Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Berbasis Home Care Di Kota Makassar
HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini ada
beberapa indikator dalam inovasi pelayanan publik bidang kesehatan berbasis home care. Untuk menilai sejauh mana inovasi pelayanan home care terlaksana di Kota Makassar.
Diantaranya adalah
karakteristik inovasi pelayanan publik bidang kesehatan berbasis home care yaitu keunggulan relatif, kerumitan, dan kemampuan untuk diamati. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan inovasi pelayanan publik bidang kesehatan berbasis home care di Kota Makassar antara lain: Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, dan Sosialisasi.
Bedasarkan hasil penelitian dan data dari informan yang telah dikumpulkan oleh peneliti maka langkah yang selanjutnya yang dilakukan adalah analisis data yang telah terkumpul. Sehingga data yang diperoleh dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang telah dirumuskan.
Dalam melakukan analisis ini peneliti mengunakan teknik
analisisMiles dan Huberman (2012) bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlansung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh dan tidak ditemukannya lagi data baru.
Inovasi pada bidang kesehatan khususnya di Kota Makassar tentunya sangat lah penting karena berbagai fenomena yang terjadi pada layanan kesehatan yang tidak merata dalam hal pelayanan publik tentunya mengharuskan adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui perbaikan sarana dan prasarana serta peningkatan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.
Tentunya inovasi home care memiliki kesamaan dengan Dokter Keluarga Dokter Keluarga melakukan kunjungan kerumah keluarga dan kesamaan lainnya terletak pada tujuan pelaksanaan, jenis pelayanan dan Biaya. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan pada sifat pelayanan kalau home care memeriksa sesuai keluhan pasien dan bertanggung jawab hingga sembuh kalau dokter keluarga menyeluruh bukan hanya sekedar yang
9
dikeluhkan pasien dan bertanggung jawab sepanjang hayatnya. Selain itu perbedaan terletak pada sasaran pelayanan kalau home care sasaran pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan sesuai keluhan sedangkan Dokter Keluarga sasarannya keluarga sebagai suatu unit.
Layanan Home Care
merupakan salah satu cara baru pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat yang kondisinya emergency ataupun kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa datang ke puskesmas. Sehingga layanan ini perlu dinilai apakah merupakan sebuah cara baru dalam memberikan pelayanan kesehatan dan memberikan nilai tambah terhadap layanan sebelumnya.
Selama ini masih adanya program pemerintah yang dikeluhkan oleh masyarakat karena diangap tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat atau tidak memberikan manfaat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas dalam hal bidang kesehatan, terutama pada masyarakat
miskin ataupun masyarakat yang memiliki penghasilan ekonomi yang rendah.
Dalam pelaksanaan ataupun prakteknya inovasi home care di Kota Makassar telah menunjukkan hasil yang baik yang dimana pemerintah selaku pembuat kebijakan ataupun program telah menjawab tantangan yang menjadi kebutuhan masyarakat pada pelayanan publik terutama dalam hal inovasi pelayanan kesehatan yang dimana kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat.
Hal itu sesuai dengan (Wijayanti, 2008). inovasi pada sektor publik lebih ditekankan pada aspek “perbaikan” yang dihasilkan dari kegiatan inovasi tersebut, yaitu pemerintah mampu memberikan pelayanan public secara lebih efektif, efisien, dan berkualitas, murah dan terjangkau.
Pelaksanaan Inovasi home care di Kota Makassar secara keseluruhan telah berjalan sesuai harapan yang dimana Dinas Kesehatan Kota Makassar dan seluruh Puskesmas
10
yang ada di Kota Makassar Berjumlah 48 bertugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab inovasi home care. Hal itu bisa di lihat dari jumlah pengguna di tahun 2016 berjumlah 3.379 pengguna home care. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program home care ini telah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang kiranya masih perlu perbaikan.
Dalam praktek ataupun implementasi program home care yang dibuat Pemerintah Kota Makassar tentunya harus dilihat dari beberapa hal untuk mengetahui apakah suatu program atau inovasi tersebut menjadikan sebagai alat ataupun akses dari program tersebut yang selama ini memang dibutuhkan masyarakat ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dalam memperoleh kesehatan yang menjadi haknya diantaranya sebagai berikut:
Keunggulan suatu inovasi merupakan aspek yang sangat penting dalam mengimplementasi kan suatu program. Bedasarkan hasil dari informan dapat di tarik
kesimpulankeunggulan inovasi home care yang dimilikimulai dari biaya yang gratis, mekanisme pelaksanaanya dan pelayanannya akan memberikan ciri khas tersendiri sehingga dengan mudahnya masyarakat dapat menggunakan home care tersebut dan keunggulan tersebut dapat memberikan suatu hasil yang baik sehingga tujuan dari program home care tersebut dapat tercapai.
Hal itu sesuai dengan Suwarman (2010), suatu inovasi di anggap lebih baik atau unggul dari yang pernah ada sebelumnya di lihat dari ekonominya, kepuasan, dan lain-lain. semakin besar keunggulan dirasakan semakin cepat inovasi dapat diadopsi.
Keunggulan Inovasi Home Care yang bervariasi tentunya akan memberikan dampak bagi masyarakat selaku pengguna dan diharapkan akan semakin meningkatkan minat masyarakat tentunya yang setiap tahun akan terus semakin bertambah dan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Adapun keunggulan inovasi home care diantaranya sebagai berikut:
11
Terdiri dari 3 bentuk layanan Home Care Visited, Home Care Emergency,dan Home Care Follow Up.Biaya untuk akses home care bagi masyarakat gratis dan untuk semua masyarakat tanpa melihat status sosial. Mekanisme pelayanan home care yang mudah cukup dengan call center 112 pihak dari puskesmas akan datang ke rumah dan Layanan home care 24 jam. Kerumitan bedasarkan hasil analisis data dari informan dapat ditarik kesimpulan dalam sebuah inovasi dalam hal ini home care ada ini tak lepas dari beberapa hal dan secara umum kerumitan atau kesulitan dari program home care lebih kepada skill sumber daya manusianya yang berbeda walaupun tersedia dan kebutuhan masyarakat apabila dalam situasi tertentu sehingga tujuan dari program tersebut tidak terganggu dan dapat tercapai.
Beberapa inovasi tentu ada yang dengan mudahnya dapat dipahami ataupun digunakan ada juga yang sebaliknya semakin sulit untuk dipahami dan dimengerti maka
semakin lama suatu inovasi dapat di adopsi.
Dengan kerumitan yang ada pada inovasi home care tentunya akan berpengaruh kepada masyarakat juga selaku pengguna dan inovasi home care juga tentunya harus bisa cocok pada semua situasi jika yang layanan 24 jam akan tetapi ketika masyarakat membutuhkan layanan itu pada situasi tertentu seperti pada tengah malam tapi dari pelaksana home care tidak siap karena tidak adanya sumber daya manusia tentunya akan membuat inovasi home care akan sulit. Dengan berbedanya harapan dan kenyataan pada pelaksanaan dari home care akan membuat paradigma masyarakat tentunya akan mengalami kebingungan dengan situasi tersebut.
Kemampuan untuk diamati dari suatu inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam menilai suatu inovasi. Bedasrkan dari hasil analisis data dari informan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan program home care ini dari segi praktek di lapangan atau hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat dapat
12
terlihat secara nyata, ini menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam praktiknya inovasi bagi masyarakat selaku pengguna layanan merupakan bagian atau penentu dalam menilai inovasi home care.
Inovasi home care tentunya telah memberikan dampak yang begitu besar kepada masyarakat khususnya dalam pelayanan kesehatan. Dan praktiknya di lapangan pun sering bisa dilihat oleh masyarakat dan ini menunjukkan telah terlaksananya inovasi home care. Dalam hal ini masyarakat tentunya memilik peran dalam menilai apakah inovasi home care dikatakan berhasil atau tidak karena inovasi ini tentunya yang menjadi sasaran adalah masyarakat itu sendiri dalam mengakses layanan kesehatan di rumah.
Dalam suatu inovasi atau
program pada
pengimplementasikannya di lapangan tentunya ada yang mempengaruhi selama proses berlansung. Begitupun pada inovasi home care yang terlaksana semenjak tahun 2015 berjalan hingga sekarang tentunya ada
faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi selama proses inovasi ini terlaksana diantaranya sebagai berikut:
Sumber Daya Manusia merupakan elemen terpenting dalam pelaksanaan kebijakan ataupun inovasi dalam hal ini inovasi home care. Jadi sebagus apapun inovasi home care tanpa didukung oleh Sumber daya manusia yang memadai maka akan mempengaruhi pelaksanaannya di lapangan sehingga kemampuan sdmnya sendiri tentunya harus diperhatikan dengan melalui pelatihan
Menurut Sumarsono (2003), Sumber Daya Manusia menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Dari pernyataan tersebut sumber daya manusia yang ada pada suatu organisasi publik ataupun swasta harus mampu bekerja sesuai dengan standar yang ditentukan terutama pada sektor publik yang dihadapkan pada pelayanan publik yang tentunya harus bekerja sesuai SOP (standar operasional pelayanan). Sehingga dengan kesesuain tersebut maka
13
layanan yang di dapatkan masyarakat bisa dirasakan dengan baik.
Untuk menciptakan sumber daya manusia yang memadai tentunya harapan dari seluruh organisasi publik maupun masyarakat sendiri selaku pengguna. Dalam ini home care tentunya membutuhkan sumber daya manusia tidak sedikit dengan jumlah pelaksana di seluruh kota Makassar ada 48 Puskesmas diperlukannya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang sesuai selain itu dibutuhkan pengembangan ilmu ataupun keterampilan dengan melalui pelatihan yang disiapkan oleh pemerintah Kota Makassar. Adanya juga kader kesehatan yang tersebar di seluruh puskesmas Kota Makassar bedasarkan wilayah kerjanya tentunya akan menambah banyak jumlah Sumber Daya Manusia selaku pelaksana dan membantu dalam pelaksanaan inovasi home care.
Sarana dan Prasarana yang disediakan oleh pemerintah khususnya bagi Dinas Kesehatan Kota Makassar dan puskesmas se-Kota Makassar selaku pelaksana inovasi home care
terdiri dari Mobil dottoro’ta, EKG Telemedicine, dan O2 sehingga sarana dan prasarana yang disediakan sudah memadai. Sarana dan Prasarana merupakan elemen terpenting sebagai penunjang pelaksanaan inovasi dan tidak bisa dipisahkan demi tercapainya tujuan dari inovasi home care.
Instansi pemerintah dalam sarana dan prasarana merupakan bagian upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana.
Sarana dan Prasarana yang disediakan dalam sektor pelayanan publik merupakan tanggung jawab dari pemerintah dalam ini untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin banyak kebutuhan di era globalisasi saat ini. Inovasi home care merupakan salah satu program yang bertujuan perbaikan pada pelayanan kesehatan yang sejauh ini masih jauh dari harapan. Tentunya untuk mencapai
14
tujuan dari home care dan pelaksanaannya berjalan sesuai harapan maka di butuhkan sarana dan prasarana penunjang.
Sosialisasi dari hasil analisis data dari informan dapat ditarik kesimpulan bahwa sosialisasi sudah sering dilakukan oleh pelaksana inovasi home care baik dari Dinas Kesehatan Kota Makassar maupun yang dibawahnya seperti Puskesmas Batua dan Puskesmas Panambungan. Adapun bentuk sosialisasi dilakukan berbagai macam seperti penyuluhan atau melakukan pertemuan dengan lintas sektor sehingga walaupun masih ada masyarakat yang belum mengetahui tetapi sosialisasi terus dilakukan.
Sosialisasi sebagai pengalaman sosial sepanjang hidup yang
memungkinkan seseorang
mengembangkan potensi
kemanusiannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan.
Sosialiasi dalam inovasi atau program home care yang baru diciptakan oleh Pemerintah Kota Makassar merupakan bagian penting
dalam memperkenalkan program atau inovasi homecare kepada masyarakat. Dalam sosialisasi tentunya di butuhkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam memberikan gambaran umum kepada masyarakat mengenai home care.
Selain itu dalam
memperkenalkan atau memberikan pemahaman tentunya bisa dilakukan dengan cara seperti bagaimana melakukan penyuluhan di tempat kegiatan posyandu, ataupun melalui puskesmas, kemudian bisa dilakukan dengan pertemuan lintas sektor dalam membantu mengsosialisasikan kepada masyarakat.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi home care yang dilakukan terusmenerus oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar ataupun Masing-Masing Puskesmas selaku pelakasana juga tentunya akan semakin meningkat kan pemahaman masyarakat di mulai dari mekanisme pelaksanaanya dan lain-lain. Serta inovasi home care dapat semakin bertambah jumlah penggunanya dan dijadikan suatu sistem bagi masyarakat
15
yang ingin membutuhkan pelayanan kesehatan di Kota Makassar.
KESIMPULAN
Bedasarkan hasil penelitian maka penulis berkesimpulan bahwa:
Secara umum pelaksanaan home care di Kota Makassar yang berjalan sejak tahun 2015 yang dilaksanakan oleh 48 Puskesmas di seluruh wilayah Kota Makassar hingga saat ini telah terlaksana dengan baik tentunya hal ini dibuktikan dengan jumlah pengguna inovasi home care pada tahun 2016 dengan jumlah 3379 orang.
Tentunya jumlah pengguna ini yang banyak tak lepas dari kelebihan inovasi home care yang dimana kalau ada masyarakat yang sakit butuh penanganan dapat menghubungi call center 112 ataupun call center tiap puskesmas di Kota Makassar dan secara biaya gratis yang di harapakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Selain itu, Adapun kelebihan dari inovasi home care adalah adanya 3 bentuk pelayanan kesehatan (a) Home Care
Visited, (b) Home Care Followed Up, (3) Home Care Emergency. Akan tetapi dalam inovasi home care juga memiliki kesulitan tersendiri terkait kebutuhan masyarakat dalam kondisi tertentu seperti di tengah malam hari yang dimana tergantung kesiapan supir ataupun sumber daya manusianya. Inovasi home care ini juga dapat dilihat oleh masyarakat dan dapat dirasakan hasilnya secara nyata bagi pengguna.
Dalam Pelaksanaan inovasi home care telah diberikan dukungan oleh pemerintah berupa fasilitas seperti mobil Dottoro’ta yang merupakan mobil ambulan yang berukuran mini yang disediakan setiap 1 Puskesmas dan di dalam mobil pun ada EKG Telemedicine dan O2. Selain itu adanya Sumber daya manusia selaku pelaksana yang memadai tetapi secara skill ataupun kemampuan belum tentu sama sehingga menjadi permasalahan tersendiri dalam proses pelaksanannya dan adanya kader kesehatan ada disetiap wilayah kerja puskesmas yang merupakan penghubung antara masyarakat dan pihak puskesmas jika
16
ada yang membutuhkan pelayanan home care. Sosialisasi yang dilakukan oleh pihak penanggung jawab dan pelaksana home care di Kota Makassar sudah sering dilakukan dengan berbagai cara.
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2002. Pedoman pemberantasan penyakit saluran pernafasan akut. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 58 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penilaian Dan Penghargaan Citra Pelayanan Prima Sebagau Unit Pelayanan Percontohan
Khairul, Muluk. 2008. Knowledge Management: Kunci Sukses Inovasi Pemerintah Daerah. Bayumedia Publishing. Jawa Timur.
Miles, Matthew B dan A. Michael Huberman. 2012. Analisis Data Kualitatif, Buku sumber tentang metode-metode baru . Jakarta: Universitas Indonesia Press. Neis, M.A., & McEwen, M. 2001.
Community health nursing: promoting the health of populations, (USA): W.B. Saunders Company
Nuryandari. 2004. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan. Edisi 1, Jakarta: Salemba Medika.
Rogers, Everett M. 2003. Diffusion Of Innovation. 5 Edition. New York: Free Press
Rosenfeld M.J. 2002.Measures of assimilation in the marriage market. Journal of marriage and family, (64), No.152, February, US: Stanford University,p 152-162
Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi
Manajemen Sumber Daya
Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suwarman, Ujang, Fachrodji, Achmad,dkk 2010. Pemasaran Stratejik prespektif Value-Based Marketing & Pengukuran Kinerja. Bogor: IPB Press. Suwarno, Yogi. 2008. Inovasi Di
Sektor Publik. Jakarta: STIA LAN
Syafiie, Inu Kencana. 2003. Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia. Bandung: Refika Aditama
Wijayanti, Irine Diana Sari. Manajemen, Yogyakarta: Mitra Cendikia Press, 2008