• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komposisi zooplankton ditemukan 4 kelas zooplankton yaitu Mastigophora, Monogononta, Crustacea dan Ciliata (Gambar 2). Ada 17 genera yang ditemukan yang terbagi dalam empat kelas. Kelas Mastigophora terdiri Difflugia, Euglena, Phacus,

Trachelomonas dan Peridinium. Kelas Monogonta (Keratella, Argonotholca, Anureopsis, Synchaeta, Lecane, Hexartha, dan Euchlanis. Kelas Crustacea terdiri Diaptomus dan

Nauplius. Kelas Ciliata terdiri dari Paramaecium dan Oxytrycha. Komposisi kelas tertinggi Monogononta (46%) dan terendah Ciliata (8%). Kelas Monogononta termasuk dalam filum Trochelminthes, subfilum Rotatoria (Mizuno, 1979). Goldman dan Horne (1983) dalam Humairah et al (2016), menyatakan bahwa dalam komunitas zooplankton diperairan tawar, rotifera merupakan jenis yang banyak ditemukan karena perkembangbiakannya sangat cepat secara partenogenesis dimana telur-telur dapat menghasilkan individu baru tanpa dibuahi. Zooplankton yang hadir kebanyakan bersifat filter feeder, baik Rotifera, Cladosera maupun Copepoda. Rotifera memiliki ciliata dengan ciliatum buccal khusus yang terdiri dari tiga membran berkas cilia dan sebuah membran undulata. Organella ini tidak mudah tidak

56

mudah diamati. Menurut Prianto; Husnah & Aida, 2008 jenis yang dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya akan mendominasi wilayah tersebut.

Gambar 2. Persentase komposisi zooplankton di Pulau Salah Nama Sumatera Selatan

Kelimpahan zooplankton tertinggi terdapat pada bulan Agustus pada stasiun satu sedangkan terendah pada stasiun dua. Kelimpahan zooplankton bulan November tertinggi terdapat pada stasiun dua sedangkan terendah stasiun satu sedangkan kelimpahan zooplankton bulan Januari tertinggi stasiun dua dan terendah stasiun lima (Gambar 3). Stasiun satu merupakan daerah pintu masuk air menuju daerah rawa. Stasiun dua daerah rawa banjiran, stasiun tiga daerah banyak tanaman air, stasiun empat daerah lalu lintas air sedangkan stasiun lima mewakili daerah erosi.

Kelimpahan Agustus pada stasiun satu tertinggi karena Agustus merupakan musim kemarau sehingga air sungai Musi banyak yang mengalir menuju pintu masuk ke arah rawa tetapi daerah rawa mengalami kekeringan sehingga air menggenang di stasiun satu, yang memungkinkan kelimpahan zooplankton banyak. Stasiun dua mewakili daerah rawa, dan pada bulan Agustus mengalami kekeringan sehingga kelimpahan bulan ini mengalami kelimpahan terendah. Bulan November mewakili musim hujan sedangkan Januari mewakili musim banjir/pasang besar. Pada bulan November daerah stasiun dua mewakili daerah rawa yang berisi dengan air dan tergenang sehingga kelimpahan tertinggi pada stasiun rawa, sedangkan kelimpahan terendah pada stasiun satu. Zooplankton merupakan organisme yang melayang-layang di air yang dipengaruhi oleh arus air, daerah yang cenderung arus nya lambat dan tergenang mengalami kelimpahan tinggi dibanding daerah yang arusnya besar. Pada dasarnya kepadatan zooplankton sangat tergantung pada kepadatan fitoplankton, karena fitoplankton adalah makanan bagi zooplankton, dengan demikian kuantitas atau kelimpahan zooplankton akan tinggi di perairan yang tinggi kandungan fitoplanktonnya (Arinardi, 1997).

35% 46% 11% 8% Mastigophora Monogononta Crustacea Ciliata

57

Gambar 3. Kelimpahan zooplankton di Pulau Salah Nama Sungai Musi Sumatera Selatan Pada gambar 4 terlihat bahwa nilai indeks keanekaragaman berkisar 0-1,89. Kriteria tingkat pencemaran berdasarkan indeks keanekaragaman (H’) adalah H’ < 1 berarti komunitas biota tidak stabil atau jika nilai tersebut 1 < H’ < 3 dikatakan stabilitas komunitas biota sedang atau dan H’ < 3 maka stabilitas komunitas biota dalam kondisi stabil (Fachrull, 2007). Nilai indeks keanekaragaman zooplankton tertinggi terdapat pada stasiun 2. Stasiun 2 merupakan stasiun yang mewakili daerah rawa banjiran yang banyak ditumbuhi oleh tanaman air dan pada musim kemarau lokasi akan kering karena air sangat surut. Sesuai dengan pernyataan Maheswara (2003) mengenai kriteria indeks keanekaragaman yaitu H’<1 komunitas biota tidak stabil, 1<H’<3 stabilitas biota sedang dan H’>3 stabilitas biota sedang, Berdasarkan pernyataan tersebut maka nilai keanekaragaman zooplankton Pulau Salah Nama termasuk stabilitas biota sedang. Berdasarkan Fachrull (2007) maka Nilai H’ zooplankton di Pulau Salah Nama dikategorikan 1<H’<3 dikatakan stabilitas komunitas biota zooplankton masih sedang atau stabil.

Nilai indeks dominasi zooplankton diperairan Pulau Salah Nama termasuk kategori rendah dengan nilai 0.83 dikarenakan dalam melakukan identifikasi zooplankton, menunjukkan bahwa individu-individu dalam populasi pada lokasi perairan selama pengamatan mempunyai komposisi yang seragam dan tidak ada yang berdominasi (Gambar 4). Indeks Dominasi menggambarkan ada tidaknya spesies yang mendominasi jenis yang lain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lebih banyak memiliki nilai yang mendekati nol disbanding satu sehingga di Pulau Salah Nama tidak ada jenis zooplankton yang Menurut Odum (1971) menyatakan C mendekati 0 tidak ada jenis yang mendominansi dan C mendekati 1 terdapat jenis yang mendominansi.

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000 St 1 St 2 St3 St 4 St 5 Kel im pa ha n Zo op la nk ton (Id v /L ) Stasiun Penelitian Agustus November Januari

58

Gambar 4. Nilai Indeks Dominasi zooplankton di Pulau Salah Nama di Sungai Musi Sumatera Selatan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik suatu kesimpulan adalah sebagai berikut: 1. Komposisi zooplankton tertinggi Mastigophora, Monogonta, Crustacea dan Ciliata. 2. Pengamatan zooplankton di Pulau Salah Nama.ditemuakan ada 17 Genera

zooplankton.

3. Nilai indeks keanekaragaman Pulau Salah Nama berkisar 1 < H’ < 3 dikatakan stabilitas komunitas biota sedang.

4. Nilai indeks Dominasi mendekati 0 menyatakan tidak ada zooplankton yang mendominasi.

5. Hubungan biodiversitas dengan optimalisasi sains yaitu budidaya pakan alami sumberdaya ikan .

DAFTAR PUSTAKA

Agung, D.I. (2006). Komposisi Jenis dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Kepulauan

Tanakeke Kabupaten Takalar. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan

dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makasar.

Arinardi, O.H. (1997). Hubungan Antara Kuantitas Fitoplankton dan Zooplankton di

Perairan Sebelah Utara Gugus Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Oseanologi Indonesia.

Balcer, M.D., N.L. Korda, S.I. Dodson, (1984). Zooplankton of The Great Lakes: A Guide to

The Identification and Ecology of The Common Crustacean Species. Wisconsin: The

University of Wisconsin Press.

Edmonson (editor), (1983). Freshwater Biology, 2nd edition. New York: John Wiley and Sons Inc. Goldman R.C. and A.J. Horne. 1983. Lymnology. Mc Graw Hill International Book Company.

Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioteknologi. Bumi Aksara. Jakarta. 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 St 1 St 2 St3 St 4 St 5 Nilai Ind ek s Stasiun penelitian Januari November Agustus

59

Humaira R, Izmiarti, Zakaria IJ. (2016). Komposisi dan struktur komunitas zooplankton di

zona litoral Danau Talang, Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat

Biodiversitas Indonesia. 2(1): 55-59.

Nontji, A. (1987). Laut Nusantara.Penerbit Jembatan. Jakarta.

Norris, CM. (1995). Spinal stabilisation 5. An exercise programme to enhance lumbar

stabilistion. Physiotherapy 81(3): 13±39

Mason, C. F. (1981). Biology of Freshwater Pollution, Longman, London.

Mizuno T. (1979). Illustration of The Freshwater Plankton of Japan, Hoikusha Publishing Co. Ltd. Osaka.

Odum, E. P. (1971). Dasar – Dasar Ekologi. Gadjah mada University Press. Yogyakarta .

Interscience Publication. New York.

Odum, E.P. (1983). Basic Ekology. Saunders College Publishing. University of Georgia. New York.

Thompson, R.H., (1983). Alga. Freshwater Biology, 2nd edition. New York: John Wiley and Sons Inc.

Patrick, R., (1983). Bacillariophyceae. Freshwater Biology, 2nd edition. New York: John Wiley and Sons Inc.

Pranoto, B. (2008). Struktur Komunitas Zooplankton Di Muarai Sungai Serang.

Yokyakarta.http://ik-ijms.com/2008/10/18/struktur-komunitas-zooplanktondi-muarai-sungai-serang-yogyakarta/ diakses ada tanggal 29 agustus 2015 pukul 23.00 wita. Prianto, E. Husnah, & Aprianti, E. (2018). Komposisi Jenis dan Struktur Ekologi Zooplankton

Di Sungai Banyuasin Sumatera Selatan. Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum. Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan. Jakarta Utara.

Warwick,RM. (1993) Environmental impact studies on marine communities: pragmatical

considerations. Aust J Ecol 18: 63-80.

60

STUDI PEMANFAATAN TANAMAN BERKHASIAT OBAT UNTUK PENCEGAHAN DAN