BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
Gbr 2. Pelabuhan Teluk Nibung tempat nelayan menangkap ikan Cunang renang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Ketersediaan Input Produks
Input produksi pada pengalengan ikan Cunang renang ini adalah bahan baku, tenaga kerja, peralatan, dan bahan baku minyak (bensin) untuk pengisiin mesin genset (mesin untuk yang digunakan apabila terjadi mati lampu), dan teknologi. Hampir semua Input produksi tersedia di pasar setempat Kota Tanjung Balai dan Sebagian kecil Input produksi yang tidak tersedia yaitu mesin genset dan peralatan-peralatan yang digunakan adalah Contact Freezer, Kulkas dan rak untuk menyimpan ikan Cunang renang mereka memesan di Kota Medan begitu juga bahan baku ikan Cunang renang yang ketersediannya bergantung musimnya.
a. Bahan Baku
Bahan baku merupakan suatu bagian yang sangat penting untuk kelangsungan bisnis pengalengan ikan Cunang renang.Bila suatu usaha pengalengan kekurangan bahan baku, maka bisnis tersebut tidak dapat berjalan lancar. Selain itu bahan baku juga harus tersedia setiap kali pengalengan akan dilakukan untuk menjamin kontinuitas bisnis pengalengan itu sendiri.
Bahan baku pada bisnis pengalengan ikan Cunang renang ada dua jenis bahan baku utama dan bahan penunjang.Adapun yang menjadi bahan baku utama pada bisnis pengalengan ikan Cunang renang adalah ikan Cunang renang saja.Kebutuhan bahan baku adalah ikan Cunang renang 5.000-27.000 Kg dalam sekali produksi pengalengan ikan Cunang renang setiap bulannya.
Tabel 8.Produksi Ikan Cunang renang pada Tahun 2008 Tahun 2008 Total Produksi
(Kg/Bulan) Januari 12.000 Februari 11.000 Maret 13.000 April 14.000 Mei 20.000 Juni 15.000 Juli 16.000 Agustus 13.000 September 17.000 Oktober 15.000 November 12.000 Desember 14.000
Sumber : Pabrik Selama Abadi,2008
Dari tabel produksi ikan Cunang renang pada tahun 2008 yang setiap bulannya ikan Cunang renang mengalami peningkatan setiap bulannya dan pada bulan April mengalami penurunan karena ikan Cunang renang tergantung musim, kadang ada dan tidak ikan Cunang renang. Maka ikan Cunang renang cukup tersedia di Pabrik Selama Abadi yang diperoleh dari Laut Teluk Nibung. Penurunan jumlah produksi setiap bulannya ikan Cunang renang karena ikan Cunang renang tergantung musim, tidak menentu musim ikan Cunang renang terkadang nelayan dapat menghasilkan produksi mencapai 17.000 Kg/Bulan dan yang lebih rendah nelayan menghasilkan 11.000 Kg/Bulan, dan juga tergantung cuaca yang tidak tergantung cuaca yang tidak menentu membuat nelayan tidak menangkap ikan Cunang renang, walaupun tergantung musim dan cuaca ikan renang sebagai bahan baku utama dapat melakukan proses pengalengan ikan Cunang renang. Maka ketersediaan bahan baku utama dilaut Teluk Nibung tersedia di pabrik Selama Abadi.
Semua bahan baku dan bahan penunjang cukup tersedia di pasar setempat yaitu Pasar Pasar Kawat dan di daerah Teluk Nibung. Hanya bahan baku berupa ikan Cunang renang yang ketersediannya tergantung musim dan keadaan cuaca dalam melakukan penangkapan ikan Cunang renang. Untuk mengatasinya maka para nelayan melihat cuaca dalam penangkapan ikan apabila musim hujan, maka nelayan tidak akam menangkap ikan dan menangkapnya cuaca yang baik untuk menangkap ikan dan bergantung musim ikan Cunang renang maka dapat mengantinya dengan pengalengan Cumi-cumi dan Sotong apabila ada permintaan pengalengan ikan Cunang renang dari pasar domestik maupun pasar internasional. Sehingga bisnis pengalengan ikan Cunang renang dapat terus memproduksi pengalengan ikan Cunang renang setiap bulannya.
b. Tenaga Kerja
Untuk input produksi berupa tenaga kerja di daerah penelitian ada 29 orang diantaranya 16 orang tenaga kerja laki-laki dan 12 orang tenaga kerja perempuan yang tenaga kerja berasal dari masyarakat Teluk nibung itu sendiri maupun dari luar Kota Tanjung Balai.Tenaga kerja ini membagi tugasnya masing- masing yaitu tenaga kerja laki-laki tugasnya memasukkan ikan kedalam kaleng dan pemberokkan (mengeluarkan isi perut ikan Cunang renang) dan juga merendam ikan kedalam es dan juga menimbang ikan Cunang renang yang ukuran besar, diletakkaan ikan Cunang renang kedalam kaleng dan kecil. sedangkan tenaga kerja laki-laki tugasnya yaitu memasukkan ikan Cunang renang kedalam kulkas pendingin yang sudah diletakkan ke dalam kaleng, dan memasukkan kedalam Contact Freezer dan mengemasnya dengan memasukkan kedalam goni
dan diikat lalu dijual ke pasar domestik dan pasar internasional. Tenaga kerja ini cukup tersedia dilokasi penelitian.
Karakteristik sosial pekerja dalam penelitian ini terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, jumlah tanggungan dan pengalaman berkerja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 8 berikut ini :
Tabel 9. Karakteristik Sosial di Kota Tanjung Balai.
No. Karakteristik Sosial Rentang Total Rerata
1. Umur (Tahun) 20-50 33,3 9,6
2. Tingkat Pendidikan (Tahun) 9-16 12,4 361
3. Jumlah Tanggungan (Orang ) 0-5 95 3,3
4. Pengalaman Berkerja (Tahun) 2-14 6,06 176 Sumber : Analisis Data Primer (Lampiran 1), 2009
Dari Tabel 9 diatas diperoleh bahwa secara umum responden di daerah penelitian masih tergolong pada usia produktif yaitu 9,6 tahun dengan range antara 20-50 tahun sehingga responden masih potensial untuk berkerja di pabrik Pengalengan ikan Cunang renang.
Secara keseluruhan rata-rata pendidikan yang dimiliki oleh responden di daerah penelitian dengan range 9-16 tahun adalah 12,4 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pendidikan terakhir responden adalah SLTA.
Rata-rata jumlah tanggungan keseluruhan responden di daerah penelitian adalah 3,3 jiwa dengan range 0-5 jiwa. Pengalaman berusaha rata-rata responden di daerah penelitian adalah 6,06 tahun dengan range 2-14 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman berusaha responden sudah cukup lama. Cukup lamanya pengalaman berusaha ini dan berpengaruh pada keahlian dan pengetahuan dan keterampilan para pekerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk kelangsungan hidup keluarganya.
Tenaga kerja di Pabrik Selama Abadi cukup tersedia di Kota Tanjung Balai karena mereka berpengalaman berusaha dengan waktu cukup lama berkerja di Pabrik Selama Abadi.
c. Peralatan
Adapun peralatan yang digunakan dalam bisnis pengalengan ikan Cunang renang adalah sebagai berikut : (a) Pisau panjang gunanya untuk memberokkan ikan Cunang renang, (b) Kaleng besi yang berdiameter 1 meter yang digunakan sebagai wadah untuk ikan Cunang renang, (c) Timbangan besar gunanya untuk menimbang ikan Cunang renang ukuran yang besar dan kecil dan berat ikan Cunang renang untuk dimasukkan kedalam kaleng, (d) Tali plastik gunanya untuk mengikat ikan Cunang renang untuk pengemasan, (e) Goni untuk memasukkan ikan Cunang renang untuk pengemasan, (f) Contact Freezer adalah tempat pembekuaan ikan Cunang renang setelah dikemas untuk dijual, (g) Rak digunakan sebagai wadah untuk menyimpan ikan Cunang renang, (h) Keranjang digunakan untuk memasukkan ikan Cunang renang untuk direndam kedalam es, (i) Selang untuk membersihkan ikan Cunang renang setelah diberok, (j) Meja untuk tempat memotong ikan Cunang renang dan meletakkan ikan Cunang renang kedalam kaleng, (k) Kulkas Pendingin adalah wadah untuk membekukan ikan Cunang renang sampai suhu -300C dengan waktu 4 jam hingga ikan Cunang renang membeku, (l) Genset gunanya mesin untuk menghidupkan lampu untuk sementara apabila terjadi pemadaman lampu (m) Talenan untuk memotong ikan Cunang renang, (n) Plastik gunanya untuk membungkus ikan Cunang renang. Semua peralatan cukup tersedia di daerah penelitian dibeli di Pasar Teluk Nibung dan Pasar Kawat.Kota Tanjung Balai.
d. Bahan Bakar (Bensin)
Untuk bahan bakar pada bisnis pengalengan ikan Cunang renang digunakan adalah bensin untuk pengisian genset, genset dipakai apabila terjadi pemadaman lampu, maka dipergunakan genset, karena pabrik ini memakai mesin-mesin seperti Kulkas Pendingin, Contact Freezer dan Kipas Angin. Apabila terjadi pemadaman listrik akan menghidupkan genset, karena genset akan mempercepat proses kerja pengalengan ikan Cunang renang karena apabila mati lampu maka proses penbekuan ikan Cunang renang akan semakin lambat dan akan menurunkan produksi pengalengan ikan Cunang renang. Bensin ini cukup tersedia di daerah penelitian.
e. Teknologi
Teknologi pada bisnis pengalengan ikan Cunang renang merupakan teknologi yang sudah modern. Teknologi modern dilihat pada tahap pembekuan ikan Cunang renang menggunakan Kulkas Pendingin sampai suhu -300C dengan waktu 4 jam dan , Contact Freezer digunakan untuk penyimpanan ikan Cunang renang agar tetap membeku setelah dikemas dengan goni sehingga dalam pengangkutan untuk dijual ikan Cunang renang tetap membeku dan Kipas Angin adalah alat listrik yang digunakan untuk membantu proses pendinginan agar berlangsung lebih cepat, begitu juga pemasaran memakai alat komunikasi telepon untuk memasarkan pengalengan ikan Cunang renang ke pasar Jakarta, Belawan hingga Negara China yang meminta pengalengan ikan Cunang renang di Tanjung Balai.
Hasil dari daftar pertanyaan yang diberikan kepada sampel penelitian, maka sampel menyatakan tidak menemukan kendala dalam memproduksi
pengalengan ikan Cunang renang. Hanya input bahan baku berupa ikan Cunang renang yang ketersediannya masih tergantung musim ikan dan keadaan alam untuk menangkap ikan Cunang renang. Sebagai alternatifnya dengan menggantinya dengan memproduksi dengan Cumi-cumi dan Sotong yang juga dikalengkan tapi walaupun begitu, ikan Cunang renang tetap ada di laut hanya saja jumlahnya tidak banyak dalam setiap penangkapan tapi tetap saja melakukan pengalengan ikan Cunang renang karena banyaknya permintaan pasar domestik dan internasional.
Jadi hipotesis 1 yang menyatakan input produksi pengalengan ikan Cunang renang cukup tersedia dapat diterima. Kendala tidak ditemukan dalam memperoleh input memproduksi, kalau pun ada kendala maka ada alternatif yang dipakai untuk mengatasinya, sehingga tidak menganggu proses produksi pengalengan ikan Cunang renang.
Total Biaya Produksi dan Komponen Biaya Produksi
Biaya adalah korbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. Biaya produksi adalah nilai korbanan yang dikeluarkan selama produksi berlangsung dalam satu siklus produksi. Biaya produksi terdiri dari biaya tetap yaitu biaya merupakan biaya yang penggunannya tidak habis dalam satu masa produksi dan biaya variabel merupakan biaya yang habis dalam satu kali produksi.
Biaya Tetap
Yang termasuk kedalam komponen biaya tetap pengalengan ikan Cunang renang adalah biaya peralatan, biaya listrik, air dan telepon, dan juga tenaga kerja menjaga pabrik.
Biaya Peralatan
Adapun alat-alat yang digunakan untuk pengalengan ikan Cunang renang adalah sebagai berikut : Pisau, Kaleng, Timbangan, Tali Plastik, Goni, Kulkas Pendingin, Contact Freezer, Rak, Meja, Genset, Talenan, Selang, Plastik dan Keranjang. Biaya peralatan diukur dengan metode garis lurus, pada metode ini penyusutan dianggap sama besarnya untuk setiap waktu bulan maupun tahun. Dengan cara membagikan harga beli peralatan dengan umur ekonomis dan dibagi dengan 12 bulan karena produksi pengalengan ikan Cunang renang sebulan sekali. Sehingga penyusutannya peralatan per bulan.
Umur ekonomis peralatan yang agak lama adalah alat Kulkas Pendingin, Kipas Angin, Contact Freezer dan Genset.Rata-rata umur ekonomis peralatan tersebut sekitar sepuluh tahun. Peralatan yang umur ekonomisnya rendah antara lain Pisau, Kaleng, Timbangan, Tali Plastik, Goni, Rak, Meja, Selang, Plastik dan Keranjang. Rata-rata peralatan tersebut hanya sekitar dan satu tahun.
Untuk lebih jelas lagi biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk setiap peralatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 9.1. Total Biaya dan Rata-rata Peralatan Pengalengan ikan Cunang Per Bulan dan Per Tahun.
.
No. Peralatan Biaya Peralatan
(Rp) 1. Pisau 1.407.449 2. Kaleng 1.407.449 3. Kulkas Pendingin 1.407.449 5. Contact Freezer 1.407.449 6. Genset 1.407.449 7. Talenan 1.407.449 8. Selang 1.407.449 9. Keranjang 1.407.449
Total Biaya Peralatan Per Bulan
Rata-rata Biaya Peralatan Per Tahun
16.889.388 1.407.449 Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 2)
Dari tabel 9.1. diketahui bahwa semua total biaya peralatan per Bulan adalah sebesar Rp 16.889.338,- dan rata-rata biaya peralatan Per Tahun adalah sebesar Rp 1.407.449,-
Biaya Penyusutan Pabrik
Untuk pengalengan ikan Cunang renang, maka dibutuhkan suatu tempat untuk mengolah ikan Cunang renang segar menjadi ikan kaleng. Pabrik merupakan tempat pengalengan ikan Cunang renang. Pabrik terletak didepan jalan dan dibelakang Pelabuhan Teluk Nibung. Yang termasuk dalam penyusutan pabrik adalah pabrik yang beserta alat-alat didalamya seperti meja, rak dan pabrik itu sendiri tempat pengalengan ikan Cunang renang itu diolah. Perhitungan penyusutan pabrik dilakulan dengan metode garis lurus, yaitu membagikan harga
beli dengan umur ekonomis di kali dengan 0,083 (1/12). Sehingga didapat berapa nilai biaya penyusutan per bulan. Total biaya penyusutan pabrik Per Bulan sebesar adalah sebesar Rp 333.333.286 dan rata-rata penyusutan pabrik Per Tahun sebesar Rp 289.444.405,- (Lampiran 3)
Biaya Listrik dan Biaya Telepon
Listrik pada pengalengan ikan Cunang renang digunakan sebagai tenaga untuk menjalankan beberapa peralatan yang menggunakan sumber energi listrik, seperti Kulkas Pedingin, Contact Freezer, Genset sebagai alat penerang (lampu),dan Kipas Angin. Sedangkan telepon biasanya digunakan sebagai sarana komunikasi untuk mengetahui memasarkan pengalengan ikan Cunang renang ataupun sarana untuk mencari informasi pasar.
Untuk lebih jelasnya Biaya Listrik, Air, dan Telepon dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 9.2.Total Biaya dan Rata-rata Biaya Listrik dan Telepon Per Bulan Per Tahun.
No. Biaya Listrik, Air dan Telepon Biaya Listrik, Air, dan Telepon (Rp)
1. Listrik 222.000.000
2. Telepon 4.230.000
Total Biaya dan Telepon Per Bulan 226.230.000 Rata-rata Biaya Listrik dan Telepon
Per Tahun 18.825.500
Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 4)
Dari tabel dapat dilihat bahwa total biaya Listrik, Air dan Telepon Per Bulan sebesar Rp 226.230.000,- dan rata-rata biaya listrik dan telepon Per Tahun sebesar Rp 18.825.500,-.Biaya Listrik menyumbang biaya terbesar sebesar Rp 222.000.000,- Per Bulan dan biaya yang terendah adalah Listrik sebesar Rp 4.230.000,- Per Bulan.
Biaya Tenaga Kerja Menjaga Pabrik (Security)
Tenaga kerja menjaga pabrik berasal dari tenaga luar keluarga. karena pada tahap ini diperlukan tingkat kepercayaan yang tinggi. Hal ini menyangkut karena keamanan pabrik apabila terjadi pencurian peralatan-peralatan yang ada didalam pabrik. Tenaga kerja menjaga keamanan pabrik mulai bekerja dari pukul 19.00 WIB malam sampai pukul 20.00 WIB pagi. Diperlukan tenaga kerja sebanyak 2 orang untuk menjaga keamanan pabrik. Total biaya tenaga kerja menjaga keamanan pabrik Per Bulan adalah Rp Rp 3.600.000,- dan biaya keamanan pabrik Per tahun Rp 300.000,- (lampiran 5).
Total Biaya dan Rata-rata Biaya Tetap
Untuk lebih jelas lagi mengenai biaya tetap yang dikeluarkan pemilik pabrik pengalengan ikan Cunang renang dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 9.3. Total Biaya dan Rata-rata Biaya Tetap Pengalengan ikan Cunang Per Bulan dan Per Tahun.
No. Komponen Biaya Tetap Total Biaya Tetap (Rp)
1. Biaya Peralatan 16.889.388
2. Biaya Penyusutan Pabrik 333.333.286 3. Biaya Listrik, Air, dan Telepon 226.230.000 4. Biaya Tenaga Kerja Menjaga
Pabrik
3.600.000 Total Biaya Tetap Per Bulan
Rata-rata Biaya Tetap Per Tahun
4.250.368.820
354.197.402
Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 6)
Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa total biaya tetap Per Bulan adalah sebesar Rp 4.250.368.820,- dan biaya rata-rata tetap Per tahun Rp 354.197.402,- dan Biaya Penyusutan Pabrik merupakan komponen biaya tetap yang paling tinggi
nilainya, yaitu sebesar Rp 333.333.286,- Per Bulan. Sedangkan yang paling rendah adalah Biaya Menjaga pabrik sebesar Rp3.600.000,- Per Bulan.
b. Biaya Variabel
Yang termasuk kedalam komponen biaya variabel pengalengan ikan Cunang renang adalah biaya bahan baku, biaya bahan penunjang, biaya tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya bahan pembungkus.
Biaya Bahan Baku Utama
Pada pengalengan ikan Cunang renang yang digunakan adalah ikan Cunang renang itu sendiri. Bahan baku ini harus ada setiap kali melakukan kegiatan produksi. Harga ikan Cunang renang Rp 40.000/Ekor. Untuk lebih jelasnya lagi biaya bahan baku Per Bulan dan Per Tahun dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 9.4. Total Biaya dan Rata-rata Biaya Bahan Baku Utama Pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan dan Per Tahun.
No. Bahan Baku Utama Biaya Bahan Baku Utama
1. ikan Cunang renang (Rp/Ekor)
40.000 Total Biaya Bahan Baku
Utama Per Bulan
Rata-rata Biaya Bahan Baku Utama Per Tahun
960.000
80.000
Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 7)
Pada tabel diatas dapat dilihat total biaya bahan baku utama pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan Rp960.000,- dan rata-rata biaya bahan baku utama Per tahun Rp 80.000,-.
Biaya Bahan Penunjang
Bahan penunjang yang digunakan dalam pengalengan ikan Cunang renang adalah es. Es digunakan untuk merendam ikan Cunang renang setelah ikan diambil dari laut, ikan diberok (mengeluarkan isi perut ikan) setelah itu ikan Cunang renang dibersihkan dengan menggunankan es. Hanya sebentar saja dimasukkan kedalam es. Tujuan untuk membersihkan ikan dari isi perut yang diberok tadi sehingga ikan Cunang renang tidak bau amis. Besar biaya penunjang tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 9.5. Total Biaya dan Biaya Rata-rata Penunjang Pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan dan Per Tahun.
No. Bahan Penunjang Biaya Bahan Baku Utama
1. Es (Rp/Batang)
10.000 Total Biaya Penunjang Per
Bulan
Biaya rata-rata Penunjang Per Tahun
7.200.000
402.500
Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 8)
Pada tabel diatas dapat dilihat total biaya bahan baku utama bahan penunjang pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan Rp 7.200.000,- dan rata- rata biaya bahan baku utama Per Tahun Rp 402.500,-.
Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja digunakan dalam pengalengan ikan Cunang renang. Tenaga kerja terdiri dari 29 orang, 12 tenaga kerja wanita dan 16 tenaga kerja laki-laki semua tenaga kerja luar keluarga dari Teluk Nibung dan Kota Tanjung Balai. Tahapan pekerjaan adalah menimbang ikan Cunang renang, disortir ikan Cunang
renang yang kecil dan besar lalu diberok ikan Cunang renang sampai isi perut ikan Cunang renang bersih dengan menggunakan rendaman es, diletakkan kedalam kaleng dan dimasukkan kedalam kaleng sampai suhu -300C dengan waktu 4 jam hingga ikan Cunang renang membeku, setelah itu dimasukkan kedalam goni dan ikat untuk pengemasan untuk tetap membeku dimasukkan kedalam Contact Freezer agar ikan tetap membeku selama dalam perjalanan untuk dipasarkan.Untuk lebih jelas lagi biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam bisnis pengalengan ikan Cunang renang dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 9.6. Total Biaya dan Biaya Rata-rata Tenaga Kerja Pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan dan Per Tahun.
No. Biaya tenaga Kerja Biaya Tenaga Kerja Per Orang 1. Pengalengan ikan Cunang
renang
300.000 Total biaya Tenaga Kerja
Per Bulan
Rata-rata biaya Tenaga Kerja Per Tahun
252.000.000
2.100.000
Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 9)
Pada tabel diatas dapat dilihat total biaya tenaga kerja pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan Rp 252.000.000 dan rata-rata biaya tenaga kerja Per Tahun adalah sebesar Rp 2.100.000,-.
Biaya Bahan Bakar
Bahan bakar yang dipakai dalam kegiatan pengalengan ikan Cunang renang adalah bensin, karena pabrik memakai mesin-mesin pengalengan, karena apabila padam lampu maka pabrik menggunakan genset agar proses produksi dapat berlangsung dan tidak terhambat karena padam lampu mengakibatkan penurunan produksi ikan Cunang renang.Untuk mendapatkan bensin ini pengolah
pabrik membeli bensin 100 liter bensin, tapi tidak setiap hari apabila padam lampu saja dipergunakan. Total biaya bahan bakar untuk Per Bulan adalah sebesar Rp 120.000.000,- dan rata-rata biaya bahan bakar Per Tahun adalah sebesar Rp 10.000.000,- (lampiran 10).
Biaya Bahan Pembungkus
Bahan pembungkus yang digunakan adalah dalam pengemasan pengalengan ikan Cunang ada 3 jenis yaitu plastik, goni dan tali plastik, Untuk 12.000 Kg ikan Cunang renang menghabiskan Fibre Glass 100 buah, goni 100 buah dan tali plastik 1 gulung besar. Total biaya Per Bulan bahan pembungkus yang diperlukan ikan Cunang renang adalah sebesar Rp 549,384 dan biaya rata- rata Per Bulan adalah sebesar Rp 45,782,- (lampiran 11).
Kelima komponen biaya diatas yaitu biaya bahan baku uatama, bahan penunjang, bahan biaya tenaga kerja, biaya bahan bensin, dan bahan pembungkus merupakan biaya variabel, Untuk lebih jelas lagi mengenai biaya variabel yang digunakan pada pengalengan ikan Cunang renang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 9.7.Total Biaya Variabel dan Rata-rata Biaya Pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan dan Per Tahun.
No. Komponen Biaya Variabel Biaya Variabel (Rp)
1. Bahan Baku 360.000
2. Tenaga Kerja 252.000.000
3. Bensin 550.000.000
4. Biaya Pembungkus 549.384
Total Biaya Variabel Per Bulan
Rata-rata Biaya Variabel Per Tahun
626.037.384 52.175.782
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk total biaya biaya variabel Per Bulan adalah sebesar Rp 626.037.384,- dan rata-rata biaya variabel adalah sebesar Rp 52.175.782 .Biaya variabel yang tertinggi nilainya adalah biaya bensin Per Bulan yaitu sebesar Rp 550.000.000,- dan yang terendah adalah biaya bahan baku Per Bulan yaitu sebesar Rp 360.000,-.
Total Biaya Produksi
Total biaya produksi merupakan penjumlahan seluruh biaya produksi baik biaya tetap maupun biaya variabel. Yang termasuk kedalam komponen biaya tetap adalah (1) biaya peralatan, (2) biaya penyusutan pabrik, (3) biaya listrik, air dan telepon, dan (4) biaya tenaga kerja dan termasuk biaya kedalam komponen biaya variabel yaitu : (1) biaya bahan baku utama, (2) biaya bahan penunjang, (3) biaya tenaga kerja, (4) biaya bensin, dan (5) biaya bahan pembungkus.
Untuk lebih jelas lagi mengenai total biaya produksi yang dikeluarkan oleh pemilik pabrik pengalengan ikan Cunang renang Per Bulan dapat dilihat dalam tabel ini :
Tabel 9.8.Total Biaya Produksi Pengalengan ikan Cunang renang dan rata-rata Biaya Produksi Per Bulan dan Per Tahun.
No. Jenis Biaya Total Biaya Produksi (Rp) 1. Biaya Tetap 4.250.368.820
2. Biaya Variabel 626.037.384 Total Biaya Produksi Per
Bulan
Rata-rata Biaya Produksi Per Tahun
4.913.838.204
409.486.517 Sumber : Analisa Data Primer, 2009 (Lampiran 13)
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dilihat bahwa total biaya produksi Per Bulan yang dikeluarkan oleh pabrik adalah sebesar Rp4.913.838.204,- dan rata- rata biaya produksi Per Tahun sebesar Rp 409.486.417,-.
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk setiap pengalengan ikan