a. Proses Pengangkutan Tebu
4.2 Hasil Analisis Sistem Transportasi Berorientasi Objek
Analisis sistem merupakan merupakan tahapan penting yang dilakukan saat merancang sistem sebelum akhirnya melakukan programing. Analisis sistem pada program transportasi yang dibuat akan dilakukan dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). UML digunakan dalam pengembangan sistem informasi karena UML merupakan bahasa standar yang umum digunakan untuk memvisualisasikan suatu rancangan sistem informasi. Pada analisis program transportasi ini terdapat tiga macam diagram UML yang dapat mewakili pemodelan sistem transportasi yang akan dibuat, yaitu activity diagram, class diagram, dan statechart diagram. Pembuatan diagram dilakukan dengan menggunakan peranti lunak CASE Tool Sybase Power Designer 16.0.
4.2.1 Diagram Aktivitas (Activity Diagram)
Diagram aktivitas merupakan diagram alir untuk menganalisis aliran kerja atau aktifitas di dalam sistem. Kelebihan diagram aktivitas dibandingkan dengan diagram alir biasa adalah adanya dukungan konkurensi (pelaksanaan aktivitas secara bersama), pengiriman pesan dan swimlane (pelaku aktivitas). Contoh dari diagram aktivitas dapat dilihat pada Gambar 17, dimana aktivitas dalam diagram
Data Rencana Tebang
<<include>>
<<extend>>
Report Jadwal Transportasi Jadwal Trasnportasi dan Kebutuhan Truk
Mandor Kepala Penebangan Proses Penjadwalan
dan Penentuan Rute Hitung Jumlah Kebutuhan Truk
Cetak Report Penjadwalan
direpresentasikan dengan bentuk bujur sangkar bersudut tidak lancip yang di dalamnya berisi langkah – langkah apa saja yang terjadi dalam aliran kerja. Terdapat sebuah keadaan mulai (start state) yang menunjukan dimulainya aliran kerja dan sebuan keadaan selesai (end state) yang menunjukan akhir diagram, serta titik keputusan yang direpresentasikan oleh belah ketupat. Dalam diagram aktivitas terdapat simbol swimlane sebagai tanda pelaku aktivitas dalam sistem. Setiap aktivitas yang terjadi digambarkan pada swimlane pelaku aktivitas yang bersangkutan.
Gambar 17. Diagram Aktivitas Penjadwalan Transportasi
Dari diagram aktivitas untuk penjadwalan transportasi pada Gambar 17, diketahui bahwa terdapat empat pelaku aktivitas yang berinteraksi dengan sistem, yaitu Kepala Penebangan, Sinder, Mandor dan Canetrans sendiri. Masing-masing aktivitas objek dibatasi oleh swimlane yang diberi nama sesuai dengan pelaku aktivitasnya. Proses log in dilakukan oleh Kepala Penebangan, Sinder, dan Mandor, maka dari itu proses log in ini digambarkan pada swimlane ketiga pelaku tersebut, sedangkan proses verifikasi login dilakukan oleh Canetrans sehingga proses verifikasi digambarkan pada swimlane Canetrans. Lampiran 2 dan Lampiran 3 memberikan diagram aktivitas dari program Canetrans yang sudah dibuat.
4.2.2 Diagram Kelas (Class Diagram)
Diagram kelas digunakan untuk menampilkan kelas – kelas atau paket – paket di dalam sistem dan relasi yang terjadi antara kelas – kelas tersebut. Diagram ini memberikan Gambaran secara statis sebuah sistem sebagai sebuah obyek seperti di kehidupan nyata. Obyek didefinisikan sebagai konsep
abstraksi atau sesuatu yang dianggap memiliki arti bagi sebuah sistem. Obyek dapat berupa kata benda seperti orang, hewan, tumbuhan, komputer, printer ataupun entitas-entitas konseptual seperti rumus, dan sebagainya. Diagram kelas merupakan diagram yang sangat membantu dalam penyusunan program karena memlalui diagram ini struktur dari program yang akan dibuat dapat diketahui sebelum penulisan kode program (coding) dan membantu untuk memastikan bahwa program yang akan dibuat merupakan rancangan yang terbaik.
Suatu diagram kelas biasa disusun atas beberapa obyek (kelas). Kelas merupakan sebuah kategori yang menyimpan informasi atau atribut dan perilaku. Pada dasarnya, diagram kelas merupakan hal yang membedakan antara pendekatan terstruktur dan pendekatan berorientasi obyek. Pendekatan terstruktur (tradisional) dibangun dengan ide dasar bahwa informasi akan disimpan pada basis data dan perilaku pengolahnya akan dilakukan pada aplikasi (program). Sedangkan dalam pendekatan berorientasi objek adalah terjadinya penggabungan informasi dan perilaku pengolah informasi, lalu menyimpan keduanya dalam sebuah kategori (obyek) yang disebut dengan kelas. Gambar 18 merupakan contoh dari diagram kelas yang telah dibuat.
Gambar 18. Diagram Kelas Program Penjadwalan Transportasi
Dalam UML, kelas dapat dilihat melalui notasinya yang memiliki bentuk kotak, seperti yang ditunjukan pada Gambar 18. Bagian atas pada notasi kelas digunakan sebagai nama kelas. Bagian tengah digunakan untuk mendeklarasikan atribut atau informasi yang berkaitan dengan nama kelas. Sedangkan bagian bawah pada notasi kelas digunakan untuk mendeklarasikan sebuah operasi (perilaku) pada kelas tersebut. Lampiran 4 memberikan class diagram yang telah dibuat.
4.2.3 Diagram Status (Statechart Diagram)
Diagram status merupakan diagram yang menggambarkan analisis tahapan-tahapan dan scenario yang dilakukan sistem terhadap aktivitas-aktivitas yang dilakukan pengguna terhadap sistem. Fokus diagram ini terdapat pada transisi dari satu tahap ke tahap lain pada sistem. Pada diagram ini hanya boleh memiliki satu start state (initial state) dan boleh memiliki satu atau lebih dari satu stop states (final state). Gambar 19 menyajikan diagram status untuk log in untuk peenjadwalan transportasi.
data departemen penebangan
penj adwal an 0..1 data rencana tebang
0..* j adwal rencana tebang
0..1 data rencana tebang
0..* l og i n penebangan j adwal trasnportasi 0..1 l og i n penebangan 0..* data tebang
Penj adwal an dan rute
0..1 data penj adwal an
0..* l og i n mandor data mandor Data User -i d_user user_name password : i nt : Stri ng : Stri ng + + + l og_i n () l og_out () i nput_data () : voi d : voi d : voi d mandor -Id Mandor nama mandor : i nt : char + si mpan data () : voi d
Data Dept.penebangan -i d dept.penebangan user name password : i nt : Character : i nt Rencana T ebang -peri odetebang hari tanggal bul an tahun nama kavl i ng nomor petak j uml ah tebang si nder mandor cuaca j arak waktu tempuh : i nt : Number : Number : Number : Number : char : Number : Number : char : char : char : Number : Number + + + + + + + si mpan data () hapus data () edi t data () update data () cek j arak () cek waktu tempuh () cetak report () : voi d : voi d : voi d : voi d : voi d : voi d : voi d T ransaksi -i d_transaks-i i d_tebang i d_kebun tri p j eda waktu tempuh : i nt : i nt : i nt : i nt : i nt : i nt + + si mpan data () cetak data () : voi d : voi d
Gambar 19. Diagram Status Log In Program Penjadwalan Transportasi
Dalam diagram status terdapat notasi state yang memiliki bentuk kotak. Notasi tersebut digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang mungkin dialami oleh suatu obyek. Notasi state dapat berisikan lima tipe informasi, yaitu aksi do, aksi entry, aksi exit, kejadian, atau histori keadaan (state). Aksi do adalah perilaku obyek yang dilakukan pada saat obyek tersebut berada dalam keadaan tertentu. Aksi entry adalah perilaku yang terjadi dimana suatu obyek sedang bertransisi memasuki sebuah keadaan (state) teretentu. Aksi exit merupakan perilaku dimana obyek akan bertransisi keluar dari suatu keadaan (state) tertentu.
Selain notasi dari state, diagram status memiliki notasi lainnya yang disebut dengan transisi yang diberi notasi berupa garis panah. Transisi adalah sebuah pergerakan dari suatu keadaan (state) menuju keadaan (state) lainnya. Kumpulan transisi – transisi pada sebuah diagram memperlihatkan bagaimana suatu obyek bergerak dari suatu keadaan menuju keadaan lainnya. Lampiran 5, Lampiran 6, dan Lampiran 7 memberikan statechart diagram yang telah dibuat.