasil penelitian menjadi tidak sesuai dengan teori yang telah dikemukakan oleh Michael Josephson dalam Hansen dan Mowen (2004:20) yang berpendapat bahwa pemikiran mengenai pengorbanan kepentingan seseorang untuk kebaikan orang lain menghasilkan beberapa nilai inti, yaitu nilai-nilai yang menjelaskan arti dari benar dan salah secara lebih konkret. Sedangkan nilai inti tersebut menghasilkan sepuluh prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam istilah umum yaitu: Kejujuran, Integritas, Pemenuhan janji, Kesetiaan, Keadilan, Kepedulian terhadap sesama, Penghargaan kepada orang lain, Bertanggungjawab, Pencapaian kesempurnan dan Akuntabilitas.
BAB V