DI HARGOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penerapan di tingkat petani menunjukkan bahwa petani tidak kesulitan dalam menggunakan menerima semua teknologi yang ditransfer oleh tim peneliti, meskipun untuk tingkat keberhasilannya perlu pelatihan lebih lanjut dan perlu keberlanjutan pendampingan.
1). Sumber Daya Manusi Penduduk di desa H 7171 jiwa dengan jumlah pencaharian utama pendudu orang atau sekitar 28,53 % yang produktif (umur 16-59 berpendidikan SLTP kebaw dilakukan sangat dibutuhka sangat bermanfaat bagi peta sistem manajemen yang dit petani menguasainya (Purw pembukuan hanya dimiliki bermodal percaya terhadap dilakukan pelatihan manajem pertanyaan dan mengungkap
Gambar 1. Petani yang sa 2). Budidaya bunga krisan
Budidaya bunga k Hargobinangun, khususnya meliputi pembibitan, penan pascapanen bunga krisan (W dilakukan adalah mengguna dihasilkan petani hanya cu terdapat kenaikan jumlah b semula petani menghasilka meningkat menjadi 550.000
Penanaman pohon induk pohon induk akan menghasi telah ditanam pohon induk jaringan UPN sebanyak 240 dan sampai sekarang masih d dihasilkan. Mengingat perb dihasilkan pasti akan sama d
usia
Hargobinangun kecamatan Pakem kabupaten h kepala keluarga 2354 kk yang tersebar d duk desa Hargobinangun adalah petani, yai % dari jumlah penduduk. Apabila dilihat dari 59), maka 4315 orang yang dapat bekerja, seb bawah (73,4%). Kegiatan pelatihan dan pe
kan oleh petani dan pendampingan secara te etani dibandingkan kegiatan yang hanya sesaa diterapkan di lokasi kegiatan sudah bagus, te urwanto, Arie Wijayani dan Tri Martini, 2 i oleh pegawai yang ada di kantor Astha Bu ap pembukuan yang dikerjakan oleh Astha
jemen usaha kecil, petani sangat antusias me apkan permasalahannya dalam mengelola usaha
sangat membutuhkan pendampingan untuk me
krisan merupakan kegiatan utama para a di dusun Wonokerso dan dusun Boyong. K anaman pohon induk, budidaya di kebun pro Wijayani, A dan Muafi. 2016). Pembibitan kris
nakan stek yang berasal dari pohon induk. cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri. bibit yang dapat dihasilkan selama kegiat lkan bibit sebanyak 336.000 batang/th, dan
0 batang/th dengan kwalitas daya hidup diatas uk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan asilkan stek sebanyak 64 batang. Selama kegia uk hasil kultur jaringan yang berasal dari la 400 batang. Penanaman ini telah dilakukan p h dilakukan pendampingan untuk melihat kuali rbanyakannya menggunakan kultur jaringan, a dengan induknya. Indukan kami dapatkan da
30
n Sleman berjumlah di 10 dusun. Mata aitu sebanyak 2046 ari jumlah penduduk sebagian besar hanya pendampingan yang terus menerus akan saat saja. Selama ini tetapi belum semua 2009). Penguasaan Bunda. Petani masih a Bunda. Pada saat mengajukan berbagai
ahanya.
mengelola usahanya
ra petani di desa . Kegiatan budidaya produksi, panen dan risan yang selama ini k. Bibit krisan yang ri. Secara kwantitas iatan pendampingan, an diakhir kegiatan as 90%
kan bibit stek. Setiap giatan pendampingan laboratorium kultur pada bulan Agustus alitas bibit yang akan an, maka bibit yang dari Balai Penelitian
31
Tanaman Hias di Segunung Jawa Barat dari jenis Snow White, Shakuntala dan Swarna Kencana. Kwalitas yang akan dihasilkan pasti akan sama dengan induknya. Harapannya kedepan, bibit dari Hargobinangun Sleman dapat bersaing dengan bibit yang dihasilkan dari daerah lain (Dinas Pertanian Provinsi DIY. 2004).
Budidaya di kebun produksi telah menghasilkan bunga yang secara rutin memasok toko-toko bunga (floris) di kota Yogyakarta. Bunga yang dihasilkan secara kwalitas belum sebagus bunga yang dihasilkan dari jawa Timur maupun Jawa Barat, tetapi harga di pasaran sudah sama, yaitu Rp 8.000,- - Rp 8.500,-. Adanya kegiatan pendampingan dengan membuatkan SOP budidaya membuat petani lebih mengerti cara budidaya secara baik dan benar.
Penanganan panen dan pascapanen sudah semakin tertata dan dapat memperpanjang vaselife bunga potong hingga lebih dari 14 hari. Petani dan pengurus KUB juga dilatih tentang cara penataan bunga, sehingga harga jual menjadi lebih tinggi dibandingkan bila hanya dijual per-batang. Foto-foto kegiatan budidaya dapat dilihat sbb :
Gambar 2. Kegiatan budidaya di lapangan
Pada pengamatan terhadap ketahanan bunga dalam kondisi segar (faselife) terlihat bahwa varietas bunga krisan sangat berpengaruh terhadap faselafe bunga (Wijayani, A. dan Didik Indradewa, 2004) . Pada tabel 1 terlihat faselife bunga dalam larutan chrysal, air gula dan air berbeda nyata. Varietas Zena yang direndam dalam larutan chrysal lebih panjang faselifenya (15 hari) dibandingkan varietas lainnya. Diduga hal ini terkait dengan morfologi batang ketiga varietas tersebut, sel-sel mesofil daun dan sel-sel kortex batang varietas Zena lebih besar kemampuannya dalam menyimpan air dibandingkan varietas lain. Menurut Gardner dkk (1991) sel-sel kortek dalam batang tanaman yang selalu terisi air akan mempertahankan kondisi membran sel tetap menempel pada dinding sel dan baru akan terjadi plasmolisis apabila air dalam sel menurun. Plasmolisis dapat terjadi karena sel/jaringan ditempatkan pada lingkungan yang berkonsentrasi tinggi. Molaritas lingkungan yang tinggi menyebabkan aliran air sel keluar, sehingga volume sel menjadi berkurang (Marschner, H. 1986; Salisbury, F.B and CW. Ross, 1992).
32
Tabel 1. Faselife bunga krisan (hari) Kombinasi Perlakuan Faselife (hari) V1A1=Sakuntaladan Chrysal 10,00 bc V2 A1 = Fiji dan Chrysal 7,33 c V3 A1 = Zena dan Chrysal 15,00 a V4A2 = Samrok dan
Chrysal 14,33 ab
V1A1=Sakuntala & Air
gula 10,33 bc
V2 A1 = Fiji dan Air
gula 4,00 d
V3 A1 = Zena dan Air
gula 10,67 bc
V4 A2 = Samrok & Air
gula 12,33 b
V1 A1 = Sakuntala dan
Air 6,67 d
V2 A1 = Fiji dan Air 4,67 d V3 A1 = Zena dan Air 10,00 bc V4 A2 = Samrok dan
Air 11,00 b
Keterangan : Rerata perlakuan yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak ada beda nyata pada uji DMRT dengan taraf 5%.
4. KESIMPULAN
1). Transfer teknologi yang diberikan kepada petani di kawasan terdampak erupsi gunung Merapi dapat terlaksana dengan baik. Kemampuan petani menerima ilmu juga dikarenakan pendampingan dari tim pengabdi sudah berlangsung sejak lama dan terus menerus.
2). Pelatihan-pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan teknik budidaya bunga krisan dan pasca panennya. Penerapan berbagai macam amelioran dalam memperbaiki struktur lahan pasca erupsi Merapi signifikan, amelioran berupa kascing
33
paling bagus dalam memperbaiki perakaran krisan, terutama bobot basah akar dan tinggi tanaman. Demikian juga dengan pengaturan jarak lampu tambahan yang paling besar kemampuannya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman adalah 100 cm, terutama berdampak pada meningkatnya kualitas bunga.
3). Bunga krisan varietas Zena yang direndam larutan chrysal paling lama faselifenya (15 hari)