PENDEKATAN LAPANGAN Desain Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Perempuan Pemandu Lagu Karaoke
Karakteristik responden terdiri dari karakteristik individu. Karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke dengan empat aspek yaitu usia, tingkat pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil mengenai karakteristik subyek yang dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut.
Tabel 2 Jumlah dan persentase responden berdasarkan karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke, 2016
Karakteristik Perempuan Jumlah (Orang) Persentase (%) Usia
Remaja Awal (16 – 23 Tahun) 8 20,0 Remaja Tengah (24 – 29 Tahun) 30 75,0 Remaja Akhir (≥30 Tahun) 2 5,0 Tingkat Pendidikan Tamat SMA 33 82.5 Perguruan Tinggi 7 17.5 Lamanya Keanggotaan Rendah (4 – 10 bulan) 6 15,0 Sedang (11 – 17 bulan) 20 50,0 Tinggi (≥18 bulan) 14 35,0
Status dalam Keluarga
Anak 25 62.5
Istri 6 15,0
Kepala keluarga 9 22.5
n=40
Usia diukur berdasarkan umur lamanya seseorang hidup yang dihitung semenjak lahir hingga penelitian ini dilakukan dalam satuan tahun. Berdasarkan data yang didapat dibagi tiga kategori yaitu; Remaja awal (16–23 Tahun), remaja tengah (24–29 Tahun), dan remaja akhir (≥30 Tahun). Distribusi responden berdasarkan usia dijelaskan pada tabel.
Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa perempuan pemandu lagu karaoke didominasi oleh usia berpersentase 75 persen atau sebanyak 30 responden di usia 24–30 tahun, dibuktikan dengan pernyataan salah satu informan sebagai berikut. Remaja tengah yang mendominasi usia dalam karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke.
“...kebanyakan perempuan pemandu lagu disini umurnya tidak
terlalu lalu tua karena kadang kalau udah berumur suka datang sendiri sesuai panggilan (freelance) tapi kalau yang
bikin grup kaya gini biasanya yang muda muda..” WNS 28 Tahun
Tingkat Pendidikan adalah tahun tempuh anggota kelompok dalam memperoleh pendidikan formal yang terstruktur. Tingkat pendidikan
dikategorikan rendah (Tidak lulus SD–Tamat SMP), sedang (Tamat SMA), dan tinggi (Perguruan Tinggi).
Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan dijelaskan pada Tabel 2. Dapat dijelaskan bahwa tingkat pendidikan di perempuan pemandu lagu karaoke di Kota Bogor cukup sedang dengan persentase 82.5 persen atau 33 responden tamat SMA. Hal ini dapat dijelaskan bahwa rata-rata pendidikan responden dalam penelitian ini menuntaskan sekolah menengah atas dengan persentase 82.5 persen. Pada indikator tingkat pendidikan tujuh responden sudah menuntaskan pendidikan sekolah tinggi dengan persentase 17.5 persen, dibuktikan dengan pernyataan salah satu informan sebagai berikut,
“... hampir semuanya sih temen-temen sesama ini lulus SMA, tapi ada juga yang masih kuliah....” HNA 22 tahun
Lama Keanggotaan adalah lamanya setiap anggota kelompok tergabung dalam kelompok hingga penelitian ini dilakukan dalam satuan bulan. Data yang di dapat lama keanggotaan kelompok diantara 4–23 bulan. Dibedakan kedalam kategori rendah (4–10 bulan), Sedang (11-17 bulan) dan tinggi (≥18 bulan). Distribusi responden berdasarkan lama keanggotaan dalam kelompok dijelaskan pada tabel terhitung sedang lamanya keanggotaan dalam kelompok dengan persentase 50 persen atau 20 responden dikategorikan sedang, 35 persen atau 14 responden dikategorikan tinggi, dan 15 persen atau 6 responden dikategorikan rendah.
“... kalau lama engganya gabung sama kelompok rata-rata dua tahun saya sendiri kalau menetap sampe tahun-tahunan
ga ngejamin sesuatu hal lebih...” GSC 26 Tahun
Hasil penelitian tertera dalam Tabel 2 dapat dilihat, dari 40 responden yang memberikan respon, sekitar 62.5 persen atau sebanyak 25 responden berstatus anak dalam keluarga, 15 persen berstatus istri dalam keluarga atau sebanyak enam responden, dan 22.5 persen berstatus kepala keluarga atau sebanyak sembilan responden. Rata-rata responden adalah anak yang berperan sebagai pemandu lagu karaoke.
“... perempuan disini belum berkeluarga masih tinggal sama
orang tuanya masing-masing atau engga ngekos, yang sudah
berkeluarga juga ada...” TKA 24 Tahun
Usaha responden dalam meningkatkan kesejahteraan Rumah tangga yang diperolehnya karena ruang lingkup pergaulannya semakin luas. Remaja yang menjadi responden memiliki karakter yang berbeda, perbedaan karakter ini dikarenakan oleh beberapa hal diantaranya usia, pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga. Perbedaan ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap kognitif, perilaku, pembentukan kelompok, serta kesejahteraan rumah tangga. Semua hal ini terlihat dalam diri perempuan ketika wawancara, pengisian kuisioner dan pengamatan lapang.
Karakteristik Kelompok Sosial
Karakteristik kelompok sosial terdapat tiga aspek yaitu kekerabatan, kedekatan, dan kesamaan. Hasil penelitian diperoleh hasil mengenai karakteristik kelompok sosial yang dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut.
Tabel 3 Rataan skor karakterisik kelompok sosial, 2016 Karakteristik Kelompok Sosial Jumlah (Orang) Persentase (%) Kekerabatan Rendah (skor 5-8) 14 35,0 Sedang (skor 9-12) 10 25,0 Tinggi (skor 13-15) 16 40,0 Kedekatan Rendah (skor 5-8) 3 7,5 Sedang (skor 9-12) 26 65,0 Tinggi (skor 13-15) 11 27,5 Kesamaan Rendah (skor 5-8) 18 45,0 Sedang (skor 9-12) 16 40,0 Tinggi(skor 13-15) 6 15,0 n=40
Tabel 3 memaparkan bahwa karakteristik kelompok sosial perempuan pemandu lagu karaoke Kota Bogor dilihat dari kekerabatan dalam kelompok sosial rata-rata tinggi dengan persentase 40 persen yaitu 16 responden bergabung dalam kelompok sosial.
“...Saya bergabung dalam kelompok memang awalnya ada saudara saya yang gabung ke kelompok ini jadi dibawa sama saudara saya...” SHR 19 Tahun
Tabel 3 memaparkan untuk persentase sebesar 65 persen untuk kedekatan dalam kelompok sosial dikategorikan sedang yaitu 26 responden bergabung kedalam kelompok sosial berdasarkan kedekatan responden satu dengan yang lain.
“...Bikin “geng” atau kelompok kayanya kalau dibuat
berdasarkan keinginan orang lain ga sreg, mending bikin sendiri. Kita bikin sebab orang-orang terdekat aja sih...”
NVI 22 Tahun
Tabel 3 memarparkan untuk persentase sebesar 45 persen untuk kesamaan dalam kelompok sosial dikategorikan rendah yaitu 18 responden bergabung dalam kelompok sosial berdasarkan kesamaan.
“...Sama atau engganya tujuan atau pencapaian masing -masing anggota engga diliat sih kalau mau buat kelompok
Nilai persentase yang diperoleh membuktikan bahwa perempuan pemandu lagu karaoke belum cukup terdedah dengan hal-hal untuk peningkatan kesejahteraan rumah tangga, karena kekerabatan, kekerabatan dan kesamaan dalam penelitian yaitu kekerabatan, kedekatan dan kesemaan untuk memberikan kesejahteraan kepada keluarga. Hal ini perlu diperhatikan karena nilai persentase pada kedekatan tergolong sedang, sehingga jika intensitas kedekatan pada perempuan pemandu lagu karaoke akan berpeluang dalam filter pembentukan kelompok dan memberikan peningkatan kesejahteraan pada rumah tangga.
Hasil penelitian dilapang, kedekatan seperti seringnya perempuan menghabiskan waktu bersama (hang out) merupakan suatu kebudayaan dalam kelompok sosial atau saat menghabiskan waktu luang. Perempuan pemandu lagu karaoke Kota Bogor selalu menghabiskan waktu bersama di waktu senggang mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari salah satu responden.
“...Kalau makin kita deket sama PL yang lain kita kadang suka disuruh masuk room bareng, kadang kalau ada temen yang sering maen bareng ya dianya yang saya sering ajak cari uang lebih malahan sering diajak ke tempat-tempat yang branded
banget...” MRS, 23 tahun
Setiap bentuk kedekatan yang dilakukan bersama oleh sesama pekerja pemandu lagu koreke memiliki dampak tersendiri diantara membuka akses kepada jaringan yang lebih luas seperti pernyataan MRS di atas.
Sikap dalam kelompok
Sikap merupakan suatu keadaan yang memungkinkan timbulnya suatu perbuatan atau tingkah laku. Kognitif merupakan komponen yang berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap komponen perilaku atau komponen konatif dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya terutama dalam pemecahan masalah, perepuan lebih komplek untuk memecahkan suatu masalah. Hasil penelitian diperoleh hasil mengenai sikap dalam kelompok yang dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel 4 Rataan skor sikap dalam kelompok, 2016
Sikap dalam kelompok Jumlah (Orang) Persentase (%) Aspek Kognitif Rendah (skor 7-13) 8 20,0 Sedang (skor 14-20) 25 62,5 Tinggi (skor 21-28) 7 17,5 Aspek Perilaku Rendah (skor 8-15) 7 17,5 Sedang (skor 16-23) 27 67,5 Tinggi (skor 24-32) 6 15,0 n=40
Tabel 4 memaparkan mengenai persentase sikap dalam kelompok berdasarkan dua indikator yakni kognitif dan perilaku. Tabel 4 menunjukan bahwa perempuan pemandu lagu karaoke lebih tinggi persentase aspek perilaku dalam kelompok sebesar 67.5 persen dan 62.5 untuk aspek kognitif dan dikategorikan dalam kategori sedang, aspek kognitif dalam penelitian ini adalah perilaku dalam kelompok yang dapat meningkat kesejahetraan Rumah tangga masing-masing anggota yang tergabung dalam kelompok.
“...Kalau anaknya baik sopan gitu ya saya suka aja dan kadang suka saya ajak kerja bareng kadang jadi tempat curhat masalah-masalah tertentu ga jarang juga kalau dia baik atau sopan saya ngasih tau tempat-tempat buat berobat dan saya kasih tau tempatnya, ga jarang juga saya ngasih tau cara strategi nyari
uang cepet..” HNA, 22 tahun
Setiap bentuk perilaku dalam kelompok yang dilakukan bersama oleh sesama pekerja pemandu lagu koreke memiliki dampak tersendiri diantaranya adalah membuka akses ke jaringan yang lebih luas seperti pernyataan HNA di atas.
Tingkat Kesejahteraan Rumah tangga
Tingkat kesejahteraan rumah tangga di perdesaan antara lain dapat diukur melalui besarnya pendapatan/pengeluaran. Pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi dapat mencerminkan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat, dan kemampuan daya beli masyarakat dapat memberikan gambaran tentang tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini tingkat kesejahteraan rumah tangga diukur dengan indikator antara lain kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan aset fisik diuraikan sesuai dengan tabel 5.
Tabel 5 Rataan skor tingkat kesejahteraan rumah tangga, 2016 Tingkat Kesejahteraan Rumah tangga Jumlah (Orang) Persentase (%) Kesehatan Rendah 3 7,5 Sedang 37 92,5 Pendidikan Rendah 3 7,5 Sedang 37 92,5 Pendapatan Rendah 11 27,5 Sedang 20 50,0 Tinggi 9 22,5 Aset Fisik Rendah 3 7,5 Sedang 26 65,0 Tinggi 11 27,5 n=40
Tabel 5 memaparkan mengenai persentase tingkat kesejahteraan rumah tangga berdasarkan indikator kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan aset fisik. Tabel 5 menunjukkan bahwa persentase perempuan pemandu lagu karaoke lebih tinggi pada aspek kesehatan, aspek pendidikan, aspek pendapat dan aset fisik yaitu rata-rata di kategorikan sedang sebesar 92.5 persen untuk kesehatan dalam rumah tangga responden.
“... Kesehatan nomor satu, kalau kita sakit siapa lagi yang mau nyupplay dana buat keluarga. Masalah kesehatan mah nyari dokter kadang tanya-tanya dokter mana aja yang
bagus...” CHI 30 Tahun
Tabel 5 memampartkan untuk persentase 92.5 persen atau 37 responden dikategorikan sedang untuk aspek pendidikan dalam rumah tangga responden.hasil tersebut didukung dengan pernyataan salah satu responden yang menyatakan bahwa aspek pendidikan dikatergorikan sedang
“... Pendidikan dalam keluarga menjadi prioritas saya dalam bekerja saya ga mau adik atau anak saya nanti kerja seperti
ini terjun ke dunia malam...” AJG 29 Tahun
Tabel 5 memaparkan untuk persetase 50 persen atau 20 responden dikategorikan sedang untuk aspek pendapatan dalam rumah tangga responden. Pendapatan yang dihasilkan dikategorikan sedang didukung dengan pernyataan salah satu responden.
“... Kalau masalah gaji atau uang dari hasil kerja sih cukup
buat keluarga ini selama ini sih tapi pengeluaran juga sama kaya penghasilan juga...” GSC 26 Tahun
Tabel 5 memaparkan untuk persentase 65 persen atau 26 responden dikategorikan sedang aspek aset fisik yang dimiliki dalam rumah tangga. Aset fisik dikategorikan sedang karena aset yang dimiliki oleh 20 responden mayoritas hampir sama dan didukung dengan salah satu penyataan responden
“...Sejauh ini ya kebeli handphone, motor sama kebayar
hutang-hutang orang tua...” HNA 22 Tahun
Tingkat kesejahteraan rumah tangga dalam penelitian perempuan pemandu lagu karaoke ini sebelumnya sudah memiliki tingkat kesejahteraan yang mayoritas tercukupi, terlihat saat beberapa responden di atas.
Pengaruh Karakteristik Perempuan Pemandu Lagu Karaoke terhadap Karakteristik Kelompok Sosial
Pembentukan kelompok merupakan hal pilihan setiap individu dalam menunjang kehidupan atau cara bersosialisasi dengan individu lain vivin et. al 2015 dalam kriterianya untuk membentuk suatu kelompok. Pada bab ini dijelaskan mengenai pengaruh antara karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke dengan karakteristik, Karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke dilihat dari beberapa indikator yang telah ditentukan yaitu usia, pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga. Setiap indikator dilihat pengaruhnya terhadap karakteristik kelompok sosial. Pengujian karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap karakteristik kelompok sosial dilakukan dengan analisis regresi linier sederhana skala pengukuran ordinal untuk melihat signifikansi pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap karakteristik kelompok sosial dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6 Pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap karakteristik kelompok sosial, 2016
Karateristik
Perempuan pemandu lagu
Karakteristik Kelompok Sosial (β)
Kekerabatan Kedekatan Kesamaan
Usia 5.734* 7.678* 9.711* Tingkat Pendidikan 8.393* 4.993* 8.221* Lamanya Keanggotaan 9.447** 6.665* 10.789* Status dalam Keluarga 8.873* 1.289 3.772
Keterangan: *signifikan pada p≤0.05 β = Koefisien regresi **high signifikan pada p≤0.01
Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa semakin tinggi usia, tingkat pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga maka semakin tinggi tingkat karakteristik kelompok sosial. Usia berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kekerabatan, kedekatan, dan kesamaan. Semakin tinggi usia maka semakin meningkat tingkat kekerabatan, kedekataan, dan kesamaan. Pendidikan berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kekerabatan, kedekatan, dan kesamaan. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin meningkat tingkat kekerabatan, kedekatan, dan kesamaan. Lamanya keanggotaan sangat berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap aspek kekerabatan, kedekatan, dan kesamaan. Semakin lama reponden tergabung menjadi anggota maka semakin meningkat tingkat kekerabatan, kekerabatan, dan kedekatan. Status dalam keluarga berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kekerabatan. Semakin tinggi status dalam keluarga maka semakin meningkat tingkat kekerabatan, namun status dalam keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap kedekatan dan kesamaan, hal tersebut dijelaskan oleh pernyataan responden.
“... ngeliat status cewe-cewe PL disini kayanya sama sekali ga dilihat kalau ngelihat dalam pembentukan kelompok yang terpenting mereka bisa membaur dan asik dalam ngejalin hubungan satu sama lain baik diliat deket atau sama atau
engganya tujuan cewe tersebut...” MRS 23 Tahun
Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa masing-masing indikator memiliki nilai koefisien regresi yang berbeda. Nilai positif pada koefisien regresi menjelaskan mengenai sifat pengaruh indikator terhadap karakteristik kelompok sosial. Nilai koefisien positif menunjukan ke arah linier dan menunjukan bahwa kenaikan atau memungkinkan yang lebih besar. namun pada aspek status dalam keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap aspek kedekatan dan kesamaan, hal tersebut dijelaskan oleh pernyataan responden.
Berdasarkan hasil regresi yang diperoleh untuk usia, pendidikan, lamanya keanggotaan, dan status dalam keluarga memiliki nilai signifikan yang kurang dari taraf nyata 0.05, maka hipotesis yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh nyata antara pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap karakteristik kelompok sosial” diterima. Berikut penjelasan tentang dari setiap indikator karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke.
“... Kalau masalah kita lulusan SMA atau Kuliah kayanya suka minder kalau bikin kelompok, malah siapa aja kalau mau masuk kecuali ada bahasan topik tertentu kadang butuh juga yang pinter bahasa buat ngobrol sama tamu kalau tamunya ngomong pake bahasa inggris soalnya kita butuh banget orang yang jago kaya
gitu berarti sekolah dia pinter banget..” GSC 26 tahun
“...Kita kalau mau bikin “geng” kadang kita ngga terlalu
melihat umur ko yang ada makin tua atau muda makin asik, emang sih kalau faktor umur juga suka kagok kalau mau minta tolong, tapi menurut saya umur menjadi hal penting juga kalau isinya orang-orang tua sih gaasik bikin geng kaya gitu enakan bervariasi, apalagi kalau maen kita bisa kemana-mana ama anak muda kalau banyak anak-anak muda di grup kita, kan jadinya
kebawa muda..” TKA, 26 tahun
Pengaruh Karakteristik Perempuan Pemandu Lagu Karaoke terhadap Sikap dalam kelompok
Perempuan marginal yang berusia remaja, masalah kemiskinan biasanya diartikan sebagai kurangnya pengetahuan dan ketrampilan akibat tingkat pendidikan formal serta penguasaan teknologi yang rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Yanti et. al 2000 sikap dalam pembentukan suatu kelompok. Pada bab ini dijelaskan pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap sikap dalam kelompok. Karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke dilihat dari beberapa indikator yang telah ditentukan yaitu usia, pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga. Setiap indikator dilihat
pengaruhnya terhadap sikap dalam kelompok. pegujian karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap sikap dalam kelompok dilakukan dengan regresi logistik ordinal. Pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap sikap dalam kelompok dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu laraoke dengan sikap dalam kelompok, 2016
Karakteristik Perempuan Sikap dalam Kelompok (β)
Kognitif Perilaku
Usia 8.348** 6.687*
Pendidikan 3.382* 7.781** Lamanya Keanggotaan 6.992** 11.456** Status dalam Keluarga 7.884 3.495
Keterangan: *signifikan pada p≤0.05 β = Koefisien regresi **high signifikan pada p≤0.01
Dari Tabel 7 dapat dilihat bahwa semakin tinggi usia, tingkat pendidikan, lamanya keanggotaan dan status dalam keluarga maka semakin tinggi tingkat sikap dalam kelompok. Usia berpengaruh nyata (p≤0,01) terhadap kognitif dan perilaku. Semakin tinggi usia maka semakin meningkat tingkat kognitif dan perilaku. Pendidikan berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kognitif dan perilaku. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin meningkat tingkat kognitif dan perilaku. Lamanya keanggotaan sangat berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kognitif dan perilaku. Semakin lama reponden tergabung menjadi anggota maka semakin meningkat tingkat kognitif dan perilaku. Status dalam keluarga tidak berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kognitif dan perilaku. menyatakan bahwa usia adalah hal penting karena mempunyai kaitan sangat erat dengan berbagai segi kehidupan organisasi/kelompok. Status dalam keluarga tidak berpengaruh pada aspek kognitif dan perilaku hal tersebut didukung oleh salah satu penyataan responden terkait tidak adanya pengaruh.
“... Kalau kita punya status istri atau anak kadang dalam hal sikap sama sekali tidak terlihat dan tercermin karena kadang kita ngeliat sama aja sesama wanita dalam konteks jadi wanita penghibur ga berperilakuan baik, kadang ga kelihatan juga...”
HNA 22 tahun
Berdasarkan hasil regresi yang diperoleh untuk usia, pendidikan, lamanya keanggotaan, dan status dalam keluarga memiliki nilai signifikan yang kurang dari taraf nyata 0.05, maka hipotesis yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh nyata antara pengaruh karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke terhadap sikap daam kelompok” diterima. Berikut penjelasan tentang dari setiap indikator karakteristik perempuan pemandu lagu karaoke.
Pengaruh Karakteristik Kelompok Sosial terhadap Sikap dalam kelompok Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya. Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang saling hidup bersama dan menjalani saling ketergantungan dengan sadar dan tolong menolong menurut R.M. Macler et. al 1961. Pada bab ini dijelaskan pengaruh karakteristik kelompok sosial terhadap sikap dalam kelompok. Karakteristik kelompok sosial dilihat dari beberapa indikator yang telah ditentukan yaitu kekerabatan, kedekatan dan kesamaan. Setiap indikator dilihat pengaruhnya terhadap sikap dalam kelompok. pegujian karakteristik kelompok sosial terhadap sikap dalam kelompok dilakukan dengan regresi logistik ordinal.Pengaruh karakteristik kelompok sosial terhadap sikap dalam kelompok dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8 Pengaruh karakteristik kelompok sosial terhadap sikap dalam kelompok, 2016
Karakteristik Kelompok Sosial
Sikap dalam kelompok (β)
Kognitif Perilaku
Kekerabatan 2.776 9.372*
Kedekatan 6.792* 2.294
Kesamaan 2.164 1.500
Keterangan: *signifikan pada p≤0.05 β = Koefisien regresi Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa semakin tinggi kekerabatan dan kedekatan maka semakin tinggi tingkat sikap dalam kelompok. kekerabatan berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap perilaku. Semakin tinggi kekerabatan maka semakin meningkat tingkat perilaku. Kedekatan berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kognitif. Semakin tinggi kedekatan maka semakin meningkat tingkat kognitif. Kesamaan tidak berpengaruh nyata (p≤0,05) terhadap kognitif dan perilaku. Kelompok sosial adalah kedekatan dan kesamaan.(i) Kedekatan; Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita tergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi.Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial, John Hoff (2001:23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata karakteristik perempuan kelompok sosial terhadap tingkat sikap dalam kelompok, hipotesis yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh nyata antara pengaruh karakteristik kelompok sosial terhadap sikap dalam kelompok” diterima. Berikut penjelasan tentang dari setiap indikator karakteristik kelompok sosial
“... kalau kita sama-sama PL jarang untuk memberikan pengalaman pribadi baik itu tentang pengatasan masalah-masalah berperilaku baik dalam kelompok, kadang kesamaan
tujuan seperti untuk mendapatkan sesuatu kadang tidak terlihat
dalam kelompoknya...” LSN 28 Tahun
Pengaruh Sikap dalam kelompok terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga
Kelompok sosial berpengaruh tinggi, dalam proses pembentukan dan pengaruhnya terdapat beberapa aspek yang terpengaruh oleh kelompok sosial diantaranya adalah : (i). Jaringan penjajaan setiap malam; (ii). Pendapatan permalam; (iii). Barang yang dibeli selama satu minggu; (iv). Tabungan yang dimiliki selama satu bulan (soedjati, 1995). Pada bab ini dijelaskan pengaruh karakteristik sikap dalam terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga. Sikap dalam kelompok dilihat dari beberapa indikator yang telah ditentukan yaitu Kognitif dan Perilaku. Setiap indikator dilihat pengaruhnya terhadap tingkat kesejahetraan Rumah tangga. pegujian sikap dalam kelompok dilakukan dengan regresi logistik ordinal. Pengaruh sikap dalam kelompok terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9 Pengaruh sikap dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga, 2016
Sikap dalam kelompok
Tingkat Kesejahteraan Rumah tangga (β)
Pendidikan Kesehatan Pendapatan Aset Fisik
Kognitif 9.671* 8.607* 9.088* 9.910*
Perilaku 7.784* 6.784* 6,958* 7.474*
Keterangan: *signifikan pada p≤0.05 β = Koefisien regresi Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kognitif dan perilaku maka semakin tinggi tingkat kesajhetraan Rumah tangga. Kognitif berpengaruh sangat nyata (p ≤ 0,01) terhadap pendidikan, kesehatan, pendapatan dan aset fisik. Semakin tinggi tingkat perilaku maka semakin tinggi tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan dan aset fisik. Kognitif berpengaruh sangat nyata (p ≤ 0,01) terhadap pendidikan, kesehatan, pendapatan dan aset fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata sikap dalam kelompok terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga. Sikap menentukan keajegan dan kekhasan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan stimulus manusia atau kejadian-kejadian tertentu. Sikap merupakan suatu keadaan yang memungkinkan timbulnya suatu perbuatan atau tingkah laku (Dayakisni dan