• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Hasil Analisis Statistik

H0 : tidak ada hubungan atau perbedaan antara dua variabel (p >0,05) H1 : ada hubungan atau perbedaan antara dua variabel (p < 0,05)

Dalam diagram batang untuk memudahkan membaca, penilaian sangat tidak puas dan tidak puas digabungkan menjadi tidak puas, puas dan sangat puas digabungkan menjadi puas.

Tabel 4.5 uji Wilcoxon perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum dan saat pandemi

N Mean

Rank

Sum of rank

p-value

Saat-sebelum pandemi

Negatif ranks 73𝑎 63,65 4646,50

0,000 Positif ranks 37𝑏 39,42 1458,50

Ties 22𝑐

Total 132

Dari tabel diatas didapatkan p-value=0,000 ( P<0,05) maka yang berarti H0 ditolak (ada perbedaan penilaian kepuasan pasien berobat kedokter sebelum dan saat pandemi). Sehingga dari hasil bahwa negatif rank N=73 yang berarti sebanyak 73 orang mengalami penurunan kepuasan dari sebelum pandemi ke saat pandemi.

Sedangkan hasil positif rank N=37 yang berarti sebanyak 37 orang mengalami peningkatan kepuasan dari sebelum pandemi ke saat pandemi. Hasil nilai ties N=22 yang berarti sebanyak 22 orang memiliki nilai kepuasan yang sama dari sebelum pandemi dan saat pandemi.

Tabel 4.6 uji statistik deskriptif perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum dan saat pandemi

Sebelum Pandemi Saat Pandemi

Minimum 2,45 1,42

Maximum 5 5

Mean 4,1 3,76

Median 4 3,83

Variance 0,39 0,81

Dari tabel diatas bahwa nilai minimum kepuasan pasien sebelum pandemi adalah 2,45 dan saat pandemi 1,42. Nilai maximum kepuasan pasien sebelum pandemi adalah 5 dan saat pandemi 5. Nilai mean atau rata-rata kepuasan pasien sebelum pandemi adalah 4,1 sedangkan saat pandemi nilai mean yaitu 3,76. Nilai median atau nilai tengah kepuasan pasien sebelum pandemi adalah 4 sedangkan saat pandemi adalah 3,83. Nilai variansi atau variance kepuasan pasien sebelum pandemi adalah 0,39 sedangkan saat pandemi adalah 0,81.

Tabel 4.7 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan jenis kelamin

1 4

36

1

16

74

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

PRIA WANITA (3,1%)

(12,1%)

(27,3%)

(56%) P-value : 0,361

(0,75%) (0,75%)

Jumlah:

Pria : 41 orang Wanita : 91 orang

Tabel 4.8 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan jenis kelamin

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.5 dan tabel 4.6 menggunakan uji chi-square, pada penilaian pasien berobat kedokter sebelum pandemi didapatkan nilai p-value = 0,361 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara jenis kelamin pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Pada penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi didapatkan nilai p-value = 0,060 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara jenis kelamin pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Tetapi berdasarkan hasil pria dan wanita lebih tidak puas saat pandemi.

Menurut (Notosutardjo, 1999) bahwa umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penghasilan atau pekerjaan pasien tidak terdapat suatu hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Maka pada hasil penelitian ini sesuai dengan hasil paenelitian (Notosutardjo, 1999).

4 8

29

7

26

58

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

PRIA WANITA

Jumlah:

Pria : 41 orang Wanita : 91 orang

(3,1%) (5,3%) (6,1%)

(19,7%) (21,9%)

(44%)

P-value : 0,060

Tabel 4.9 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan umur

Tabel 4.10 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan umur

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.7 dan tabel 4.8 menggunakan uji chi-square, pada penilaian pasien berobat kedokter sebelum pandemi didapatkan nilai p-value = 0,110 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau

1

19

91

1 1

19

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

≤ 40 tahun ≥ 40 tahun

(0,75%) (0,75%) (0,8%)

(14,4%)

(68,9%)

(14,4%)

P-value : 0,110

Jumlah:

≤ 40 tahun : 111 orang

≥40 tahun : 21 orang

10

25

76

1 9 11

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

≤ 40 tahun ≥ 40 tahun

P-value : 0,345

Jumlah:

≤ 40 tahun : 111 orang

≥40 tahun : 21 orang

(6,8%) (18,9%)

(0,8%) (7,6%)

(57,6%)

(8,3%)

hubungan antara umur pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Pada penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi didapatkan nilai p-value = 0,345 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara umur pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Tetapi berdasarkan hasil umur ≤40 tahun lebih puas sebelum pandemi daripada pandemi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Resmisari,2008). Menurut (Resmisari,2008) bahwa pasien berumur tua merasa lebih puas dibandingkan pasien berumur muda dikarenakan pasien berumur tua lebih sering memanfaatkan waktu untuk mengetahui keaadanya dengan cara bertanya kepadan petugas kesehatan sehingga kebutuhan dan pemahaman kesehatannya terpenuhi. Sedangkan pasien yang berumur muda lebih banyak berharap dan menuntut terhadap pelayanan yang diterima.

Tabel 4.11 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan pendidikan akhir

0 1 6

1

14

64

0 5

33

1 0 7

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

SMP SMA/SLTA S1/Mahasiswa S2

P-value : 0,080

Jumlah:

SMP: 7 orang SMA/SLT A: 79 orang S1/Mahasi swa: 38 orang S2: 8 orang (4,5%)

(48,5%)

(25%)

(5,3%) (0,8%)

(0,75%) (0,75%)

(10,6%) (3,8%)

Tabel 4.12 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan pendidikan akhir

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.9 dan tabel 4.10 menggunakan uji chi-square, pada penilaian pasien berobat kedokter sebelum pandemi didapatkan nilai p-value = 0,080 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara pendidikan akhir pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Pada penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi didapatkan nilai p-value = 0,000 (p <0,05), maka yang berarti H0 ditolak (ada perbedaan atau hubungan antara pendidikan akhir dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Tetapi berdasarkan hasil pada saat pandemi pasien yang pendidikan akhir SMP, SMA/SLTA, S1/Mahasiswa lebih banyak tidak puas dibandingkan sebelum pandemi.

Hasil penelitian ini tidak sama dengan hasil penelitian (Lumenta, 1989).

Menurut (Lumenta, 1989) semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin banyak harapan dan tuntutannya terutama pada pelayanan kesehatan.

4 5 1 2

19

55

2 8

28

0 6

2 0

22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

SMP SMA/SLTA S1/Mahasiswa S2

P-value : 0,000

Jumlah:

SMP: 7 orang SMA/SLT A: 79 orang S1/Mahasi swa: 38 orang S2: 8 orang (0,8%)

(1,5%) (4,05%) (3,05%)

(14,4%)

(6,1%)(4,5%)

(1,5%) (1,5%)

(41,7%)

(21,2%)

Tabel 4.13 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan pekerjaan

Tabel 4.14 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan pekerjaan

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.11 dan tabel 4.12 menggunakan uji chi-square, pada penilaian pasien berobat kedokter sebelum pandemi didapatkan nilai

1 5

38

1

14

72

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

Bekerja Tidak Bekerja

P-value : 0,558

Jumlah:

Bekerja: 44 orang

Tidak Bekerja:

88 orang

(0,75%) (0,75%) (3,8%)

(11,4%)

(28,7%)

(54,6%)

4

17 23

7

17

64

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

Bekerja Tidak Bekerja

P-value : 0,044

Jumlah:

Bekerja: 44 orang

Tidak Bekerja:

88 orang

(5,3%) (3,1%)

(12,9%) (12,9%) (17,4%)

(48,5%)

p-value = 0,558 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara pekerjaan pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Pada penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi didapatkan nilai p-value = 0,044 (p <0,05), maka yang berarti H0 ditolak (ada perbedaan atau hubungan antara pekerjaan dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Tetapi berdasarkan hasil pada saat pandemi pasien yang berstatus bekerja dan tidak bekerja lebih tidak puas dibandingkan sebelum pandemi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Hidayati,et al., 2014).

Menurut (Hidayati,et al., 2014) apapun status pekerjaan pasien mempunyai ekspetasi yang sama dari pelayanan yang diterimanya saat berobat, karena komunikasi yang dilakukan dokter secara baik dan tidak ada membedakan pasien satu dengan pasien lain maka pasien yang bekerja maupun tidak bekerja merasakan suatu kepuasan yang sama.

Tabel 4.15 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan Tempat tinggal

0 4

23

0

9

42

1 1

25

1 6

20

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

Kec. Medan Selayang Kec. Medan Baru Kec. Medan Johor Kec. Medan Sunggal (0,8%)

(0,75%)

(0,75%) (3,1%)(6,8%) (4,5%)

(17,4%) (31,8%)

(18,9%) (15,2%)

P-value : 0,253 Jumlah:

Kec. Medan Selayang: 27 orang Kec. Medan Baru: 51 orang Kec. Medan Johor: 27orang Kec. Medan Sunggal: 27 orang

Tabel 4.16 Nilai kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan Tempat tinggal

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.13 dan tabel 4.14 menggunakan uji chi-square, pada penilaian pasien berobat kedokter sebelum pandemi didapatkan nilai p-value = 0,253 (p >0,05), maka yang berarti H0 diterima (tidak ada perbedaan atau hubungan antara tempat tinggal pasien dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter). Pada penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi didapatkan nilai p-value = 0,001 (p <0,05), maka yang berarti H0 ditolak (ada perbedaan atau hubungan antara tempat tinggal dengan penilaian tingkat kepuasan pasien berobat kedokter).

Sehingga pada tabel 4.14 dapat dilihat bahwa pasien yang tinggal di Kecamatan Medan Baru dan Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Sunggal penilaian tingkat kepuasan yang terendah adalah tidak puas sedangkan pasien yang tinggal di Kecamatan Medan Selayang penilaian kepuasan yang terendah adalah netral. Sehingga menurut peneliti bahwa perbedaan penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi berdasaarkan tempat tinggal karena suatu perbedaan sosial, budaya (tradisi) dan ekonomi di lingkungannya.

0

10 17

1

11

39

2 3

22

8 10 9

0 22 44 66 88 110 132

Tidak Puas Netral Puas

PENILAIAN

Kec. Medan Selayang Kec. Medan Baru Kec. Medan Johor Kec. Medan Sunggal

(6,1%) (8,3%)

(2,3%)

(7,6%) (12,9%) (29,5%)

(16,7%) (6,8%)

P-value : 0,001 Jumlah:

Kec. Medan Selayang: 27 orang Kec. Medan Baru: 51 orang Kec. Medan Johor: 27orang Kec. Medan Sunggal: 27 orang (0,8%) (1,5%) (7,6%)

Tabel 4.17 penilaian kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan jawaban kuesioner

Penilaian Sangat

Tidak Puas

Tidak

Puas Netral Puas Sangat Puas

N N N N N

1. Bagaimana kepuasan anda terhadap keramahan dokter dalam melayani anda berobat

0 2

terhadap persyaratan berobat yang harus dipenuhi sebelum bertemu dokter terhadap kewajiban menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum bertemu dokter

0 4 terhadap jadwal dan kesiagaan dokter di tempat praktek

0 12

terhadap pengukuran tekanan darah anda oleh dokter

0 4

terhadap pemeriksaan fisik (penggunaan stetoskop dan lain-lain) oleh dokter untuk mengetahui penyakit anda

0 3 terhadap penjelasan penyakit anda oleh dokter

1

terhadap keiinginan tahu dokter tentang riwayat penyakit anda sebelumnya (misalnya alergi obat)

2 terhadap penjelasan keberhasilan

0 3

pengobatan (pantangan, anjuran, cara penggunaa obat dan lain-lain) 10. Bagaimana kepuasaan anda terhadap tarif dokter yang diberikan kepada anda

0 5

terhadap kenyamanan di tempat praktek dokter tersebut

0 2

Tabel 4.18 penilaian kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan jawaban kuesioner

Penilaian Sangat

Tidak Puas

Tidak

Puas Netral Puas Sangat Puas

N N N N N

1. Bagaimana kepuasan anda terhadap keramahan dokter dalam melayani anda berobat

2

terhadap persyaratan berobat yang harus dipenuhi sebelum bertemu dokter terhadap kewajiban menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum bertemu dokter

4 terhadap jadwal dan kesiagaan dokter di tempat praktek

13

terhadap pengukuran tekanan darah anda oleh dokter

0 14

terhadap pemeriksaan fisik (penggunaan stetoskop dan lain-lain) oleh dokter untuk mengetahui penyakit anda

6

7. Bagaimana kepuasan anda terhadap penjelasan penyakit anda oleh dokter

4

terhadap keiinginan tahu dokter tentang riwayat penyakit anda sebelumnya (misalnya alergi obat)

5 terhadap penjelasan keberhasilan pengobatan (pantangan, anjuran, cara penggunaa obat dan lain-lain)

2

10. Bagaimana kepuasaan anda terhadap tarif dokter yang diberikan kepada anda

8

terhadap kenyamanan di tempat praktek dokter tersebut

1

terhadap protokol kesehatan COVID-19 yang diterapkan pada semua pasien yang berobat kedokter

6 pertanyaan kepuasan sebelum pandemi dan 12 pertanyaan kepuasan saat pandemi.

Berdasarkan tabel 4.15 dan tabel 4.16 didapatkan bahwa penilaian kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi adalah puas dengan nilai rata-rata 4,1.

Sedangkan penilaian pasien berobat kedokter saat pandemi adalah netral dengan rata-rata 3,7 yang berarti ada penurunan suatu kepuasan pasien.

Pada tabel 4.15 kelompok penilaian kepuasan pasien sebelum sangat tidak puas paling banyak di no.8 sebanyak 2 orang (1,5%) dalam gambaran kepuasan pasien terhadap keiinginan tahu dokter tentang riwayat penyakit pasien sebelumnya (misalnya alergi obat). Kemudain pada penilaian tidak puas paling banyak di no.4 sebanyak 12 orang (9,1%) dalam gambaran terhadap jadwal dan kesiagaan dokter di tempat praktek. Pada penilaian netral paling banyak di no.10 sebanyak 46 orang (34,8%) dalam gambaran terhadap tarif dokter yang diberikan kepada pasien. pada

penilaian puas paling banyak di no.7 sebanyak 62 orang (47%) dalam gambaran terhadap penjelasan penyakit pasien oleh dokter. Sedangkan pada penilaian sangat puas paling bayak di no.3 sebanyak 60 orang (45,5%) dalam gambaran kewajiban menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum bertemu dokter.

Pada tabel 4.16 kelompok penilaian kepuasan pasien berobat saaat pandemi sangat tidak puas paling banyak di no.4 sebanyak 13 orang (9,8%) dalam gambaran kepuasan pasien terhadap jadwal dan kesiagaan dokter di tempat praktek.

Kemudain pada penilaian tidak puas paling banyak di no.2 sebanyak 22 orang (16,7%) dalam terhadap persyaratan berobat yang harus dipenuhi sebelum bertemu dokter. Pada penilaian netral paling banyak di no.2, no.4 dan no.8 sebanyak 32 orang dalam gambaran terhadap persyaratan berobat yang harus dipenuhi sebelum bertemu dokter, jadwal dan kesiagaan dokter di tempat praktek, keiinginan tahu dokter tentang riwayat penyakit pasien sebelumnya (misalnya alergi obat) . pada penilaian puas paling banyak di no.1, no. 5 dan no.7 sebanyak 53 orang dalam gambaran terhadap keramahan dokter dalam melayani pasien berobat, pengukuran tekanan darah pasien oleh dokter, penjelasan penyakit pasien oleh dokter.

Sedangkan pada penilaian sangat puas paling bayak di no.3 sebanyak 52 orang (39,4%) dalam gambaran kewajiban menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum bertemu dokter.

Hasil penelitian pada tabel 4.15 didapatkan nilai rata-rata 4,1 yang berarti tingkat kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi berdasarkan jawaban kuesioner dalam kategori puas. Sedangkan pada hasil penelitian pada tabel 4.16 didapatkan nilai rata-rata 3,7 yang berarti tingkat kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi berdasarkan jawaban kuesioner dalam kategori netral yang berarti ada suatu penurunan tingkat kepuasan dari sebelum pandemi.

43 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN

1. Tingkat kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi dengan nilai rata-rata sebesar 4,1 sedangkan tingkat kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi dengan nilai rata-rata 3,76. Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi dan saat pandemi.

2. Pada aspek jenis kelamin, usia, pendidikan akhir, status pekerjaan dan tempat tinggal di tingkat kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi secara statistik tidak berbeda yang bermakna. Sedangkan pada aspek pendidikan akhir, status pekerjaan dan tempat tinggal di tingkat kepuasan pasien berobat kedokter saat pandemi secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna.

5.2 SARAN

1. Diharapkan pelayanan kesehatan mendapatkan informasi dan manfaat dari penelitian ini dengan tentang perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi dan saat pandemi untuk lebih ditingkatkan pelayannya.

2. Diharapkan peneliti yang akan datang dapat mengembangkan penelitian ini terkhususnya perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi dan saat pandemi.

44

DAFTAR PUSTAKA

Bosmuller, H., Traxler, S., Bitzer, M., Haberle, H., Raiser, W., Nann, D., Frauenfeld, L., Vogelsberg, A., Klingel, K. & Fend, F. 2020, ‘The Evolution Of Pulmonary Pathology In Fatal COVID-19 Disease: An Autopsy Study With Clinical Correlation’, Virchows Archiv, accessed 2 Juni 2021, Available at: https://doi.org/10.1007/s00428-020-02881-x

Purba, B.R. & Rosenta, M. 2020, ‘Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Puskesmas Saribudolok Kabupaten Simalungun’, accessed 26 mei 2021, Available at: . http://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/4803

Burhan, E., Susanto, A.D., Isbaniah, F., Nasution, S.A., Ginanjar, E., Pitoyo, C.W., Susilo, A. Firdaus, I., Santoso, A., Juzar, D.A., Arif, S.K., Wulung, N.G., Muchtar, F., Pulungan, A.B., Sjakti, H.A., Prawira, Y. & Putri, N.D. 2020,

‘Pedoman Tatalaksana COVID-19’, accessed 30 mei 2021, ISBN: 978-623-92964-9-0

Cennimo, D.J. 2021, ‘Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)’, Medscape,

accessed 31 Mei 2021, Available at:

https://emedicine.medscape.com/article/2500114-overview#showall Chan, K.H. Lim, S.L., Damati, A., Maruboyina, S.P., Bondili, L., Hanoud, A.A. &

Slim, J. 2020, ‘Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) And Ischemic Colitis: An Under-Recognized Complication’, American Journal of Emergency Medicine, accessed 2 juni 2021, Available at:

https://doi.org/10.1016/j.ajem.2020.05.072

Foldi, M., Farkas, N., Kiss, S., Zadori, N., Vancsa, S., Szako, L., Dembrovszky, F., Solymar, M., Bartalis, E., Szakacs, Z., Hartmann, P., Par, G., Eross, B., Molnar, Z., Hegyi, P. & Szentesi, A. 2020, ‘Obesity Is A Risk Factor For Developing Critical Condition In COVID-19 Patients: A Systematic Review And Meta-Analysis’, Obesity Reviews, accessed 2 Juni 2021, Available at: https://doi.org/10.1111/obr.13095

Gennaro, F.D., Pizzol, D., Claudia, M., Antunes, M., Racalbuto, V., Veronese, N.

& Simth, L. 2020, ‘Coronavirus Diseases (COVID-19) Current Status And Future Perspectives: A Narrative Review’, International Journal Of Environmental Research And Public Health, accessed 31 Mei 2021, doi:10.3390/ijerph17082690

Guo, W., Li, M., Dong, Y., Zhou, H., Zhang, Z., Tian, C., Qin, R., Wang, H., Shen, Y., Du, K., Zhao, L., Fan, H., Luo, S. & Hu, D. 2020, ‘Diabetes Is A Risk Factor For The Progression And Prognosis Of COVID-19’, Wiley, accessed 2 juni 2021, Available at: https://doi.org/10.1002/dmrr.3319

Handayani, D., Hadi, D.R., Isbaniah, F., Burhan, E. & Agustin, H. 2020, ‘Penyakit Virus Corona 2019’, Jurnal Respirologi Indonesia, accessed 30 mei 2021, P-ISSN 0853-7704

Hidayati, A.N., Suryawati, C., dan Sriatmi, A., 2014, ‘Analisis Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Volume 2, Nomor 1, Januari 2014, accesed 18 November 2021

Huremovic, D. 2019, ‘Brief History of Pandemics (Pandemics Throughout History)’, Psychiatry of Pandemics, accessed 2 Juni 2021, doi: 10.1007/978-3-030-15346-5_2

Hussain, A., Sial, M.S., Usman, S.M., Hwang, J., Jiang, Y. & Shafiq, A. 2019,

‘What Factors Affect Patient Satisfaction In Public Sector Hospitals:

Evidence From An Emerging Economy’, International Journal Of Environmental Research And Public Health, accessed 2 Juni 2021, doi:10.3390/ijerph16060994

Kakodkar, P., Kaka, N. & Baig, M. 2020, ‘A Comprehensive Literature Review On The Clinical Presentation And Management Of The Pandemic Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)’, Cureus, accessed 31 Mei 2021, doi:

10.7759/cureus.7560

Kaporina, A., Setyawan, M. H., & Novitasari, A. 2013, ‘Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan di Instalasi Rawat Inap Ruang B2 THT & Kulit Kelamin RSUP Dr. Kariadi Semarang’, Prosiding Konferensi Nasional Ppni Jawa TengaH 2013, 247-252, acessed 5 Juli 2021

Li, Q., Tian, H., Yong, W., Zheng, W., Yuan, L., Tao, H., Hui, Z., Wei, S. & Yu, W. 2020, ‘COVID‐19 Patients' Clinical Characteristics, Discharge Rate, And Fatality Rate Of Meta‐Analysis’, Journal of medical virologi, accessed 2 Juni 2021, doi: 10.1002/jmv.25757

Lubis, Z. I. 2020, ‘Analisis Kualitatif Penggunaan Telemedicine Sebagai Solusi Pelayanan Kesehatan Di Indonesia Pada Masa Pandemik COVID-19’, Physio HS, accesed 26 mei 2021, P-ISSN: 2656-8128

Lumenta, B., (1989). ‘Pelayanan medis, citra, konflik dan harapan’. Yogyakarta Kanisius, accesed 18 November 2021

Mubaraki, A.A., Alrabie, A.D., Sibyani, A.K., Aljuaid, R.S., Bajaber, A.S. &

Mubaraki, M.A. 2021, ‘Advantages And Disadvantages Of Telemedicine During The COVID-19 Pandemic Era Among Physicians In Taif, Saudi Arabia’, Saudi Medical Journal, accessed 2 Juni 2021, doi: 10.15537/smj.2021.1.25610

Notosutardjo, I. 1999, ‘Hubungan Antara Karakteristik Pasien dengan Kualitas Pelayanan, Kepuasan dan Kepatuhan Pasien di Klinik Penyakit Dalam Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Timur, Tesis’, Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, accesed 18 November 2021

Oroh, M. E., Rompas, S., & Pondaag, L. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Pelayanan Keperawatan di Ruang Interna Rsud Noongan. Naskah Publikasi Unsrat, 2(2), 1-7 accesed 5 Juli 2021

Pascarella, G., Strumia, A., Piliego, C., Bruno, F., Buono, R.D., Costa, F., Scarlata, S. & Agro, F.E. 2020, ‘COVID-19 Diagnosis And Management: A Comprehensive Review’, Journal Of Internal Medicine, accessed 2 Juni 2021, Available at: . https://doi.org/10.1111/joim.13091

Pesulima, T.L. & Hetharie, Y. 2020, ‘Perlindungan Hukum Terhadap Keselamatan Kerja Bagi Tenaga Kesehatan Akibat Pandemi COVID-19’, SASI, accessed 2 Juni 2021, P-ISSN: 1693-0061

Prakash, B. 2010, ‘Patient Satisfaction’, Journal Of Cutaneous And Aesthetic Surgery, accessed 31 Mei 2021, doi: 10.4103/0974-2077.74491

Prawoto, N., Purnomo, E.P. & Zahra, A.A. 2020, ‘The Impacts Of COVID-19 Pandemic On Socio-Economic Mobility In Indonesia’, International Journal Of Economics And Business Administration, accessed 2 Juni 2021, available at doi: 10.35808/ijeba/486

Resmisari, R., (2008). ‘Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik’, accessed 18 November 2021

Rusdi, M.S., 2021. ‘Farmakologi pada Corona Virus Disease (Covid-19)’, LUMBUNG FARMASI ; Jurnal Ilmu Kefarmasian ,Vol 2 No 1, Available at: P-ISSN : 2715-5943, accessed 25 November 2021

SIMRS. 2018, ‘Alur Pelayanan Rumah Sakit’, Human Rsud Sekarwangi Kabupaten Sukabumi, accessed 2 Juni 2021, Available at:

https://rsudsekarwangi.sukabumikab.go.id/informasi/alur

Siregar, R., Gulo, A.R.B. & Sinurat, L.R.E. 2020, ‘Edukasi Tentang Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat Di Pasar Sukaramai Kecamatan Medan Area Tahun 2020’, Jurnal Abdimas Mutiara, accessed 26 Mei 2021,

Available at:

http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/issue/view/134

Wiersinga, W.J., Rhodes, A., Cheng, A.C., Peacock, S.J. & Prescott, H.C. 2020,

‘Pathophysiology, Transmission, Diagnosis, And Treatment Of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)’, Clinical Review & Education, accessed 2 Juni 2021, doi:10.1001/jama.2020.12839

World Health Organization (WHO). 2020, ‘Materi Komunikasi Risiko COVID-19 untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan’, International Western Pacific Region, accessed 3 april 2021

Lampiran A. Biodata

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Dewi Melinia Santoso NIM : 180100190

Tempat, Tanggal Lahir : Pekanbaru, 8 Juni 2000 Agama : Islam

Nama Ayah : Alm. Santoso

Nama Ibu : Suparmi

Alamat Rumah : Jl. Bunga Cempaka

Riwayat Pendidikan

SD : SDN 138 Pekanbaru (2006-2012) SMP : SMPN 8 Pekanbaru (2012-2015) SMA : SMAN 4 Pekanbaru (2015-2018)

S-1 : Pendidikan dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera

Utara (2018-sekarang)

Riwayat Organisasi -

Riwayat Kepanitiaan

Lampiran B. Surat Pernyataan

Lampiran C. Ethical Clearance

Lampiran D. Surat Izin Penelitian

Lampiran E. Lembar Penjelasan Subjek Penelitian Saudara/i yang saya hormati,

Saya yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : Dewi Melinia Santoso NIM : 180100190

Progam Studi : Pendidikan Dokter

Bermaksud akan mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Kepuasan Pasien Berobat Kedokter Sebelum Pandemi dan Saat pandemi” untuk melengkapi skripsi yang menjadi kewajiban saya untuk menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Penelitian ini bermanfaat untuk melihat perbedaan kepuasan pasien berobat kedokter sebelum pandemi dan saat pandemi. Saya akan memberikan kuesioner yang berisi pertanyaan seputar identitas, pertanyaan mengenai kepuasan pasien dari pelayanan yang diterima saat berobat kedokter.

Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi responden.

Semua informasi dari hasil penelitian akan dijaga kerahasiannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Jika saudara/i bersedia, maka saya mohon kesediaan untuk mencentang kolom setuju pada lembar persetujuan yang saya lampirkan.

Atas perhatian dan kesediaan waktu saudara/i, saya mengucapkan terima kasih.

Semoga partisipasi dan kesediaan saudara/i dalam penelitian ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 22 November 2021 Peneliti,

Dewi Melinia Santoso 180100190

Lampiran F. Lembar Persetujuan Menjadi Responden

SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Dewi Melinia Santoso NIM : 180100190

Alamat : Jalan Bunga Cempaka No. 33B

Penelitian : Perbedaan Kepuasan Pasien Berobat Ke Dokter Sebelum Pandemi Dan Saat Pandemi

Peneliti memohon kesediaan saudara/i untuk berpartisipasi menjadi responden dalam penelitan yang telah disebutkan diatas. Partipasi Saudara/i dalam penelitian ini bersifat sukarela, bebas untuk ikut atau menolak tanpa adanya sanksi apapun.

Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi responden.

Semua informasi dari hasil penelitian ini akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Jika Saudara/i bersedia, maka saya mohon kesediaan Saudara/i untuk menandatangani lembar persetujuan yang saya lampirkan.

Semua informasi dari hasil penelitian ini akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Jika Saudara/i bersedia, maka saya mohon kesediaan Saudara/i untuk menandatangani lembar persetujuan yang saya lampirkan.

Dokumen terkait