Karakteristik responden dalam penelitian ini (Gambar 3) merupakan nasabah bank syariah dan bank konvensional tanpa batas ketentuan lamanya menabung. Responden terdiri dari 30 nasabah bank syariah dan 30 nasabah bank konvensional dengan ketentuan responden yang telah memiliki pendapatan tetap, tidak termasuk ibu rumah tangga dan mahasiswa. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yaitu 83% didominasi oleh responden laki-laki dan 17% responden perempuan untuk bank syariah. Bank konvensional didominasi oleh responden laki-laki sebesar 87% dan responden perempuan sebesar 13%.
Gambar 3 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Karakteristik pengambilan responden dapat dilihat pada usia, lama pendidikan, dan jumlah tanggungan setiap nasabah bank syariah dan bank konvensional yang ditampilkan dalam bentuk statistik deskriptif pada Tabel 7. Tabel 7 Statistik deskriptif karakteristik responden
Variabel Rata-rata Maksimum Minimum Standar Deviasi Konvensional Usia 34,77 53 23 8,39 Pendidikan 14,20 19 9 2,80 Jumlah tanggungan 2,37 9 1 1,777 Syariah Usia 35,20 61 25 9,86 Pendidikan 14,63 19 3 3,23 Jumlah tanggungan 2,14 4 1 1,20
Karakteristik pada segi usia memiliki tingkat keragaman yang cukup besar yang dapat dilihat pada nilai standar deviasi masing-masing responden bank. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata usia responden bank syariah sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan responden bank konvensional, serta menghasilkan
87% 83% 13% 17% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% Konvensional Syariah Perempuan Laki-laki
16
nilai standar deviasi yang berbeda pula. Rata-rata usia responden nasabah bank syariah adalah 35,20 tahun dengan standar deviasi 9,86 tahun dan rata-rata usia responden bank konvensional adalah 34,77 tahun dengan standar deviasi 8,39 tahun.
Rata-rata lama pendidikan responden bank syariah adalah 14.63 setara dengan 15 tahun untuk tingkat pendidikan D3 dan responden bank konvensional adalah 14.20 setara dengan 14 tahun untuk tingkat pendidikan D3 dengan lama pendidikan tertinggi yaitu 19 tahun atau setara dengan S3 dan terendah yaitu 3 tahun atau setara dengan tingkat pendidikan sekolah dasar (SD). Jumlah tanggungan nasabah bank syariah adalah 2.14 artinya setara dengan jumlah tanggungan sebanyak 2 orang dan untuk bank konvensional adalah 2.37 yang setara dengan jumlah tanggungan sebanyak 2 orang.
Jenis Pekerjaan Responden
Responden bank syariah dan bank konvensional mempunyai pekerjaan yang sangat beragam, diantaranya PNS/BUMN, pegawai swasta, pedagang, wiraswasta, TNI/Polri, Pensiunan, dan lainnya (dokter). Gambar 4 menunjukkan presentase masing-masing jenis responden bank syariah dan bank konvensional. Responden bank syariah yang memiliki persentase jenis pekerjaan terbesar yaitu nasabah dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta sebesar 70%, sedangkan jenis pekerjaan terkecil yaitu nasabah dengan pekerjaan lainnya (dokter) dan pedagang sebesar 0% yang artinya bahwa dalam penelitian tidak ada nasabah dengan pekerjaan lainnya (dokter) dan pedagang untuk bank syariah. Jenis pekerjaan terbesar pada bank konvensional yaitu pegawai swasta sebesar 73% yang terdiri dari pegawai perusahaan marketing & finance, sedangkan jenis pekerjaan responden terkecil yaitu pensiunan dan TNI/Polri sebesar 0% yang menunjukkan bahwa dalam penelitian tidak ada nasabah dengan pekerjaan pensiunan dan TNI/Polri untuk bank konvensional.
Gambar 4 Jenis pekerjaan responden Struktur Pendapatan Responden
Tabel 8 menunjukkan sumber pendapatan responden setiap bulannya. Karakteristik sumber pendapatan pada setiap nasabah berasal dari pendapatan/gaji, hasil penjualan/dagang, komisi, upah, honor, dan hasil investasi. Rata-rata sumber
10% 70% 0% 13% 3% 3% 0% Syariah 3% 73% 3% 17% 0% 0% 3% Konvensional PNS/BUMN Pegawai Swasta Pedagang Wiraswasta TNI/Polri Pensiunan Lainnya
17 pendapatan terbesar untuk nasabah bank syariah berasal dari gaji pendapatan sebesar 74.55 % dan sumber pendapatan terbesar kedua berasal dari lainnya sebesar 8.06 %. Hal ini sesuai dengan data penelitian bahwa responden untuk bank syariah memiliki pekerjaan paling banyak adalah sebagai pegawai swasta yang terdiri dari pegawai perusahaan marketing dan finance, kemudian pekerjaan sebagai wiraswasta (pengusaha). Rata-rata sumber pendapatan terbesar pada nasabah bank konvensional berasal dari lainnya sebesar 47.33 % dan sumber pendapatan kedua terbesar dari pendapatan/gaji sebesar 32.84 %. Nasabah bank konvensial memiliki pekerjaan terbesar sebagai pegawai swasta yang terdiri dari pegawai perusahaan marketing dan finance dan pekerjaan terbesar kedua sebagai wiraswasta (pengusaha).
Tabel 8 Sumber pendapatan responden Sumber
Pendapatan
Konvensional Syariah
Rata-rata per bulan
(rupiah) % bulan (rupiah) Rata-rata per %
Pendapatan/gaji 6 826 000 32.84 5 580 000 74.55 Hasil Jualan/dagang 616 000 2.97 183 000 2.45 Komisi 333 000 1.60 500 000 6.68 Upah 93 000 0.45 0 0.00 Honor 0 0.00 110 000 1.56 Hasil investasi 3 076 000 14.80 501 000 6.70 Lainnya 9 838 000 47.33 603 000 8.06 Total rata-rata 3 500 000 100 1 250 000 100
Akses Terhadap Lembaga Keuangan
Tabel 9 menunjukkan seberapa banyak jumlah responden yang memilih bank syariah dan bank konvensional. Akses terhadap bank dibagi pada dua tipe yaitu formal (bank umum), dan semi formal (lembaga keuangan) yang terdiri dari Adira Finance dan U Finance. Responden syariah memiliki akses pada bank syariah sebesar 53% dengan rata-rata tabungan sebesar 8.87 juta rupiah sebanyak 16 orang. Responden syariah memiliki akses pada bank konvensional sebesar 47% dengan rata-rata tabungan sebesar 11.70 juta rupiah sebanyak 14 orang, dalam hal ini responden syariah menjadi nasabah bank konvensional juga atau memakai keduanya. Responden syariah lebih banyak memiliki akses kredit pada bank konvensional daripada bank syariah. responden syariah memiliki akses kredit pada bank konvensional sebesar 7% dan responden syariah memiliki akses kredit 3% pada bank syariah. Sedangkan pada lembaga semi formal, responden syariah hanya memiliki akses kredit pada lembaga semi formal konvensional sebesar 3% dengan total rata-rata kredit 16.80 juta rupiah.
Responden bank konvensional memiliki akses yang cukup besar pada bank konvensional, yaitu sebesar 100% dengan total rata-rata tabungan sebesar 17.22 juta rupiah. Selanjutnya responden konvensional yang memiliki akses kredit pada bank konvensional sebesar 13% dan responden konvensional yang memilik akses kredit pada bank syariah sebesar 3%. Pada lembaga semi formal, responden
18
konvensional hanya memiliki akses kredit pada lembaga semi formal konvensional sebesar 7% dengan total rata-rata kredit 32.31 juta rupiah.
Tabel 9 Akses terhadap lembaga keuangan
Akses terhadap bank Syariah Formal konvensional syariah konvensional Semi Formal Syariah (n=30) tabungan 8 875 000 n=16 (53%) 11 700 000 n= 14 (47%) - - Kredit 175 000 000 n=1 (3%) 70 000 000 n=2 (7%) - 16 800 000 n=1 (3%) Konvensional (n=30) tabungan - 17 227 500 n=30 (100%) - - Kredit 300 000 000 n=1 (3%) 262 500 000 n=4 (13%) - 32 315 000 n=2 (7%) Gambar 5 merupakan persentase terhadap alasan 30 responden bank syariah dalam memilih bank syariah. Alasan terbesar dari responden yang diwawancarai yaitu sebesar 45% mengatakan bahwa memilih bank syariah karena faktor agama. Alasan terkecil responden memilih bank syariah adalah bagi hasil yang menguntungkan dan lainnya (kredit pembiayaan rumah) sebesar 1%.
lainnya pelayanan yang memuaskan Transfer gaji dari kantor Anjuran dari saudara/teman Lokasi bank mudah dijangkau Keamanan terjaga dan dapat dipercaya Lebih transparan Bagi hasil lebih menguntungkan Agama/menghindari riba
Gambar 5 Alasan responden memilih bank syariah
Akses terhadap produk bank syariah meliputi produk pembiayaan dan produk tabungan. Pada Gambar 6 dapat dilihat bahwa produk yang paling banyak di akses nasabah bank syariah adalah produk tabungan wadiah atau biasa disebut dengan tabungan biasa dengan persentase 83%, produk tabungan mudharabah 45% 1% 11% 10% 8% 5% 12% 5% 1% 1 2 3 4 5 6 7 8 9
19 atau biasa disebut dengan investasi dengan jangka waktu tertentu 14% dan produk pembiaayaan murabahah (jual beli) 3%.
Gambar 6 Akses terhadap produk bank syariah Pengetahuan Tentang Bunga Bank
Hasil penelitian tentang hukum bunga bank/riba dapat dilihat pada Gambar 7 yang menunjukkan bahwa 83% nasabah bank syariah berpendapat bahwa bunga bank/riba adalah haram, 7% berpendapat bahwa hukum bunga bank/riba halal dan 10% mengaku tidak tahu hukum bunga bank/riba. Sedangkan nasabah bank konvensional 63% berpendapat bahwa hukum bunga bank/riba adalah haram, 13% berpendapat halal dan 23% mengaku tidak tahu hukum bunga bank/riba. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah bank syariah dan nasabah bank konvensional sudah cukup paham bahwa hukum bunga bank adalah haram, tetapi masih banyak nasabah yang mengakses bank konvensional dan belum ingin beralih ke bank syariah, ini dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran diri dari nasabah untuk beralih ke bank syariah.
Gambar 7 Persepsi responden terhadap hukum bunga bank/ riba
Pengetahuan tentang riba dilihat pula dari pengetahuan responden terhadap tingkat bunga/nisbah bagi hasil tabungan. Hasil penelitian yang ditunjukkan Gambar 8 menunjukkan bahwa 13% responden nasabah bank syariah berpendapat bahwa nisbah bagi hasil tabungan bank syariah rendah, dan 87% berpendapat
83% 3% 14% Tabungan Wadiah Murabahah Tabungan Mudharabah 23% 13% 63% 10% 7% 83%
Tidak tahu Halal Haram
20
bahwa nisbah bagi hasil tabungan bank syariah sesuai. Tingkat bunga pada bank konvensional 57% mengatakan rendah, 37% mengatakan sesuai, dan 7% mengatakan tingkat bunga pada bank konvensional itu tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat bagi hasil pada bank syariah sangat sesuai, seharusnya nasabah akan lebih memilih bank syariah karena sama-sama menguntungkan kedua belah pihak dan tidak ada yang merasa dirugikan.
Gambar 8 Pandangan responden terhadap tingkat bunga/bagi hasil tabungan
Sumber Informasi Bank
Responden nasabah bank syariah dan bank konvensional yang menjadi responden dalam penelitian ini mengetahui informasi tentang bank syariah dan bank konvensional dari berbagai sumber, yaitu dari iklan di media cetak, iklan di media elektronik, internet, keluarga/saudara, teman/orang lain, dan lainnya (kantor/dekat dengan rumah). Persentase masing-masing sumber informasi pada responden nasabah bank syariah dan bank konvensional dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9 Sumber informasi nasabah bank
Sumber informasi yang didapat oleh nasabah bank syariah menunjukkan bahwa 28% nasabah bank syariah mengetahui informasi mengenai bank syariah dari teman/orang lain, hal ini diungkapkan responden nasabah bank syariah bahwa
57% 37% 7% 13% 87% 0%
Rendah Sesuai Tinggi
Konvensional Syariah 17% 17% 6% 19% 15% 26% Konvensional 17% 9% 9% 22% 28% 15% Syariah
Iklan di media cetak Iklan di media elektronik Internet Keluarga/Saudara Teman/orang lain Lainnya
21 responden menjadi nasabah bank syariah atas usulan dari teman. selanjutnya 22% nasabah bank syariah mengetahui informasi tentang bank syariah dari keluarga/saudara, sebesar 17% nasabah menjawab mengetahui informasi mengenai bank syariah dari iklan di media cetak, 15% menjawab mengetahui informasi bank syariah dari lainnya (kantor/ dekat dengan rumah) hal ini dikarenakan bank syariah bekerja sama dengan kantor responden dalam sistem
payroll sehingga mewajibkan responden membuka rekening bank syariah. pada tingkat persentase yang sama, yaitu 9% responden menjawab mengetahui bank syariah dari iklan di media elektronik dan internet.
Pada nasabah bank konvensional persentase terbesar sumber informasi nasabah bank konvensional sebesar 26% yaitu lainnya (kantor dan berdekatan dengan rumah), hal ini diungkapkan nasabah bank konvensional bahwa responden mengetahui informasi mengenai bank konvensional dari kantor karena kantor responden bekerjasama dengan bank konvensional dalam sistem payroll (transfer gaji) sehingga mewajibkan responden membuka rekening bank konvensional dan lokasi bank konvensional tersebut berdekatan dengan rumah responden, sedangkan 19% mengatakan mendapat informasi dari keluarga/saudara, 17% menjawab mendapat informasi dari iklan di media cetak, dan persentasi terkecil infomasi yang didapat rensponden nasabah bank konvensional adalah internet, yaitu sebesar 6%. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah bank syariah lebih mengetahui dan memilih bank syariah karena faktor internal yang datang dari orang terdekat seperti keluarga, saudara, dan teman, sedangkan untuk nasabah bank konvensional mengetahui dan memilih bank konvensional karena faktor luar, terbukti dari sumber informasi yang didapat dari nasabah bank konvensional yaitu 26% dari lainnya (kantor) yang menunjukkan bahwa responden diharuskan membuka rekening atau menjadi nasabah bank konvensional karena sistem
payrool (transfer gaji) dari tempat responden bekerja.
Persepsi Responden Terhadap Bank Syariah
Gambar 10 merupakan persepsi responden terhadap bank syariah yang menggunakan enam variabel, yaitu pengetahuan, citra lembaga, pelayanan, aksesibilitas, fasilitas, dan promosi. Persepsi ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsinya dalam memberikan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik.
Gambar 10 Persepsi responden terhadap bank syariah
Persepsi tertinggi dimiliki oleh variabel pelayanan dengan rata-rata 3.53 untuk nasabah bank syariah dan 3.12 untuk nasabah bank konvensional. Hal ini
2.88 2.70 3.12 2.42 2.50 2.24 3.31 3.08 3.53 2.85 2.88 2.61 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 Pengetahuan Citra Lembaga
Pelayanan Aksesibilitas Fasilitas Promosi Konvensional Syariah
22
menjelaskan bahwa responden (baik nasabah bank syariah ataupun bank konvensional) menyukai pelayanan bank syariah yang profesional sehingga memberikan kepuasan yang tinggi. Pada variabel pelayanan, sub-variabel yang memiliki mean tertinggi yaitu staf bank berpenampilan rapi, sopan, dan menarik, persepsi tertinggi kedua yaitu variabel pengetahuan dengan rata-rata 3.31 untuk nasabah bank syariah dan 2.88 untuk nasabah bank konvensional. Hal ini mengindikasikan bahwa responden mengetahui dengan baik bahwa bank syariah adalah bank yang menggunakan prinsip syariah. Persepsi ketiga yaitu citra lembaga dengan rata-rata sebesar 3.08 untuk bank syariah dan 2.70 untuk bank konvensional. Pada variabel citra lembaga, responden (bank syariah dan bank konvensional) mengindikasikan bahwa bank syariah sudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat luas namun masih kurang diminati oleh masyarakat.
Persepsi keempat yaitu fasilitas dengan rata-rata 2.88 untuk bank syariah dan 2.50 untuk bank konvensional. Persepsi variabel fasilitas didukung dengan bank syariah memiliki layanan mobile banking untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi, walaupun jaringan ATM dan kantor cabangnya masih terbatas. Persepsi kelima yaitu variabel aksesibilitas dengan nilai rata-rata 2.85 untuk bank syariah dan 2.42 untuk bank konvensional. Pada variabel aksesibilitas, sub-variabel yang memiliki mean tertinggi yaitu lokasi bank yang mudah dijangkau sehingga memudahkan responden untuk mengakses bank syariah.
Persepsi terendah dimiliki oleh variabel promosi dengan rata-rata 2.61 untuk nasabah bank syariah dan 2.24 untuk nasabah bank konvensional. Hal ini menjelaskan bahwa responden telah mendapatkan promosi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Namun, promosi berupa tawaran hadiah dan sosialisasi produk-produk bank syariah masih kurang.
Hasil Uji Beda
Uji beda digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang berpasangan/berhubungan.Pada penelitian ini, uji beda dilakukan pada variabel antara responden bank syariah dan bank konvensional. Hasil uji dapat dilihat pada Tabel 10.
Hasil uji beda menunjukkan bahwa skor pelayanan mendapatkan nilai mean difference terbesar baik pada bank syariah maupun bank konvensional dibandingkan dengan variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa hasil skor pelayanan antara bank syariah dan bank konvensional berbeda nyata. Artinya, bank syariah dapat memberikan skor pelayanan yang lebih tinggi karena bank syariah memberikan pelayanan terhadap nasabah secara professional sehingga memberikan kepuasan kepada nasabah.
Variabel dengan nilai mean difference tertinggi kedua baik pada bank syariah maupun bank konvensional yaitu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil skor pengetahuan antara bank syariah dan bank konvensional berbeda nyata. Artinya, responden memiliki pengetahuan yang cukup tinggi mengenai bank syariah. Selanjutnya, variabel dengan nilai mean difference terkecil yaitu skor pengeluaran. Artinya, jumlah pengeluaran nasabah bank syariah dan bank konvensional tidak terlalu berbeda.
23 Tabel 10 Hasil uji beda
Variabel
Mean Difference Standar Deviasi P-Value
Bank
Syariah Konvensional Bank Syariah Bank Konvensional Bank
Bank Syariah dan Konvensional Usia 35.2000 34.7667 9.85901 8.38999 0.855 Pendidikan 14.6333 14.2000 3.23220 2.79655 0.581 Pendapatan 7.3833 14.0233 5.37010 30.07761 0.239 Pengeluaran 6.0972 7.2583 4.30556 5.42622 0.362 Pengetahuan 82.7381 71.9048 8.65128 8.83489 0.000* Citra 73.0833 67.5000 11.17231 8.89958 0.001* Pelayanan 88.1944 77.9167 9.16035 11.0049 0.000* Aksesibilitas 71.2500 60.6250 11.67539 10.26980 0.000* Fasilitas 72.0000 62.5000 8.76907 6.53241 0.000* Promosi 65.2083 56.0417 13.20056 10.82324 0.005*
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Responden Memilih Bank Syariah Bank syariah merupakan lembaga keuangan berbasis prinsip-prinsip islami yang diharapkan dengan sistem yang diterapkan mampu membantu masyarakat dari menengah ke bawah hingga menengah ke atas, serta mampu bersaing dengan bank konvensional dalam mensejahterakan masyarakat. Tabel 11 merupakan hasil pendugaan parameter dari model logit:
Tabel 11 Hasil pendugaan parameter logit Observasi
Prediksi
Percentage Correct
Bank konvensional Bank syariah
Memilihbank konvensional 25 5 83.3
Memilih bank syariah 4 26 86.7
Overall Percentage 85.0
Hasil pendugaan parameter di atas (Tabel 11) menyatakan bahwa model dapat mengklasifikasikan responden yang memilih bank syariah sebesar 86.7% dan sebesar 83.3% memilih bank konvensional, model pun mampu mengklasifikasikan secara keseluruhan responden yang menjadi nasabah bank syariah maupun bank konvensional sebesar 85%.
Variabel pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan bank pada taraf nyata 10%, dengan odds ratio sebesar 1.296. Artinya semakin tinggi pendidikan responden maka peluangnya 1.296 kali lebih besar untuk memilih menjadi nasabah bank syariah. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi pendidikan maka nasabah akan lebih cenderung memilih bank syariah, karena tingkat pendidikan tinggi akan berpengaruh pada pertimbangan nasabah untuk
24
memilih bank syariah seperti profesionalitas dan reputasi bank. Hasil ini sesuai dengan penelitian Bank Indonesia (2004) yang menyatakan bahwa masyarakat yang menginginkan menabung justru mempunyai latar belakang pendidikan yang relatif tinggi dikarenakan dengan tingginya tingkat pendidikan masyarakat maka pengetahuan tentang sistem perbankan syariah lebih banyak dikenal.
Tabel 32 Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi nasabah terhadap bank syariah
Variabel Metode Logit
Parameter P-Value Odds Ratio
Usia 0.044 0.401 1.045 Pendidikan 0.260 0.092** 1.296 Pengetahuan 0.150 0.014* 1.161 Pengeluaran -0.242 0.057** 0.785 Citra Lembaga 0.052 0.282 1.053 Aksesibilitas 0.004 0.925 1.004 Fasilitas 0.124 0.049* 1.132 Promosi 0.031 0.453 1.032
Ket: *Signifikan pada taraf nyata 5 % ** Signifikan pada taraf nyata 10 %
Variabel pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan bank pada taraf nyata 5%, dengan odds ratio sebesar 1.161 yang artinya semakin tinggi pengetahuan responden maka peluanganya 1.161 kali lebih besar untuk memilih menjadi nasabah bank syariah, karena tingkat pengetahuan yang tinggi akan mempengaruhi nasabah bahwa bank syariah memiliki keunggulan yang sesuai hukum islam. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengetahuan maka nasabah akan lebih cenderung memilih bank syariah. Hasil ini sesuai dengan penelitian Noor (2009) yang menyatakan bahwa pengetahuan berpengaruh positif terhadap preferensi masyarakat dalam memilih serta menabung di bank syariah DKI Jakarta.
Variabel pengeluaran berpengaruh signifikan terhadap pemilihan bank pada taraf nyata 10%, dengan odds ratio sebesar 0.785. Artinya semakin tinggi pengeluaran responden maka peluangnya 0,785 kali lebih rendah untuk memilih menjadi nasabah bank syariah. Hal ini menguatkan Tabel 10 bahwa nasabah konvensional menganggap aksesibilitas bank syariah masih sangat sulit, fasilitas jaringan kantor dan jaringan ATM bank syariah masih sedikit, serta promosi yang dilakukan bank syariah melalui media cetak dan media elektronik juga masih sangat kurang. Hal ini sesuai dengan penelitian Ratnawati (2000) yang menyatakan bahwa bank syariah lebih diminati oleh kalangan berpenghasilan menengah ke bawah, karena didukung dengan sistem jemput bola yang merupakan andalan utama dalam melayani nasabah (terutama BPRS) yang sangat diminati masyarakat di kalangan tersebut.
Variabel fasilitas berpengaruh signifikan terhadap pemilihan bank pada taraf nyata 5%, dengan odds ratio sebesar 1.132 yang artinya semakin tinggi fasilitas yang dimiliki bank syariah, maka peluang responden 1.132 kali lebih tinggi untuk memilih menjadi nasabah bank syariah. Bank syariah masih memiliki kekurangan dari segi aksesibilitas, fasilitas, dan promosi yang dilakukan kepada masyarakat.
25 Terlihat dari jumlah jaringan kantor dan ATM yang masih kurang serta lokasi yang sulit dijangkau. Namun, jika bank syariah lebih meningkatkan aksesibilitas, fasilitas, dan promosi kepada masyarakat, maka akan meningkatkan peluang masyarakat untuk lebih memilih bank syariah dibandingkan bank konvensional. Fasilitas merupakan suatu kebutuhan bagi nasabah, semakin baik fasilitas yang dimiliki semakin tinggi pula tingkat efisiensi dan efektivitas bank. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Bank Indonesia (2000) yang menyatakan bahwa masyarakat yang menggunakan bank karena pertimbangan fasilitas cenderung tidak menggunakan bank syariah. Hal ini disebabkan karena fasilitas bank syariah dianggap masih jauh dibandingkan dengan fasilitas yang disediakan oleh bank konvesional yang besar.