• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Analisis Regresi Berganda .1 Nilai Koefisien Determinasi .1 Nilai Koefisien Determinasi

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.4 Hasil Analisis Regresi Berganda .1 Nilai Koefisien Determinasi .1 Nilai Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Koefisien determinasi terletak pada tabel model summaryb pada kolom R Square sesuai Lampiran 5.

Tabel 6.8 Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Fisik, Harga, Proses, Distribusi, Produk, Promosi, Orang b. Dependent Variable: Kept_Mengg_Jasa

Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)

Dari output SPSS pada Tabel 6.8 tersebut dapat dilihat bahwa :

a. Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mendekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,807 yang menunjukkan hubungan yang Sangat Erat antara ketujuh variabel independen bauran pemasaran terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia. Jika nilai R diantara 0,80 – 0,99 maka korelasi sangat erat (Situmorang dan Luthfi, 2011).

b. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,624 . Artinya 62,4% keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia

Sedangkan sisanya yakni 37,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

6.4.2 Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak, seperti terlihat pada Tabel 6.7.

Tabel 6.9 Hasil Uji F

b. Predictors: (Constant), Lingkungan Fisik, Harga, Proses, Distribusi, Produk, Promosi, Orang Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)

Pada Tabel 6.9 dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, alpha 5%

diperoleh nilai Sig sebesar 0,000. Karena nilai Sig lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan menerima Ha. Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara bauran pemasaran terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia.

6.4.3 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh atau tidak secara parsial terhadap variabel dependen maka ditentukan terlebih dahulu standar nilai signifikan pada alpha 5%. Angka signifikan adalah angka yang

Jika Nilai Sig lebih kecil dari 0,05 , maka Ho ditolak, artinya secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui nilai sig dari setiap variabel independen, dapat dilihat pada kolom Sig pada Tabel 6.10.

Tabel 6.10 Hasil Uji t

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)

Berdasarkan Tabel 6.10 , didapat hasil sebagai berikut : a. Persamaan regresi berdasarkan Tabel 6.10 adalah :

Y = -0,236 + 0,450 – 0,112 + 0,356 + 0,156 + 0,159

b. Pada kolom B yang menjadi bagian dari kolom Unstandardized Coefficients

terdapat nilai konstanta sebesar -0,236 , angka ini menunjukkan jika ketujuh variabel bauran pemasaran bernilai 0 maka keputusan menggunakan jasa akan turun sebesar 0,236 satuan. Nilai negatif pada angka konstanta menunjukkan arah korelasi negatif, jika konstanta negatif kemudian nilai variabel X adalah 0 maka nilai variabel Y akan menurun.

c. Pada kolom Sig di Tabel 6.8 diperoleh nilai Sig sebagai berikut : 1. Variabel Produk dengan nilai Sig yakni 0,000.

2. Variabel Harga dengan nilai Sig yakni 0,046 3. Variabel Distribusi dengan nilai Sig yakni 0,000 4. Variabel Promosi dengan nilai Sig yakni 0,036 5. Variabel Orang dengan nilai Sig yakni 0,745.

6. Variabel Proses dengan nilai Sig yakni 0,613.

7. Variabel Lingkungan Fisik dengan nilai Sig yakni 0,035.

d. Nilai Sig dari 5 (lima) variabel independen yakni X1, X2, X3 , X4 dan X7 lebih kecil dari alpha 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa secara parsial atau sendiri-sendiri ada pengaruh signifikan antara variabel produk, harga, distribusi, promosi dan lingkungan fisik terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia.

e. Nilai Sig dari variabel orang (X5) yakni 0,745 nilainya lebih besar dari alpha 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya bahwa secara parsial atau sendiri-sendiri tidak ada pengaruh signifikan antara variabel orang terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia. Orang atau partisipan yang terkait dengan karyawan yang melayani dengan baik dalam proses pembelian hingga ke check-in kemudian pramugari yang selalu ramah selama penumpang berada di pesawat udara. Faktor orang tidak memberikan pengaruh secara parsial karena kondisi layanan yang baik dari karyawan dan pramugari maskapai Garuda Indonesia juga dilakukan oleh maskapai penerbangan yang lain.

f. Nilai Sig dari variabel proses (X6) yakni 0,613 nilainya lebih besar dari alpha 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya bahwa secara parsial atau sendiri-sendiri tidak ada pengaruh signifikan antara variabel proses

terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia.

Standar operasional prosedur dalam mulai dari check in hingga pengambilan bagasi yang dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia juga dilakukan dengan baik oleh maskapai penerbangan lain, hal inilah yang menyebabkan variabel proses tidak memberikan pengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan jasa penumpang Garuda Indonesia.

Berbagai proses layanan yang diberikan kepada penumpang pesawat udara diatur oleh operator bandara yakni PT Angkasa Pura II, sehingga layanan yang diberikan cenderung sama pada tiap maskapai penerbangan.

g. Variabel dengan pengaruh paling dominan adalah variabel produk (X1) dengan nilai koefisien terbesar yakni 0,450. Pengaruh yang dominan dari variabel produk menunjukkan bahwa penumpang Garuda Indonesia dalam memutuskan menggunakan jasa Garuda Indonesia memprioritaskan keamanan penerbangan, ketepatan waktu dan berbagai fasilitas yang diberikan.

h. Faktor yang paling kecil pengaruhnya adalah harga (X2) dengan nilai koefisien 0,112 , hal ini menunjukkan bahwa pengaruh dari tarif atau tiket maskapai Garuda Indonesia tidak lebih besar dibanding faktor lain, namun hal ini tetap harus menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam menentukan besaran tarif penerbangan agar daya beli pelanggan tidak berpengaruh besar.

i. Harga merupakan variabel yang berkorelasi negatif terhadap keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia, jika harga diturunkan

maka keputusan menggunakan jasa Garuda Indonesia akan meningkat, demikian juga sebaliknya.

j. Pada Tabel 6.11 diuraikan urutan dari lima variabel yang mempengaruhi keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia.

Tabel 6.11 Urutan Variabel Independen yang Paling Berpengaruh

No Variabel Nilai Koefisien

1 Produk (X1) 0,450

2 Distribusi (X3) 0,356

3 Promosi (X4) 0,165

4 Lingkungan Fisik (X7) 0,159

5 Harga (X2) 0,112

Sumber : Hasil Penelitian Data, 2015

6.5 Pembahasan

Hasil analisis regresi berganda menunjukkan, 5 (lima) dari 7 (tujuh) variabel independen mempengaruhi keputusan menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia. Berikut ini diuraikan hasil pembahasan dari tiap variabel yang berpengaruh berdasarkan urutan pada Tabel 6.11.

Dokumen terkait