• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengertian hasil belajar

Menurut syaiful Sagala, pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan

31

Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013 (Cet; 2. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2016), h. 202.

26

oleh peserta didik.32 Jadi belajar adalah kegiatan sengaja yang menimbulkan perubahan perilaku pada pembelajar. Hasil belajar adalah sejumlah pengalaman yang diperoleh peserta didik yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.33 Belajar tidak hanya penguasaan konsep teori mata pelajaran saja, tetapi juga penguasaan kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat-bakat, penyesuaian sosial, macam-macam keterampilan, cita-cita, keinginan dan harapan.

Hasil belajar adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan itu diupayakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.34 Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa dampak pengajaran dan dampak pengiring. Kedua dampak tersebut bermanfaat bagi guru dan peserta didik.35

Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”.36

Pengertian hasil (product) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukanya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar. Perubahan perilaku itu merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar. Jadi hasil belajar dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya.

32 Ramayulis, Ilmu pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), h.239

33 Rusman, Pembelajaran Tematik TerpaduTeori Praktik dan Penilaian (Jakarta: Rajawali Pers. 2016),67

34 Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009),h.34.

35 Dimyati dan Mudjiono, belajar dan pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta. 2013), h.20 36

27

Abin Syamsuddin, dalam buku psikologi kependidikan mendefinisikan prestasi atau hasil belajar peserta didik adalah:

a. Daya atau kemampuan seseorang untuk berfikir dan berlatih ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu dan kegiatan pembelajaran di sekolah;

b. Prestasi belajar tersebut terutama dinilai aspek kognitif (transferable) karena yang bersangkutan dengan kemampuan peserta didik dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa, dan evaluasi;

c. Prestasi belajar peserta didik dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas peserta didik dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya.

2. Klarifikasi Hasil Belajar

Menurut Bloom aspek-aspek kemampuan yang menggambarkan output peserta didik yang dihasilkan dari proses pembelajaran dapat digolongkan ke dalam tiga klarifikasi. Tujuan pembelajaran dapat diklarifikasikan ke dalam tiga rana (domain).37 yaitu:

a. Domain kognitif; berkenaan dengan kemampuan dan kecakapan-kecakapan intelektual berpikir

b. Domain afektif; berkenaan dengan sikap, kemampuan dan penguasaan segi-segi emosional, yaitu perasaan, sikap, dan nilai.

c. Domain psikomotorik; berkenaan dengan suatu keterampilan-keterampilan atau gerakan-gerakan fisik.

37Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005), h.22.S

28

Selanjutnya Bloom membagi domain kognitif menjadi enam kategori yaitu, sebagai berikut:

a. Pengetahuan (Knowledge), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya konsep, prinsip, fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat menggunakannya.

b. Pemahaman (comprehension), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memahami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan guru dan dapat memanfaatkannya tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain. Kemampuan ini dijabarkan lagi menjadi tiga yaitu menerjemahkan, menafsirkan dan mengekstrapolasi.

c. Penerapan (application), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode, prinsip dan teori-teori dalam situasi baru dan konkret.

d. Analisis (Analysis), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsure-unsur atau komponen pembentukannya. Kemampuan analisi dikelompokkan menjadi tiga yaitu analisis unsure, analisis hubungan dan analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi.

e. Sinstesis (synthesis) yaitu, jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan cara menggabungkan berbagai faktor. Hasil yang diperoleh dapat berupa tulisan, rencana dan mekanisme.

29

f. Evaluasi (evaluation) yaitu, jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situasi, keadaan, pernyataan atau konsep berdasarkan criteria tertentu.38

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mencakup tiga rana yaitu rana kognitif, rana afektif dan rana psikomotorik. Namun tipe hasil belajar kognitif lebih dominan karena lebih menonjol.

3. Faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Dalam pembelajaran komponen terpenting adalah pendidik dan peserta didik yang selalu berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Dalam belajar mengajar hal yang harus diutamakan adalah proses, karena proses inilah yang menentukan tujuan belajar akan tercapai atau tidak tercapai. Ketercapaian dalam proses belajar mengajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut baik yang menyangkut perubahan bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Hasil belajar tidak akan didapat kecuali setelah melewati proses belajar.39 Dalam proses belajar mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainaya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik, peserta didik, lingkungan, metode/teknik serta media/alat pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah:

a. Faktor internal

Yaitu faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Yang termasuk kedalam faktor ini adalah:

38Rusman, Pembelajaran Tematik TerpaduTeori Praktik dan Penilaian, h.68.

39 Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Cet, V; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), h. 303.

30 1) Faktor jasmani, yaitu meliputi: (a) Faktor Kesehatan

Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/bebas dari penyakit. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat.

(b) Cacat Tubuh

Yaitu sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan.

2) Faktor psikologis

Yaitu meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.

(a) Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapai dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.

(b) Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka peserta didik harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian peserta didik, maka timbulah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.

(c) Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan

31

pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat peserta didik, peserta didik tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. (d) Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi

menjadi kecakapan yang nyata sesuai belajar dan berlatih. Jadi jelaslah bahwa bakat itu mempengaruhi belajar, jika bahan pelajaran yang dipelajari peserta didik sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu.

(e) Motiferat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai. Di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motif itu sendiri sebagai daya penggerak/pendorongnya.

(f) Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran.

(g) Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi response atau bereaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan.40 Kesiapan itu perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika peserta didik belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.

3) Faktor kelelahan

Yang meliputi kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk

40 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Cet. IV; Jakarta: PT.Rineka Cipta. 2003), h. 52

32

membaringkan tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.

b. Faktor eksternal

Yaitu faktor yang berasal dari luar diri peserta didik, yang termasuk kedalam faktor eksternal adalah:

1) Faktor keluarga

Peserta didik yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.

2) Faktor sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi pendidik dengan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.

3) Faktor Masyarakat

Masyarakat sangat berpengaruh terhadap belajar peserta didik karena keberadaannya peserta didik dalam masyarakat. Media yang juga berpengaruh terhadap positif dan negatifnya, pengaruh dari teman bergaul peserta didik dan kehidupan masyarakat disekitar peserta didik juga berpengaruh terhadap belajar peserta didik.41 Faktor internal dan eksternal sangatlah berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik sehingga peranan pendidik dan orang tua sangatlah penting demi terbentuknya anak yang berilmu dan berakhlak mulia.

41

33

Dokumen terkait