• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : LANDASAN TEORITIS

D. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi didalam diri seseorang setelah berakhirnya aktivitas belajar. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam

kegiatan pembelajaran adalah hasil belajar. Hasil belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana siswa dapat memahami serta mengerti materi tersebut. Hasil belajar ini dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesionalitas dan keahlian yang dimiliki oleh guru. Artinya, kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif), dan bidang perilaku (psikomotorik) sangat berpengaruh dalam menentukan hasil belajar siswa.

2. Ciri-Ciri Hasil Belajar yang Baik

Ada empat ciri-ciri atau karakteristik yang harus dimiliki oleh tes hasil belajar, sehingga tes tersebut dapat dinyatakan sebagai tes yang baik, yaitu: valid, reliabel, obyektif, dan praktis.

Ciri pertama dari hasil tes belajar yang baik adalah valid. Kata valid itu sendiri sering diartikan dengan: tepat, benar, dan shahih. Apabila kata valid dikaitkan dengan fungsi tes sebagai alat pengukur, maka sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut dilakukan dengan secara tepat, secara benar dan shahih dalam apa yang seharusnya di ukur lewat tes tersebut.

Ciri kedua dari tes hasil belajar yang baik adalah reliabel. Kata reliabilitas sering diterjemahkan dengan keajegan atau kemantapan. Sebuah tes dikatakan reliabel apabila hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang kali terhadap subjek yang sama, senantiasa menunjukkan hasil yang tetap sama atau sifatnya ajeg dan stabil. Dengan demikian suatu tes dikatakan telah memiliki reliabilitas apabila skor-skor yang diproleh para peserta tes adalah stabil, kapan saja – dimana saja – dan oleh siapa saja saat tes itu dilaksanakan, diperiksan dan dinilai.

Ketiga, tes hasil belajar tersebut bersifat obyektif. Dalam hubungan ini sebuah ts hasil belajar dapat dikatakan sebagai tes hasil belajar objektif, apabila tes tersebut disusun dan dilaksanakan menurut apa adanya. Istilah apa adanya itu mengandung bahwa materi tes tersebut diambilkan atau bersumber dari materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan sesuai dengan tujuan instruksional.

Ciri yang terakhir, hasil belajar bersifat praktis. Bersifat praktis mengandung pengertian bahwa hasil belajar tersebut dapat dilaksanakan dengan

mudah, karena tes itu: bersifat sederhana dan lengkap.16

3. Bentuk Tes Hasil Belajar

Sebagai alat pengukur perkembangan dan kemajuan belajar peserta didik, apabila di tinjau dari segi bentuk soalnya, dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: tes hasil belajar dalam bentuk uraian dan tes hasil belajar dalam bentu obyektif.

a. Tes hasil belajar dalam bentuk uraian

Tes uraian (essay test) salah satu jenis tes hasil belajar yang memiliki karaktersitik:

1) Tes tersebut memiliki pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa uraian atau paparan kalimat yang pada umumnya cukup panjang. 2) Bentuk pertanyaannya menuntut kepada testee untuk memberikan

penjelasan, komentar, penafsiran, membandingkan, membedakan dan sebagainya.

16 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), h. 93-96.

3) Jumlah butir soalnya umumnya terbatas, yaitu berkisar antara lima sampai dengan sepuluh butir.

4) Pada umumnya butir-butir soal tes uraian itu diawali dengan kata-kata: “Jelaskan ...:, “Terangkan ...”, “Uraikan ...”, “Mengapa ...”, “Bagaimana ...”, atau kata-kata yang lain yang serupa dengan itu.

b. Tes hasil belajar bentuk objektif

Tes objektif juga dikenal dengan istilah tes jawaban pendek (short answer test), tes ya-tidak (yes-no test), da tes model baru (new type test) adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) di antara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing itemnya.

Tes objektif dapat dibedakan menjadi lima golongan, yaitu: 1) Tes objektif bentuk benar-salah

2) Tes objektif bentuk menjodohkan 3) Tes objektif bentuk melengkapi 4) Tes objektif bentuk isian

5) Tes objektif bentuk pilihan ganda.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar merupakan hal yang sangat kompleks apabila dikaitkan dengan hasil belajar, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Faktor-faktor

yang mempengaruhi hasil belajar dapat di golongkan menjadi 3 (tiga), yaitu faktor

internal, faktor eksternal, dan faktor instrumental.17

a. Faktor internal 1) Fisiologis

Kondisi fisik peserta didik sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar yang diperolehnya, ketika peserta didik mempunyai kekurangan dalam hal pendengaran misalnya, maka ia akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Karena ia tidak mampu mendengar apa yang disampaikan oleh guru.

2) Psikologis

Faktor psikologis ini meliputi: bakat, minat, kecerdasan, motivasi, kemampuan kognitif, dan sebagainya. Tidak mungkin seseorang mau berusaha mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya. Jika ia tidak mengetahui betapa penting dan faedahnya hasil yang akan dicapai dari belajarnya itu bagi dirinya, oleh karena itu faktor psikologis ini juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar.

b. Faktor eksternal

Seorang peserta didik mempunyai kondisi fisik yang normal, mempunyai bakat yang tinggi, kecerdasan yang baik, motivasi yang kuat, belum tentu pula dapat belajar dengan baik. Karena masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya.

17

c. Faktor instrumental

Yang dimaksud instrumental input atau faktor-faktor yang disengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah: kurikulum atau bahan pelajaran, guru yang memberikan pengajaran, sarana dan fasilitas, serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Di dalam keseluruhan sistem maka instrumental input merupakan faktor yang sangat penting pula dan paling menentukan dalam pencapaian hasil/output yang dikehendaki, karena instrumental input inilah yang menentukan bagaimana proses belajar mengajar itu akan terjadi di dalam diri pelajar. Selain itu faktor guru dan cara mengajarnya pun merupakan faktor yang penting. Peserta didik akan menghendaki untuk menerima pelajaran jika dalam

pembelajarannya mereka tidak dipaksakan dan dirasa tidak membosankan.18

E. Hidrokarbon

Dokumen terkait