• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. PENGKAJIAN TEORI YANG RELEVAN

6. Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan sesuatu yang sangat

penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan

penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar

keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi

yang telah diajarkan oleh guru. Dengan penilaian hasil belajar yang

baik akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam perbaikan

dalam penilaian hasil belajar, maka akan terjadi salah informasi tentang

kualitas proses belajar dan pada akhirnya tujuan pendidikan yang

sesungguhnya tidak akan tercapai.

Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik

kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai

peserta didik setelah mengkuti proses belajar mengajar. Hamalik (2003)

menjelaskan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai,

pengertian-pengertian, dan sikap-sikap serta kemampuan peserta didik.

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran.

Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada

hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam

pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan

psikomotorik.

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang

terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman,

aplikasi, analisis, sintesism dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut

kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk tingkat

tinggi.

Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar

merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.

Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil

belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran

2006: 26-27) menyebutkan enam jenis perilaku ranah kognitif, sebagai

berikut:

a. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah

dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan

dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip, atau

metode.

b. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna

tentang hal yang dipelajari.

c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah

untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

d. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam

bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami

dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang

telah kecil.

e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.

Misalnya kemampuan menyusun suatu program.

f. Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang

beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. misalnya, kemampuan

menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa

hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa

setelah menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar dapat dilihat

pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam

mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam

penelitian ini adalah hasil belajar kognitif yang mencakup tiga tingkatan

yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3).

Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada

aspek kognitif adalah tes.

Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek

yakni penerimaan, jawaban/reaksi, penilaian organisasi dan

internalisasi. Beberapa ahli mengatakan bahwa sikap seseorang dapat

diramalkan perubahanya, bila seseorang telah memiliki penguasaan

kognitif tingkat tinggi. Penilaian hasil belajar afektif kurang mendapat

perhatian dari guru. Para guru lebih banyak menilai ranah kognitif

semata-mata. Tipe hasil belajar afektif tanpak pada siswa dalam

berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin,

motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar,

dan hubungan sosial

Ada beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar.

Kategorinya dimulai dari tingkat yang dasar atau sederhana sampai

tingkat yang komplek.

a. Reciving atau attending yakni semacam kepekaan dalam menerima

ransangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada siswa dalam

termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, kontrol,

dan seleksi gejala atau ransangan dari luar.

Tugas pendidik mengarahkan perhatian peserta didik pada

fenomena yang menjadi objek pembelajaran afektif. Misalnya

pendidik mengarahkan peserta didik agar senang membaca buku,

senang bekerja sama, dan sebagainya.

b. Responding atau jawaban yakni reaksi yang diberikan oleh

seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Hal ini

mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab

stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.

Dalam kegiatan belajar hal itu dapat ditunjukan antara lain melalui

: bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, menaati peraturan,

menggungkapkan perasaan, menanggapi pendapat, meminta maaf.

Contoh hasil belajar ranah afektif jenjang menanggapi adalah

peserta didik tumbuh hasratnya untuk mempelajari lebih jauh atau

menggali lebih dalam lagi tentang konsep disiplin

c. Valuing (Penilaian) berkenan dengan nilai dan kepercayaan

terhadap gejala atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk

didalamnya kesediannya menerima nilai, latar belakang, atau

pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai

tersebut.

d. Organisasi yakni pengembangan dari nilai kedalam satu sistem

pemantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang

termasuk kedalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi

sistem nilai.

e. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai yakni keterpaduan semua

sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi

pola kepribadian dan tingkah lakunya. Kedalamnya termasuk

keseluruhan nilai dan karakteristiknya.

Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan

dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni :

a. Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar)

b. Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar

c. Kemampuan perseptual, termasuk didalamnya membedakan visual,

membedakan auditif, motoris dan lain-lain

d. Kemampuan dibidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, dan

ketepatan.

e. Gerakan – gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai

pada keterampilan yang komplek

f. Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non-decursive

seperti gerakan ekspresif dan interpretatif

Tipe hasil belajar ranah psikomotorik berkenaan dengan

keterampilan atau kemampuan bertindak setelah ia menerima pengalam

belajar afektif yang baru tampak dalam kecenderungan-kecenderungan

untuk berperilaku. Contoh hasil belajar ranah afektif diatas dapat

menjadi hasil belajar psikomotorik manakala siswa menunjukkan

perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung

didalam ranah afektifnya sehingga kedua ranah tersebut jika dilukiskan

akan tampak sebagai berikut

Tabel 2.5

Hasil belajar afektif dan Hasil Belajar Psikomotorik Hasil Belajar Afektif Hasil Belajar Psikomotorik

 Kemauan untuk

menerima pelajaran dari guru

 Segera memasuki kelas pada waktu guru datang dan duduk paling depan dengan

mempersiapkan kebutuhan belajar  Perhatian siswa terhadap

apa yang dijelaskan oleh guru

 Mencatat bahan pelajaran dengan baik dan sistematis

 Penghargaan siswa terhadap guru

 Sopan, ramah dan hormat kepada guru pada saat guru menjelaskan pelajaran

 Hasrat untuk bertanya kepada guru

 Mengangkat tangan dan bertanya kepada guru mengenai bahan pelajaran yang belum jelas  Kemauan untuk

mempelajari bahan pelajaran lebih lanjut

 Keperpustakaan untuk belajar lebih lanjut untuk meminta informasi kepada guru tentang buku yang harus dipelajari, atau segera membentuk kelompok untuk diskusi

 Kemauan untuk menerapkan hasil pelajaran

 Melakukan latihan diri dalam memcahkan masalah bedasarkan konsep bahan yang telah

diperolehnya atau

menggunakanya dalam praktek kehidupannya

 Senang terhadap guru dan mata pelajaran yang diberikannya

 Akrab dan mau bergaul, mau berkomunikasi dengan guru, dan bertanya atau meminta saran

bagaimana mempelajari mata pelajaran yang diajaarkannya.

Hasil belajar afektif dan psikomotorik ada yang tampak pada saat

proses belajar belajar berlangsung dan adapula yang baru tampak

kemudian (setelah pengajaran diberikan) dalam praktek dalam

kehidupannya dilingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat. Itulah

sebabnya hasil belajar afektif dan psikomotorik sifatnya lebih luas,

lebih sulit dipantau namun memiliki nilai yang sangat berarti bagi

kehidupan siswa sebab dapat secara langsung mempengaruhi

perilakunya.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 , pengertian hasil belajar adalah

sebagai berikut :

1. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan

informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam

kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi

pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara

terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.

2. Pendekatan Penilaian adalah proses atau jalan yang ditempuh dalam

melakukan penilaian hasil belajar peserta didik.

3. Bentuk Penilaian adalah cara yang dilakukan dalam menilai

capaian pembelajaran peserta didik, misalnya: penilaian unjuk kerja,

4. Instrumen Penilaian adalah alat yang digunakan untuk menilai

capaian pembelajaran peserta didik, misalnya: tes dan skala sikap

5. Ketuntasan Belajar adalah tingkat minimal pencapaian kompetensi

sikap, pengetahuan, dan keterampilan meliputi ketuntasan

penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun

waktu belajar.

6. Penilaian Autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki

peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan

keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan

tugas pada situasi yang sesungguhnya.

7. Penilaian Diri adalah teknik penilaian sikap, pengetahuan, dan

keterampilan yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara

reflektif.

8. Penilaian Tugas adalah penilaian atas proses dan hasil pengerjaan

tugas yang dilakukan secara mandiri dan/atau kelompok.

9. Penilaian Projek adalah penilaian terhadap suatu tugas berupa suatu

investigasi sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pengolahan data,

sampai pelaporan.

10. Penilaian berdasarkan Pengamatan adalah penilaian terhadap

kegiatan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.

11. Ulangan Harian adalah penilaian yang dilakukan setiap

12. Ulangan Tengah Semester adalah penilaian yang dilakukan untuk

semua muatan pembelajaran yang diselesaikan dalam paruh pertama

semester.

13. Ulangan Akhir Semester adalah penilaian yang dilakukan untuk

semua muatan pembelajaran yang diselesaikan dalam satu semester.

14. Nilai modus adalah nilai terbanyak capaian pembelajaran pada

ranah sikap.

15. Nilai rerata adalah nilai rerata capaian pembelajaran pada ranah

pengetahuan.

16. Nilai optimum adalah nilai tertinggi capaian pembelajaran pada

ranah keterampilan.

Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik memiliki fungsi untuk

memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi

kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara

berkesinambungan. Berdasarkan fungsinya Penilaian Hasil Belajar oleh

Pendidik meliputi:

a. Formatif yaitu memperbaiki kekurangan hasil belajar peserta didik

dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada setiap kegiatan

penilaian selama proses pembelajaran dalam satu semester, sesuai

dengan prinsip Kurikulum 2013 agar peserta didik tahu, mampu

dan mau. Hasil dari kajian terhadap kekurangan peserta didik

perbaikan RPP serta proses pembelajaran yang dikembangkan guru

untuk pertemuan berikutnya; dan

b. Sumatif yaitu menentukan keberhasilan belajar peserta didik pada

akhir suatu semester, satu tahun pembelajaran, atau masa

pendidikan di satuan pendidikan. Hasil dari penentuan

keberhasilan ini digunakan untuk menentukan nilai rapor, kenaikan

kelas dan keberhasilan belajar satuan pendidikan seorang peserta

didik.

Lingkup Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik mencakup

kompetensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan.

1. Sikap (Spiritual dan Sosial)

Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada ranah sikap

spiritual dan sikap sosial adalah sebagai berikut.

Tabel 2.6

Sasaran Penilaian Hasil Belajar

Tingkatan Sikap Deskripsi

Menerima nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut

Menanggapi nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut

Menghargai nilai Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut

dari sistem nilai dirinya

Mengamalkan nilai

Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata,

berkomunikasi, dan bertindak (karakter)

(sumber: Olahan Krathwohl dkk.,1964)

Dokumen terkait