• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Hasil Observasi

4.3 Hasil Belajar

4.3.1 Hasil belajar kognitif a.Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti dengan menggunakan metode tutor sebaya dipadu metode inkuri maka diperoleh hasil yang ditunjukan pada tabel 4.14 dan 4.15 berikut ini.

Tabel 4.14

Rekapitulasi nilai LKS Matematika pada siklus I

No Nama Kelompok Jumlah siswa Nilai Pertemuan 1 Nilai Pertemuan 2 Nilai Pertemuan 3 1. Tim Biru 6 95 100 100 2. Tim Hijau 6 60 60 65 3. Tim Unggu 5 100 90 90 4. Tim Merah 5 50 85 90 Rata-rata per-pertemuan 76,25 83,75 86,25

Rata-rata seluruh pertemuan 82,08

Berdasarkan pada tabel 4.14, terlihat hasil belajar LKS kognitif siswa pada siklus I diketahui dengan jumlah 22 siswa yang dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Pada pertemuan 1 tim biru mendapatkan nilai 95, tim hijau mendapatkan nilai 60, tim ungu mendapatkan nilai 100, dan tim merah mendapatkan 50. Rata-rata nilai pada pertememuan 1 sudah bagus dengan nilai 76,25. Pada pertemuan 2, tim biru mendapatkan nilai 100, tim hijau 60, tim ungu 90, dan tim merah 85, sedangkan untuk rata-rata nilai pertemuan 2 meningkat dibandingkan dengan pertemuan 1 yaitu 83,75. Selanjutnya pada petemuan 3, tim biru mendapatkan nilai 100, tim hijau 65, tim ungu 90, dan tim merah 90, untuk rata-ratanya pada pertemuan 3 ini adalah 86,25 meningkat dibandingkan pertemuan 1 dan pertemuan 2. Sedangkan untuk rata-rata seluruh pertemuan diperleh sebesar 82,08. Meskipun rata-rata sudah bagus namun terdapat 6 anak dari tim hijau yang

untuk meningkatkan nilai tersebut.

Tabel 4.15

Rekapitulasi nilai Tes Matematika pada siklus I

No Nilai Sebelum Tindakan keterangan

Jumlah siswa (%) 15-24 0 0 Tidak Tuntas 25-34 0 0 Tidak Tuntas 35-44 0 0 Tidak Tuntas 45-54 1 4,54% Tidak Tuntas 55-64 4 18,18% Tidak Tuntas 65-74 4 18,18% Tuntas 75-84 5 22,72% Tuntas 85-94 4 18,18% Tuntas 95-100 4 18,18% Tuntas Jumlah 22 100% Rata-rata 79,60 Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 50

Berdasarkan pada tabel 4.15, terliahat hasil belajar nilai tes kognitif pada siklus I diketaui jumlah siswa sebanyak 22 siswa. dari 22 siswa sebayak 4 siswa atau 18,18% mendapatkan nilai pada rentang 95-100, 4 siswa lain atau 18,18% mendapatkan nilai pada rentang 85-94, 5 siswa atau 22,72% mendapatkan nilai pada rentang 75-84, 4 siswa atau 18,18% mendapatkan nilai pada rentang 65-74, 4 siswa atau 18,18% mendapatkan nilai pada rentang 55-64, dan 1 siswa atau 4,54% mendapatkan nilai pada rentang 45-54. Dari data tersebut maka dapat dikatakan bahwa terdapat 17 siswa yang tuntas KKM yaitu 65 dengan nilai tertinggi 100 dan terdapat 5 siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu 65 dengan nilai terendah 50 dan berposisi pada rentang nilai 55-64 dan 45-54. Sehingga dapat dikatakan dibandingkan pada kondisi awal atau pra siklus, terjadi peningkatan sebanyak 18 siswa yang tuntas KKM dan terjadi penurunan siswa yang tidak tuntas KKM sebayak 5 siswa. meskipun masih terdapat 5 siswa yang belum tuntas KKM, dibandingkan nilai terendah pada pra siklus, nilai terendah pada siklus 1 mengalami peningkatan sehingga tidak terlalu jauh dari KKM yaitu 50. Berikut ini adalah pengelompokkan ketuntasan hasil belajar matematika siklus I yang diperlihatkan pada tabel 4.16.

Tabel 4.16

Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus I

No Ketuntasan Belajar Jumlah siswa Ketuntasan

klasikal (%)

1. Tuntas 17 77, 27%

2. Tidak tuntas 5 22, 72%

Jumlah siswa 22 100%

Dilihat dari tabel 4.16, dapat diketahui bahwa ketuntasan klasikal siswa telah mencapai 77,27% dan yang belum tuntas sebanyak 22,72%. Jika dilihat kembali pada indikator keberhasilan maka ketuntasan klasikan 77,27% masih belum mampu mencapai ketuntasan minimal yang telah direncanakan pada indikator keberhasilan yaitu mencapai 80%. Untuk itu diperlukan siklus II sebagai tindak lanjut dari siklus I pada matapelajaran matematika dengan menggunakan metode tutor sebaya dipadu metode inkuiri.

b. Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti dengan menggunakan metode tutor sebaya dipadu metode inkuri maka diperoleh hasil yang ditunjukan pada tabel 4.17 dan 4.18 berikut ini.

Tabel 4.17

Rekapitulasi nilai LKS Matematika pada siklus II

No Nama Kelompok Jumlah siswa Nilai Pertemuan 1 Nilai Pertemuan 2 Nilai Pertemuan 3 1. Tim Biru 6 100 100 100 2. Tim Hijau 6 90 77 95 3. Tim Unggu 5 70 100 100 4. Tim Merah 5 95 90 100 Rata-rata per-pertemuan 88,75 91,75 95,75

siklus II diketahui dengan jumlah 22 siswa yang dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. Pada pertemuan 1 tim biru mendapatkan nilai 100, tim hijau mendapatkan nilai 90, tim ungu mendapatkan nilai 70, dan tim merah mendapatkan 95. Rata-rata nilai pada pertememuan 1 sudah bagus dan meningkat dibandingkan dengan nilai pada siklus I dengan nilai 88,75. Pada pertemuan 2, tim biru mendapatkan nilai 100, tim hijau 77, tim ungu 100, dan tim merah 90, sedangkan untuk rata-rata nilai pertemuan 2 meningkat dibandingkan dengan pertemuan disiklus I dan pertemuan 1 yaitu 91,75. Selanjutnya pada petemuan 3, tim biru mendapatkan nilai 100, tim hijau 95, tim ungu 100, dan tim merah 100, untuk rata-ratanya pada pertemuan 3 ini adalah 95,75 meningkat dibandingkan pertemuan disiklus I dan pertemuan 1 dan pertemuan 2 disiklus II. Sedangkan untuk rata-rata seluruh pertemuan pada siklus II diperleh sebesar 82,08 dan meningkat dibandingkan pada rata-rata seluruh pertemuan pada siklus I. selain itu, nilai pada setiap pertemuan pada siklus II juga sudah dapat dikatakan nilai yang baik terutama pada tim hijau yang sebelumnya pada siklus I mendapatkan nilai sekitar 60.

Tabel 4.18

Rekapitulasi nilai Tes Matematika pada siklus II

No Nilai Sebelum Tindakan keterangan

Jumlah siswa (%) 15-24 0 0 Tidak Tuntas 25-34 0 0 Tidak Tuntas 35-44 0 0 Tidak Tuntas 45-54 0 0 Tidak Tuntas 55-64 3 13,63% Tidak Tuntas 65-74 4 18,18% Tuntas 75-84 5 22,72% Tuntas 85-94 5 22,72% Tuntas 95-100 5 22,72% Tuntas Jumlah 22 100% Rata-rata 81.79 Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 56

Berdasarkan pada tabel 4.18, terliahat hasil belajar nilai tes kognitif pada siklus I diketaui jumlah siswa sebanyak 22 siswa. dari 22 siswa sebayak 5 siswa atau 22,72% mendapatkan nilai pada rentang 95-100, 5 siswa selanjutnya atau 22,72% mendapatkan nilai pada rentang 85-94, 5 siswa atau 22,72% mendapatkan nilai pada rentang 75-84, 4 siswa atau 18,18% mendapatkan nilai pada rentang 65-74, 3 siswa atau 13,63% mendapatkan nilai pada rentang 55-64. Dari data tersebut maka dapat dikatakan bahwa terdapat 19 siswa yang tuntas KKM yaitu 65 dengan nilai tertinggi 100 dan terdapat 3 siswa yang masih mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu 65 dengan nilai terendah 56 dan berposisi pada rentang nilai 55-64.Sehingga dapat dikatakan dibandingkan pada kondisi awal atau pra siklus dan siklus I, terjadi peningkatan sebanyak 19 siswa yang tuntas KKM dan terjadi penurunan siswa yang tidak tuntas KKM sebayak 3 siswa. meskipun masih terdapat 3 siswa yang belum tuntas KKM, dibandingkan nilai terendah pada pra siklus, nilai terendah pada siklus 1 mengalami peningkatan sehingga tidak terlalu jauh dari KKM yaitu 56,6. selain itu 7 siswa yang sebelumnya memiliki nilai dibawah KKM kini nilai mereka dapat meningkat dibandingkan pada pra-siklus dan siklus I meskipun 3 diantaranya belum tuntas kkm namun 4 siswa yang sudah tuntas KKM mampu mewakili setengah dari 7 siswa yang sebelumnya belum tutas KKM pada kondisi awal atau pra siklus. Berikut ini adalah pengelompokkan ketuntasan hasil belajar matematika siklus II yang diperlihatkan pada tabel 4.19.

Tabel 4.19

Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus II

No Ketuntasan Belajar Jumlah siswa Ketuntasan

klasikal (%)

1. Tuntas 19 86,36%

2. Tidak tuntas 3 13,63%

Jumlah siswa 22 100%

Dilihat dari tabel 4.19, dapat diketahui bahwa ketuntasan klasikal siswa telah mencapai 86,36% dan yang belum tuntas sebanyak 13,63%. Jika dilihat kembali pada indikator keberhasilan maka ketuntasan klasikan 86,36% sudah melebihi ketuntasan minimal yaitu 80% . Maka dapat dikatakan matode tutor sebaya dipadu

Kidul tahun 2016/2017 dan pada siklus II nilai ketuntasan klasikal telah mencapai diatas indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80% sehingga dikatakan siklus II telah berhasil.

Dokumen terkait