• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Hasil belajar siswa

Hasil belajar merupakan ukuran kemampuan siswa dalam menerima informasi pembelajaran yang diukur dari tiga sudut pandang yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar juga bisa dipandang sebagai tingkat keberhasilan pembelajaran yang dinamakan nilai. Penilaian terhadap hasil belajar dilakukan dengan teknik tes atau teknik nontes.

Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil analisis data terhadap hasil tes peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, ternyata terdapat perbedaan hasil belajar. Perbedaan tersebut didapatkan dari jumlah masing-masing nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik pada kelas eksperimen dan Sedangkan jumlah masing-masing nilai rata-rata

64

dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang untuk kelas eksperimen dan 34 orang untuk kelas kontrol.

Hasil belajar siswa pada penelitian ini menggunakan teknik tes bentuk tes

multiple choice (pilihan ganda). Tes yang diberikan terdiri dari dua tes, yaitu tes

tahap awal (pretest) dan tes tahap akhir (posttest) yang masing-masing berjumlah 20 butir soal yang berkaitan dengan materi minyak bumi. Pretest diberikan sebelum perlakuan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dan posttest diberikan setelah perlakuan menggunakan model project based

learning dengan tujuan untuk mengetahui apakah materi pelajaran yang telah

diajarkan sudah dapat dikuasai dengan baik oleh siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil uji N-gain, dan untuk menjawab hipotesis digunakan uji t.

Uji N-gain bertujuan untuk mengukur selisih antara nilai pretest dan postest. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata Uji N-gain dalam penelitian ini adalah 0.741 untuk kelas eksperimen dan 0.657 untuk kelas kontrol. Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan kriteria N-gain bahwa nilai g > 0.7 berkategori tinggi dalam penggunaan model project based learning pada materi minyak bumi dan kategori 0.3 < g ≤ 0 berkategori sedang untuk kelas tanpa model

project based learning . Sehingga dapat disimpulkan bahwa model project based learning pada materi minyak bumi berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar

65

Sedangkan uji t bertujuan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini. Analisis data tahap uji t ini menggunakan program SPSS versi 20.0. Sebelum dilakukan uji t, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu normalitas yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh merupakan data dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak, dan uji homogenitas yang bertujuan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak,

Uji normalitas diperoleh hasil dari kedua data yaitu nilai pretest dan posttest adalah normal dengan nilai signifikan pretest 0.147 pada kelompok eksperimen dan 0.204 pada kelas kontrol. Perolehan nilai signifikan pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih besar dari 0.05. Maka Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan dapat diputuskan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya data pretest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol terdistribusi normal. Adapun uji normalitas untuk data posttest diperoleh nilai signifikan 0.090 untuk kelas eksperimen dan signifikan 0.149 untuk kelas kontrol. Perolehan nilai signifikan data posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih besar dari 0.05. Maka berdasarkan kriteria pengambilan keputusan dapat diputuskan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol terdistribusi normal. Kesimpulan dari data tersebut adalah data pretest dan

posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berasal dari data berdistribusi

normal.

Berdasarkan hasil analisis data, data pada uji homogenitas antara pretest dan

posttest diperoleh nilai signifikansi uji homogenitas varians (sig) adalah 0.538

66

sehingga berdasarkan kriteria pengambilan keputusan dapat diputuskan bahwa H0 diterima. Kesimpulannya adalah kelompok data memiliki varian yang sama (homogen).

Setelah uji prasyarat dilakukan, maka dilanjutkan dengan uji t yang bertujuan untuk menjawab hipotesis. Uji t yang digunakan pada penelitian ini yaitu Independent-Samples T test dengan menggunakan program SPSS versi 20.0. Hasil analisis uji t pada tes awal (pretest) diperoleh hasil nilai signifikansi 0.671. Nilai tersebut lebih besar dari 0.05 dan menunjukkan H0 diterima dan Ha ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata nilai pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan atau dapat juga dikatakan bahwa kemampuan awal kelas eksperimen dan kelas kontrol selisihnya tidak berbeda jauh.

Hasil analisis uji t pada tes akhir (posttest) diperoleh hasil yaitu nilai signifikansi 0.034. Nilai tersebut < 0.05 sehingga berdasarkan kriteria pengambilan keputusan H0 ditolak dan Ha diterima. Maka terbukti adanya perbedaan hasil belajar siswa menerapkan model project based learning dan tanpa menerapkan model project based learning pada materi minyak bumi di SMA Negeri 1 Simpang Kanan. Perbedaan yang diperoleh yaitu perbedaan yang signifikan. Hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dapat dilihat dari mean nilai posttest yang diperoleh kedua kelas tersebut. Mean nilai posttest yang diperoleh siswa kelas eksperimen adalah 80.94 dan 75.29 untuk kelas kontrol.

67

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa menerapkan model project based

learning dan tanpa menerapkan model project based learning pada materi minyak

bumi di SMA Negeri 1 Simpang Kanan. Perbedaan yang diperoleh yaitu hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang dapat dilihat dari mean nilai posttest yang diperoleh kedua kelas tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran project based learning pada materi minyak bumi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Simpang Kanan. Hal ini juga didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan hasil yang relevan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Ferawati bersama rekannya dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis

Proyek terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Parigi ”, data hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan bantuan software komputer diperoleh keterampilan berpikir kreatif siswa awal (pretest) diperoleh nilai t hitung = -2.48 dan nilai t tabel dengan taraf signifikan (α = 0.05) derajat kebebasan = n1+n2 -2 (df = 70) diperoleh 1.994 dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung < t tabel ( -2.48 < 1.994). Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis berarti Ho diterima. Kesimpulannya bahwa tidak terdapat perbedaan berpikir kreatif siswa diawal penerapan pembelajaran pada kedua kelas yang menjadi sampel penelitian. Keterampilan berpikir kreatif siswa akhir (posttest) diperoleh nilai t hitung = 3.296 dan nilai t tabel diperoleh 1.994 dapat dijelaskan bahwa nilai t hitung > t tabel (3.296 > 1.994). Berdasarkan kriteria pengujian

68

hipotesis berarti Ho ditolak. Kesimpulannya bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif siswa diakhir penerapan pembelajaran pada kedua kelas yang menjadi sampel penelitian.1

Berdasarkan penelitian yang juga dilakukan oleh Sarah dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Hasil

Belajar Siswa pada Materi Termokimia di SMKN 1 Darul Kamal Aceh Besar”, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning membuat siswa lebih memahami dan mengetahui konsep materi termokimia. Hal ini dapat dilihat dari hasil pemberian post-test. Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan rumus N-Gain didapatkan 12 siswa mendapatkan kriteria tinggi yaitu g < 0.70 dan 7 siswa lainnya mendapatkan kriteria sedang yaitu 0,3 < g < 0.70. 2

Dokumen terkait