• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

F. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda adalah analisis tentang hubungan antara satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel independen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan (X1) dan pelatihan (X2). Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kinerja pegawai (Y).

Tabel 4.10

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 28 Tahun 2021

Berdasarkan tabel diatas maka persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut:

Y= 22.241 + 0,408X1 + 0.495X2 + e

Persamaan hasil regresi linear berganda diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Nilai konstanta sebesar 22.241 dinyatakan bahwa apabila variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) dianggap tetap atau konstan maka nilai kinerja akan mengalami kenaikan sebesar 22.241.

2. Nilai b1 adalah 0,408 mempunyai makna jika variabel pendidikan (X1) meningkat sebesar 1 satuan maka akan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 0,408 satuan kinerja. Hal tersebut menunjukkan

bahwa variabel pendidikan yang diterapkan berpengaruh positif pada kinerja pegawai di kantor bupati kabupaten Gowa, sehingga semakin baik penerapan pendidikan maka kinerja pegawai semakin meningkat.

3. Nilai b2 adalah 0,495 artinya jika variabel pelatihan (X2) meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel pendidikan (X1) dan konstanta adalah 0 (nol), maka kinerja pegawai pada bagian kantor bupati kabupaten Gowa meningkat sebesar 0,495 satuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel pelatihan yang diterapkan berpengaruh positif pada kinerja pegawai di bagian kantor bupati kabupaten Gowa, sehingga semakin baik penerapan pelatihan maka kinerja pegawai semakin meningkat.

G. Pengujian Hipotesis 1. Uji Parsial (t)

Uji t atau parsial dimana untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan tabel 4.10 di atas dapat disimpulkan bahwa mengenai uji hipotesis dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pengaruh variabel pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) Berdasarkan hasil olah data SPSS pada tabel 4.10, menunjukkan bahwa nilai T hitung variabel pendidikan (X1) sebesar 2,194. Karena nilai T hitung 2,194 > nilai T tabel 2.026, kemudian nilai signifikasinya 0,035 < 0,05 maka berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji T dapat disimpulkan bahwa

hipotesis pertama diterima. Artinya pendidikan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y).

b. Pengaruh variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) Pada variabel pelatihan (X2) nilai T hitung sebesar 2.943 dan nilai signifikasinya sebesar 0,006. Karena nilai T hitung sebesar 2,943 > nilai T tabel 2.026, kemudian nilai signifikasinya 0,006 <

0,05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji T dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Artinya pelatihan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y).

2. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji Koefisien korelasi digunakan untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independent pendidikan dan pelatihan (X) terhadap variabel dependen kinerja pegawai (Y). Nilai koefisien determinasi ditentukan denga nilai R square sebagaimana dapat dilihat pada tabel 4.12:

Tabel 4.11

Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Pelatihan (X2), Pendidikan (X1) b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 28 Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai R Square sebesar 0,200. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat

adalah sebesar 20% sisanya 80% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

3. Uji Simultan (Uji F)

Tabel 4.12 Hasil Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 22.997 2 11.498 4.619 .016b

Residual 92.103 37 2.489

Total 115.100 39

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y)

b. Predictors: (Constant), Pelatihan (X2), Pendidikan (X1)

Sumber: Data di olah Tahun 2021

Berdasarkan hasil olah data SPSS pada table 4.12, menunjukkan bahwa tingkat signifikansinya sebesar 0,016 < 0,05, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa pendidikan dan Pelatihan diuji secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi mengenai kinerja pegawai.

Berdasarkan output tabel 4.13 ANOVA SPSS, diketahui nilai F hitung sebesar 4.619 Karena nilai F hitung 4.619 > F tabel 3,24, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga diterima atau dengan kata lain X1 pendidikan dan X2 Pelatihan secara simultan berpengaruh terhadap Y (performance individual).

H. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan metode statistik bahwa dilihat secara simultan keseluruhan variabel independen yaitu pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap variabel dependen kinerja pegawai dan pengujian secara parsial pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Bupati Kabupaten Gowa. Adapun penjelasan dari masing-masing pengaruh variabel, sebagai berikut:

1. Pengaruh Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai

Berdasarkan hasil output SPSS menunjukkan bahwa hipotesis pertama yaitu pengaruh pendidikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil output SPSS tersebut, dapat dilihat bahwa variabel X1 memiliki nilai koefisiensi sebesar 0,408 bernilai positif (+) yang artinya variabel pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja. Selain itu variabel pendidikan memiliki t hitung sebesar 2,194 dan lebih besar dari t tabel 2,026 serta tingkat signifikansinya yaitu 0,035 atau kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel pendidikan menunjukkan pengaruh terhadap kinerja pegawai. Hal ini berarti bahwa pendidikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai diterima.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Mirandah Diah Ratnasari (2018) menunjukkan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dikarenakan pendidikan memberi bekal pemahaman secara teoritis terhadap suatu pekerjaan sehingga karyawan dapat lebih mudah memahami tugasnya ditempat kerja.

Hasil dari tanggapan responden bahwa pendidikan tentu saja dapat

meningkatkan suatu kinerja seorang pegawai, proses pendidikan yang dijalankan tentu saja merupakan suatu kewajiban yang harus diikuti oleh individu pada kantor Bupati Kabupaten Gowa karena dalam tahapan ini seorang pagawai dapat memperoleh dan menambah pemahaman dari beberapa aspek penting dalam setiap pekerjaan yang ia lakukan dengan harapan setelah menempuh pendidikan tiap-tiap individu dapat meningkatkan kemampuan kinerjanya.

Selain itu hal ini sejalan pada tanggapan responden yang mayoritas setuju dengan pernyataan yang terdapat pada kuesioner yang diajukan dan merupakan indikator-indikator terhadap pendidikan, jika suatu aktifitas-aktifitas pendidikan yang telah terencana dengan baik berjalan dengan lancar tentu saja akan menjadi kesuksesan tersendiri bagi individu yang mengikuti pendidikan tersebut agar mampu meningkatkan kinerja dalam pekerjaannya.

2. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai

Berdasarkan hasil output SPSS menunjukkan bahwa hipotesis kedua yaitu pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai pada kantor Bupati Kaupaten Gowa, selanjutnya dapat dilihat bahwa variabel X2 (pelatihan) memiliki nilai koefisiensi sebesar 0,495 bernilai positif (+) yang artinya variabel pelatihan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Selain itu variabel pelatihan memiliki t hitung 2,943 dan lebih besar dari t tabel 2,026 serta tingkat signifikasinya yaitu

0,006 atau kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel pelatihan menunjukkan pengaruh terhadap kinerja pegawai diterima.

Adapun penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Subandi (2016) menunjukkan pengaruh pendidikan dan pelatihan (Diklat) terhadap kompetensi pegawai. pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Dalam hal ini apabila pelatihan pegawai dapat diterapkan dengan baik maka akan berdampak pada peningkatan kinerja pegawai. Selain itu hasil penelitian terlihat pada tanggapan responden yang mayoritas setuju dengan pernyataan yang terdapat pada kuesioner yang diajukan dan merupakan indikator-indikator dalam pelatihan.

Pelatihan seseorang tidaklah hanya sekedar ikut-ikutan dengan rekan kerja, akan tetapi bagai mana tiap-tiap individu dapat meningkatkan kemampuan kinerjanya sendiri.

3. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan output SPSS menunjukkan bahwa hipotesis ketiga yaitu pengaruh pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Bupati Kabupaten. Hal ini ditunjukkan dengan uji ANOVA atau uji F hitung sebesar 4,619 atau lebih besar dari F tabel yaitu 3,24. Selain itu tingkat signifikasi F hitung kurang (<) dari 0,05 yaitu 0,016. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen (Pendidikan dan Pelatihan) secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen (kinerja pegawai).

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Riza Rezita (2015) dengan judul pengaruh pendidikan dan pelatihan (Diklat) terhadap kinerja pegawai pada Badan Perpustakaan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (BPAD DIY). Selain itu hal ini terlihat pada tanggapan responden yang mayoritas setuju dengan pernyataan yang terdapat pada kuesioner yang diajukan dan merupakan indikator-indikator pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja, jika semakin baik suatu pendidikan yang ditempuh dan pelatihan yang dijalani maka akan semakin berpengaruh tehadap kinerja pegawai.

BAB V

Dokumen terkait