• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengambilan data dilakukan di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Barru, pada spenelitian ini data yang telah diambil untuk dianalisis yaitu jumlah produksi tanaman padi pada tahun 1995 sampai tahun 2015.

1. Data Jumlah Produksi Tanaman Padi di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru

Adapun data jumlah produksi padi Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru Dari tahun 1995 sampai tahun 2017 yaitu :

Table 4.1 Data Jumlah Produksi Tanaman Padi (Ton)

Tahun Produksi (Ton) Tahun Produksi (Ton)

25

2. Statistika Deskriptif Jumlah Produksi Tanaman Padi Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru

Untuk memahami data analisis penelitian, maka peneliti menyajikan hasil analisis deskriptif jumlah produksi tanaman padi Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru yaitu :

Tabel 4.2 Statistika Deskriptif Produksi Padi

Minimum Q1 Median Mean Q3 Maximum

12211 15694 18256 19057 21338 28700

Pada tabel 4.2 Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru pada tahun 1995 sampai tahun 2020 memiliki nilai rata-rata produksi tanaman padi sebesar 19057 ton dengan nilai maksimum sebesar 28.700 dan nilai minimum 12.211 ton.

3. Plot Jumlah Produksi Tanaman Padi Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru

Adapun plot produksi tanaman padi yaitu :

Gambar 4.1. Produksi Tanaman Padi

26

Berdasarkan gambar 4.1 tingkat produksi tanaman padi di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru pada tahun 1995- 2020 memiliki nilai maksimum sebesar 28700 ton pada tahun 1995 dan nilai minimum sebesar 12211 ton pada tahun 2005

4. Prediksi Tingkat Produksi Padi Di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru

Untuk menentukan nilai akurasi peramalan tanaman padi, pada tahun 1995 – 2017 sebagai in sample dibuatkan plot yaitu :

Gambar 4.2. Produksi tanaman padi 1995-2017

Setelah melakukan plot pada data in sampel, selanjutnya peneliti menentukan nilai parameter optimum, yaitu :

27

Tabel 4.3. Parameter Optimum Tanaman Padi

Parameter Nilai

Alpha 0.692

beta 0.163

Pada tabel 4.3 terdapat 2 (dua) parameter dalam model double exponential smoothing yaitu alpha dan . Identifikasi parameter optimum dimaksudkan untuk mengetahui nilai alpha dan beta yang mampu meminimumkan nilai MAPE. Identifikasi ini dilakukan menggunakan teknik optimasi dengan rentang atau interval batas nilai parameter diantara 0 sampai 1.

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa nilai parameter optimum yang diperoleh untuk alpha sebesar dan .

Setelah parameter optimum ditentukan, selanjutnya melakukan peramalan pada tahun 2018 sampai tahun 2020 untuk mendapatkan nilai akurasi yaitu :

Tabel 4.4. Peramalan Data Out Sampel Tahun Data Aktual Data Ramalan (Ton)

2018 21418 20592.46

2019 21030 21088.99

2020 24306 21585.53

Dilihat dari tabel 4.4, data ramalan pada tahun 2018 sebesar 20592.46 ton, pada tahun 2019 sebesar 21088.99, dan pada tahun 2020 sebesar 21585.53.

Setelah menentukan data ramalan pada out sampel maka langkah selanjutnya menentukan nilai akurasi yaitu sebagai berikut :

28

Tabel 4.5 Akurasi Peramalan

Kriteria MAPE

Nilai Akurasi 12.4623

Berdasarkan tabel 4.5, dapat dilihat bahwa nilai akurasi nilai MAPE sebesar 12.4623.

Untuk menentukan peramalan maka digunakan data pada tahun 1995-2020 Adapun plot hasil fitted data dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.3. Fitted Data Tanaman padi tahun 1995-2020

Dengan pemilihan parameter alpha dan beta dengan rentang atau interval batas nilai parameter diantara 0 sampai 1. Dengan menggunakan parameter alpha sebesar dan beta sebesar = 0.163. Dapat dilihat pada gambar 4.3 fitted data menunjukkan garis berwarna merah mengikuti pola data aktual

29

produksi padi pada tahun 1995-2020 yang berwarna biru. Dapat dikatakan bahwa fitted data sangat baik dalam mengimbangi pola ada actual.

Adapun hasil peramalan menggunakan Parameter Optimum yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.6. Prediksi Tanaman Padi dengan Menggunakan Parameter Optimum Series Forecast

Berdasarkan tabel 4.6hasil peramalan yang diperoleh pada tahun 2021 sebesar 24296.32 pada tahun 2022 sebesar 25078.49 ton, pada tahun 2023 sebesar 25860.66, pada tahun 2024 sebesar 26642.83ton dan pada tahun 2025 sebesar 27424.99 ton.

Agar data peramalan yang dihasilkan tidak cenderung melonjak. Maka menggunakan parameter damped. Adapun hasil parameter Damped yaitu:

Tabel 4.7. Parameter Damped parameter pemulusan sedangkan parameter phi sebagai parameter peredam dengan nilai 0.8.

30

Untuk menentukan peramalan pada tahun 2021 Sampai tahun 2025, maka digunakan data pada tahun 1995-2020 Adapun plot hasil fitted data dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.4 Fitted Data Tanaman padi tahun 1995-2025 Dengan pemilihan parameter alpha,beta dan phi dengan rentang atau interval batas nilai parameter diantara 0 sampai 1. Dengan menggunakan parameter alpha sebesar beta sebesar = 0.163 dan phi sebesar . Dapat dilihat pada gambar 4.4 fitted data menunjukkan garis berwarna hijau mengikuti pola data aktual menunjukkan garis berwarna hitam produksi padi pada tahun 1995-2020 yang berwarna biru. Dapat dikatakan bahwa fitted data sangat baik dalam mengimbangi pola ada aktual.

31

Adapun hasil peramalannya sebagai berikut :

Tabel 4.8. Prediksi Tanaman Padi dengan Menggunakan Parameter Damped

Series Forecast

Dengan menggunakan data jumlah produksi padi Kabupaten Barru Kecamatan Tanete Riaja dengan peramalan metode double exponential smoothing.

Pada tanaman padi rata-rata tingkat produksi pada tahun 1995-2020 sebesar 19057 ton dengan nilai minimum 12211 ton dan nilai maksimum sebesar 28700 ton.

Adapun nilai akurasi yang dihasilkan alpha sebesar 0.692 dan beta sebesar 0.163. setelah melakukan parameter optimum dapat dilihat bahwa nilai akurasi nilai MAPE sebesar 12.4623.

Untuk menentukan peramalan pada tahun 2021 sampai tahun 2025 maka digunakan data pada tahun 1995 sampai tahun 2020. Dapat dilihat pada gambar 4.3 hasil fitted data menunjukkan garis berwarna merah yang mengikuti pola data aktual produksi padi pada tahun 1995-2020 yang menunjukkan garis berwarna biru.

32

Sehingga dapat dikatakan bahwa fitted data sudah baik dalam mengimbangi pola ada aktual serta pemilihan parameter alpha dan beta dengan rentang atau interval batas nilai parameter diantara 0 sampai 1.

Adapun hasil peramalan menggunakan Parameter Optimum yaitu diperoleh pada tahun 2021 sebesar 24296.32 pada tahun 2022 sebesar 25078.49 ton, pada tahun 2023 sebesar 25860.66, pada tahun 2024 sebesar 26642.83ton dan pada tahun 2025 sebesar 27424.99 ton.

Agar data peramalan yang dihasilkan tidak cenderung melonjak, maka peneliti menggunakan parameter damped. Adapun nilai parameter damped, alpha sebesar 0.692, beta sebesar 0.163 dan phi sebesar 0.8. dimana alpha dan beta merupakan parameter pemulusan sedangkan parameter phi sebagai parameter peredam.

Adapun hasil peramalan yang diperoleh yaitu pada tahun 2021 sebesar sebesar 24106.60 ton, pada tahun 2022 sebesar 24613.14 ton, pada tahun 2023 sebesar 25018.36, pada tahun 2024 sebesar 25342.54 dan pada tahun 2025 sebesar 25601.88 ton.

33 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada penelitian ini adalah hasil peramalan pada jumlah produksi tanaman padi tahun 2021 sampai tahun 2025 dengan menggunakan metode double exponential smoothing, pada tahun 2021 sebesar sebesar 24106.60 ton, pada tahun 2022 sebesar 24613.14 ton, pada tahun 2023 sebesar 25018.36, pada tahun 2024 sebesar 25342.54 dan pada tahun 2025 sebesar 25601.88 ton.

B. Saran

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya, jika ingin meramalkan jumlah produksi tanaman padi di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru agar menggunakan metode peramalan yang lain sehingga dapat dibandingkan dengan metode peramalan yang lebih cocok digunakan.

34

Dokumen terkait