• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Daring dengan Model PjBL-STEAM Pada Materi

4.11. Hasil Angket Respon Guru T

alisis angket respon guru menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM memiliki kepraktisan “baik” dengan rata-rata 3,2.

c) Angket Respon Siswa

Analisis angket respon seluruh siswa X MIPA-8 menunjukkan rata-rata 3,32.

Hasil analisis kepraktisan berdasarkan angket respon siswa menunjukkan bahwa

Aspek Hasil Analisis

Kepraktisan

123

perangkat pembelajaran memiliki kepraktisan “baik”.

3) Analisis Keefektifan

Analisis keefektifan didapatkan dengan melakukan pengolahan data tes hasil belajar dengan materi lingkungan. Analisis data tes hasil belajar menujukkan dari 33 peserta didik kelas X MIPA-8, 23 orang memiliki nilai tuntas dan 10 orang memiliki nilai tidak tuntas. Nilai tertinggi sebesar 90 dan terendah sebesar 20.

Rata-rata yang didapatkan sebesar 71,2 dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) sebesar 75. Berdasarkan pengolahan data tes hasil belajar, perangkat pembelajaran memiliki efektifitas “baik” dengan persentase 70%.

B. Pembahasan

Pengembangan perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan dikembangkan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, serta evaluation. Perangkat yang dikembangkan dalam bentuk

124

RPP, LKPD, serta instrumen penilaian yang bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran daring dari awal pertemuan hingga akhir. Produk yang dihasilkan berupa RPP, LKPD, serta instrumen penilaian yang dikhusukan untuk materi lingkungan.

1. Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Tahap analysis dilakukan analisis kebutuhan dan analisis kurikulum. Analisis kebutuhan dan kurikulum dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi pembelajaran biologi secara daring di SMA N 5 Semarang serta mengetahui bahan ajar yang diperlukan dalam meningkatkan proses pembelajaran.

Setelah dilakukan analisis kebutuhan dan kurikulum diketahui bahwa perlu adanya perangkat dengan model pembelajaran yang sesuai diterapkan pada pembelajaran lingkungan. Model PjBL-STEAM digunakan untuk membimbing peserta didik dalam merumuskan solusi dengan membuat produk. Selain itu, diperlukan bahan ajar yang dapat memudahkan peserta didik mengakses materi setiap saat.

Selanjutnya, tahap desain dilakukan penyusunan rancangan RPP, LKPD, serta instrumen penelitian.

Tahap development atau pengembangan menjadi tahap ketiga yang dilakukan dalam pengembangan

125

perangkat dengan melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing serta validasi dengan dosen ahli materi dan media. Hasil validasi diketahui bahwa perangkat pembelajaran layak diuji cobakan dengan revisi. Revisi perangkat dilakukan sesuai dengan masukan serta saran dari dosen ahli. Setelah dilakukan revisi, instrumen penilaian yang telah dibuat diuji cobakan dalam skala kecil. Uji coba instrumen dilakukan kepada 30 peserta didik kelas XI IPA-7. Tahap implementasi dilakukan di kelas X IPA-8 SMA N 5 Semarang. Kelayakan perangkat memuat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.

Perangkat pembelajaran dengan model PjBL-STEAM yang telah dikembangkan memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Perangkat pembelajaran ini lebih berfokus kepada kegiatan menciptakan produk yang memuat indiktaor science, technology, engineering, arts, dan mathematics. Pada pelaksanaan proyek pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang merah, indikator science berupa pembuatan produk yang ramah terhadap lingkungan terutama tanah, indikator technology berupa penggunaan laptop dan gawai yang digunakan untuk mengakses Whats App, Google Form, Google Meet,

126

Quizizz, dan education blog. Keberhasilan pembelajaran daring sangat didukung penggunaan platform digital. Menurut Assidiqi (2020), Platform digital dalam bentuk Whats App dan fasilitas Google (Google Form dan Google Meet) paling banyak digunakan oleh guru selama pembelajaran daring karena sederhana, mudah digunakan, serta dapat memfasilitasi pembelajaran dua arah. Laptop dan gawai juga digunakan sebagai dokumentasi pelaksanaan proyek.

Indikator engineering berupa teknik pengerjaan proyek, indikator arts berupa kreativitas peserta didik dalam mengemas produk, sedangkan indikator mathematics berupa takaran bahan yang digunakan selama pengerjaan proyek.

Pembelajaran dengan model PjBL_STEAM pada materi lingkungan membuat peserta didik memiliki pengetahuan tentang lingkungan dan sumber dayanya serta berupaya menjaga kelestarian alam dengan membuat produk ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan karakteristik seseorang yang dengan literasi lingkungan yang baik diungkapkan oleh Loubser, Swanepoel, & Chacko dalam Widowati (2011).

Menurut Loubser, Swanepoel, & Chacko, terdapat

127

beberapa karakteristik seseorang dengan literasi lingkungan yang baik yaitu memiliki pengetahuan lingkungan baik, berkontribusi dalam menjaga keseimbangan alam, memiliki pemahaman tentang sumber daya lingkungan, merumuskan solusi dasar masalah lingkungan, serta mengeksplotasi alam sesuai etika perlindungannya.

Pembuatan produk ramah lingkungan sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dapat membuat peserta didik mencapai tingkat literasi lingkungan fungsional atau operasional. Menurut Mashfufah, (2020)literasi lingkungan fungsional atau operasional dapat dilihat dari seseorang dengan pengetahuan yaitu mampu menggunakan kosakata lingkungan dengan benar, memahami sistem lingkungan, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bertindak dan terlibat dengan kepedulian lingkungan di tingkat pendidikan.

2. Kelayakan Perangkat Pembelajaran

Kelayakan perangkat pembelajaran dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan dijelaskan sebagai berikut:

a. Kevalidan Perangkat Pembelajaran

128

Kevalidan perangkat pembelajaran perangkat pembelajaran dijelaskan sebagai berikut:

1) Kevalidan RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti memiliki analisis kevalidan “baik” dengan rata-rata 3,7.

Hasil analisis kevalidan menujukkan bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

2) Kevalidan LKPD

Lembar Kerja Peserta Didik yang telah dikembangkan oleh peneliti memiliki analisis kevalidan “baik” dengan rata-rata 3,95 dari segi materi dan analisis kevalidan “baik”

dengan rata-rata 3,75 dari segi media.

Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh validator materi dan media dapat diketahui bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

129

Untuk materi pemebalajaran dalam bentuk education blog memiliki kevalidan “baik”

dengan ata-rata 3,7.

3) Kevalidan Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian yang telah dikembangkan oleh peneliti memiliki analisis kevalidan “baik” dengan rata-rata 3,8. Hasil analisis kevalidan menujukkan bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

b. Kepraktisan Perangkat Pembelajaran

Kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari data lembar observasi, angket respon guru, serta angket respon siswa. Berikut penjelasan hasil analisis kepraktisan perangkat pembelajaran:

1) Lembar Observasi

Hasil analisis lembar observasi diketahui bahwa perangkat pembelajaran memiliki kepraktisan “sangat baik” dengan rata-rata 3,9.

130

2) Angket Respon Guru

Hasil analisis perangkat pembelajaran berdasarkan angket respon guru memiliki kepraktisan “baik” dengan rata-rata 3,2.

3) Angket Respon Siswa

Hasil analisis angket respon guru diketahui bahwa perangkat pembelajaran memiliki kepraktisan “baik” dengan rata-rata 3,32.

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan memiliki tingkat kepraktisan baik dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

3. Keefektifan Perangkat Pembelajaran

Tingkat keefektifan perangkat pembelajaran diketahui dengan melakukan tes hasil belajar atau penilaian kognitif kepada peserta didik. Tes hasil belajar diberikan setelah peserta didik melaksanakan pembelajaran daring dengan perangkat yang telah dikembangkan. Instrumen penilaian dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal.

Ketuntasan nilai tes ditentukan berdasarkan KKM.

131

Nilai KKM untuk materi lingkungan yaitu 75. Peserta didik dengan nilai diatas KKM dinyatakan tuntas. Tes hasil belajar diberikan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap materi lingkungan. Data tes hasil belajar dapat dilihat pada Gambar 4.25 berikut:

Gambar 4.24 Tes Hasil Belajar

Data tes hasil belajar menunjukkan bahwa dari 33 peserta didik sebanyak 23 orang (70%) memiliki nilai tuntas dan 10 orang (30%) tidak tuntas. Berdasarkan analisis data keefektikan dapat diketahui bahwa perangkat pembelajaran daring dengan model PjBL-STEAM pada materi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan memiliki tingkat keefektifan “baik”

dan dapat diterapkan.

70%

30%

Tes Hasil Belajar

Tuntas Tidak Tuntas

132

Dokumen terkait