Areal persawahan yang digunakan sebagai lahan pengamatan terletak pada ketinggian 224 m di atas permukaan laut (dpl) (Tabel 1). Pada persawahan ini terdapat hamparan tanaman padi varietas IR 64. Di tempat pengamatan juga ditumbuhi oleh berbagai jenis gulma. Areal kebun sayur terletak pada ketinggian tempat 339 m dpl. Di lahan pengamatan terdapat tanaman caisin yang ditanam secara tumpang sari dengan bawang daun. Di sebelah selatan, lahan berhadapan dengan pertanaman jagung dan di sebelah utara dengan pertanaman padi. Areal hutan terletak pada ketinggian 224 m dpl. Lahan pengamatan ditumbuhi tanaman hutan tropis yang didominasi oleh pohon jati dan pinus, serta terdapat juga tanaman lain seperti damar, sengon, rotan, kelapa sawit dan lain-lain.
Serangga yang Tertangkap
Jumlah seluruh serangga yang tertangkap dengan tiga jenis alat koleksi selama penelitian sebanyak 6579 individu yang berasal dari 10 ordo dan 80 famili (Tabel 2, Lampiran 1, 2, 3). Tiga ordo serangga yang dominan tertangkap pada penelitian ini adalah Ordo Diptera (61,36%), Hymenoptera (22,75%), dan Hemiptera (11,11%). Berdasarkan jumlah individu, lahan sawah memiliki jumlah individu yang jauh lebih rendah dibandingkan lahan kebun sayur dan hutan. Perbedaan dikarenakan jenis tanaman yang berada di lahan sawah jauh lebih sedikit dan kurang beragam dari pada di lahan kebun sayur dan hutan.
Bila dilihat dari jumlah famili serangga, maka famili dari ordo Hymenoptera paling banyak tertangkap (32 famili) dibandingkan ordo-ordo lainnya. Tabel 3 memperlihatkan bahwa walaupun jumlah individu ordo Diptera yang tertangkap paling banyak, namun dengan penggunaan perangkap malaise, nampan kuning, dan jaring serangga keanekaragaman famili dari ordo Hymenoptera lebih tinggi. Data ini menunjukkan bahwa ketiga alat koleksi yang digunakan merupakan alat yang baik digunakan untuk menangkap serangga ordo Hymenoptera. Hal ini juga didukung oleh Atmowidi (2000), jaring serangga, perangkap nampan kuning dan malaise merupakan alat koleksi yang sesuai untuk serangga ordo Hymenoptera khususnya parasitoid.
Tabel 2 Jumlah famili dan individu serangga yang tertangkap di tiga jenis lahan pengamatan
Ordo Jumlah famili Total Jumlah individu Total % S KS H S KS H Diptera 17 17 20 22 588 1695 1754 4037 61,36 Hymenoptera 20 22 26 32 386 496 615 1497 22,75 Hemiptera 5 4 6 6 303 295 133 731 11,11 Coleoptera 4 3 1 5 39 59 10 108 1,64 Orthoptera 5 3 4 6 46 9 47 102 1,55 Lepidoptera 2 4 2 4 28 23 17 68 1,03 Psocoptera 0 0 1 1 0 0 26 26 0,40 Trichoptera 0 1 0 1 0 5 0 5 0,08 Thysanoptera 1 1 0 1 1 2 0 3 0,05 Odonata 1 1 0 2 1 1 0 2 0,03 Total 59 56 54 80 1392 2585 2602 6579 100
Keterangan: S = Sawah, KS = Kebun sayur, H = Hutan
Tabel 3 Jumlah famili dan individu serangga yang tertangkap dengan tiga jenis alat koleksi
Ordo Jumlah famili Total Jumlah individu Total PM NK JS PM NK JS Diptera 17 18 15 22 1562 2040 435 4037 Hymenoptera 19 25 16 32 121 1241 135 1497 Hemiptera 3 6 6 6 26 601 104 731 Coleoptera 2 5 3 6 4 81 23 108 Orthoptera 2 6 4 6 10 69 23 102 Lepidoptera 4 3 2 5 56 7 5 68 Psocoptera 0 1 0 1 0 26 0 26 Trichoptera 1 0 0 1 5 0 0 5 Thysanoptera 0 1 0 1 0 3 0 3 Odonata 0 0 2 2 0 0 2 2 Total 48 65 48 82 1784 4068 727 6579
Keterangan: PM = Perangkap malaise, NK = Nampan kuning, JS = Jaring serangga
Jumlah individu dan famili serangga ordo Hymenoptera yang diperoleh dari perangkap nampan kuning (1241 individu, 25 famili) jauh lebih banyak
dibandingkan dengan perangkap malaise (121 individu, 19 famili) dan jaring serangga (135 individu, 16 famili) (Tabel 3). Walaupun ketiga alat koleksi ini baik digunakan untuk memerangkap serangga Ordo Hymenoptera, dalam jumlah serangga yang diperoleh nampan kuning lebih baik dari jaring serangga dan perangkap malaise. Serangga Ordo Hymenoptera yang terperangkap pada nampan kuning kemungkinan besar merupakan serangga yang bersifat tertarik terhadap warna kuning (Godfray 1994).
Serangga Ordo Hymenoptera
Serangga Ordo Hymenoptera yang tertangkap selama penelitian sebanyak 1497 individu dari 32 famili (Tabel 2), masing-masing dari lahan sawah sebanyak 386 individu, lahan kebun sayur 496 individu, dan lahan hutan 615 individu. Peranan serangga Ordo Hymenoptera ini meliputi serangga parasitoid, predator, polinator, dan fitofag (Tabel 4). Serangga Hymenoptera parasitoid jauh lebih
Tabel 4 Famili serangga Ordo Hymenoptera yang ditemukan beserta peranannya Famili Peranan Famili Peranan Aphelinidae Parasitoid Pteromalidae Parasitoid Bethylidae Parasitoid Scelionidae Parasitoid Braconidae Parasitoid Sclerogibbidae Parasitoid Ceraphronidae Parasitoid Tetracampidae Parasitoid Chrysididae Parasitoid Torymidae Parasitoid Diapriidae Parasitoid Trichogrammatidae Parasitoid Encyrtidae Parasitoid Ampulicidae Predator Eucoilidae Parasitoid Crabronidae Preda or Eulophidae Parasitoid Formicidae Predator Eupelmidae Parasitoid Nyssonidae Predator Eurytomidae Parasitoid Pemphredonidae Predator Evaniidae Parasitoid Philanthidae Predator Ichneumonidae Parasitoid Sphecidae Predator Mymaridae Parasitoid Apidae Polinator Mymarommatidae Parasitoid Halictidae Polinator Platygasteridae Parasitoid Agaonidae Fitofag
banyak dibandingkan dengan serangga lainnya, yaitu meliputi 22 famili. Serangga yang bersifat sebagai predator, polinator, dan fitofag masing-masing sebanyak 7, 2, dan 1 famili.
Keanekaragaman Hymenoptera Parasitoid
Lahan kebun sayur memiliki jumlah individu Ordo Hymenoptera parasitoid terbanyak (454 individu), diikuti lahan hutan dan sawah (Tabel 5). Namun bila dilihat dari jumlah famili parasitoid yang ditemukan, maka lahan hutan mencapai jumlah tertinggi (21 famili). Hal ini disebabkan lahan hutan mempunyai keanekaragaman tanaman yang tinggi sebagai tempat hidup serangga inang parasitoid, dengan beragamnya tanaman inang maka serangga inang pun sebagai sumber makanan parasitoid lebih beragam. Selain itu kondisi lahan hutan tidak mendapatkan gangguan dari manusia yang berarti, sehingga kondisi habitatnya lebih stabil. Jumlah famili parasitoid di lahan sawah (14 famili) dan kebun sayur (17 famili) lebih sedikit dari pada di lahan hutan.
Tabel 5 Jumlah individu dan famili Ordo Hymenoptera parasitoid di lahan sawah, kebun sayur, dan hutan pada tiga pengamatan
Lokasi Pengamatan ke -1 Pengamatan ke - 2 Pengamatan ke - 3 Total Subtotal Subtotal Subtotal
Sawah I 114 88 157 359 F 10 13 12 14 Kebun sayur I 153 145 156 454 F 13 14 14 17 Hutan I 161 112 110 383 F 18 15 17 21 Total I 428 345 423 1196 F 19 21 20 22
Keterangan: I = Individu serangga, F = Famili serangga
Hal ini kemungkinan disebabkan adanya gangguan pada habitat tersebut seperti pengolahan lahan, pengendalian gulma, dan pemakaian pestisida. Disamping itu jenis tanaman di lahan sawah dan kebun sayur tidak terlalu beragam. Di lahan sawah, tanaman padi ditanam secara monokultur dan di lahan kebun sayur tanaman caisin ditanam tumpang sari dengan tanaman bawang daun.
Jenis tanaman yang kurang beragam menyebabkan sumber makanan untuk inang parasitoid kurang beragam, sehingga jenis parasitoid yang ada kurang beragam. Parasitoid yang ada hanya parasitoid dari hama yang menyerang komoditas yang ditanam di areal tersebut, sehingga jumlah parasitoid ini pun menjadi lebih dominan dibandingkan jumlah parasitoid lain yang tertangkap.
Pada lahan sawah, tiga kali pengambilan sampel dilakukan masing-masing pada umur 2 minggu setelah tanam (mst), 4 mst , dan 6 mst. Pada pengamatan ke- 2, individu parasitoid yang tertangkap lebih sedikit (88 individu) dibandingkan pada pengamatan lainnya, namun dengan jumlah familinya yang lebih banyak (13 famili) (Tabel 5). Pada umur padi 4 mst tersebut terjadi serangan hama penggerek batang padi dan hama lain sehingga dilakukan aplikasi pestisida. Hal tersebut kemungkinan berpengaruh terhadap keberadaan parasitoid. Jumlah individu parasitoid berkurang namun karena ada serangan hama lain maka parasitoid yang tertangkap juga lebih beragam. Pada pengamatan ke-3, parasitoid yang tertangkap paling banyak (157 individu), karena pada umur tanaman 6 mst masih ada hama penggerek batang padi dan hama lain yang menjadi inang dari parasitoid, serta dampak pestisida yang diberikan sebelumnya sudah berkurang.
Jumlah individu parasitoid yang tertangkap di lahan kebun sayur pada masing-masing pengamatan relatif tidak jauh berbeda. Di lahan kebun sayur penggunaan pestisida sangat rendah, sehingga keberadaan inang hama mendukung keberadaan parasitoid di lahan. Pada lahan hutan, kondisi lingkungan tidak berubah sepanjang waktu pengamatan. Jumlah individu parasitoid pada pengamatan ke-2 dan ke-3 lebih sedikit dibandingkan dengan pengamatan ke-1, karena pada saat pengambilan sampel terjadi hujan. Hujan dapat mengakibatkan mobilitas serangga parasitoid yang terbang terganggu. Selain itu perangkap nampan kuning yang dipasang harus diambil dua jam lebih awal dari waktu pengambilan yang sebenarnya.
Indeks Keanekaragaman Jenis Indeks Keanekaragaman Jenis Hymenoptera
Lahan kebun sayur memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis shannon (H’) untuk serangga Hymenoptera secara umum paling tinggi (2,419)
dibandingkan lahan hutan (2,321) dan sawah (2,013) (Tabel 6, Lampiran 4, 5, 6). Hasil ini menunjukkan bahwa banyaknya jumlah individu Hymenoptera yang terperangkap di lahan hutan tidak diikuti dengan tingginya indeks keanekaragaman jenis shannon. Hal ini disebabkan dalam perhitungan indeks keanekaragaman jenis shannon tidak hanya jumlah individu yang menentukan besarnya nilai indeks, tetapi kekayaan jenis (spesies richness) juga sangat menentukan. Nilai indeks keanekaragaman jenis shannon (H’) dipengaruhi oleh kemerataan jenis dalam suatu komunitas. Nilai kemerataan jenis akan cenderung rendah bila komunitas tersebut didominasi oleh satu spesies saja (Magurran 1996).
Tabel 6 Jumlah individu (N), jumlah famili (F), indeks keanekaragaman shannon (H’), dan indeks kemerataan (E) serangga Hymenoptera di tiga lokasi pengamatan
Peubah Lokasi Total
Sawah Kebun sayur Hutan
N 386 496 615 1497
F 20 22 26 32
H’ 2,013 2,419 2,321
E 0,672 0,783 0,712
Hal ini juga didukung oleh Soegianto (1994), suatu komunitas dapat dikatakan mempunyai nilai keanekaragaman jenis yang tinggi jika pada komunitas tersebut terdapat jenis spesies dengan tingkat kelimpahan jumlah spesies yang seimbang atau hampir sama. Namun jika pada suatu komunitas terdapat banyak spesies dan terdapat beberapa spesies saja yang dominan, maka nilai keanekaragaman jenis akan menurun. Keanekaragaman jenis akan berubah dan berbeda seiring berjalannya waktu dan terjadi alih fungsi dari tempat tersebut.
Nilai sebaran tertinggi terdapat pada lahan kebun sayur (0,783) dibandingkan lahan hutan (0,712) dan sawah (0,672 ). Nilai sebaran menunjukan pola sebaran suatu spesies dalam suatu komunitas, semakin besar pola sebarannya maka akan semakin sama atau seimbang pola sebaran suatu spesies di dalam komunitas, dan sebaliknya.
Indeks Keanekaragaman Jenis Hymenoptera Parasitoid
Hutan memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis shannon (H’) untuk Hymenoptera parasitoid paling tinggi (2,446) dibandingkan lahan kebun sayur (2,257) dan sawah (1,803) (Tabel 7, Lampiran 7, 8, 9). Inang parasitoid yang ada di lahan hutan kemungkinan jauh lebih beragam dibandingkan dengan di lahan sawah dan kebun sayur. Dengan demikian jenis parasitoid yang ada di lahan hutan pun lebih beragam.
Tabel 7 Jumlah individu (N), jumlah famili (F), indeks keanekaragaman shannon (H’), dan indeks kemerataan (E) Serangga Hymenoptera parasitoid pada tiga lokasi pengamatan
Peubah Lokasi Total
sawah Kebun sayur Hutan
N 359 454 383 1196
F 14 17 21 22
H’ 1,803 2,257 2,446
E 0,683 0,797 0,803
Selain nilai H’, nilai E untuk Hymenoptera parasitoid pada lahan hutan juga paling tinggi dibandingkan kebun sayur dan sawah. Hal ini menunjukkan bahwa lahan hutan mempunyai tingkat kelimpahan jumlah individu untuk setiap spesies dan jumlah spesies yang seimbang serta mempunyai tingkat sebaran yang cukup merata pada setiap jenis familinya.
Keanekaragaman Famili Hymenoptera di Tiga Lokasi Pengamatan Keanekaragaman Famili Hymenoptera tertinggi dari tiga lokasi pengambilan sampel adalah Famili Formicidae yang terdapat pada lahan hutan dengan indeks keanekaragaman jenis sebesar 0,367 (Tabel 8). Famili Diapriidae, Ceraphronidae, Scelionidae dan Encyrtidae merupakan famili-famili parasitoid yang paling dominan di seluruh lokasi pengamatan. Nilai indeks keanekaragaman dan nilai sebaran dari famili-famili ini tergolong tinggi dan stabil bila dibandingkan dengan famili parasitoid lainnya (Tabel 8 dan Gambar 6).
Berdasarkan Tabel 8 dan Gambar 6, dapat diketahui famili parasitoid yang paling banyak atau dominan pada masing-masing lokasi pengambilan sampel. Famili parasitoid yang paling tinggi nilai indeks keanekaragaman jenis dan sebaran keanekaragamannya berbanding lurus dengan kemerataan jumlah individu dari famili tersebut. Gambar 7 memperlihatkan contoh spesies dari famili parasitoid dominan yang ditemukan di lokasi pengamatan. Lima famili parasitoid
Tabel 8 Indeks keanekaragaman shannon (H’), dan sebaran kemerataan (E) serangga Hymenoptera di tiga lokasi pengamatan
Famili Sawah Kebun sayur Hutan
H’ E H’ E H’ E Agaonidae - - - - 0,010 0,003 Ampulicidae - - 0,022 0,007 0,111 0,034 Aphelinidae 0,015 0,005 0,022 0,007 0,033 0,010 Apidae 0,015 0,005 0,013 0,004 - - Bethylidae - - 0,013 0,004 0,086 0,026 Braconidae 0,101 0,034 0,162 0,052 0,144 0,044 Ceraphronidae 0,228 0,076 0,138 0,045 0,264 0,081 Chrysididae - - 0,013 0,004 0,010 0,003 Crabronidae 0,015 0,005 - - - - Diapriidae 0,218 0,073 0,346 0,112 0,067 0,021 Encyrtidae 0,148 0,049 0,229 0,074 0,229 0,070 Eucoilidae - - 0,262 0,085 0,026 0,008 Eulophidae 0,065 0,022 0,106 0,034 0,194 0,060 Eupelmidae - - 0,022 0,007 0,010 0,003 Eurytomidae 0,095 0,032 - - 0,010 0,010 Evaniidae 0,015 0,005 - - 0,033 0,010 Formicidae 0,126 0,042 0,180 0,058 0,367 0,113 Halictidae 0,080 0,027 0,039 0,013 0,026 0,008 Ichneumonidae 0,108 0,036 0,053 0,017 0,123 0,038 Mymaridae 0,163 0,055 0,173 0,056 0,119 0,037 Mymarommatidae - - 0,079 0,025 - - Nyssonidae 0,015 0,005 - - - - Pemphredonidae 0,015 0,005 - - - - Philanthidae - - - - 0,010 0,003 Platygasteridae 0,101 0,034 0,090 0,029 0,095 0,029 Pteromalidae 0,015 0,005 - - 0,010 0,003 Scelionidae 0,356 0,119 0,226 0,073 0,194 0,060 Sclerogibbidae - - - - 0,019 0,006 Sphecidae - - 0,013 0,004 - - Tetracampidae - - - - 0,039 0,012 Torymidae - - 0,013 0,004 0,039 0,012 Trichogrammatidae 0,114 0,038 0,206 0,067 0,051 0,016 yang mendominasi lahan sawah adalah Scelionidae (179 individu; H’= 0,365), Ceraphronidae (38 individu; H’= 0,228), Diapriidae (35 individu; H’= 0,218),
Mymaridae (22 individu; H’= 0,163), dan Encyrtidae (19 individu; H’= 0,148). Scelionidae adalah famili yang paling dominan karena merupakan salah satu parasitoid dari larva Lepidoptera pada tanaman padi.
Pada lahan kebun sayur, lima parasitoid yang dominan adalah Famili Diapriidae (123 individu; H’= 0,346), Eucoilidae (63 individu; H’= 0,262), Encyrtidae (49 individu; H’= 0,229), Scelionidae (48 individu; H’= 0,226), dan Tricogrammatidae (41 individu; H’= 0,206). Famili Diapriidae merupakan famili parasitoid yang kosmopolit, yang dapat ditemukan di areal persawahan dan kebun sayur. Hal ini didukung dengan data bahwa jumlah Famili Diapriidae terbanyak ditemukan di lahan kebun sayur, dan letak kebun sayur berbatasan dengan lahan sawah sehingga dapat menyumbang keanekaragaman parasitoid di kebun sayur.
Gambar 6 Jumlah individu setiap serangga Famili Hymenoptera di tiga lokasi pengamatan
Lima famili parasitoid yang dominan di areal hutan adalah Famili Ceraphronidae (79 individu; H’= 0,264), Encyrtidae (61 individu; H’= 0,229), Scelionidae (46 individu; H’= 0,194), Eulophidae (46 individu; H’= 0,194), dan Braconidae (29 individu; H’= 0,144). Kelima famili ini merupakan famili parasitoid yang sering ditemukan di areal hutan tropis Indonesia. Atmowidi (2000) melaporkan bahwa J J u m l a h i n d i v i d u Famili
penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) memperlihatkan beberapa famili parasitoid dengan indeks keanekaragaman tertinggi adalah Famili Diapriidae, Ichneumonidae, Braconidae, Ceraphronidae, Scelionidae, Fitigidae, dan Eulophidae. Dengan demikian famili parasitoid yang ada di Hutan Penelitian Darmaga tidak berbeda jauh dengan famili parasitoid yang ada di TNGH, dan perbedaan tersebut disebabkan oleh ketinggian tempat, jenis vegetasi dan kondisi hutan tersebut.
Encyrtidae Diapriidae Eucoilidae
Mymaridae Ceraphronidae Braconidae
Eulophidae Scelionidae Trichogrammatidae Gambar 7 Famili parasitoid yang dominan ditemukan di lokasi pengamatan
1 mm 1 mm 1 mm
1 mm 1 mm
0,5 mm