• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORITIK

A. Kajian Teori

2. Hasil Belajar Matematika a. Pengertian Belajar

Pengertian belajar banyak dikemukakan oleh beberapa ahli. Hintzman dalam Muhibbin Syah mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia, atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.28 Sedangkan menurut Wittig dalam Muhibbin Syah belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai

26

Aris Shoimin, “68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013”, Ar-ruzz Media, Depok, 2014, h. 96

27

Junaidi, Yuni Asrina, “Pengaruh Model Pembelajaran Kumon Terhadap Peningkatan

Hasil Belajar Matematika SIswa di kelas VIII MTSN sigli pada Materi Limas Tahun Pelajaran 2011/2012”, Journal FKIP Universitas Jabar Ghafir, sains Riset Vol. 3, No. 1, 2013, h. 6.

28

Dauglas L. Hitzman, “The Psychology of LearningandMemory,” dalam Muhibbin Syah, eds. Psikologi Belajar (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), h.61.

17

hasil pengalaman.29Sedangkan menurut Muhibbin Syah belajar dapat dipahami sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.30

Belajar meliputi tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenagan, minat, penyesuaian social, bermacam-macam keterampilan, dan cita-cita. Belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lengkap. Berdasarkan pertimbangan- pertimbangan yang dikemukakan di atas, Hilgard dan Brower dalam Hamalik mendefinisikan belajar sebagai perubahan dalam perbuatan melalui aktivitas, praktek, dan pengalaman. 31

Belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan yang ditempuh siswa. Salah satu ayat Al-Quran yang menyinggung tentang pendidikan terdapat dalam QS. Al-Mujadilah/58:11

.

ﺎَﻬﱡﻳَﺄَٰٓﻳ

َﻥﻳِﺫﱠﻟٱ

ْﺍ ٓﻭُﻧَﻣﺍَء

ﺍَﺫِﺇ

َﻝﻳِﻗ

ۡﻡُﻛَﻟ

ْﺍﻭُﺣﱠﺳَﻔَﺗ

ﻲِﻓ

ِﺱِﻠ َٰﺟَﻣۡﻟٱ

ْﺍﻭُﺣَﺳ ۡﻓﭑَﻓ

ِﺢَﺳۡﻔَﻳ

ُﱠ(ٱ

ۖۡﻡُﻛَﻟ

ﺍَﺫِﺇ َﻭ

َﻝﻳِﻗ

ْﺍﻭ ُﺯُﺷﻧٱ

ْﺍﻭ ُﺯُﺷﻧﭑَﻓ

ِﻊَﻓ ۡﺭَﻳ

ُﱠ(ٱ

َﻥﻳِﺫﱠﻟٱ

ْﺍﻭُﻧَﻣﺍَء

ۡﻡُﻛﻧِﻣ

َﻥﻳِﺫﱠﻟٱ َﻭ

ْﺍﻭُﺗﻭُﺃ

َﻡۡﻠِﻌۡﻟٱ

ٞ ِ َ َن ُ َ ۡ َ َ ِ ُ ٱَو ٖ ٰ َ َرَد

Terjemahannya:

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.32

29

Arno F. Wittig, “Psychology of Learning” dalam Muhibbin Syah, eds. Psikologi

Belajar(Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), h.61.

30

Muhibbin Syah,Psikologi Belajar (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), h.64.

31

Dr. Oemar hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, (Cet. VII; Penerbit Sinar Baru Algensindo), h. 45

32

Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahannya (Surabaya: Sukses Publising, 1987), h. 544.

18

Ayat tersebut menerangkan bahwa manusia yang berilmu akan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi, manusia yang berilmu dapat mewujudkan kemajuan bangsa. Begitu pentingnya pendidikan dan terlebih lagi dengan belajar yang menjadi fondasi pendidikan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku seseorang melalui pengalaman.

b. Pengertian Hasil Belajar

Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan “belajar” prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.33 Belajar dalam pengertian yang paling umum adalah setiap perubahan perilaku yang diakibatkan pengalaman atau sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih spesifik, belajar didefinisikan sebagai akuisisi atau perolehan pengetahuan atau kecakapan baru.34

Hasil belajar merupakan kemampuan, keterampilan, dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal. Hasil suatu pembelajaran (kemampuan, keterampilan, dan sikap) dapat terwujud jika pembelajaran (kegiatan belajar mengajar) terjadi. Baik individu ataupun tim, menginginkan suatu pekerjaan dilakukan secara baik dan benar agar memeperoleh hasil yang baik dari pekerjaan tersebut. Keberhasilan ini akan tampak dari pemahaman, pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki oleh individu ataupun tim.35

33

Riyanto, “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika melaui Metode Pemberian

Tugas Pekerjaan Rumah Terstruktur dengan Bantuan LKS bagi SIswa Kelas I Program Studi Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Pelaihari”, EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, (Vol. 3,

No. 1 2015), h. 2

34

Saifuddin Azwar, Pengantar Psikologi Intelegensi, (Cet IV; Pustaka Pelajar, 2015)h.164.

35

Maisaroh dan Rostrieningsih, “Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan

Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi di SMK Negeri 1 Bogor” Jurnal Ekoomi dan Pendidikan , vol. 8, no. 2 (2010), h. 161

19

Salah satu konsep yang pernah dirumuskan oleh para ahli bahwa keberhasilan dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersumber dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) dari individu. Menurut Bloom hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan), comprehension (pemahaman),

application (menerapkan), analysis (menguraikan), synthesis (merencanakan), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah sikap menerima, memberikan respon,

nilai, organisasi, dan karakterisasi. Domain psikomotor meliputi initatory,

pre-routine, dan rountinized. Hasil belajar adalah perubahan perilaku secara

keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorisasi oleh para pakar tidak dilihat secara fragmentaris atau terpisah melainkan komprehensif.36

Berdasarkan uarian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah ketercapaian antara proses dengan tujuan.

c. Penilaian Hasil Belajar

Aspek penting dalam pengelolaan pengajaran adalah evaluasi atau penilaian. Evaluasi atau penilaian dalam pengajaran tidak semata-mata dilakukan terhadap hasil belajar, tetapi juga harus dilakukan terhadap proses pengajaran itu sendiri.37Penilaian (assessment) hasil belajar merupakan komponen penting dalam dalam kegiatan pembelajaran dapat ditempuh melalui peningkatan kulitas sistem penilaiannya.38

Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses pemberian nilai tersebut

36

Agus Suprijono, CooperativeLearning (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009), h.5.

37

Ahmad Rohani, Pengelolan Pengajaran (Sebuah Pengantar Menuju Guru Profesional), (Cet.I; PT Rineka Cipta), h. 193

38

Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Cet. VI; Pustaka Pelajar, 2014), h.29

20

berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteia dan kenyataan dalam konteks sitruasi tertentu. Atas dasar itu maka dalam kegiatan penilaian selalu ada objek/program, ada kriteria, dan ada interpretasi/ judgment. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Oleh sebab itu, dalam penilaian hasil belajar, perencanaan tujuan instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian. Penilaian proses belajar adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan dan efisiennya dalam mencapai tujuan pengajaran atau perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab itu, penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil merupakan akibat dari proses. 39

Sejalan dengan pengertian di atas maka penilaian berfungsi sebagai:40 1) Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan instruksional. Dengan fungsi

ini maka penilaian harus mengacu kepada rumusan-rumusan tujuan instruksional.

39

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Cet.XIII; PT Remaja Rosdakarya,2009), h.3

40

Nana Sudjana, Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar, (Cet. XIII; Pt Remaja Rosdakarya, 2009) h.3-4

21

2) Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan instruksional, kegiatan belajar siswa, strategi mengajar guru, dan lain-lain.

3) Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya

Sedangkan tujuan penilaian adalah untuk:41

1) Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.

2) Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.

3) Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanannya.

4) Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa penilaian hasil belajar adalah memberi nilai terhadap keigiatan belajar-mengajar berdasarkan kriteria tertentu.

41

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Cet.XIII; Jakarta PT Remaja Rosdakarya,2009), h. 4

22

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah: Ada pun faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah: 1) Faktor internal

Yaitu faktor yang berasal dari dalam siswa, yang termasuk kedalam faktir internal adalah

a) Fisik meliputi panca indar dan kondisi fisik umum b) Psikologis meliputi

Variabel Non kognitif seperti minat, motivasi dan variabel-variabel keperibadian.

Kemampuan kognitif seperti kemapuan khusus (bakat) dan kemampuan umum (intelegensi)

2) Faktor eksternal

Yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa, yang termasuk kedalam faktor eksternal adalah:

a) Faktor keluarga

Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.

b) Faktor sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.

c) Faktor Masyarakat

Masyarakat sangat berpengaruh terhadap belajar siswa karena keberadaannya siswa dalam masyarakat. Seperti kegiatan siswa dalam masyarakat, media

23

massa yang juga berpengaruh terhadap positif dan negatifnya, pengaruh dari teman bergaul siswa dan kehidupan masyarakat disekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa.42

Dokumen terkait