2) Hasil Observasi
4.2 Hasil dan Analisis Tindakan
Hasil tindakan didapat dari siklus I dan siklus II yang terdiri dari data tes evaluasi diakhir pembelajaran pada pertemuan ketiga dari masing-masing siklus. Dari data tersebut kemudian dianalisis yaitu membandingkan data pada siklus dan data prasiklus.berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan di SD Negeri Jubelan 01 Sumowono didapat bahwa hasil belajar siswa kelas 5 dari kondisi awal, siklus I, siklus II mengami peningkatan setelah di gunakan atau diterapkan pendekatan kooperatif tipe role Playing.
Berhasil atau tidaknya model pembelajaran role playing dapat dilihat dari hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 SD Negeri Jubelan 01. Hasil belajar didapat dari hasil tes evaluasi siswa dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Hasil tes evaluasi siswa kondisi awal diperoleh dari data hasil UTS Bahasa Indonesia semester I. sedangkan data pada siklus I dan siklus II didapat dari tes evaluasi diakhir siklus.
a) Kondisi Awal
Kondisi awal yang diperoleh dari data UTS Bahasa Indonesia semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil UTS Bahasa Indonesia dapat dilihat pada table 4.20 berikut ini:
Tabel 4.20
Distribusi Frekuensi Nilai Bahasa Indonesia Kondisi Awal
No Nilai Frekuensi Persentase Keterangan
1. 35-44 2 10% Tidak Tuntas
2. 45-54 5 25% Tidak Tuntas
3. 55-64 4 20% Tidak Tuntas
4. 65-74 6 30% Tuntas
5. 75-84 1 5% Tuntas
6. 85-94 1 5% Tuntas
7. 95-100 1 5% Tuntas
Jumlah 20 100%
Nilai Rata-rata 60
Nilai Maksimal 95
Nilai Minimal 35
Berdasarkan table 4.9 distribusi frekuensi nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang Tidak Tuntas dalam hasil belajar yaitu banyaknya siswa yang masih mendapat nilai dibawah KKM yaitu 65. Dari tabl diatas dapat dilihat skor nilai 35-44 frekuensinya ada 2 dengan prsentase 10% dari 20 siswa, 45-54 frekuensinya ada 5 dengan persentase 25% dari 20 siswa, 55-64 frekuensinya ada 4 dengan persentase 20% dari 20 siswa, 65-74 frekuensinya ada 6 dengan persentase 30% dari 20 siswa, 75-84 frekuensinya ada 1 dengan persentase 5% dari 20 siswa, 85-94 frekuensinya ada 1 dengan frekuensi 5% dari 20 siswa, 95-100 frekuensinya ada 1 dengan persentase 5% dari 20 siswa dan dapat dilihat pada daftar nilai siswa (terlampir). Berdasarkan data diatas dapat digambarkan dalam diagram 4.1 sebagai berikut:
0 1 2 3 4 5 6 7
35-44 45-54 55-64 65-74 75-84 85-94 95-100 Jumlah siswa
Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Kondisi Awal
Berdasarkan KKM yaitu 65 data hasil perolehan nilai kondisi awal dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.21.
Tabel 4.21
Ketuntasan Belajar Kondisi Awal
No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase (%)
1. Tuntas 9 45
2. Tidak Tuntas 11 55
Jumlah 20 100
Ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki nilai kurang atau Tidak Tuntas dari KKM 65 sebanyak 11 siswa dalam persentase 55%, sedangkan siswa yang sudah Tuntas sebanyak 9 siswa dengan persentase 45%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang mengalami ketuntasan diatas KKM atau yang sama dengan KKM lebih sedikit daripada jumlah siswa yang tidak tuntas. KeTuntasan belajar siswa pada tabel di atas dapat dilihat pada diagram 4.2 berikut ini:
Lulus Belum Lulus
Tuntas TidakTuntas 55% 45%
Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar Kondisi Awal b) Siklus I
Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 di SD Negeri Jubelan 01 tahun pelajaran 2013/2014 didapatkan dengan mengadakan tes evaluasi diakhir siklus I yaitu pada pertemuan yang ketiga. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 pada Standar Kompetensi mengungkapkan pemikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama, serta Kompetensi Dasar memerankan tokoh dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat dengan indikatornya menyimpulkan pengertian drama dari beberapa ahli, menyebutkan macam-macam drama dari beberapa sumber, menyebutkan macam-macam tokoh dalam drama, menyebutkan jenis-jenis karakter tokoh drama, menyebutkan macam-macam alur, dan menyebutkan teting dalam drama disajikan pada tabel daftar nilai Bahasa Indonesia (terlampir), dan disajikan pada tabel 4.22.
Tabel 4.22
Destribusi Frekuensi Nilai Bahasa Indonesia Siklus I
No Nilai Frekuensi Persentase Keterangan
1. 35-44 - - -
2. 45-54 3 15% Tidal Tuntas
3. 55-64 4 20% Tidak Tuntas
4. 65-74 6 30% Tuntas
5. 75-84 5 25% Tuntas
6. 85-94 1 5% Tuntas
7. 95-100 1 5% Tuntas
Jumlah 20 100%
Nilai Rata-rata 67,25
Nilai Maksimal 95
Nilai Minimal 50
Berdasarkan tabel di atas distribusi frekuensi nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan nilai Bahasa Indonesia kelas 5 SD Negeri Jubelan 01 mengalami peningkatan dari kondisi awal, dibuktikan dengan nilai rata-rata yang meningkat menjadi 67,25 dengan perentase ketuntasan yang meningkat menjadi 65%
yang didapat oleh 13 siswa. siswa yang mendapat nilai dibawah KKM mengalami pengurangan yaitu sudah tidak ada siswa yang mendapat nilai 35-44, 45-54 frekuensi ada 3 dengan persentase 15%, 55-64 frekuensi ada 4 dengan persentase 20%, 65-74 frekuensi ada 6 dengan persentase 30%, 75-84 frekuensi ada 5 dengan persentase 25%, 85-94 frekuensi ada 1 dengan persentase 5%, 95-100 frekuensi ada 1 dengan persentase 5%. Berdasarkan tabel diatas maka dapat dinyatakn dengan diagram 4.3 sebagai berikut:
0 1 2 3 4 5 6 7
45-54 55-64 65-74 75-84 85-94 95-100
Jumlah siswa
Diagram 4.3 Hasil Perolehan Nilai Siklus I
Berdasarkan KKM yaitu 65 data hasil atau nilai yang didapat pada siklus I dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.23 berikut:
Tabel 4.23
Ketuntasan Belajar Siklus I
No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase (%)
1. Tuntas 13 65
2. Tidak Tuntas 7 35
Jumlah 20 100
Ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki nilai kurang atau Tidak Tuntas dari KKM 65 sebanyak 7 siswa dalam persentase 35%, sedangkan siswa yang sudah Tuntas sebanyak 13 siswa dengan persentase 65%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang mengalami ketuntasan diatas KKM atau yang sama dengan KKM mengalami peningkatan dibanding pada kondisi awal. Ketuntasan belajar siswa pada tabel diatas dapat dilihal pada diagram 4.4 berikut ini:
Lulus Belum Lulus
35%
65%
Tuntas
Tidak Tuntas
Diagram 4.4 Ketuntasan Belajar Siklus I
Pada siklus I guru tidak hanya menilai siswa dari hasil evaluasi saja tetapi juga dengan pengamatan siswa saat bermain peran didepan kelas dan hasil rata-rata kelompok yang bermain peran, pada tabel 4.24 yaitu :
Tabel 4.24
Hasil Evaluasi Kelompok Dalam Bermain Drama Siklus I
No Aspek Yang Diamati
Siklus I Pertemuan
1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Kesiapan Pementasan X X X
2. Koordinasi tiap kelompok X X X
3. Intonasi X X X
4. Laval X X X
5. Ekspresi X X X
6. Penguasaan naskah X X X
7. Penghayatan tokoh X X X
8. Sikap saat dipanggung X X X
9. Keseriusan dalam bermain X X X
10. Suasana drama X X X
Jumlah 4 10 3 2 12 6 14 9
Jumlah Keseluruhan 17 20 23
Berdasarkan tabel 4.24 hasil observasi kelompok dalam bermain drama pada siklus I dari pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 dikatakan dalam mereka bermain drama mengalami peningkatan dibuktikan dengan meningkatnya keseriusan mereka dalam bermain peran dari pertemuan 1 yang mendapat nilai 1 sebanyak 4, 2 sebanyak 5, dan 3 sebanyak 1. Pada pertemuan 2 yang mendapat nilai 1 sebanyak 3, 2 sebanyak 6, 3 sebanyak 1. Pada pertemuan 3 yang mendapat nilai 1 sebanyak 1, 2 sebanyak 7, dan 3 sebanyak 2. Berdasarkan tabel diatas dapat dinyatakan dalam diagram 4.5 Sebagai berikut :
Diagram 4.5 Hasil Observasi Kelompok Dalam Bermain Drama Siklus I
c) Siklus II
Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 di SD Negeri Jubelan 01 tahun pelajaran 2013/2014 didapatkan dengan mengadakan tes evaluasi diakhir siklus II yaitu pada pertemuan yang ketiga. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia dibanding dengan kondisi awal dan siklus I. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 pada Standar Kompetensi mengungkapkan pemikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama, serta Kompetensi Dasar memerankan tokoh dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat dengan indikatornya mengaplikasikan lafal dalam drama.
Mengaplikasikan intonasi dalam drama, mengaplikasikan ekspresi dalam drama, menceritakan gambar menjadi dialog drama, mengaplikasikan drama karia sendiri disajikan pada tabel daftar nilai Bahasa Indonesia (terlampir), dan disajikan pada tabel 4.25.
17
20
23
0 5 10 15 20 25
Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3
Tabel 4.25
Distribusi Frekuensi Nilai Bahasa Indonesia Siklus II
No Nilai Frekuensi Persentase Keterangan
1. 35-44 - - -
2. 45-54 - - -
3. 55-64 2 10% Tidak Tuntas
4. 65-74 5 25% Tuntas
5. 75-84 8 40% Tuntas
6. 85-94 3 15% Tuntas
7. 95-100 2 10% Tuntas
Jumlah 20 100%
Nilai Rata-rata 76,75
Nilai Maksimal 100
Nilai Minimal 55
Dilihat dari tabel 4.13 distribusi frekuensi nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 5 mengalami peningkatan dari hasil belajar siklus I, ditandai dengan nilai rata-rata yang meningkat menjadi 76,75 sedangkan siswa yang mendapat nilai 35-44 dan 45-54 sudah tidak ada, sedangkan siswa yang mendapat nilai 55-64 frekuensi ada 2 dengan persentase 10%, 65-74 frekuensi ada 5 dengan persentase 25%, 75-84 frekuensi ada 8 dengan persentase 40%, 85-94 frekuensi ada 3 dengan persentase 15%, 95-100 frekuensi ada 2 dengan persentase 10%. Berdasarkan tabel diatas maka dapat dinyatakn dengan diagram 4.6 sebagai berikut:
0 2 4 6 8 10
55-64 65-74 75-84 85-94 95-100