BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Belajar
1. Hasil Belajar Siswa
Gambar 4.1 Grafik rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol Berdasarkan Grafik 4.1 dapat dilihat bahwa tahap pretest nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen = 58,82 untuk posttest kelas eksperimen = 88,76 sedangkan pretest di kelas kontrol = 55,22 dan untuk posttest kelas control =
58.82 55.22 88.76 70.72 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 eksperimen kontrol pretest posttest
70,72 maka dari nilai mean pretest tersebut terdapat perbedaan nilai antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Jadi dari data tersebut terdapat perbedaan peningkatan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka dikelas eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) terdapat perbedaan secara signifikan dibandingkan pada kelas kontrol dengaan menerapkan pembelajaran konvensional.
Hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis dengan menggunakan statistik uji-t pada taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 = 25 + 25 – 2 = 48 pada statistik uji-t di peroleh thitung = 5,7857 dan untuk ttabel = 2,01. Sehingga didapatkan thitung ttabel yaitu 5,7857 2,01 maka Ha diterima, artinya hasil belajar siswa menggunakan model Student Teams Achievment Division (STAD) lebih baik dari pada hasil belajar tanpa menggunakan model Student Team Achievment Division (STAD). Dari hasil penelitian yang dilakukan Asneli Lubis menyimpulkan hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif STAD terhadap hasil belajar fisika yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol.1Berdasarkan tes awal dan tes akhir diketahui adanya pengaruh pada kedua kelas, pengaruh terhadap hasil belajar kedua kelas tersebut berbeda sacara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa yang diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipr STAD lebih baik daripada siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Hal ini diperkuat lagi oleh peneliti selanjutnya Zikri bahwa hasil
1Asnelis Lubis, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Materi Pokok Gerak Lurus Di Kelas X Sma Swasta Uisu Medan”. Jurnal Pendidikan Fisika, Vol. 1, No. 1, Juni 2012, h. 32.
penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model pembelajaran tipe STAD terhadap hasil belajar pada siswaa kelas VIII-2.2Pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memicu, memberikan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII-2 SMP N 1 Labuhanhaji Timur sebanyak 2 ( dua ) Siklus yaitu; Siklus I (16,67% ) , dan Siklus II (88,89). Peneliti Selanjutnya Abdul Azis, dkk, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan memanfaatkan alat peraga sederhana pada materi tata surya, dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik serta kemampuan kerjasama siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar pada masing-masing aspek tersebut disetiap siklusnya. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan memanfaatkam alat peraga sederhana dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru dalam memilih strategi pengajaran yang bervariasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa dalam proses pembelajaran.3
Penelitian ini, peneliti mengajar di kelas XI MIA 4 dan XI MIA 1 sebagai kelas sampel.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA 4 dan XI MIA 3 di SMAN 1 Kluet Utara. Pada kelas Eksperimen diterapkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan kelas kontrol menerapkan metode
2Zikri, “Penerpan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-2 Materi Persamaan Garis Lurus Pelajaran Matematika Pada SMP Negeri 1 Labuhanhaji Timur”. Jurnal Genta Mulia, Vol. VII, No. 2, Juli-Desember 2014, h. 105.
3Abdul Azis, dkk, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Memanfaatkan Alat Peraga Sains Fisika (Materi Tata Surya) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kerja Sama” Jurnal Pend. Fisika Indonesia, Vol. 4, No. 2, Juli 2006
konvensional. Sebelum proses pembelajaran dimulai, peneliti memberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Kemudian dilanjutkan pembelajaran dengan model pembelajaran STAD.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI SMAN 1 Kluet Utara.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelas XI SMAN 1 Kluet Utara, proses pembelajaran konvensional lebih rendah dibandingkan dengan pembelajaran STAD.Pembelajaran konvensional ternyata memiliki kelemahan, dimana kegiatan lebih berpusat pada guru. Siswa hanya menerima apa yang guru jelaskan, saat diberi kesempatan mereka tidak mau bertanya walaupun mereka belum mengerti. Saat proses belajar mengajar, beberapa siswa merasa mengantuk dan wajah mereka mengekpresikan kebosanan, hal ini disebabkan karena mereka sama sekali tidak termotivasi dan tidak tertarik dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Saat dievaluasi pun banyak siswa yang mengalami kesulitan walaupun soal yang diberikan relatif mudah.Karena mereka sebenarnya belum paham dan mengerti dengan materi yang diberikan.
Berbeda dengan kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran STAD, siswa dituntut lebih aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal, siswa ditempatkan menjadi 5 tim yang dipilh secara heterogen yang beranggotakan 5 orang tiap timnya, yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Masing-masing kelompok diberi bahan ajar dan tugas-tugas
pembelajaran yang harus dikerjakan, tiap kelompok didorong untuk mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran melalui diskusi kelompok, selama proses pembelajaran secara kelompok peneliti berperan sebagai fasilitator dan motivator. Tiap pertemuan, guru melaksanakan evaluasi baik secara individu maupun kelompok untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, bagi siswa dan kelompok siswa yang memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna diberikan pernghargaan.
Setelah dilakukan pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional, terlihat bahwa hasil belajar kedua kelas tersebut berbeda. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t sebesar thitung 5,7857 yang berarti Ho ditolak. Dengan kata lain rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model Student Teams Achievement Division (STAD) lebih baik daripada rata-rata hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model Student Teams Achievment Division (STAD). Hasil ini diperlihatkan dengan adanya peningkatan hasil belajar melalui peningkatan nilai antara pretest dan posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol pada Gambar 4.1.Penelitian dengan menggunakan model Student Teams Achievment Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar, hal ini sejalan dengan hasil penelitian Asnelis Lubis menyimpulkan hasil penelitiannya: “bahwa adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran Student Teams
Achievment Division (STAD) terhadap hasil belajar fisika siswa pada materi pokok gerak lurus di kelas X SMA Swasta UISU Medan”.4
Dengan demikian penggunaan model kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, di bandingkan tanpa menggunakan model Student Teams Achievment Division (STAD).