Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 pengunjung. Sebanyak 74 responden mengisi kuesioner setelah melakukan kunjungan ke KW Bisnis Tegalwaru, sedangkan 26 responden lainnya mengisi kuesioner penelitian secara online di internet. Kedua jenis responden tesebut merupakan pengunjung KW Bisnis Tegalwaru yang bersedia untuk menjawab kuesioner yang ditawarkan. Karakteristik responden yang dideskripsikan meliputi jenis kelamin, usia, status perkawinan, asal daerah, pendidikan terakhir, pekerjaan dan pendapatan.
Pengunjung dengan jenis kelamin perempuan mendominasi dengan persentase sebesar 62.63 persen, sedang jenis kelamin laki-laki sebesar 37.37 persen. Hal ini disebabkan pengunjung perempuan lebih memiliki kesediaan untuk menjadi responden dibanding pengunjung laki-laki. Dan pada kenyataannya di lapangan, pengunjung perempuan mendominasi hampir di setiap kunjungan dalam periode waktu penelitian.
Sebaran usia responden pada Tabel 5 diklasifikasikan berdasarkan jenjang pendidikan dan fase perkembangan manusia. Argumentasi batasan umur responden minimal 15 tahun adalah bahwa pada umur tersebut responden dapat menjawab kuesioner penelitian dengan baik (Baskara 2008). Usia responden didominasi pada rentang 15-20 tahun yaitu sebesar 42.71 persen. Rentang usia 26-40 tahun juga relatif lebih besar persentasenya dibanding yang lain. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa segmen pengunjung KW Bisnis Tegalwaru yang terbesar adalah usia remaja. Namun, segmen pengunjung dengan usia dewasa (26-40 tahun dan lebih dari 40 tahun) juga cukup besar, sekitar sepertiga dari jumlah keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan tentang bisnis home industry yang sangat terkait dengan kewirausahaan cukup mendapat perhatian, baik oleh lembaga pendidikan formal maupun oleh mereka yang sedang bekerja menjadi pegawai swasta atau negeri. Usaha atau bisnis yang dimiliki secara pribadi menjadi impian atau orientasi kebanyakan orang pada masa sekarang ini. Tabel 5 Sebaran usia responden
Usia (tahun) Persentase (%)
15-20 042.71
21-25 015.69
26-40 022.92
Lebih dari 40 016.67
Total 100.00
Meskipun responden usia di bawah lima tahun tidak dimasukkan ke dalam responden penelitian, namun jumlah pengunjung usia di bawah lima belas tahun cukup besar. Umumnya kunjungan rentang usia di bawah lima tahun dalam bentuk study tour pelajar SMP, sekolah dasar (SD), dan taman kanak-kanak (TK). Ditinjau dari karakteristik status perkawinan, responden dengan status belum menikah sebesar 51 persen, sedang 49 persen lainnya berstatus sudah menikah. Persentase kedua status tersebut tidak jauh berbeda. Artinya, status perkawinan tidak menjadi penghalang untuk berkunjung KW Bisnis Tegalwaru.
Berdasarkan daerah asal responden, terdapat dua daerah yang mendominasi yaitu Bogor sebesar 43.16 persen dan Jakarta sebesar 30.53 persen. Sebanyak 26.32 persen berasal dari wilayah lain diantaranya Kota Bekasi, Tangerang, dan beberapa kota di luar Pulau Jawa. Artinya, permintaan terhadap Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru masih didominasi oleh kota Bogor dan Jakarta. Pendidikan terakhir responden didominasi oleh tiga jenjang pendidikan yaitu SMP sebesar 41 persen, SMA sebesar 20 persen, dan Sarjana sebesar 26 persen. Sedangkan 13 persen sisanya pada jenjang pendidikan diploma sebesar 7 persen dan pascasarjana sebesar 6 persen. Tingkat pendidikan responden berpengaruh ke dalam pilihan wisata yang diambil oleh pengunjung. Informasi persentase tingkat pendidikan tersebut memiliki kesesuaian dengan karakteristik usia responden. Tabel 6 Sebaran pendapatan responden
Klasifikasi pendapatan (Rp) Persentase (%)
Kurang dari 500 000 046.25 0 500 000 – 1 499 999 015.00 1 500 000 – 2 499 999 008.75 2 500 000 – 3 499 999 007.50 3 500 000 – 4 499 999 016.25 Lebih dari 4 500 000 006.25 Total 100.00
Pada Tabel 6 pendapatan responden didominasi oleh golongan pendapatan kurang dari Rp 500 000 dengan persentase 46.25 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya masuk KW Bisnis Tegalwaru sangat terjangkau karena dapat diakses oleh golongan pendapatan yang terrendah. Pendapatan pelajar dan mahasiswa diasumsikan adalah besarnya uang saku setiap bulan, sedangkan pendapatan ibu rumah tangga adalah besar pendapatan suaminya. Pada Tabel 7 pelajar dan mahasiswa merupakan golongan pekerjaan usia yang mendominasi. Hal tersebut sangat terkait dengan sebaran usia dan pendapatan responden. Golongan pekerjaan lainnya yang cukup besar persentasenya adalah pegawai baik pegawai negeri dan pegawai swasta, yang merupakan sepertiga dari jumlah keseluruhan. Pegawai tersebut umumnya adalah mereka yang berminat berwirausaha atau yang akan mempersiapkan masa pensiunnya dengan membuka usaha.
Tabel 7 Sebaran pekerjaan responden
Klasifikasi pekerjaan Persentase (%)
Pegawai Swasta 15
Pegawai Negeri Sipil 19
Pelajar/Mahasiswa 54
Wirausaha 02
Ibu Rumah Tangga 04
Lain-lain 06
Total 100
Proses Keputusan Kunjungan
Pengenalan kebutuhan
Proses keputusan kunjungan diawali dengan tahapan pengenalan kebutuhan. Kebutuhan muncul ketika seseorang memiliki perbedaan persepsi antara keadaan yang diinginkan dengan situasi aktual yang dijalani. Kebutuhan pengunjung dalam mengunjungi kampung wisata bisnis dapat ditinjau dari aspek motivasi dan alasan kunjungan. Pada Tabel 8 terdapat dua motivasi responden yang dominan dalam mengunjungi KW Bisnis Tegalwaru yaitu mengikuti program sekolah sebesar 46 persen dan belajar tentang bisnis home industry sebesar 42 persen. Pada umumnya, program sekolah berupa study tour atau fieldtrip ke kampung wisata bisnis pun bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bisnis home industry kepada para siswa.
Tabel 8 Motivasi responden berkunjung ke Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru
Motivasi berkunjung Persentase (%)
Mengikuti program sekolah 046.0
Berlibur/rekreasi 003.0
Belajar tentang bisnis home industry 042.0
Lainnya 009.0
Bisnis home industry merupakan daya tarik KW Bisnis Tegalwaru. Hal tersebut selain menjadi motivasi terbesar bagi responden, juga menjadi manfaat yang paling diharapkan dalam kunjungan dan menjadi alasan berkunjung. Sebanyak 94 persen responden mengharapkan bertambahnya pengetahuan dan wawasan tentang bisnis home industry dengan berkunjung ke KW Bisnis Tegalwaru. Hanya sekitar 6 persen responden yang berkunjung untuk memperoleh manfaat hiburan atau beristirahat dari kesibukan sehari-hari. Alasan terbanyak berkunjung ke KW Bisnis Tegalwaru adalah adanya potensi bisnis home industry sebagaimana yang ditampilkan pada Tabel 9 Sedangkan sebagian responden memiliki alasan berkunjung bahwa KW Bisnis Tegalwaru adalah objek wisata baru dan mudah dicapai.
Tabel 9 Alasan responden berkunjung ke Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru
Motivasi berkunjung Persentase (%)
Objek wisata baru 016.0
Objek wisata terkenal 004.0
Objek wisata mudah dicapai 016.0
Potensi bisnis home industry di objek wisata 063.0
Lainnya 001.0
Total 100.0
Pengetahuan dan wawasan tentang bisnis home industry saat ini telah menjadi kebutuhan hampir semua orang dengan berbagai latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda. Informasi mengenai pengunjung yang didominasi oleh rombongan sekolah dapat menjadi strategi pemasaran untuk meningkatkan promosi langsung ke lembaga-lembaga pendidikan di wilayah Jabodetabek. Saat ini KW Bisnis Tegalwaru sudah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan tinggi swasta di wilayah Bogor dan Jakarta dengan memasukkan kunjungan ke kampung wisata bisnis ke dalam mata kuliah kewirausahaan. Namun promosi yang lebih gencar dan efektif kepada sekolah tingkat SMP dan SMA dapat menambah kerjasama dengan lembaga yang baru dan meningkatkan jumlah kunjungan ke KW Bisnis Tegalwaru.
Pencarian informasi
Setelah mengenali kebutuhan, seseorang akan mencari informasi yang berkaitan dengan produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhannya. Informasi tersebut dapat bersumber dari sumber informasi internal yaitu pengalaman orang tersebut di masa lalu. Jika tidak mencukupi, orang tersebut akan mencari sumber informasi eksternal. Informasi kunjungan ke KW Bisnis Tegalwaru tentu diperoleh dari sumber informasi eksternal. Sumber informasi eksternal yang paling berperan responden adalah pihak sekolah dan teman/keluarga sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 10.
Tabel 10 Sumber informasi eksternal responden
Sumber informasi eksternal Persentase (%)
Teman/keluarga 033.3 Sekolah 051.5 Televisi 005.1 Biro Perjalanan 002.0 Brosur/leaflet 001.0 Internet 007.1 Total 100.0
Sumber informasi eksternal lainnya seperti iklan televisi, biro perjalanan, brosur/leaflet, dan internet hanya memiliki persentase pada rentang 1-7 persen. Padahal sumber informasi eksternal tersebut merupakan sarana promosi KW Bisnis Tegalwaru. Televisi menjadi sumber informasi bagi 5.1 persen responden. Hal ini memungkinkan sebab KW Bisnis Tegalwaru pernah diliput oleh beberapa acara stasiun televisi MNC TV, Trans 7, dan ANTV. Internet menjadi sumber informasi bagi 7.1 persen responden. Sarana promosi via internet yang digunakan oleh pengelola adalah situs web dan akun media sosial facebook KW Bisnis Tegalwaru.
Persentase yang cukup besar dari sekolah dan teman sebagai mengindikasikan bahwa pengunjung yang berkunjung sebagian besar memperoleh informasi dari mulut ke mulut dari teman dan sekolah yang sebelumnya pernah mengunjungi atau pernah memperoleh informasi tentang kampung wisata bisnis. Sedangkan media promosi yang dimiliki oleh kampoeng wisata perlu di tingkatkan efektivitasnya.
Hal yang dinilai paling penting dari informasi yang diterima oleh kebanyakan responden adalah kegiatan wisata yang menarik dan mendidik yang dimiliki KW Bisnis Tegalwaru yaitu sebesar 77 persen, seperti yang terlihat pada Tabel 11. Kampoeng wisata yang menawarkan bisnis home industry dari para pelakunya langsung menjadi ciri khas dan kekuatan KW Bisnis Tegalwaru. Sedangkan hal lainnya yang merupakan informasi yang umumnya dinilai penting bagi pengunjung seperti kenyamanan tempat, harga paket wisata, kemudahan mencapai lokasi, dan fasilitas yang ditawarkan hanya memiliki persentase di bawah 10 persen. Sebanyak 59 persen responden terpengaruh untuk mengunjungi KW Bisnis Tegalwaru setelah memperoleh informasi tersebut, sedangkan sebanyak 33 persen memilih untuk mempertimbangkan kembali dan 8 persen lainnya tidak terpengaruh untuk berkunjung.
Tabel 11 Hal penting dari informasi Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru
Hal penting dari informasi Persentase (%)
Kenyamanan tempat 005.0
Harga paket wisata 002.0
Lokasi yang mudah dicapai 010.0
Fasilitas yang ditawarkan 006.0
Kegiatan wisata yang menarik dan mendidik 077.0
Evaluasi alternatif
Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui pencarian informasi, pengunjung mengevaluasi informasi tersebut sebelum mengambil keputusan berkunjung. Kegiatan wisata menarik dan mendidik berupa bisnis home industry yang dikembangkan oleh sebuah kampung atau desa merupakan aspek yang paling dipertimbangkan dalam berkunjung ke KW Bisnis Tegalwaru oleh sebagian besar responden. Pada Tabel 12 dapat dilihat bahwa aspek yang umumnya menjadi pertimbangan dalam berkunjung seperti kenyamanan tempat, harga paket wisata, kemudahan mencapai lokasi, dan fasilitas yang ditawarkan hanya memiliki persentase antara 4-9 persen.
Pertimbangan sebagian besar responden memilih atribut kegiatan wisata yang menarik dan mendidik dalam berkunjung berimplikasi terhadap upaya yang konsisten dalam menjaga kualitas layanan atas paket-paket wisata yang ditawarkan oleh kampung wisata bisnis. Karena hal tersebut merupakan kekuatan utama KW Bisnis Tegalwaru sekaligus pertimbangan utama bagi sebagian besar pengunjung.
Tabel 12 Pertimbangan responden dalam memilih alternatif
Pertimbangan dalam memilih Persentase (%)
Kenyamanan tempat 004.0
Harga paket wisata 006.0
Lokasi yang mudah dicapai 009.0
Fasilitas yang ditawarkan 008.0
Kegiatan wisata yang menarik dan mendidik 073.0
Total 100.0
Keputusan kunjungan
Keputusan kunjungan merupakan tahapan dalam proses keputusan kunjungan yang terdiri atas cara memutuskan kunjungan, siapa yang paling berpengaruh bagi responden untuk berkunjung, dengan siapa responden berkunjung, waktu melakukan kunjungan dan frekuanesi kunjungan.
Sebanyak 73.7 persen responden menyatakan bahwa keputusan berkunjung ke KW Bisnis Tegalwaru merupakan keputusan terencana, sedangkan 26.3 persen sisanya keputusan tidak terencana. Keputusan terencana merupakan keputusan yang melewati seluruh proses keputusan kunjungan. Pada Tabel 13 dinyatakan sebanyak 74.0 persen responden menyatakan bahwa rombongan sekolah atau kantor merupakan pihak yang paling berpengaruh dalam mengambil keputusan berkunjung. Dan pada kenyataannya sebanyak 74 persen responden melakukan kunjungan bersama rombongan sekolah atau kantor, sedangkan 22 persen lainnya bersama teman.
Tabel 13 Sumber pengaruh dalam keputusan kunjungan
Sumber pengaruh Persentase (%)
Keluarga 000.0
Rombongan sekolah atau kantor 074.0
Media televise 005.0
Diri sendiri 017.0
Brosur/leaflet 002.0
Lainnya 002.0
Total 100.0
Sebagian besar kunjungan responden merupakan kunjungan yang pertama kali ke KW Bisnis Tegalwaru yaitu sebanyak 87 persen responden, sedang 13 persen lainnya merupakan kunjungan kedua atau lebih. Responden umumnya melakukan kunjungan pada hari aktif kerja atau sekolah sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 14. Waktu tersebut dipilih karena sebagian besar kunjungan merupakan study tour atau fieldtrip yang dilakukan pada hari aktif kerja. Hal ini menjadi pembeda KW Bisnis Tegalwaru dengan yang lainnya, di mana kampung wisata bisnis ini justru ramai pengunjung pada hari aktif kerja. Tabel 14 Waktu kunjungan responden
Sumber pengaruh Persentase (%)
Libur sekolah 003.0
Akhir pekan 010.0
Hari kerja/sekolah 087.0
Total 100.0
Analisis Kinerja dan Harapan Pengunjung
Hasil IPA adalah pemetaan atribut-atribut pelayanan KW Bisnis Tegalwaru ke dalam empat kuadran diagram kartesius IPA dapat memudahkan pengelola untuk meningkatkan kinerja pelayanannya secara efektif. Pengelola dapat memperoleh rekomendasi secara spesifik tentang atribut pelayanan yang harus diperbaiki dan dipertahankan.
Pada Tabel 15 tingkat harapan seluruh atribut berada dalam satu kriteria penilaian berdasarkan rentang skala 0.8. Seluruh atribut pelayanan mempunyai skor harapan yang tinggi yaitu berada pada rentang skala 3.40-4.19. Hal ini memiliki makna bahwa responden mempunyai harapan yang tinggi pada seluruh atribut pelayanan yang dimiliki KW Bisnis Tegalwaru.
Tingkat kinerja atribut berada pada kriteria penilaian yang bervariasi. Terdapat satu atribut yang yang memiliki kriteria tingkat kinerja sangat baik (4.20-5.00) yaitu sikap sopan pemandu dan pengelola. Terdapat dua atribut yang memiliki kriteria tingkat kinerja yang buruk (1.80-2.59) yaitu area parkir dan fasilitas toilet. Sebagian besar atribut berada pada kriteria cukup baik (2.60-3.39) sebanyak delapan atribut dan kriteria baik (3.40-4.19) sebanyak enam atribut.
Tabel 15 Hasil penghitungan skor rata-rata tingkat kinerja dan tingkat harapan
Atribut Kinerja
( ̅)
Harapan ( ̅)
1. Harga paket wisata 3.31 3.96
2. Sarana presentasi/ pelatihan/ demonstrasi
produk UMKM 3.28 3.97
3. Penampilan pemandu 3.65 3.82
4. Layout/penataan lokasi 2.84 3.83
5. Kebersihan lokasi 3.47 3.87
6. Kondisi jalan 3.65 3.78
7. Area parkir 2.48 3.61
8. Fasilitas toilet 2.33 3.60
9. Kesesuaian paket wisata atau layanan dengan
yang dijanjikan 3.19 4.13
10. Kecepatan layanan 3.28 3.76
11. Kejelasan informasi dalam promosi 3.33 3.99
12. Kegencaran promosi 3.15 3.71
13. Keamanan lokasi 3.45 4.04
14. Sikap sopan pemandu dan pengelola 4.36 4.18
15. Pengetahuan pemandu 3.82 4.07
16. Perhatian personal kepada pengunjung 3.29 3.98 17. Kemudahan menghubungi kampung wisata
bisnis 3.44 4.18
Rataaan dari skor rata-rata ( ̿ dan ( ̿ 3.31 3.91
Jumlah 56.32 66.48
Secara umum skor tingkat harapan lebih besar dari tingkat kinerja berdasarkan nilai rataan keduanya berturut-turut 3.91 dan 3.31. Hal ini membuat jumlah perbedaan nilai keduanya cukup besar yaitu 66.48 dan 56.32. Hal tersebut belum bisa memastikan bahwa konsumen tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan, karena nilai tingkat kepuasan konsumen secara akurat didapatkan melalui penghitungan CSI. Adapun, pemetaan atribut ke dalam empat kuadran IPA sebagaimana pada Gambar 8.
Gambar 8 Diagram kartesius IPA Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru Keterangan:
1) Harga paket wisata
2) Sarana presentasi/pelatihan/demonstrasi produk UMKM 3) Penampilan pemandu
4) Layout/penataan lokasi 5) Kebersihan lokasi 6) Kondisi jalan 7) Area parkir 8) Fasilitas toilet
9) Kesesuaian paket wisata atau layanan dengan yang dijanjikan 10)Kecepatan layanan
11)Kejelasan Informasi dalam promosi 12)Kegencaran promosi
13)Keamanan lokasi
14)Sikap sopan pemandu dan pengelola 15)Pengetahuan pemandu
16)Perhatian personal kepada pengunjung 17)Kemudahan menghubungi KWBT Kuadran I.
Atribut yang berada pada kuadran I mempunyai skor harapan yang tinggi dan kinerja yang rendah. Atribut kuadran ini menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan, yaitu sebanyak empat (4) atribut.
1. Harga paket wisata (Atribut 1)
Responden menilai kinerja dari kesesuaian harga paket atau harga program di KW Bisnis Tegalwaru terhadap pelayanan yang diberikan berada pda kategori cukup baik. Padahal harapan responden tergolong tinggi bahwa
Tingkat Kinerja T in g k a t H a ra p a n 4.5 4.0 3.5 3.0 2.5 4.2 4.1 4.0 3.9 3.8 3.7 3.6 3.31 3.91 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 21
Importance Performance Analysis (IPA)
harga paket atau program di kampung wisata bisnis sesuai dengan layanan yang diberikan. Kesesuaian layanan dengan harga paket wisata sangat terkait dengan seluruh fasilitas fisik dan non fisik yang diberikan oleh pengelola kampong wisata bisnis. Jika dilihat secara spesifik, paket wisata yang dominan diminati oleh pengunjung adalah charity creativity dengan harga Rp60 000 per jenis paket, di mana setiap jenis paket terdapat dua produk bisnis home industry. Metode yang dijalankan saat ini adalah demo proses produksi, di mana pengunjung hanya menyaksikan proses produksi yang didemokan. Pengunjung akan lebih puas jika metode dibuat seperti setengah workshop, di mana setiap 5-7 peserta mendapatkan bahan untuk mengikuti demo produksi yang dicontohkan.
2. Sarana presentasi/pelatihan/demonstrasi produk UMKM (Atribut 2)
Sarana yang digunakan dalam presentasi produk UMKM harus sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan efektivitas dari sebuah presentasi. Harapan responden tinggi terhadap atribut ini. pengelola sebenarnya sudah menyediakan sarana presentasi dan bahan presentasi yang cukup baik seperti laptop, lcd, screen, dan pengeras suara. Namun responden menilai bahwa kinerja atribut ini berada pada kategori cukup baik. Hal ini terjadi karena responden merasakan beberapa tempat presentasi yang menjadi sarana utama belum diperhatikan dengan baik kenyamanannya, seperti tempat yang cukup panas (sirkulasi udara yang tidak optimal) dan tempat yang tidak siap menampung lebih dari 100 pengunjung.
Tempat presentasi merupakan sarana yang paling disorot oleh pengunjung. Tentunya hal ini dapat terjawab jika pengelola berinvestasi dengan membangun satu lokasi terpusat untuk presentasi produk dengan sirkulasi udara yang lebih baik dan kapasitas yang lebih besar. Hal ini adalah penyelesaian jangka panjang, karena investasi tersebut membutuhkan biaya yang besar. Dalam jangka pendek di mana pengelola tetap menggunakan tempat yang ada saat ini, pengelola harus memastikan sirkulasi udara dalam tempat presentasi mengalir dengan baik, dan membagi peserta dalam beberapa kelompok presentasi jika tempat yang ada tidak siap menampung lebih dari 100 peserta.
3. Kesesuaian paket wisata atau layanan dengan yang dijanjikan (Atribut 9) Responden menilai kesesuaian paket wisata atau layanan dengan yang dijanjikan berada dalam kriteria cukup baik, padahal responden memiliki harapan yang tinggi terhadap atribut ini.
Atribut ini merupakan hasil dari upaya pengunjung dalam membandingkan antara informasi layanan KW Bisnis Tegalwaru dari berbagai media promosinya seperti web, blog, facebook atau informasi dari teman atau sekolah mereka dengan layanan aktual yang diterima oleh pengunjung di lokasi wisata. Kejelasan informasi layanan yang dipromosikan terkait dengan atribut kejelasan informasi dalam promosi. Kinerja atribut tersebut dalam kriteria cukup baik menurut responden. Hal ini diduga pengunjung belum benar-benar menangkap informasi secara sempurna tentang layanan atau paket wisata yang terdapat di kampung wisata bisnis. Pengelola perlu me-review informasi yang terdapat dalam media-media promosinya.
Pastikan bahwa informasi tersebut mudah dipahami oleh orang-orang yang belum pernah berkunjung ke kampung wisata bisnis.
4. Perhatian personal kepada pengunjung (Atribut 16)
Perhatian personal kepada pengunjung merupakan sikap cepat dari pemandu dalam mengetahui masalah yang dihadapi pengunjung dan kesungguhannya untuk menanggapi masalah tersebut. Responden memiliki harapan yang tinggi terhadap atribut ini. Namun responden menilai bahwa kinerja pemandu dalam perhatian personal berada pada kriteria cukup baik. Hal ini terlihat dari jumlah pemandu yang jumlahnya sedikit yaitu sekitar 3 orang, dalam menangani pengunjung yang paling sedikit berjumlah 50 orang.
Kinerja atribut ini dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah SDM pemandu yang memiliki kompetensi dan wawasan seorang public relation. Walau saat ini jumlah tim penerima kunjungan sekitar lima (5) orang, namun peran pemandu dominan dipegang oleh Ibu Tatiek. Hal ini terjadi karena ketokohan yang masih kental dalam sosok Ibu Tatiek sebagai founder Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru
Kuadran II.
Kuadran II berisi atribut yang memiliki skor harapan dan skor kinerja yang tinggi. Pengelola direkomendasikan untuk mempertahankan kinerja atribut-atribut tersebut. Terdapat lima (5) atribut pada kuadran ini, yaitu:
1. Kejelasan informasi dalam promosi (Atribut 11)
Responden menilai kejelasan informasi mengenai Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru secara mendetail dalam media promosi berada pada kategori baik. Kinerja tersebut telah mengimbangi harapan responden yang juga tinggi terhadap atribut ini. Kejelasan informasi yang paling utama adalah spesifikasi paket wisata yang dimiliki oleh KW Bisnis Tegalwaru. Media promosi yang dimiliki oleh KW Bisnis Tegalwaru yaitu situs web tegalwarukreatif.com dan kampoengwisatabisnistegalwaru.blogspot.com, akun facebook Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru.
2. Keamanan lokasi (Atribut 13)
Responden memiliki harapan yang tinggi terhadap atribut keamanan lokasi kampung wisata bisnis. Dan responden juga menilai bahwa kinerja atirbut ini berada pada kategori baik, artinya KW Bisnis Tegalwaru merupakan lokasi yang aman dari berbagai hal yang mengganggu salah satunya pencurian. Meskipun pengelola tidak menyiapkan tenaga khusus keamanan namun nuansa lokasi wisata yang bernuansa kampung dengan sifatnya saling menjaga dan gotong royong sangat mendukung terhadap atribut keamanan lokasi.
3. Sikap sopan pemandu dan pengelola (Atribut 14)
Sikap sopan dari pemandu dan pengelola meliputi perkataan dan perbuatan yang sopan serta konsistensi dari kesopanan itu sendiri selama kunjungan. Responden memiliki harapan yang tinggi terhadap atribut ini, dan mereka menilai bahwa kinerja atribut ini berada pada kriteria sangat baik. Pemandu merupakan kunci keberhasilan sebuah bisnis jasa, karena pemandu yang berhadapan langsung dan menyampaikan jasa kepada konsumen. Kinerja atribut yang sangat baik harus dipertahankan oleh
pengelola dalam mempertahankan keberhasilan kampung wisata bisnis secara keseluruhan.
4. Pengetahuan pemandu (Atribut 15)
KW Bisnis Tegalwaru dipilih oleh pengunjung karena menawarkan wisata yang mendidik dan menarik khususnya terkait pengetahuan bisnis home industry. Kompetensi pemandu tentu menjadi faktor utama dalam mendukung atribut ini. Responden memiliki harapan yang tinggi terhadap atribut ini dan responden menilai bahwa pengetahuan pemandu berada dalam kriteria kinerja yang baik. Indikator atas hal tersebut bahwa pemandu mampu menjawab pertanyaan pengunjung dengan data-data terkait. Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa pemandu merupakan kunci keberhasilan sebuah bisnis jasa. Kompetensi pemandu dapat terus ditingkatkan dengan melakukan pelatihan berkala atau upaya untuk terus mengembangkan pengetahuan dan wawasan terkait bisnis home industry