• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay (Halaman 67-105)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian

2. Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi terhadap variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan ukuran KAP, sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah audit delay.

a. Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel independen dan variabel dependen atau keudanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas data adalah dengan melihat

51 penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi mormalitas. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot

Sumber: Data sekunder yang diolah

Gambar 4.1 memperlihatkan bahwa penyebaran data yang berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal,

52 hal tersebut menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

b. Hasil Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Untuk mendeteksi adanya problem multikolinearitas, dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. Regresi yang bebas dari problem multikolinearitas memiliki nilai VIF dibawah angka 10 dan nilai t diatas angka 0.01. Tabel 4.4 menunjukkan hasil uji multikolinearitas.

53 Tabel 4.4

Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardi zed Coefficien ts T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolera nce VIF 1 (Constant) 80.507 17.849 4.511 .000 ROA -.751 .215 -.228 -3.489 .001 .770 1.299 DER -.482 .345 -.118 -1.397 .164 .462 2.163 Big4 -8.478 2.451 -.237 -3.459 .001 .700 1.428 LnTA -.069 .673 -.009 -.103 .918 .447 2.239 a. Dependent Variable: DELAY

Sumber: Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance diatas 0.10 dan nilai variance inflation factor (VIF) dibawah angka 10 untuk setiap variabel. Nilai tolerance yang dihasilkan untuk variabel ROA, DER, Big4, dan LnTA sebesar 0.770, 0.462, 0.700, dan 0.447, sedangkan nilai VIF yang dihasilkan untuk variabel ROA, DER, Big4, dan LnTA sebesar 1.299, 2.163, 1.428, dan 2.239. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen dalam model regresi tidak terdapat problem multikoliearitas dan layak digunakan dalam penelitian ini.

54 c. Hasil Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu satu sama lainnya. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, dapat dilakukan dengan melihat niai Durbin-Watson. Tabel 4.5 menunjukkan hasil uji autokorelasi.

Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi

Sumber: Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa hasil uji autokorelasi pada nilai Watson adalah 2.068. Nilai Durbin-Watson tersebut berada dalam rentang Du=1.8031 sampai 4-Du=2.1969 sebagaimana ditentukan dalam batasan autokorelasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .332 a .110 .097 16.929 2.068

a. Predictors: (Constant), LnTA, ROA, Big4, DER b. Dependent Variable: DELAY

55 dengan uji Durbin-Watson. Hal ini menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari problem autokorelasi. d. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskadastisitas, dapat dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED. Jika terdapat pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudianmenyempit), maka terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya jika tidak terdapat pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Gambar 4.2 menunjukkan hasi uji heteroskedastisitas.

56 Gambar 4.2

Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Grafik

Scatterplot Sumber: Data sekunder yang diolah

Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada gambar 4.2 di atas dapat dilihat bahwa grafik scatterplot menunjukkan data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidak terdapat pola yang jelas pada penyebaran data tersebut. Hal ini berarti model regresi yang digunakan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model ini layak digunakan untuk memprediksi audit delay berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu LnTA, ROA, DER, dan Ukuran KAP.

57 3. Hasil Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda (multiple regression analysis), model ini diuji melalui uji koefisien determinasi, uji statistik t, dan uji statistik F.

a. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Hasil uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .332a .110 .097 16.929

a. Predictors: (Constant), LnTA, ROA, Big4, DER b. Dependent Variable: DELAY

Sumber: Data sekunder yang diolah

Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.6 menunjukkan nilai adjusted R square (adjusted R2) sebesar 0.097 atau 9.7%. Nilai ini menunjukkan bahwa variabel audit delay dapat dijelaskan sebesar 9.7% oleh variabel ukuran perusahaan yang diproksikan dengan LnTA, profitabilitas yang diproksikan dengan ROA,

58 leverage yang diproksikan dengan DER, dan ukuran KAP yang diproksikan dengan Big4. Sedangkan, sisanya sebesar 90.3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini. Faktor-faktor lain tersebut antara lain internal audit, kompleksitas perusahaan, jenis industri, opini audit, dan kepemilikan publik.

b. Hasil Uji Statistik t

Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0.05. Jika nilai probabilitas t lebih kecil dari 0.05, maka H1 diterima dan menolak H0. Sedangkan jika nilai probabilitas t lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima dan menolak H1. Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji statistik t.

59 Tabel 4.7

Hasil Uji Statistik t

Sumber: Data sekunder yang diolah

Berdasarkan tabel 4.7 diatas menghasilkan model regresi berikut ini:

Y = 80.507 - 0.069 LnTA - 0.751 ROA - 0.482 DER – 8.478 Big4 Tabel 4.7 di atas menunjukkan hasil uji statistik t antara variabel independen dengan variabel dependen sebagai berikut: Hasil uji hipotesis 1: Pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan yang diproksikan LnTA memiliki regresi negatif sebesar -0.069 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.918. Tingkat signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 yang berarti H1 ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hasil penelitian ini sejalan

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constant) 80.507 17.849 4.511 .000 ROA -.751 .215 -.228 -3.489 .001 DER -.482 .345 -.118 -1.397 .164 Big4 -8.478 2.451 -.237 -3.459 .001 LnTA -.069 .673 -.009 -.103 .918

60 dengan hasil penelitian yang dilakukan Respati (2004) dan Sulthoni (2012) yang tidak menemukan adanya pengaruh signifikan antara ukuran perusahaan terhadap audit delay.

Audit delay tidak lepas dari kinerja KAP sebagai agen yang menghasilkan laporan audit. Cepat atau lambatnya hasil laporan audit bergantung pada kinerja KAP, walaupun perusahaan memiliki aset yang besar atau kecil tetapi pihak KAP tetap menyelesaikan laporan audit secara profesional. Selain itu, perusahaan besar memiliki sistem informasi dan teknologi yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan kecil sehingga auditor tidak memerlukan waktu yang berlebih dalam mengaudit karena sistem informasi dan teknologi perusahaan besar dapat diandalkan (Ayoib, 2008). Perusahaan terbuka juga biasanya melaporkan laporan keuangan auditan secara interim sehingga pada akhir tahun perusahaan tidak membutuhkan waktu yang berlebih dalam mengaudit laporan keuangan tahunan perusahaan.

Adanya peraturan dan pengawasan oleh regulator yang cukup ketat pada perusahaan dalam industri keuangan di Indonesia juga menjadikan variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay, karena peraturan yang dibuat Bapepam-LK dan Bank Indonesia selaku regulator dalam industri keuangan tidak

61 memandang perusahaan besar maupun kecil mengenai hal peraturan dalam menerbitkan laporan keuangan.

Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Ayoib (2008), Rachmawati (2008), Indriyani (2012), dan Modugu (2012) yang menemukan pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay secara signifikan.

Hasil uji hipotesis 2: Pengaruh profitabilitas terhadap audit delay

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel profitabilitas yang diproksikan return on assets (ROA) memiliki regresi negatif sebesar 0.751 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05 yang berarti H2 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Nilai koefisien regresi negatif menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan satu persen variabel profitabilitas dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan menurunkan audit delay sebesar 0.751. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ayoib (2008), Rachmawati (2008), Indriyani (2012), dan Sulthoni (2012) yang menemukan pengaruh profitabilitas terhadap audit delay secara signifikan.

62 Profitabilitas dalam investasi dan tindakan keuangan lainnya merupakan hal yang sangat penting untuk memperoleh return yang diinginkan bahkan melampaui ekspektasi para pengguna laporan keuangan. Profitabilitas pada penelitian ini menggunakan ROA, perusahaan dengan ROA yang tinggi berarti perusahaan telah menggunakan aset-asetnya secara efisien sehingga dapat menghasilkan laba yang tinggi bagi perusahaan maupun pemegang saham. Jadi, perusahaan memiliki insentif yang besar untuk menerbitkan laporan keuangan lebih cepat untuk memberikan sinyal positif kepada para pengguna laporan keuangan khususnya investor (Scott, 2010). Menurut Rachmawati (2008), perusahaan yang memiliki profitabilitas yang lebih tinggi membutuhkan waktu dalam pengauditan laporan keuangan lebih cepat dikarenakan keharusan untuk menyampaikan kabar baik secepatnya kepada publik.

Hasil uji hipotesis 3: Pengaruh leverage terhadap audit delay Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel leverage yang diproksikan debt to equity ratio (DER) memiliki regresi negatif sebesar 0.482 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.164. Tingkat signifikansi tersebut lebih besar dari 0.05 yang berarti H3 ditolak

63 sehingga dapat dikatakan bahwa leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sulthoni (2012) dan Modugu (2012) yang tidak menemukan pengaruh leverage terhadap audit delay secara signifikan.

Leverage adalah pengungkit untuk memperbesar aset

perusahaan yang dilakukan dengan cara mengambil kredit dari kreditor seperti bank atau lembaga pembiayaan lainnya. Dalam memberi kredit, kreditor akan memperhatikan debitornya dengan cara menganalisis laporan keuangannya terkait dengan kinerja perusahaan selaku debitor dalam menghasilkan laba agar selalu dapat membayar pokok utang (principle) dan bunga. Tetapi, kreditor cenderung akan lebih memilih laporan keuangan yang telah diaudit untuk menganalisis kinerja keuangan debitur karena dianggap lebih andal dan dapat lebih dipercaya.

Perusahaan yang memiliki proporsi hutang yang tinggi memiliki kecendrungan untuk mengalami financial distress dan kemungkinan besar dapat bangkrut (Ayoib, 2008). Jadi, perusahaan yang memiliki DER yang besar atau kecil akan tetap meminimalisasikan audit delay untuk meyakinkan pemegang saham dan kreditor bahwa perusahaan tetap dalam kondisi baik.

64 Jumlah hutang juga akan memperbesar agency costs dan hal tersebut akan meningkatkan audit efforts (Jensen and Meckling, 1976).

Hasil uji hipotesis 4: Pengaruh ukuran KAP terhadap audit delay

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel ukuran KAP yang diproksikan Big4 memiliki regresi negatif sebesar -8.478 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05 yang berarti H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran KAP berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Nilai koefisien regresi negatif menunjukkan bahwa ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini menggambarkan bahwa jika setiap kenaikan satu persen variabel ukuran KAP dengan asumsi variabel lain tetap, maka akan menurunkan audit delay sebesar 8.478. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ayoib (2008), Rachmawati (2008), dan Sulthoni (2012) yang berhasil menemukan pengaruh ukuran KAP terhadap audit delay secara signifikan.

Penyelesaian kerja audit yang lama akan berdampak buruk tentang kinerja KAP tersebut di mata klien maupun para pengguna laporan audit lainnya. Hal tersebut menyebabkan buruknya image

65 dan hilangnya kesempatan kerja dengan klien tersebut di tahun-tahun yang akan datang. Sumber daya yang besar yang dimiliki KAP besar dan terkenal (big four) dapat mempengaruhi performa kinerja dalam pengerjaan audit yang lebih cepat dibandingkan KAP yang lebih kecil. Menurut Ayoib (2008), KAP big four memiliki spesialisasi dan keahlian dalam area dan industri tertentu, yang pada akhirnya akan menghasilkan hasil kinerja audit yang lebih efisien daripada KAP yang lebih kecil.

c. Hasil uji statistik F

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0.05. Jika nilai probabilitas F lebih kecil dari 0.05, maka H1 diterima dan menolak H0. Sedangkan, jika nilai probabilitas F lebih besar dari 0.05, maka H0 diterima dan menolak H1. Tabel 4.8 menunjukkan hasil uji statistik F.

66 Tabel 4.8

Hasil Uji Statistik F

Sumber: Data sekunder yang diolah

Hasil uji hipotesis 5: Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan ukuran KAP terhadap audit delay

Hasil uji hipotesis 5 dapat dilihat pada tabel 4.8, nilai F yang diperoleh sebesar 8.356 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 yang berarti model regresi ini layak untuk digunakan karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05 dimana H5 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan ukuran KAP berpengaruh terhadap audit delay secara simultan dan signifikan.

ANOVAb Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 9579.025 4 2394.756 8.356 .000a

Residual 77382.045 270 286.600

Total 86961.069 274

a. Predictors: (Constant), LnTA, ROA, BIG4, DER b. Dependent Variable: DELAY

67 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Variabel independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan ukuran KAP. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression) dengan SPSS 16. Data sampel yang digunakan sebanyak 55 perusahaan dalam industri keuangan selama tahun 2007 sampai dengan 2011.

Hasil pengujian dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Rata-rata audit delay yang dialami perusahaan dalam industri keuangan selama tahun 2007 sampai dengan 2011 adalah 69.05 hari. Jika dilihat dari batas akhir yang ditentukan Bapepam-LK, yaitu pada akhir bulan ketiga, maka rata-rata perusahaan sampel dapat dikatakan tidak mengalami keterlambatan pelaporan.

2. Berdasarkan hasil uji regresi berganda (multiple regression) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Ayoib (2008), Indriyani (2012), dan Modugu (2012) yang menemukan pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay secara signifikan.

68 3. Berdasarkan hasil uji regresi berganda (multiple regression) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hal ini sejalan dengan penelitian Ayoib (2008), Rachmawaty (2010), Indriyani (2012), dan Sulthoni (2012) yang menemukan pengaruh profitabilitas terhadap audit delay secara signifikan.

4. Berdasarkan hasil uji regresi berganda (multiple regression) menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Rachmawati (2008), Sulthoni (2012), dan Modugu (2012) yang tidak menemukan pengaruh leverage terhadap audit delay secara signifikan.

5. Berdasarkan hasil uji regresi berganda (multiple regression) menunjukkan bahwa ukuran KAP berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ayoib (2008) dan Sulthoni (2012) yang berhasil menemukan pengaruh ukuran KAP terhadap audit delay secara signifikan.

6. Berdasarkan hasil uji regresi berganda (multiple regression) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan ukuran KAP berpengaruh terhadap audit delay secara simultan dan signifikan.

69 B. Implikasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu auditing khususnya mengenai audit delay. Implikasi yang dapat diberikan terkait dengan penelitian ini, antara lain:

1. Mahasiswa Jurusan Akuntansi, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi dalam menambah wawasan dan pengetahuan mengenai audit delay.

2. Peneliti selanjutnya, penelitian ini bermanfaat dalam memberikan kontribusi dalam mengembangkan teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay.

3. Penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai auditing khususnya audit delay serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada perusahaan industri keuangan di Bursa Efek Indonesia dan memenuhi persyaratan akademik guna meraih gelar Sarjana Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah.

4. Auditor, penelitian ini bermanfaat untuk digunakan sebagai referensi dan informasi dalam melakukan perencanaan audit yang lebih baik dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan audit dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay.

70 5. Regulator, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi, masukan, dan bahan pertimbangan dalam merancang kebijakan dan peraturan mengenai ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan emiten.

6. Perusahaan dalam industri keuangan, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi, masukan, dan bahan pertimbangan dalam penyampaian laporan keuangan dan laporan audit secara tepat waktu agar kebutuhan para pengguna laporan tersebut dapat terpenuhi.

C. Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan yang mungkin dapat melemahkan hasil penelitian. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Penelitian ini hanya menggunakan populasi dari perusahaan yang bergerak

pada sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Penelitian ini hanya menggunakan data time series selama lima tahun pelaporan keuangan tahunan.

3. Pengukuran variabel ukuran perusahaan pada penelitian ini menggunakan logaritma natural dari total aset perusahaan yang menjadi sampel penelitian.

D. Saran

Penelitian mengenai audit delay pada penelitian selanjutnya diharapkan mampu memberikan hasil penelitian yang lebih berkualitas, dengan mempertimbangkan saran berikut ini:

71 1. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan populasi seluruh

perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan time series yang lebih lama dibandingkan penelitian ini yang hanya menggunakan time series selama lima tahun.

3. Pengukuran variabel ukuran perusahaan pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan alternatif proksi lain, seperti total penjualan atau nilai kapitalisasi pasar perusahaan.

73 DAFTAR PUSTAKA

Abdulla, J. Y. A. 1996. “Timeliness of Bahrain Annual Reports”. Advances in International Vol.9.

Ahmad dan Kamarudin. 2003. “Audit Delay and Timeliness of Corporate Reporting: Malaysian Evidence”. Proceeding Hawaii Interrnational Conference on Business. Hawaii.

Agoes, Soekriesno. 2008. “Auditing (Pemeriksaan Akuntansi) oleh Kantor Akuntan Publik”. Edisi Ketiga Cetakan Keempat. Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Almilia, Luciana Spica dan Vieka Devi. 2007. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Simposium Nasional Manajemen. Ang, Robert. 1997. “Buku Pintar Pasar Modal Indonesia”; Edisi 1. Jakarta.

Medisoft.

Arens Alvin A, Randal J. Elder, Mark S. Besley. 2010.“Auditing and Assurance Services an Integrated Approach”, 13th edition, Pearson Education Inc. New Jersey.

Aryati, Titik, dan Maria Theresia. 2005. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay dan Timeliness”. Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi Vol.5 No.3 Desember 2005.

Ashton, et al. 1987. “An Empirical Analysis of Audit Delay”. Journal of Accounting Research Vol.25 No.2.

Boynton William C, Raymond N. Johnson, Walter G. Kell. 2006. “Modern Auditing: Assurance Services and Integrity of Financial Reporting” Jilid 1: Edisi 7. Jakarta. Erlangga.

Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F. 2009. “Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. Edisi 10. Jakarta. Salemba Empat.

Carslaw. C.A.P.N dan Steven E. Kaplan. 1991. “An Examination of Audit Delay :

Further Evidence from New Zealand”. Acccounting and Business

74

Che-Ahmad, Ayoib dan Shamharir Abidin. 2008. “ Audit Delay of Listed Companies: A Case of Malaysia”. International Business Research Vol.1 No.4 October 2008.

Dyer, J. C. And McHugh, A. J. 1975. “The Timeliness of The Australian Annual Report”. Journal of Accounting Research 13.

Ghozali, Imam. 2009. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 16”. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Gilling, D. M. 1977. “Timeliness in Corporate Reporting: Some Further Comment”. Accounting and Business Research.

Givoly dan Palmon. 1982. “Timeliness of Annual Earnings Announcement: Some Empirical Evidence”. The Accounting Review.

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Pedoman Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta. Salemba Empat.

Indriyani, R. E dan Supriyati. 2012. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Report Lag Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan Malaysia”. The Indonesian Accounting Review Vol.2 No.2 July 2012.

Institut Akuntan Publik Indonesia. 2011. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta. Salemba Empat.

Kasmir. 2009. “Pengantar Manajemen Keuangan”. Jakarta. Kencana.

Kieso, D. E., Weygrandt, dan Warfield, T. D. 2011. “Intermediate Accounting” Vol.1 : IFRS Edition. Hoboken, USA: John Wiley & Sons.

Modugu, et al. 2012. “Determinants of Audit Delay in Nigerian Companies: Empirical Evidence”, Research Journal of Finance and Accounting Vol.3 No.6 2012.

Mulyadi. 2002. “Auditing”, Buku Dua, Edisi Keenam. Salemba Empat. Jakarta. Panjaitan, Bastian. 2010. “Analisis Pengaruh Total Aktiva, Jenis Opini Auditor,

Ukuran KAP, dan Rasio Profitabilitas Terhadap Audit Delay”. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Respati, Novita Weningtyas. 2004. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap

75

Ross, S. A., Westerfield, R. W., Jaffe, J. 2005. “Corporate Finance”, 7th

Edition. McGraw Hill Companies Inc,. USA.

Septriana, Ira. 2010. “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap

Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan”. Jurnal Maksi Vol.10 No.1

Januari 2010.

Sistya, Rachmawati. 2008. “Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan Terhadap Audit Delay dan Timeliness”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.10 No.1 Mei 2008.

Subekti, Imam dan Novi. 2004. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay di Indonesia”. Simposium Nasional Akuntansi VII.

Sulthoni, Mochamad. 2012. “Determinan Audit Delay dan Pengaruhnya Terhadap Reaksi Investor”. Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Vol.1 No.1 Tahun 2012.

Scott, William R. 2010. “Financial Accounting Theory”, Sixth Edition. Pearson Canada Inc. Toronto.

Wiwik, Utami. 2006. “Analisis Determinan Audit Delay Kajian Empiris di Bursa Efek Jakarta”. Bulletin Penelitian No.09 Tahun 2000.

www.bisnis-indonesia.co.id, diakses tanggal 11 Februari 2013. www.bapepam.go.id, diakses tanggal 15 Januari 2013.

77 Lampiran 1

Data Perusahaan Sampel Penelitian

Dalam dokumen Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay (Halaman 67-105)

Dokumen terkait