BAHAN DAN METODA
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Keasaman (pH) Tanah
Pengaruh masing-masing perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah nyata terhadap pH tanah, sedangkan pengaruh interaksi keduanya tidak nyata (lihat Lampiran 3).
pH tanah rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Nilai rataan pH tanah pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah Taraf kompos
kulit durian (g/10 kg tanah)
Jenis tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) pH tanah
0 (D0) 6,46 a;x 5,81 a;y 5,75 a;y
109,5 (D1) 6,82 ab;x 6,04 ab;y 6,14 ab;y
219 (D2) 7,17 b;x 6,17 ab;y 6,6 bc;y
328,5 (D3) 7,15 b;x 6,3 ab;y 6,59 bc;y
438 (D4) 7,36 b;x 6,51 b;y 6,94 c;xy
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05
pH tanah pada Entisol pada taraf D1, D2, D3, dan D4 masing-masing 6,82, 7,17, 7,15, dan 7,36 keempatnya tidak berbeda nyata maupun pH tanah pada taraf D0 (6,46) dan D1 keduanya tidak berbeda nyata, tetapi pH tanah pada taraf D2, D3, dan D4 berbeda nyata terhadap pH tanah pada taraf D0.
pH tanah pada Inseptisol pada taraf D1, D2, dan D3 masing-masing 6,04, 6,17, dan 6,3 ketiganya tidak berbeda nyata, sedangkan pH tanah pada taraf D0 dan D4 masing-masing 5,81 dan 6,51 tidak berbeda nyata terhadap pH tanah pada taraf D1, D2, dan D3, tetapi pH tanah pada taraf D0 berbeda nyata terhadap pH tanah pada taraf D4.
5,5 5,6 5,7 5,8 5,9 6 6,1 6,2 6,3 6,4 6,5 6,6 6,7 6,8 6,9 7 7,1 7,2 7,3 7,4 7,5 0 2 4 6 pH tana h
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
pH tanah pada Ultisol pada taraf D1, D2, dan D3 masing-masing 6,14, 6,6, dan 6,59 ketiganya tidak berbeda nyata maupun pH tanah pada taraf D0 sebesar 5,75 tidak berbeda nyata terhadap pH tanah pada taraf D1, tetapi pH tanah pada taraf D0 dan D1 berbeda nyata terhadap pH tanah pada taraf D4 sebesar 6,94, sedangkan pH tanah pada taraf D2, D3, dan D4 ketiganya tidak berbeda nyata.
pH tanah pada Entisol nyata lebih tinggi dari pH tanah pada Inseptisol dan Ultisol pada semua taraf kompos kulit durian, kecuali pada taraf D4 dimana pH tanah pada Entisol tidak berbeda nyata pada Ultisol, tetapi berbeda nyata terhadap Inseptisol.
Efek peningkatan pH pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1 . Grafik pengaruh perlakuan kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap pH tanah.
Gambar 1 menunjukkan bahwa pola peningkatan pH pada Entisol dan Inseptisol hampir sama, tetapi berbeda jika dibandingkan dengan pola peningkatan pH pada Ultisol.
pH pada Entisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan pH pada Inseptisol dan Ultisol, sedangkan pH pada Inseptisol dan Ultisol pada umumnya tidak berbeda nyata.
Karbon (C) Organik
Pengaruh masing-masing perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah nyata terhadap karbon (C) organik, sedangkan pengaruh interaksi keduanya tidak nyata (lihat Lampiran 5).
C organik rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 3.
Tabel 3. Nilai rataan C organik pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
Jenis tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) C organik (%)
0 (D0) 0,98 a;y 1,48 a;z 0,27 a;x
109,5 (D1) 1,04 a;y 1,64 a;z 0,34 ab;x
219 (D2) 1,1 ab;y 1,83 b;z 0,47 bc;x
328,5 (D3) 1,28 bc;y 2,01 b;z 0,64 c;x
438 (D4) 1,41 c;y 2,26 c;z 0,85 d;x
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05.
Kadar C organik pada Entisol pada taraf D0, D1, dan D2 masing-masing 0,98%, 1,04%, dan 1,1% ketiganya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap kadar C organik pada taraf D4 sebesar 1,41%, sedangkan kadar C organik pada taraf D3 dan D4 masing-masing 1,28% dan 1,41% keduanya tidak
berbeda nyata. Kadar C organik pada taraf D2 dan D3 keduanya tidak berbeda nyata, tetapi taraf D2 berbeda nyata terhadap kadar C organik pada taraf D4.
Kadar C organik pada Inseptisol pada taraf D0 dan D1 masing-masing 1,48% dan 1,64% keduanya tidak berbeda nyata, sedangkan kadar C organik pada taraf D2 dan D3 masing-masing 1,83% dan 2,01% keduanya tidak berbeda nyata. Kadar C organik pada taraf D0 dan D1 berbeda nyata terhadap kadar C organik taraf D2 dan D3, sedangkan taraf D4 sebesar 2,26% berbeda nyata terhadap semua taraf kompos kulit durian.
Kadar C organik pada Ultisol pada taraf D0 dan D1 masing-masing 0,27% dan 0,34% keduanya tidak berbeda nyata, sedangkan kadar C organik pada taraf D2 dan D3 masing-masing 0,47% dan 0,64% keduanya tidak berbeda nyata, tetapi kadar C organik pada D4 sebesar 0,85% berbeda nyata terhadap kadar C organik semua taraf kompos. Kadar C organik pada taraf D0 berbeda nyata terhadap kadar C organik pada taraf D2, D3, dan D4, sedangkan kadar C organik pada taraf D1 tidak berbeda nyata terhadap kadar C organik pada taraf D2, tetapi berbeda nyata terhadap kadar C organik pada taraf D3 dan D4.
Kadar C organik pada Ultisol nyata lebih rendah dibandingkan dengan kadar C organik pada Entisol dan Inseptisol pada semua taraf kompos kulit durian.
Efek peningkatan kadar C organik pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 2.
0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 1,9 2 2,1 2,2 2,3 2,4 0 1 2 3 4 5 6 C orga nik (%)
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
Gambar 2. Grafik pengaruh perlakuan kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap kadar C organik tanah.
Gambar 2 menunjukkan bahwa pola peningkatan C organik pada Entisol, Inseptisol, dan Ultisol relatif sama, dimana kadar C organik meningkat bersamaan dengan peningkatan taraf kompos kulit durian.
Kadar C organik pada Inseptisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan kadar C organik pada Entisol dan Ultisol, sedangkan kadar C organik pada Ultisol lebih rendah dibandingkan dengan kadar C organik pada Entisol.
Nitrogen (N) total
Pengaruh interaksi perlakuan kompos kulit durian dan berbagai jenis tanah nyata terhadap Nitrogen (N) total (lihat Lampiran 7).
N total rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 4.
Tabel 4. Nilai rataan N total pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah Taraf Kompos
kulit durian (g/10 kg tanah)
Jenis tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) ----N total (%)----
0 (D0) 0,07 a;x 0,21 a;y 0,08 a;x
109,5 (D1) 0,07 a;x 0,24 b;z 0,12 b;y
219 (D2) 0,07 a;x 0,26 bc;z 0,14 bc;y
328,5 (D3) 0,07 a;x 0,27 cd;z 0,16 cd;y
438 (D4) 0,08 a;x 0,29 d;z 0,18 d;y
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05.
Kadar N total pada Entisol pada semua taraf kompos kulit durian tidak berbeda nyata.
Kadar N total pada Inseptisol pada taraf D3 dan D4 masing-masing 0,27% dan 0,29% keduanya tidak berbeda nyata, tetapi nyata bila dibandingkan dengan N total pada taraf D0 dan D1 masing-masing 0,21% dan 0,24%, sedangkan pada N total taraf D2 sebesar 0,26% tidak berbeda nyata dibandingkan dengan N total pada taraf D1 dan D3.
Kadar N total pada Ultisol pada taraf D3 dan D4 masing-masing 0,16% dan 0,18% keduanya tidak berbeda nyata, tetapi nyata bila dibandingkan dengan N total pada taraf D0 dan D1 masing-masing 0,08% dan 0,12%, sedangkan pada N total taraf D2 sebesar 0,14% tidak berbeda nyata dibandingkan dengan N total pada taraf kompos D1 dan D3.
Kadar N total pada Entisol nyata lebih rendah dari N total pada Inseptisol dan Ultisol pada semua taraf kompos kulit durian kecuali D0.
Efek peningkatan kadar N total pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 3.
0,05 0,06 0,07 0,08 0,09 0,1 0,11 0,12 0,13 0,14 0,15 0,16 0,17 0,18 0,19 0,2 0,21 0,22 0,23 0,24 0,25 0,26 0,27 0,28 0,29 0,3 0 1 2 3 4 5 6 N total
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
Gambar 3. Grafik hubungan interaksi kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap N total
Gambar 3 menunjukkan bahwa pola peningkatan kadar N total pada Inseptisol dan Ultisol hampir sama, tetapi berbeda dibandingkan dengan pola peningkatan N total pada Entisol.
Kadar N total pada Inseptisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan kadar N total pada Entisol dan Ultisol, sedangkan kadar N total pada Entisol lebih rendah dibandingkan dengan kadar N total pada Ultisol.
Tinggi Tanaman 6 MST
Pengaruh interaksi perlakuan kompos kulit durian dan berbagai jenis tanah nyata terhadap tinggi tanaman 6 MST (lihat Lampiran 9).
Tinggi tanaman 6 MST rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 5.
Tabel 5. Nilai rataan Tinggi tanaman 6 MST pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah
Taraf Kompos Kulit Durian (g/10 kg tanah)
Jenis Tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) ---Tinggi Tanaman 6 MST (cm)---
0 (D0) 177,87 a;y 160,13 a;x 149,93 a;x
109,5 (D1) 192,37 a;x 196,17 b;x 181,5 b;x 219 (D2) 177,73 a;x 202,47 b;y 190,87 bc;xy 328,5 (D3) 189,83 a;x 195,1 b;x 188,97 bc;x 438 (D4) 192,6 a;x 204,13 b;x 201,43 c;x
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05.
Tinggi tanaman 6 MST pada Entisol pada semua taraf kompos kulit durian tidak berbeda nyata.
Tinggi tanaman 6 MST pada Inseptisol pada taraf D1, D2, D3, dan D4 masing-masing 196,17, 202,47, 195,1, dan 204,13 keempatnya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap taraf D0 sebesar 160,13.
Tinggi tanaman 6 MST pada Ultisol pada taraf D1, D2, dan D3 masing-masing 181,5, 190,87, dan 188,97 ketiganya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap taraf D0 sebesar 149,93. Tinggi tanaman 6 MST pada taraf D0 dan D1 berbeda nyata terhadap taraf D4 sebesar 201,43, tetapi tinggi tanaman 6 MST pada taraf D2, D3, dan D4 ketiganya tidak berbeda nyata.
Tinggi tanaman 6 MST pada Entisol tidak berbeda nyata pada Inseptisol dan Ultisol untuk taraf D1, D3, dan D4, sedangkan tinggi tanaman 6 MST taraf
146 148 150 152 154 156 158 160 162 164 166 168 170 172 174 176 178 180 182 184 186 188 190 192 194 196 198 200 202 204 206 208 210 0 1 2 3 4 5 6 Tin ggi tana man (cm)
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
D2 pada Entisol dan Inseptisol keduanya berbeda nyata tetapi tidak berbeda nyata terhadap Ultisol. Tinggi tanaman 6 MST taraf D0 pada Entisol nyata lebih rendah dari Inseptisol dan Ultisol.
Efek peningkatan tinggi tanaman 6 MST pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Grafik interaksi perlakuan kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap tinggi tanaman 6 MST.
Gambar 4 menunjukkan bahwa pola peningkatan tinggi tanaman 6 MST pada Inseptisol dan Ultisol hampir sama, tetapi berbeda jika dibandingkan dengan pola peningkatan tinggi tanaman 6 MST pada Entisol.
Tinggi tanaman 6 MST pada Entisol, Inseptisol, maupun Ultisol untuk semua taraf kompos kulit durian pada umumnya tidak berbeda nyata.
Jumlah Daun 6 MST
Pengaruh interaksi perlakuan kompos kulit durian dan berbagai jenis tanah nyata terhadap jumlah daun 6 MST (lihat Lampiran 11).
Jumlah daun 6 MST rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 6.
Tabel 6. Nilai rataan jumlah daun 6 MST pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah
Taraf Kompos Kulit Durian (g/10 kg tanah)
Jenis Tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) ---Jumlah daun 6 MST ---
0 (D0) 13,67 a;x 13,33 a;x 12,33 a;x
109,5 (D1) 15,67 b;x 15,33 b;x 15,33 b;x
219 (D2) 15,33 b;x 16,67bc;x 15,33 b;x
328,5 (D3) 16 b;x 15,33 b;x 16,67 bc;x
438 (D4) 15,33 b;x 17 c;y 17 c;y
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05.
Jumlah daun 6 MST pada Entisol pada taraf D1, D2, D3, dan D4 masing-masing 15,67, 15,33, 16, dan 15,33 keempatnya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap taraf D0 sebesar 13,67.
Jumlah daun 6 MST pada Inseptisol pada taraf D1, D2, dan D3 masing-masing 15,33, 16,67, dan 15,33 ketiganya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap taraf D0 sebesar 13,33. Jumlah daun 6 MST pada taraf D4 sebesar
12 13 14 15 16 17 18 0 1 2 3 4 5 6 Ju m lah d aun
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
17 berbeda nyata terhadap taraf D0, D1, dan D3, tetapi tidak berbeda nyata terhadap taraf D2.
Jumlah daun 6 MST pada Ultisol pada taraf D1, D2, dan D3 masing-masing 15,33, 15,33, dan 16,67 ketiganya tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata terhadap taraf D0 sebesar12,33. Jumlah daun 6 MST pada taraf D4 sebesar 17 berbeda nyata terhadap taraf D0, D1, dan D2, tetapi tidak berbeda nyata terhadap taraf D3.
Jumlah daun 6 MST pada Entisol tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun 6 MST pada Inseptisol dan Ultisol untuk semua taraf kompos kulit durian, kecuali taraf D4.
Efek peningkatan jumlah daun 6 MST pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Grafik interaksi perlakuan kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap jumlah daun 6 MST.
Gambar 5 menunjukkan bahwa pola peningkatan jumlah daun 6 MST pada Entisol, Inseptisol, maupun Ultisol ketiganya berbeda.
Jumlah daun 6 MST pada Entisol, Inseptisol, maupun Ultisol untuk semua taraf kompos kulit durian pada umumnya tidak berbeda nyata.
Bobot Pipilan Kering
Pengaruh masing-masing perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah nyata terhadap bobot pipilan kering, sedangkan pengaruh interaksi keduanya tidak nyata (lihat lampiran 13).
Penampakan perbandingan tongkol jagung pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam lampiran 15
Bobot pipilan kering rataan pada masing-masing perlakuan taraf kompos kulit durian dan jenis tanah disajikan dalam Tabel 7.
Tabel 7. Nilai rataan bobot pipilan kering pada perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
Jenis tanah
Entisol (T1) Inseptisol (T2) Ultisol (T3) bobot pipilan kering (g)
0 (D0) 47,57 a;x 45,48 a;x 26,58 a;x
109,5 (D1) 81,84 b;x 72,79 b;x 85,08 b;x 219 (D2) 116,04 c;x 108,46 c;x 100,4 c;x 328,5 (D3) 113,25 c;x 108,22 c;x 126,63 d;x 438 (D4) 108,78 c;x 123,37 c;x 120,69 cd;x
Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama (a, b, c, dan d) dan baris yang sama (x, y, dan z) tidak berbeda nyata pada P=0,05.
Bobot pipilan kering pada Entisol pada taraf D0 dan D1 masing-masing 45,57 g dan 81,84 g keduanya berbeda nyata, tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot pipilan kering pada taraf D2, D3, dan D4 masing-masing 116,04 g, 113,25 g, dan 108,78 g. Bobot pipilan kering pada taraf D2, D3, dan D4 ketiganya tidak berbeda nyata.
Bobot pipilan kering pada Inseptisol pada taraf D0 dan D1 masing-masing 45,48 g dan 72,79 g keduanya berbeda nyata, tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot pipilan kering pada taraf D2, D3, dan D4 masing-masing 108,46 g, 108,25 g, dan 123,37 g. Bobot pipilan kering pada taraf D2, D3, dan D4 ketiganya tidak berbeda nyata.
Bobot pipilan kering pada Ultisol pada taraf D0 dan D1 masing-masing 25,68 g dan 85,08 g keduanya berbeda nyata, tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot pipilan kering pada taraf D2, D3, dan D4 masing-masing 100,4 g, 126,63 g, dan 120,69 g. Bobot pipilan kering pada taraf D2 dan D3 keduanya berbeda nyata, tetapi tidak berbeda nyata terhadap taraf D4.
Bobot pipilan kering untuk ketiga jenis tanah tidak berbeda nyata untuk semua taraf kompos kulit durian.
Efek peningkatan bobot pipilan kering pada ketiga jenis tanah akibat peningkatan taraf kompos kulit durian dapat dilihat pada Gambar 6.
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 0 1 2 3 4 5 6 Bob ot pip ila n keri ng (g)
Taraf kompos kulit durian (g/10 kg tanah)
T1 (Entisol) T2 (Inseptisol) T3 (Ultisol) Linear (T1 (Entisol)) Linear (T2 (Inseptisol)) Linear (T3 (Ultisol)) D0 (0 g) D1 (109,5 g) D2 (219 g) D3 (328,5 g) D4 (438 g)
Gambar 6. Grafik pengaruh perlakuan kompos kulit durian dengan berbagai jenis tanah terhadap bobot pipilan kering.
Gambar 6 menunjukkan bahwa pola peningkatan bobot pipilan kering pada Entisol,Inseptisol,maupun Ultisol ketiganya hampir sama.
Bobot pipilan kering pada Entisol, Inseptisol, maupun Ultisol untuk semua taraf kompos kulit durian pada umumnya tidak berbeda nyata.
Pembahasan
Pengaruh Kompos Kulit Durian dan Jenis Tanah terhadap pH tanah
Dari hasil sidik ragam pada Lampiran 3 pengaruh perlakuan kompos kulit durian dan jenis tanah masing-masing berpengaruh nyata terhadap pH tanah. Hal ini terlihat jelas dalam Gambar 1 bahwa adanya peningkatan pH bersamaan dengan meningkatnya taraf kompos kulit durian pada setiap jenis tanah, termasuk tanah masam seperti Ultisol. Kompos kulit durian menghasilkan asam-asam organik sebagai hasil dekomposisi yang dapat mengikat ion H+ sebagai penyebab kemasaman dalam tanah sehingga pH tanah meningkat. Menurut Scnitzer (1991) asam-asam organik dapat mengikat ion H+ melalui gugus karboksil yang memiliki muatan negatif dengan reaksi berikut:
Peningkatan pH tanah juga akan terjadi apabila bahan organik yang diaplikasikan telah terdekomposisi lanjut (matang), karena bahan organik yang telah termineralisasi akan melepaskan mineralnya, berupa kation-kation basa.
Tabel 2 nilai rataan pH tanah menunjukkan bahwa pH pada Entisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan pH pada Inseptisol dan Ultisol, sedangkan pH pada Inseptisol dan Ultisol pada umumnya tidak berbeda nyata. Hasil tersebut ini juga terlihat jelas pada Gambar 1 yang menunjukkan pola peningkatan pH pada Entisol lebih tinggi dibandingkan dengan pola peningkatan pH pada Inseptisol dan Ultisol. Hal ini disebabkan karena Inseptisol dan Ultisol tergolong tanah agak masam hingga masam dibandingkan
Entisol, terutama Ultisol yang memiliki kadar Al dan Fe tinggi menyebabkan keasaman dengan reaksi :
Al3+ + H2O Al(OH)3 + 3H+
Fe2+ + 1/4O2 + 3/2H2O Fe(OH)2 + 2H+
Asam-asam organik akan mengikat Al3+ dan Fe2+ membentuk senyawa komplek (khelat), sehingga Al-tidak terhidrolisis lagi. Menurut Riyaldi (2000) penambahan bahan organik pada tanah masam, antara lain Inseptisol, Ultisol dan Andisol mampu meningkatkan pH tanah dan mampu menurunkan Al tertukar tanah.
Pemberian kompos kulit durian juga dapat meningkatkan ketersediaan berbagai unsur hara makro dan mikro yang ditandai dengan meningkatnya pH ketiga jenis tanah. Ketersediaan unsur hara makro dan mikro sangat dipengaruhi oleh nilai pH dimana setiap unsur memiliki kisaran pH yang berbeda-beda, sehingga semua unsur hara umumnya tersedia secara menyeluruh pada kisaran pH 6,5. Hal ini dijelaskan oleh Foth (1991) yang mengatakan bahwa secara keseluruhan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe, Mn, Al, B, Cu, Zn, dan lainnya akan berada dalam tersedia pada kisaran pH 6 – 7.
Pengaruh Kompos Kulit Durian dan Jenis Tanah terhadap C organik
Dari hasil sidik ragam Lampiran 5 pengaruh pemberian kompos kulit durian dan berbagai jenis tanah masing-masing berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar C organik setiap tanah. Hasil ini terlihat jelas dalam Gambar 2 bahwa adanya peningkatan kadar C organik bersamaan dengan peningkatan taraf kompos kulit durian pada setiap jenis tanah. C organik tersebut sebagian besar telah terurai sempurna sehingga menghasilkan asam-asam organik. Menurut
Stevenson (1982) bahwa asam-asam organik seperti seperti asam humik, asam pulvik, humin, dan asam hematomelanik sebagian besar tersusun oleh rangkaian karbon membentuk benzena dengan gugus karboksil, sehingga pemberian kompos dapat meningkatkan kadar C organik.
Tabel 3 rataan kadar C organik menunjukkan bahwa kadar C organik pada Inseptisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan kadar C organik pada Entisol dan Ultisol, sedangkan kadar C organik pada Ultisol lebih rendah dibandingkan dengan kadar C organik pada Entisol. Hasil tersebut juga dapat dibuktikan dari deskripsi Gambar 2 yang menunjukkan pola peningkatan kadar C organik yang berurut mulai dari Inseptisol, Entisol, dan Ultisol. Tingginya kadar C organik pada Inseptisol disebabkan Inseptisol umumnya memiliki kadar C organik yang cukup tinggi dibandingkan Entisol dan Ultisol, sehingga pola peningkatan C organik Inseptisol lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tanah lainnya.
Pengaruh Kompos Kulit Durian dan Jenis Tanah terhadap N Total
Dari hasil sidik ragam Lampiran 7 pengaruh kompos kulit durian dan berbagai jenis tanah masing-masing berpengaruh nyata terhadap kadar N total. Hasil ini terlihat jelas dalam Gambar 3 yang menunjukkan adanya peningkatan kadar N total bersamaan dengan peningkatan taraf kompos kulit durian pada setiap jenis tanah, kecuali Entisol. Peningkatan tersebut disebabkan karena kompos kulit durian yang mengandung 2,38 % N. Menurut Lahuddin (1999) bahwa kulit durian yang telah menjadi kompos memiliki kadar N total 2,59 % sehingga mampu menyuplai hara N dalam tanah. N total kompos kulit durian
yang diberikan pada tanah sebagian besar adalah N anorganik dalam bentuk NH4+
dan NO3-.
Tabel 4 rataan kadar N total menunjukkan bahwa kadar N total pada Inseptisol untuk semua taraf kompos kulit durian lebih tinggi dibandingkan dengan kadar N total pada Entisol dan Ultisol, sedangkan kadar N total pada Entisol lebih rendah dibandingkan dengan kadar N total pada Ultisol. Hasil ini juga terlihat jelas dari Gambar 3 yang menujukkan bahwa kadar N total pada Entisol umumnya tidak meningkat nyata. Hal ini karena karakteristik Entisol bertekstur lempung berpasir dan kadar liat yang rendah menyebabkan NH4+
sedikit yang terikat dengan koloid tanah sehingga terjadi volatilisasi dimana NH4+ membentuk NH3 dengan reaksi berikut
NH4+ + OH- NH3 + H2O
Sifat NH3 yang mudah menguap dan porositas Entisol yang besar menyebabkan
NH3 mudah keluar dari dalam tanah sehingga kadar N total pada Entisol menurun.
Pengaruh Kompos Kulit Durian dan Jenis Tanah terhadap Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun 6 MST
Dari hasil sidik ragam Lampiran 9 dan 11 pengaruh kompos kulit durian berpengaruh nyata, sedangkan jenis tanah tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun 6 MST. Hasil tersebut secara umum terlihat jelas dalam Gambar 4 dan 5 yang menunjukkan adanya peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun 6 MST pada setiap jenis tanah bersamaan dengan peningkatan kompos kulit durian. Peningkatan parameter tanaman tersebut berkaitan dengan ketersediaan berbagai unsur hara makro dan mikro yang optimal untuk membangun jaringan-jaringan tubuh tanaman. Ketersediaan unsur-unsur hara
tersebut ditandai dengan pH tanah yang meningkat bersamaan dengan peningkatan taraf kompos kulit durian pada setiap jenis tanah, dimana rataan pH tertinggi Entisol, Inseptisol, dan Ultisol masing-masing 7,36, 6,51, dan 6,94. Rataan pH tersebut termasuk dalam kisaran pH 6 – 7 dimana hampir semua unsur hara tersedia, sehingga berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun 6 MST.
Tabel 5 rataan tinggi tanaman 6 MST dan Tabel 6 rataan jumlah daun 6 MST menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun 6 MST pada Entisol, Inseptisol, maupun Ultisol untuk semua taraf kompos kulit durian pada umumnya tidak berbeda nyata. Hasil tersebut juga terlihat dari Gambar 4 dan 5 yang menunjukkan bahwa adanya pola peningkatan tinggi tanaman dan jumlah daun 6 MST yang hampir sama untuk setiap jenis tanah bersamaan dengan peningkatan taraf kompos kulit durian. Hal ini disebabkan bahwa tingginya ketersediaan unsur hara makro dan mikro akibat pemberian kompos kulit durian yang ditandai dengan kisaran pH 6 – 7 pada setiap jenis tanah. Kisaran pH pada Entisol, Inseptisol, dan Ultisol mulai taraf D0 hingga D4 dalam Tabel rataan 2 berturut-turut 6,46 – 7,36, 5,81- 6,51, dan 5,75 – 6,94. Hal inilah yang menyebabkan tinggi tanaman maupun jumlah daun 6 MST pada setiap jenis tanah tidak berbeda nyata sebab unsur hara makro dan mikro telah tersedia optimal pada semua taraf kompos kulit durian di setiap jenis tanah, sehingga pembentukkan jaringan tanaman juga optimal.
Pengaruh Kompos Kulit Durian dan Jenis Tanah terhadap Bobot Pipilan Kering
Dari hasil sidik ragam Lampiran 13 pengaruh kompos kulit durian berpengaruh nyata, sedangkan jenis tanah tidak berpengaruh nyata terhadap bobot pipilan kering. Hal ini terlihat jelas dalam Gambar 6 yang menunjukkan adanya peningkatan bobot pipilan kering pada setiap jenis tanah bersamaan dengan