• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian IV. Tingkat kepuasan atribut

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden

( )

Keterangan :

L = ukuran banyaknya strata n = ukuran contoh

Ni = jumlah mahasiswa pada strata ke-i D = , dimana B = tingkat kesalahan (5%) N = jumlah dari unit contoh dalam populasi

= = ragam strata ke-i.

Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Perhitungan jumlah responden pada setiap strata.

Selanjutnya, dari banyaknya jumlah responden pada setiap strata yang diperoleh pada Tabel 5, jumlah responden akan ditentukan pada masing-masing departemen. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 6, Tabel 7, dan Tabel 8.

Tabel 6 Jumlah responden pilihan 1 pada masing-masing departemen.

Tabel 7 Jumlah responden pilihan 2 pada masing-masing departemen.

Tabel 8 Jumlah responden pilihan yang ditentukan IPB pada masing-masing departemen.

Keterangan : mi = jumlah responden masing- masing departemen.

Metode Analisis Data

Langkah – langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis statistika deskriptif untuk mengetahui deskripsi responden.

2. Melihat gambaran tingkat kepuasan responden berdasarkan pilihan masuk ke departemen.

3. Identifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen menggunakan IPA dan CSI.

4. Segmentasi tingkat keberhasilan mahasiswa berdasarkan prestasi akademik menggunakan analisis CHAID.

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden

Berdasarkan analisis statistika deskriptif terhadap 166 responden, dapat dilihat bahwa sebesar 70% mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Selanjutnya, asal daerah responden sebagian besar responden berasal dari Jawa (61%). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Sebaran asal daerah responden. Asal daerah SMA dikategorikan menjadi empat wilayah, yaitu (1) Sumatera, (2) Jawa, (3) Nusa Tenggara, dan (4) Sulawesi. Sebesar 45,78% mahasiswa berasal dari SMA di Jawa. Sisanya adalah luar Jawa terutama Sumatera. Sedangkan mengenai tempat tinggal di Bogor paling banyak mahasiswa bertempat tinggalkan dengan menyewa kamar/kostan, yaitu sebesar 59%. Selengkapnya dapat dlihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Sebaran tempat tinggal responden di Bogor. KODE Ni ni P1 76 43 0,242705 P2 78 44 0,255457 P IPB 143 79 0,258196 N 297 166 kode P-1 jml mhs Ni ni mi A3 13 76 43 7 C2 11 76 43 6 D1 15 76 43 8 E4 12 76 43 7 H4 17 76 43 10 I2 8 76 43 5 kode P-2 jml mhs Ni ni mi A3 6 78 44 3 C2 8 78 44 5 D1 17 78 44 10 E4 7 78 44 4 H4 27 78 44 15 I2 13 78 44 7 kode P-IPB jml mhs Ni ni mi A3 31 143 79 17 C2 22 143 79 12 D1 22 143 79 12 E4 29 143 79 16 H4 25 143 79 14 I2 14 143 79 8

( )

Keterangan :

L = ukuran banyaknya strata n = ukuran contoh

Ni = jumlah mahasiswa pada strata ke-i D = , dimana B = tingkat kesalahan (5%) N = jumlah dari unit contoh dalam populasi

= = ragam strata ke-i.

Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Perhitungan jumlah responden pada setiap strata.

Selanjutnya, dari banyaknya jumlah responden pada setiap strata yang diperoleh pada Tabel 5, jumlah responden akan ditentukan pada masing-masing departemen. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 6, Tabel 7, dan Tabel 8.

Tabel 6 Jumlah responden pilihan 1 pada masing-masing departemen.

Tabel 7 Jumlah responden pilihan 2 pada masing-masing departemen.

Tabel 8 Jumlah responden pilihan yang ditentukan IPB pada masing-masing departemen.

Keterangan : mi = jumlah responden masing- masing departemen.

Metode Analisis Data

Langkah – langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis statistika deskriptif untuk mengetahui deskripsi responden.

2. Melihat gambaran tingkat kepuasan responden berdasarkan pilihan masuk ke departemen.

3. Identifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen menggunakan IPA dan CSI.

4. Segmentasi tingkat keberhasilan mahasiswa berdasarkan prestasi akademik menggunakan analisis CHAID.

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden

Berdasarkan analisis statistika deskriptif terhadap 166 responden, dapat dilihat bahwa sebesar 70% mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Selanjutnya, asal daerah responden sebagian besar responden berasal dari Jawa (61%). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Sebaran asal daerah responden. Asal daerah SMA dikategorikan menjadi empat wilayah, yaitu (1) Sumatera, (2) Jawa, (3) Nusa Tenggara, dan (4) Sulawesi. Sebesar 45,78% mahasiswa berasal dari SMA di Jawa. Sisanya adalah luar Jawa terutama Sumatera. Sedangkan mengenai tempat tinggal di Bogor paling banyak mahasiswa bertempat tinggalkan dengan menyewa kamar/kostan, yaitu sebesar 59%. Selengkapnya dapat dlihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Sebaran tempat tinggal responden di Bogor. KODE Ni ni P1 76 43 0,242705 P2 78 44 0,255457 P IPB 143 79 0,258196 N 297 166 kode P-1 jml mhs Ni ni mi A3 13 76 43 7 C2 11 76 43 6 D1 15 76 43 8 E4 12 76 43 7 H4 17 76 43 10 I2 8 76 43 5 kode P-2 jml mhs Ni ni mi A3 6 78 44 3 C2 8 78 44 5 D1 17 78 44 10 E4 7 78 44 4 H4 27 78 44 15 I2 13 78 44 7 kode P-IPB jml mhs Ni ni mi A3 31 143 79 17 C2 22 143 79 12 D1 22 143 79 12 E4 29 143 79 16 H4 25 143 79 14 I2 14 143 79 8

Deskripsi responden selanjutnya adalah mengenai latar belakang pemilihan departemen. Terdapat lima kategori terkait peubah ini, meliputi (1) dipilihkan IPB, (2) kemauan sendiri, (3) rekomendasi orang tua, (4) rekomendasi guru, (5) lainnya (teman, saudara, paman, usulan kakak kelas, suka dengan departemennya, dan terkait prospek kerja). Kategori paling besar persentasenya adalah kemauan sendiri (41.57%). Hal ini berarti paling banyak latar belakang mahasiswa memilih departemen adalah atas kemauan sendiri.

Pihak yang berperan dalam pemilihan departemen dikelompokkan menjadi lima kategori, meliputi (1) orang tua, (2) kemauan sendiri, (3) Guru di SMA, (4) IPB, dan (5) lainnya (kakak kelas di IPB, paman, tante, saudara, teman, guru les, dosen, kakak kandung, tidak ada). Pihak yang paling berperan dalam pemilihan departemen adalah kemauan sendiri, yaitu sebesar 39.75%.

Informasi awal mengenai departemen pilihan, yang dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) brosur/publikasi oleh pihak IPB, (2) Orang tua, (3) Guru di SMA, (4) kakak kelas di IPB, (5) lainnya (dosen, kakak kandung, teman, saudara, tidak ada informasi awal). Sebesar 42% responden memperoleh informasi awal adalah dari brosur/publikasi oleh pihak IPB. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Sebaran informasi awal mengenai departemen pilihan.

Pendidikan terakhir orang tua dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) setinggi-tingginya SD, (2) SMP, (3) SMA, (4) Diploma (D1,D2,D3), dan (5) Sarjana (S1,S2,S3). Pendidikan terakhir orang tua yang paling besar nilai persentasenya adalah Sarjana (51,80%). Selanjutnya, pekerjaan orang tua dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) PNS, (2) Wiraswasta, (3) Swasta, (4) Petani, (5) Pensiunan, (6) lainnya (ABRI, Buruh, Supir, dan tidak ada (meninggal dunia). Pekerjaan orang tua yang memiliki persentase paling besar adalah PNS (45.18%). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Sebaran pekerjaan orang tua. Penghasilan orang tua dikategorikan menjadi delapan kategori, meliputi (1) penghasilan yang lebih kecil dari 500 ribu rupiah, (2) penghasilan antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah, (3) penghasilan antara 1 juta sampai 2.5 juta rupiah, (4) penghasilan antara 2.5 juta sampai 5 juta rupiah, (5) penghasilan antara 5 juta sampai 7.5 juta rupiah, (6) penghasilan antara 7.5 juta sampai 10 juta rupiah, (7) penghasilan lebih besar dari 10 juta rupiah, dan (8) lainnya. Mahasiswa yang memiliki orang tua yang penghasilannya berada pada kategori 4 memiliki persentase terbesar, yaitu sebesar (36.14%). Sedangkan kategori lainnya adalah mahasiswa yang tidak memiliki orang tua lagi/meninggal dunia.

Besar penerimaan per bulan dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) penerimaan antara 100.000-200.000 rupiah, (2) penerimaan 200.001-300.000 rupiah, (3) penerimaan 300.001-400.000 rupiah, (4) 400.001-500.000 rupiah, (5) penerimaan lebih besar dari 500.000 rupiah. Mahasiswa yang memiliki penerimaan per bulan lebih besar dari 500.000 rupiah memiliki persentase terbesar, yaitu sebesar 54.81%.

Besarnya BPMP per semester dikategorikan menjadi enam kategori, meliputi BPMP per semester yang besarnya (1) 600 ribu rupiah, (2) 900 ribu rupiah, (3) 1.2 juta rupiah, (4) 1.6 juta rupiah, (5) 1.7 juta rupiah, (6) lainnya ( 0 rupiah, 1.9 juta rupiah, 2 juta rupiah, 2.3 juta rupiah). Paling banyak mahasiswa membayar BPMP per semester sebesar 1.2 juta rupiah (45.18%).

Keaktifan berorganisasi dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu (1) aktif, dan (2) tidak aktif. Sebanyak 148 (89.15%) orang mahasiswa menyatakan aktif berorganisasi. Hal tersebut berkaitan dengan pengaruh organisasi atau kepanitiaan terhadap minat belajar. Dari lima kategori, yaitu (1) sangat berpengaruh, (2) berpengaruh, (3) biasa saja, (4) tidak berpengaruh, dan (5) sangat tidak berpengaruh, sebesar 40.36% responden menganggap bahwa organisasi atau kepanitiaan berpengaruh terhadap minat belajar. Mengenai deskripsi responden, selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3.

Gambaran Tingkat Kepuasan Mahasiswa

Dari 166 responden terpilih, persentase terbesar dari tipe pilihan masuk adalah pilihan yang ditentukan oleh IPB. Selain itu, secara umum dapat dilihat tingkat kesesuaian terhadap pilihan masuk ke departemen. Sebagian besar responden menyatakan sesuai dengan pilihan masuk ke departemen, yaitu sebesar 81.92%, sedangkan yang menyatakan tidak sesuai adalah sebesar 18.08%.

Berdasarkan hasil uji chi-square antara tipe pilihan departemen dan kesesuaian terhadap departemen (Tabel 9), tampak bahwa tipe pilihan departemen memiliki asosiasi dengan kesesuaian terhadap departemen, yaitu dengan nilai-p sebesar 0.002 pada taraf nyata 5%.

Tabel 9 hasil uji chi-square tipe pilihan masuk dan kesesuaian terhadap departemen.

Nilai db Nilai-p Pearson Chi-Square 12.478a 2 .002 Likelihood Ratio 12.996 2 .002 N of Valid Cases 166

Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pilihan masuk ke departemen dibagi menjadi 5 kategori, yaitu (1) sangat tidak puas, (2) tidak puas, (3) biasa saja, (4) puas, (5) sangat puas. Namun dalam hal ini tidak ada mahasiswa yang menyatakan sangat tidak puas terhadap pilihan masuknya. Distribusi mahasiswa terhadap tingkat kepuasan berdasarkan pilihan masuk ke departemen dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Tabulasi tingkat kepuasan mahasiswa pada masing-masing pilihan masuk. tidak puas biasa saja puas sangat puas P1 1 (2%) 14 (33%) 23 (53%) 5 (12%) P2 1 (2%) 14 (32%) 25 (57%) 4 (9%) P-IPB 3 (4%) 24 (30%) 43 (54%) 9 (11%) Hasil analisis IPA dan CSI berdasarkan

pilihan masuk ke departemen.

Hasil analisis IPA berupa grafik. Grafik tersebut dibentuk berdasarkan tingkat kepuasan mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga segmen, yaitu tingkat kepuasan yang diperoleh dari kelompok mahasiswa yang departemennya merupakan pilihan pertama, pilihan kedua, dan pilihan yang ditentukan oleh IPB. Atribut yang diukur terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian internal dan eksternal responden. Atribut yang menjadi bagian internal responden terdiri dari prestasi akademik, kondisi lingkungan tempat tinggal apakah mendukung prestasi, pemilihan departemen pengampu, informasi awal mengenai departemen, metode belajar, keberadaan teman dekat, keaktifan berorganisasi, dan keikutsertaan dalam kepanitiaan. Sedangkan atribut-atribut yang termasuk bagian eksternal adalah kondisi lingkungan kelas, fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, layanan akademik, kesesuaian matakuliah, dan peluang kerja. Hasilnya dijelaskan dalam masing-masing tipe pilihan masuk. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 6 sampai dengan Gambar 13.

performance im po rt an ce 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,56 4,16 ikutSertaKpntiaan aktifOrganss temanDekat metBel InfoAwlDept PemDept KLTT prestasi

Berdasarkan Gambar 6, atribut yang ada dalam kuadran 1 yaitu atribut Prestasi akademik (prestasi) dan atribut Metode belajar (metBel). Dengan demikian, mahasiswa pada pilihan 1 sebaiknya melakukan peningkatan terhadap kedua atribut tersebut. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2, yaitu Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT), Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Pemilihan departemen pengampu (PemDept). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus.

Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss) dan Keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, kedua atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat.Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah.

Atribut tersebut adalah Informasi awal mengenai departemen (InfoAwlDept).

Berdasarkan Gambar 7, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah kesesuaian matakuliah (KesesuaianMatkul), Peluang kerja, dan Layanan akademik (LayAkademik). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa. performance im po rt an ce 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 3,0 4,40 4,35 4,30 4,25 4,20 4,15 3,5 4,28 peluangKerja KesesuaianMatKul LayAkademik beasiswa Fasilitas konLingkKelas

Gambar 7 Grafik IPA pada responden pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 8, atribut yang ada

pada kuadran 1 adalah prestasi akademik (prestasi). Atribut tersebut adalah atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah keberadaan teman dekat (temanDekat), pemilihan departemen pengampu (pemDept), Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Dalam hal ini tidak ada atribut yang terletak pada kuadran 4. Sedangkan Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah metode belajar (metBel), Informasi awal

mengenai departemen (infoAwlDept), dan Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss).

Berdasarkan Gambar 9, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Peluang kerja, dan Layanan akademik (LayAkademik). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas) dan Kesesuaian mata kuliah (kesMatKul). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat

dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat.

Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki

tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa.

Performance Im po rt an ce 3,9 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 3,0 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,9 3,8 3,45 4,07 ikutSertaKpntiaan aktifOrganss temanDekat metBel InfoAwlDept PemDept KLTT prestasi

Gambar 8 Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut internal. performance im po rt an ce 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 3,0 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,42 4,16 peluangKerja KesMatKul LayAkademik beasiswa Fasilitas konLingkKel

Gambar 9 Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 10, tidak ada atribut

pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Prestasi akademik (prestasi), Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang terletak pada kuadran 4 adalah keaktifan berorganisasi (aktifOrganss). Meskipun atribut tersebut tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi

responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah metode belajar (metBel), Informasi awal mengenai departemen (infoAwlDept), Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss), dan keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan).

Berdasarkan Gambar 11, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah

Peluang kerja, dan kesesuaian mata kuliah (KesMatKul). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus.

Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Layanan akademik (LayAkademik). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin

meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Kondisi lingkungan kelas (konLingKelas), Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas) dan Beasiswa. performance im po rt an ce 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 4,5 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,47 4,22 ikutSertaKpntiaan aktifOrganss temanDekat metBel InfoAwlDept PemDept KLTT prestasi

Gambar 10 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut internal.

performance im po rt an ce 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 4,60 4,55 4,50 4,45 4,40 4,35 4,30 3,44 4,37 peluangKerja KesMatKul LayAkademik beasiswa Fasilitas konLingkKel

Gambar 11 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 12, secara umum

atribut yang ada pada kuadran 1 adalah Prestasi akademik (prestasi), hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu

dipertahankan. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah pemilihan departemen pengampu (PemDept), keaktifan organisasi (aktifOrganss), dan keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan). Meskipun tidak begitu penting bagi responden, atribut ini harus ditingkatkan agar nilai kepentingannya semakin meningkat. Tingkat

kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Informasi awal mengenai departemen (InfoAwlDept).

Berdasarkan Gambar 13, secara umum tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Peluang kerja, Layanan akademik (LayAkademik), dan kesesuaian mata kuliah (KesMatKul). Dalam hal ini

atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah fasilitas penunjaung kegiatan belajar mengajar (Fasilitas). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa. performance im po rt an ce 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,48 4,16 ikutSertaKpntiaan aktifOrganss temanDekat metBel InfoAwlDept PemDept KLTT prestasi

Gambar 12 Grafik IPA secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk pada atribut internal.

performance im po rt an ce 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 4,50 4,45 4,40 4,35 4,30 4,25 4,20 3,45 4,29 peluangKerja KesMatKul LayAkademik beasiswa Fasilitas konLingkKel

Nilai CSI masing-masing pilihan masuk berdasarkan atribut internal dan internal disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11 Nilai CSI masing-masing tipe pilihan masuk ke departemen.

Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 71% dan 70%. Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 69% dan 68%. Serta Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan yang ditentukan IPB berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 69% dan 68%. Sedangkan nilai CSI secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk untuk atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah sebesar 69,71% dan 69,10%. Dilihat dari semua nilai CSI, dapat disimpulkan bahwa responden sudah merasa puas terhadap departemen yang dijalani saat ini baik dari peubah internal maupun eksternal responden pada masing-masing tipe pilihan masuk.

Segmentasi demografi responden hasil analisis CHAID

Segmentasi yang dihasilkan oleh analisis CHAID dapat dilihat pada diagram pohon klasifikasi CHAID seperti pada Gambar 14. Dendogram hasil analisis CHAID pada Gambar 7 menerangkan bahwa pada node teratas diketahui jumlah mahasiswa berdasarkan prestasi akademik yang diperoleh. Dalam hal ini prestasi akademik yang dimaksud adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada semester ketiga. Sebanyak 8 orang (5%) memiliki prestasi

Cumlaude, 85 orang (51%) sangat memuaskan, 62 orang (37%) memuaskan, dan 6 orang (7%) tidak memuaskan.

Peubah penjelas paling signifikan dalam membedakan prestasi akademik dalam hal ini adalah keaktifan dalam organisasi atau kepanitiaan. Sekitar 89% responden aktif berorganisasi dan 11% responden tidak aktif

dalam organisasi. Dari 18 orang yang tidak aktif sekitar 5 orang (28%) memperoleh predikat sangat memuaskan. Hal ini berbeda dengan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Sekitar 80 mahasiswa dari 148 mahasiswa (sekitar 54%) mahasiswa memperoleh predikat sangat memuaskan. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa pada mahasiswa yang aktif berorganisasi adalah asal daerah. Mahasiswa yang berasal dari Sumatera dan Jawa sekitar 54% memperoleh predikat sangat memuaskan. Sedangkan mahasiswa aktif dan berasal dari Nusa Tenggara dan Sulawesi sekitar 2 mahasiswa dari 4 mahasiswa memperoleh predikat tidak memuaskan. Namun secara umum, mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung mempunyai predikat sangat memuaskan.

Gambar 14 Dendogram hasil analisis CHAID Keterangan :

CL = Cumlaude SM = Sangat Memuaskan M = Memuaskan TM = Tidak Memuaskan

Hasil dendogram CHAID dapat dinyatakan dalam tiga segmen pada Tabel 12.

Tabel 12 Segmentasi hasil analisis CHAID

Segmen Karakteristik

Ke-1 Mahasiswa yang menyatakan tidak aktif

dalam berorganisasi/kepanitiaan. Ke-2 Mahasiswa yang menyatakan aktif dalam

berorganisasi atau kepanitiaan, berasal dari SMA di Jawa dan Sumatera. Ke-3 Mahasiswa yang menyatakan aktif dalam

berorganisasi atau kepanitiaan, berasal dari SMA di Sulawesi dan Nusa tenggara. Tipe pilihan

departemen Nilai CSI (%) Internal Eksternal

Pilihan 1 71 70

Pilihan 2 69 68

Pilihan IPB 69 68

Ketiga segmen yang terbentuk dapat ditabulasi jumlah masing-masing prestasi akademik yang disajikan dalam Tabel 13. Tabel 13 Tabulasi prestasi akademik berdasarkan hasil analisis CHAID.

Secara umum yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

KESIMPULAN

Mahasiswa pada departemen yang merupakan pilihan 1 dan pilihan 2 merasa perlu peningkatan prestasi akademik. Mahasiswa yang departemennya ditentukan oleh IPB, prestasi akademik bukan merupakan pilihan pertama. Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa pada departemen baik untuk pilihan 1, pilihan 2, dan plihan IPB untuk faktor internal dan eksternal sudah cukup baik. Secara umum yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Agresti A, Finlay B. 1997. Statistical Methods For The Social Sciences Third Edition. New Jersey : Prentice Hall. Ainin S, Hisham, N.H. 2008. Applying

Importance-Performance Analysis to Information Systems: An Exploratory Case Study. Jurnal of Information, Information Technology, and Organizations, 3(8):95-193.

Gallagher, C.A. 2000. An Iterative Approach to Classification Analysis. [jurnal on-line].

http://www.casact.org/library/ratemaking /90dp237.pdf.[25 jul 2011].

Huang, Y.C, Wu, C.H., Hsu, C.J. 2006. Using Importance Performance Analysis in Evaluating Taiwan Medium and Long Distance National Highway Passenger Transportation Service Quality. Jurnal of American Academy Business, 8(2):98-104.

Kass, GV. 1980. An Exploratory Technique for Investigating Large Quantities of

Categorical Data. Applied Statistics, 29(2):119-127.

Supranto J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Segmen CL SM M TM 1 0 (0%) 5 (28%) 10 (56%) 3 (17%) 2 8 (6%) 79 (55%) 51 (35%) 6 (4%) 3 0 (0%) 1 (25%) 1 (25%) 2 (50%)

Ketiga segmen yang terbentuk dapat ditabulasi jumlah masing-masing prestasi akademik yang disajikan dalam Tabel 13. Tabel 13 Tabulasi prestasi akademik berdasarkan hasil analisis CHAID.

Secara umum yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

KESIMPULAN

Mahasiswa pada departemen yang merupakan pilihan 1 dan pilihan 2 merasa perlu peningkatan prestasi akademik. Mahasiswa yang departemennya ditentukan oleh IPB, prestasi akademik bukan merupakan pilihan pertama. Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa pada departemen baik untuk pilihan 1, pilihan 2, dan plihan IPB untuk faktor internal dan eksternal sudah cukup baik. Secara umum yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Agresti A, Finlay B. 1997. Statistical Methods For The Social Sciences Third Edition. New Jersey : Prentice Hall. Ainin S, Hisham, N.H. 2008. Applying

Importance-Performance Analysis to Information Systems: An Exploratory Case Study. Jurnal of Information, Information Technology, and Organizations, 3(8):95-193.

Gallagher, C.A. 2000. An Iterative Approach to Classification Analysis. [jurnal on-line].

http://www.casact.org/library/ratemaking /90dp237.pdf.[25 jul 2011].

Huang, Y.C, Wu, C.H., Hsu, C.J. 2006. Using Importance Performance Analysis in Evaluating Taiwan Medium and Long Distance National Highway Passenger Transportation Service Quality. Jurnal of American Academy Business, 8(2):98-104.

Kass, GV. 1980. An Exploratory Technique

Dokumen terkait