Hasil pengamatan secara visual pada tanaman padi yang di introduksi S. coarctata menunjukkan gejala serangan dibagian permukaan daun, dan batang
padi. Gejala yang di timbulkan berupa bercak kuning merah atau kecoklatan akibat serangga ini menghisap cairan batang padi pada fase vegetatif dan bulir hampa pada fase generatif karena saat S. coarctata menusuk batang padi saat masa vegetatif mengakibatkan batang menjadi kerdil dan menyebabkan bulir padi yang dihasilkan menjadi sedikit. Pada berbagai varietas yang diuji stadia tertinggi dari serangan S. coarctata adalah varietas Ciherang dengan intensitas serangan 14.84% dan tingkat terendah yaitu varietas Inpari 32 dengan intensitas serangan 9.93% (Tabel 3).
Gambar 3. Gejala serangan S. coarctata pada varietas Ciherang
Pada varietas Ciherang bagian pangkal batang tanaman berwarna kuning hingga coklat kehitaman dan akhirnya beberapa anakan mengalami pembusukan.
Pada daun tanaman juga mengalami perubahan warna menjadi coklat kemerahan atau kuning (Gambar 3) yang akhirnya mengering atau layu. Deptan (2007a) menyatakan bahwa dalam kondisi populasi S. coarctata tinggi, tanaman yang dihisap akan mati atau mengalami bugburn.
Gambar 4. Gejala serangan S. coarctata pada Varietas IR64
Pada varietas IR64 dibagian pangkal batang tanaman terlihat berwarna coklat kehitaman yang kemudian diikuti oleh daun – daun berwarna kekuningan yang akhirnya menjadi coklat kehitaman. Menurut Kartohardjono et al. (2009) serangan hama S. coarctata dapat menyebabkan tanaman menjadi kuning atau merah kecoklatan, dan akhirnya layu hingga mati.
Gambar 5. Gejala serangan S. coarctata pada Varietas Inpari 32
Pada varietas Inpari 32 (Gambar 5) dibagian pangkal batang tanaman terlihat perubahan warna kuning menjadi kecoklatan yang kemudian diikuti oleh daun yang mulai menguning. Perbedaan gejala yang terlihat pada tanaman dapat disebabkan oleh kemampuan adaptasi varietas tersebut. Sari et al. (2015) menyatakan bahwa sifat - sifat khusus varietas dapat mempengaruhi gejala yang terlihat secara visual pada tanaman akibat dari serangan hama.
Gambar 6. S.coarctata berada dan menyerang pangkal batang tanaman padi S. coarctata mampu mengambil nutrisi dari akar yang dibutuhkan tanaman pada bagian pangkal batang tanaman. Hal ini menyebabkan tanaman padi tidak dapat tumbuh dengan baik dan akan menimbulkan tanaman menjadi kerdil dan menghasilkan bulir hampa. Menurut Hidayat et al. (2015) pengisapan oleh kepinding tanah pada fase anakan, menyebabkan jumlah anakan berkurang dan pertumbuhan terhambat atau kerdil. Serangan berat oleh kepinding tanah selama fase pembentukan anakan akan mematikan tunas dan menyebabkan kematian anakan muda. Selanjutnya tanaman padi menunjukkan gejala kerdil, menguning, klorotik dengan anakan yang sedikit.
(a) (b)
Gambar 7. (a) Telur Kepinding Tanah (S. coarctata) (b) Kopulasi Kepinding Tanah (S. coarctata)
S. coarctata melakukan kopulasi di bagian pangkal batang tanaman dan tempat dimana S. coarctata meletakkan telurnya (Gambar 7a), Pada kondisi
tertentu terlihat bahwa S. coarctata berkopulasi pada bagian daun tanaman (Gambar 7b)
Intensitas Serangan (%)
Berdasarkan hasil analisa sidik ragam (Tabel 3) persentase intensitas serangan menunjukkan bahwa varietas padi dan hama berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan S. coarctata (kecuali pada perlakuan kontrol).
Tabel 3. Rataan pada setiap jumlah populasi Varietas
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Duncan taraf 5%.
Hasil intensitas serangan tertinggi terdapat pada varietas Ciherang dengan perlakuan 4 pasang (5.95%). Pada perlakuan 6 pasang, intensitas serangan tertinggi terdapat pada varietas IR64. Pada perlakuan 6 pasang varietas Ciherang memiliki hubungan tidak berbeda nyata pada varietas Inpari 32. Berdasarkan uji lanjut, dibandingkan varietas lainnya varietas Ciherang memiliki tingkat serangan yang relatif lebih tinggi di bandingkan dengan varietas IR64 dan varietas Inpari 32. Menurut Hidayat et al. (2015) kerentanan suatu varietas terhadap S. coartata dapat di pengaruhi oleh struktur maupun morfologi tanaman itu sendiri.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada setiap rataan perlakuan
intensitas serangan (Tabel 3) dari tertinggi hingga terendah yaitu varietas Ciherang (3.73%), varietas IR64 (2.73%), dan varietas Inpari 32 (2.48%).
Dengan demikian, berdasarkan skoring ketahanan tanaman yang ditetapkan oleh
Deptan (2007a) (Tabel 2), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga varietas yang diuji dikategorikan pada skala 1 yaitu tahan terhadap S. coarctata.
Populasi Akhir S. coarctata
Berdasarkan hasil analisa sidik ragam pada (Tabel 4) populasi akhir dari S. coarctata, menunjukkan bahwa varietas padi (kecuali perlakuan kontrol)
berpengaruh nyata terhadap populasi akhir S. coarctata.
Tabel 4. Rataan Populasi Akhir pada setiap Varietas dan Jumlah Pasang Varietas
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Duncan taraf 5%.
Populasi akhir S. coarctata tertinggi pada setiap rataan perlakuan varietas terdapat pada varietas Ciherang dan populasi akhir S. coarctata terendah terdapat pada varietas Inpari 32.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rataan populasi tertinggi secara berurutan terdapat pada varietas Ciherang (19,19 ekor), varietas IR64 (18.00 ekor) dan Inpari 32 (16,19 ekor). Perbedaan jumlah populasi S. coarctata dipengaruhi oleh pakan hama pada tiap varietas. Dari hasil penelitian, S. coarctata pada varietas Ciherang memiliki populasi S. coarctata lebih banyak dibandingkan dengan varietas Inpari 32. Perbedaan jumlah populasi dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah perbedaan sumber pakan (jenis varietas). Jumar (2000) menyatakan bahwa semakin bertambah umur tanaman semakin tinggi populasi
hama tersebut, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah faktor pakan. Faktor pakan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi tingginya populasi hama S. coarctata karena pakan merupakan sumber gizi yang dipergunakan serangga untuk hidup dan berkembang. Jika pakan tersedia dengan kualitas yang cocok dan kuantitas yang cukup maka populasi serangga akan naik dengan cepat.
Persentase Kehilangan Hasil
Berdasarkan hasil analisa sidik ragam (Tabel 5) persentase kehilangan hasil akhir tanaman padi terhadap S. coarctata, menunjukkan bahwa varietas padi dan hama berpengaruh nyata terhadap kehilangan hasil akhir S. coarctata (kecuali perlakuan kontrol).
Tabel 5. Kehilangan hasil pada setiap varietas dan jumlah populasi (%) Varietas
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Duncan taraf 5%.
Kehilangan hasil akhir pada perlakuan hama S. Coarctata di perlakuan 2 pasang, 4 pasang, maupun 6 pasang menunjukkan kehilangan hasil tertinggi
terdapat pada varietas Ciherang dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kehilangan hasil tertinggi terdapat
pada varietas Ciherang (37,18%) dan berbeda nyata dengan varietas IR64 (30,89%) dan varietas Inpari 32 (29,3%). Menurut Redondo et al. (2007)
Kepinding tanah merupakan salah satu hama yang menyerang pada semua tahapan pertumbuhan tanaman padi, dan mampu menyebabkan kerugian hasil hingga 80% atau kerugian hasil lengkap selama infestasi berat.
Kriteria Ketahanan Berbagai Varietas pada Tanaman Padi
Penetapan ketahanan tanaman padi terhadap hama S. coarctata dilakukan dengan menggunakan metode dari IRRI (2005) yaitu dengan intensitas serangan hama (Tabel 2). Kriteria ketahanan ketiga varietas diuji dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Ketahanan ketiga varietas padi terhadapS. coarctata
Varietas Intensitas Serangan Ketahanan
Ciherang 14.84 Tahan
IR64 10.91 Tahan
Inpari 32 9.93 Tahan
Tabel 6 menunjukkan bahwa varietas Ciherang, IR 64 dan Inpari 32 tahan terhadap serangan S. Coarctata. Seluruh varietas yang diuji (kecuali pelakuan kontrol) mengalami serangan oleh S. coarctata dan dapat berkembang biak pada setiap varietas yang diberi perlakuan berbeda (kecuali perlakuan kontrol), namun varietas dikategorikan sebagai kerusakan ringan.