• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsumsi Pakan (BK)

Konsumsi pakan adalah kemampuan ternak dalam menghabiskan sejumlah pakan yang diberikan dalam waktu tertentu. Konsumsi pakan diperoleh dari selisih antara jumlah pakan yang diberikan dengan jumlah pakan sisa (g/ekor/hari). Pakan yang dikonsumsi sudah dikonversikan dalam bentuk bahan kering. Data konsumsi bahan kering pakan domba lokal jantan selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Rataan konsumsi pakan dalam bahan kering (BK) domba lokal jantan selama penelitian (g/ekor/hari)

Perlakuan Ulangan

Rataan ± sd

U1 U2 U3 U4 U5

P0 417.22 402.97 393.39 375,13 357,35 389.21 ± 23.48b P1 424.62 419.41 414.13 414.42 428.85 420.29 ± 6.43a P2 435.67 454.75 405.71 437.51 421.33 430.99 ± 18.45a P3 480.88 402.75 434.91 398.86 427.22 428.92 ± 32.89a Keterangan : Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan

adanya pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05).

Berdasarkan analisis keragaman konsumsi pakan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05). Dimana F hitung lebih besar dari F table dapat di lihat pada lampiran 4, hal ini berarti penambahan limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi dalam ransum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi bahan kering.

Penambahan limbah media tanam jamur tiram fermentasi hingga taraf 45%

dalam pakan mampu memperbaiki konsumsi pakan. Penggunaan limbah media tanam jamur tiram fermentasi secara kimiawi mempengaruhi palatabilitas ternak dan secara fisik juga berbeda dengan P0 dari segi rasa bau dan tekstur. Seperti

keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh sifat organoleptiknya, seperti bau, kenampakan, rasa dan tekstur. Selain itu konsumsi bahan kering yang berbeda nyata dikarenakan kandungan nutrien yang ada pada ransum perlakuan berbeda.

Penambahan limbah media tanam jamur tiram fermentasi dalam pakan pada perlakuan hingga taraf 45% memberikan peningkatan terhadap konsumsi bahan kering. Hal ini disebabkan adanya penambahan mikroorganisme dalam limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi sehinggga meningkatkan kemampuan ternak dalam mencerna limbah media tanam jamur tiram fermentasi.

Jumlah kandungan serat kasar pada P2 lebih sedikit dibandingkan dengan P0

sehingga mempermudah tenak dalam mencerna pakan. Tingginya konsumsi pakan pada P2 (pakan yang mengandung limbah media tanam jamur tiram fermentasi 30%). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Ernawati (2005) yang melaporkan bahwa limbah media tanam jamur tiram fermentasi yang sudah ditumbuhi miselia mengandung antibiotik (E. coli enteropatogen), sehingga kondisi saluran pencernaan menjadi lebih baik dan penyerapan zat makanan meningkat.

Pertambahan Bobot Badan

Pertambahan bobot badan harian diperoleh dari hasil pengurangan bobot badan akhir dengan bobot badan awal dibagi dengan lama hari penelitian. Data pertambahan bobot badan harian domba lokal jantan selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Rataan pertambahan bobot badan domba lokal jantan selama penelitian (g/ekor/hari)

Perlakuan Ulangan

Rataan±sd

U1 U2 U3 U4 U5

P0 105.95 110.71 103.81 105.34 115.12 108.18±4.66b P1 133.10 122.62 119.76 105.00 113.57 118.81±10.46a P2 128.10 130.95 111.90 120.47 131.42 124.56±8.32a P3 127.62 120.00 120.95 120.00 126.19 122.95±3.66a Keterangan : Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan

adanya pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05).

Berdasarkan analisis keragaman konsumsi pakan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05). Dimana F hitung lebih besar dari F table dapat di lihat pada lampiran 5, hal ini berarti penambahan limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi dalam ransum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap Pertambahan Bobot Badan.

Penambahan limbah media tanam jamur tiram fermentasi hingga 45%

mampu meningkatkan konsumsi pakan pada domba sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan bobot badan domba lokal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tilman et al (1991), yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan seekor ternak dikendalikan oleh banyaknya konsumsi ransum terutama energi yang diperoleh. Energi merupakan perintis pada produksi ternak dan hal tersebut terjadi secara alami. Untuk mendapatkan PBB yang maksimal maka sangat perlu diperhatikan keadaan kualitas dan kuantitas ransum. Ransum tersebut harus mengandung zat nutrisi dalam keadaan cukup dan seimbang sehingga dapat menunjang pertumbuhan maksimal. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian Syamsuhaidi (1997) yang menyatakan bahwa konsumsi pakan yang tinggi akan diikuti dengan pertambahan bobot badan yang lebih baik.

Konversi Pakan

Konversi pakan merupakan perbandingan antara konsumsi pakan dalam bentuk bahan kering dengan pertambahan bobot badan dalam kurun waktu yang sama. Pakan yang berku alitas baik akan menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi dan konsumsi pakan yang rendah. Nilai efisiensi ransum semakin tinggi menunjukkan pakan tersebut semakin baik. Sebaliknya nilai efisiensi pakan yang rendah menunjukkan pakan tersebut kurang baik (Rasyaf, 1987). Data konversi pakan domba lokal jantan selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Rataan konversi pakan domba lokal jantan selama penelitian

Perlakuan Ulangan

Rataan±sd

UI U2 U3 U4 U5

P0 4.41 3.87 4.17 4.34 3.11 3.98 ± 0.53a

P1 3.12 3.42 3.46 3.95 3.78 3.55 ± 0.33ab

P2 3.17 3.17 3.72 3.71 3.14 3.38 ± 0.30b

P3 2.98 3.36 3.27 3.32 3.16 3.22 ± 0.15b

Keterangan : Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05).

Berdasarkan analisis keragaman konsumsi pakan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05). Dimana F hitung lebih besar dari F table dapat di lihat pada lampiran 6, hal ini berarti penambahan limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi dalam ransum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konversi pakan.

Pada perlakuan P0 mempunyai rataan nilai konversi paling tinggi yaitu sebesar 3.98 dibandingkan dengan P1, P2 dan P3 yaitu berturut-turut 3.55, 3.38 dan 3.22. Semakin Rendahnya nilai konversi pakan disebabkan konsumsi pakan yang tinggi dan menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi pula. Begitu juga pada P0, yang memiliki konsumsi pakan yang tinggi tetapi menghasilkan pertambahan bobot badan yang rendah, sehingga menghasilkan nilai konversi

yang tinggi. Penambahan limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi sampai 45% mampu menurunkan angka konversi pakan domba lokal.

Pada pakan perlakuan P0 menggambarkan bahwa domba lokal jantan pada penelitian mengkonsumsi bahan kering sebanyak 3.98 gram untuk menaikkan 1 gram bobot badannya, sedangkan pada pakan perlakuan P1 membutuhkan pakan sebanyak 3.55 gram untuk menaikkan 1 gram bobot badan dan seterusnya.

Konversi merupakan gambaran terhadap efisiensi penggunaan pakan ternak dalam meningkatkan pertambahan bobot badan ternak. Semakin kecil nilai konversi pakan maka didapat nilai efisiensi pakan yang lebih tinggi (Basri, 2009).

Income Over Feed Cost (IOFC)

Income Over Feed Cost merupakan salah satu cara menghitung

keuntungan secara sederhana pada pemeliharaan domba. Yaitu keuntungan yang diperoleh dari berat badan ternak (selisih bobot akhir dengan bobot awal dan dikali dengan harga jual) dikurangi dengan biaya pakan (total konsumsi dikali harga pakan).

IOFC = (PBB x Harga jual domba/kg) - (Total konsumsi x Harga pakan/kg) Tabel 7. Rataan income over feed cost (IOFC) selama penelitian (Rp)

Perlakuan

Ulangan

Rataan

U1 U2 U3 U4 U5

P0 142.791,01 155.520,77 142.840,61 186.339,24 161.977,55 157.893,84 P1 197.738,75 176.724,66 171.756,42 140.687,63 155.913,34 168.564,16 P2 184.447,83 186.750,55 156.271,04 168.078,10 194.220,79 177.953,66 P3 173.939,77 173.216,70 168.928,94 173.985,20 181.442,66 174.302,65

Harga jual domba adalah Rp 50.000/kg setelah periode pemeliharaan.

Pendapatan diperoleh dari perkalian pertambahan bobot badan dengan harga jual

ternak dalam bobot hidup, sedangkan biaya pakan adalah jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pertambahan bobot badan tersebut. Konsumsi BK rata-rata harian setiap perlakuan yaitu, P0 mengkonsumsi 400.97 g/ekor/hari, P1 mengkonsumsi 420.28 g/ekor/hari, P2 mengkonsumsi 430.99 g/ekor/hari, dan P3 mengkonsumsi 428.92 g/ekor/hari. Penelitian ini menggunakan pakan dengan harga berdasarkan bahan kering setiap jenisnya yaitu, pakan P0 seharga Rp.

2.274,8,-/kg, pakan P1 seharga Rp.2.292 ,-/kg, pakan P2 seharga Rp.2.310 ,-/kg, dan pakan P3 seharga Rp.2.328 ,-/kg.

Penghitungan IOFC dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomi pakan terhadap pendapatan karena biaya pakan berkisar antara 70% - 80% dari keseluruhan total biaya produksi. Rataan IOFC yang diperoleh pada penggunaan jamur tiram fermentasi dalam ransum domba jantan lokal pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut Rp.157.893,84; Rp.168.564,16.; Rp.177.953,66.;

Rp.174.302,65. Rataan IOFC tertinggi terdapat pada P2 yakni Rp.177.953,66, dan rataan IOFC terendah terdapat pada P0 yaitu Rp.157.893,84. Ternak yang mendapatkan penambahan Limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi memiliki nilai IOFC lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kualitas pakan yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya sehingga mempengaruhi pertambahan bobot badan ternak.

Pakan P2 menghasilkan nilai IOFC paling tinggi. Hal ini dapat disebabkan pakan P2 menghasilkan PBB domba yang tinggi dan nilai konversi yang rendah, sesuai dengan Kasim (2002) menambahkan bahwa IOFC dapat dihitung dengan pendekatan penerimaan dari nilai pertambahan bobot badan ternak dengan biaya pakan yang dikeluarkan selama penelitian. Faktor yang berpengaruh penting

dalam perhitungan IOFC adalah pertambahan bobot badan selama penggemukan, konsumsi pakan dan harga pakan. Pertumbuhan yang baik belum tentu menjamin keuntungan maksimum, tetapi pertumbuhan yang baik dan diikuti dengan konversi pakan yang baik pula serta biaya pakan yang minimal akan mendapatkan keuntungan yang maksimal pula.

Rekapitulasi Hasil Penelitian

Hasil penelitian rataan dari keempat parameter yaitu: konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan income over feed cost (IOFC) dapat dilihat pada tabel .

Tabel 9. Rekapitulasi hasil penelitian limbah media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) fermentasi

Keterangan: pemberian notasi yang sama pada tiap parameter menunjukkan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05)

Pemberian pakan dengan limbah media tanam jamur tiram putih fermentasi dalam pakan ternak domba jantan hingga 45% memberikan respon yang berbeda sangat nyata terhadap pertambahan bobot badan dan pengaruh yang berbeda nyata pada konsumsi pakan dan memberikan pengaruh yg berbeda nyata terhadap konversi pakan serta mampu meningkatkan nilai IOFC pada ternak.

Perlakuan

Dokumen terkait