TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
2.1 Tinjauan Pustaka .1 Pendekatan Saintifik
2.1.3 Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan siswa setelah mendapatkan pengalaman belajarnya. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar yaitu keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan cita-cita (Sudjana, 2009). Menurut Sardiman dalam Nurcholis & Bahtiar (2012) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan bentuk dari hasil pencarian tujuan pembelajaran. Hasil belajar itu meliputi tiga hal yaitu pengetahuan, konsep, atau fakta (kognitif), personal, kepribadian, sikap (afektif), serta kelakuan, keterampilan atau penampilan (psikomotorik). Hal ini juga didukung oleh
pendapat Gagne dalam Purwanto (2013) bahwa hasil belajar merupakan kemampuan internal (kapabilitas) yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan seseorang melakukan sesuatu.
Benyamin S. Bloom dalam Purwanto (2013) merumuskan hasil belajar yang meliputi tiga ranah yang disebut dengan ranah belajar, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif berkaitan dengan hasil belajar berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual. Ranah kognitif mencakup kategori pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan penilaian (evaluation). Ranah afektif berkaitan dengan perasaan, sikap, minat, dan nilai. Kategori tujuan pembelajaran ranah afektif meliputi penerimaan (receiving), penanggapan (responding), penilaian (evaluing), pengorganisasian (organization), dan pembentukan pola hidup (organization by a value complex). Ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan fisik seperti kemampuan motorik dan syaraf, manipulasi objek, dan koordinasi syaraf. Kategori jenis perilaku untuk ranah psikomotorik menurut Elizabeth Simpson dalam Anni & Rifa’i (2012) meliputi persepsi (perseption), kesiapan (set), gerakan terbimbing (guided response), gerakan terbiasa (mechanism), gerakan kompleks (complex overt response), penyesuaian (adaptation), dan kreativitas (creativity).
Menurut Dimyati & Mudjiono (2006), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat penilaian sudah dilakukan. Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Dimyati & Mudjiono (2006) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses
evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.
Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Munadi (2008), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar meliputi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
Hanafiah & Suhana (2009) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar antara lain adalah siswa dengan sejumlah latar belakangnya seperti tingkat kecerdasan (intelligent quotien), bakat (aptitude), sikap (atitude), minat (interest), motivasi (motivation), kesadaran (contiousness), kedisiplinan (dicipline), tanggung jawab (responsibility). Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor pengajar yang profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, sosial, personal, profesional, serta kualifikasi pendidikan yang memadai dan kesejahteraan yang memadai. Atmosfer pembelajaran partisipatif dan interaktif yang dimanifestasikan dengan adanya komunikasi timbal balik dan multi arah (multiple communication) secara aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan juga turut mempengaruhi hasil belajar siswa seperti komunikasi antara guru dan siswa, komunikasi antara siswa dengan siswa, dan komunikasi kontekstual dan integratif antara guru, siswa dan lingkungannya. Hal lain yang turut mempengaruhi yaitu sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran sehingga siswa merasa betah dan bergairah (enthuse) untuk belajar, yang mencakup lahan tanah, bangunan, dan perlengkapan, antara lain alat tulis kantor, media pembelajaran baik elektronik maupun manual.
Hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar yang lainnya adalah dari kurikulum yang merupakan kerangka dasar atau arahan khusus mengenai perubahan perilaku (behaviour change) siswa secara integral, baik yang berkaitan
dengan kognitif, afektif, maupun psikomotor. Selain itu juga dipengaruhi oleh lingkungan agama, sosial, budaya, politik, ekonomi, ilmu, dan teknologi serta lingkungan alam sekitar, yang mendukung terlaksananya proses pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan. Hal ini pun juga dipengaruhi oleh atmosfer kepemimpinan pembelajaran yang sehat partisipatif, demokratis dan situasional yang dapat membangun kebahagiaan intelekual, kebahagian emosional, kebahagiaan dalam merekayasa ancaman menjadi peluang.
Menurut Muhibbin Syah dalam Rusman (2010) menyatakan bahwa keberhasilan dari proses belajar dipengaruhi oleh tiga faktor. Faktor pertama adalah faktor dalam yaitu keadaan atau kondisi jasmani, faktor kedua adalah faktor dari luar individu yaitu kondisi lingkungan sekitar siswa, dan faktor ketiga adalah pendekatan belajar yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Selain itu, upaya pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran adalah kunci keberhasilan untuk mencapai hasil belajar merupakan hubungan lurus atau linear, akan tetapi pembelajaran bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan dalam mencapai prestasi belajar (Arikunto & Jabar, 2009).
Hasil belajar diperoleh dari penilaian pembelajaran. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar siswa dalam mencapai kompetensi inti yang ditentukan. Guru membuat, mengatur, dan menggunakan penilaian untuk bisa berjalan paling tidak untuk memenuhi tiga tujuan, yaitu menginformasikan berbagai keputusan spesifik, menginstruksikannya, dan juga mengontrol perilaku siswa (Hamid, 2011). Penilaian oleh guru bertujuan memantau proses dan kemajuan belajar siswa serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri siswa, baik aspek kognitif, aspek afektif, psikomotorik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran (Direktorat PSMA, 2014)