• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Potensi Sumber Daya Manusia

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Faktor Eksternal

Kartini Kartono berpendapat bahwa faktor eksternal adanya tindakan yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman beralkohol adalah semua perangsang dan pengaruh dari luar yang menimbulkan tingkah laku tertentu pada remaja (Kartono,1986:111). Faktor ini disebut pula faktor sosial yang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan.

1. Lingkungan keluarga

Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama bagi perkembangan, pertumbuhan kepribadian remaja. Oleh sebab itu keluarga mempunyai peran yang penting dalam memberikan corak bagi proses pembentukan kepribadian remaja. Diantaranya kemungkinan yang dapat menimbulkan kenakalan remaja yang datangnya dari lingkungan keluarga adalah sebagai berikut :

a.Kurang perhatian orang tua

Cara mendidik yang salah banyak membawa akibat yang negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadian remaja. Maka perlu diperhatikan dalam mendidik anak adalah keseluruhan perlakuan yang diterima anak dari orang

tuanya. Setiap anak ingin disayangi, diperhatikan dan keharmonisan dalam keluarga. Namun, tidak semuanya diberikan secara berlebihan karena dalam hal ini dapat memberikan kasih sayang kepada remaja harus pada hal yang wajar. Dalam kaitan Zakiah Derajat mengatakan bahwa :

“Apabila si anak merasa perlu tidak disayangi oleh orang tuanya dan merasa kurang diperhatikan oleh kedua orang tuanya, ia akan mencari kesenangan itu dengan bermacam–macam jalan. Misalnya dengan kelakuan yang menarik perhatian sering mengeluh, berkelahi, mengganggu orang lain, tidak mau diperintah orang tua dan sebagainya“(Derajat,1983:115).

Pendidikan yang diberikan oleh orang tua sangatlah penting dalam perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, orang tua haruslah memperhatikan pendidikan yang salah akan membawa akibat yang negatif pada anak.

b.Kurangnya pendidikan agama

Pendidikan agama yang intensif diberikan remaja sejak kecil sehingga dapat dijadikan benteng moral yang kokoh sebagai filter dari pengaruh–pengaruh negatif dan luar. Zakiah Derajat dalam kaitan ini menerangkan bahwa :

“Dengan tidak kenalnya anak dengan jiwa agama yang benar maka lemahnya hati nuraninya, karena tidak terbentuk dari nilai–nilai masyarakat atau agama yang diterimanya, di waktu ia masih kecil jika hati nuraninya lemah atau unsur pengontrol yang ada pada anak yang kosong dari nilai–nilai yang benar maka sudah barang tentu mereka mudah terperosok ke dalam kelakuan yang tidak baik dan menurutkan pada yang menyenangkan pada waktu itu saja, tanpa pemikiran akibat selanjutnya” (Derajat,1983:114).

Keterangan di atas, maka dapatlah diambil suatu pengertian, bahwa apabila remaja itu tidak condong dari nilai–nilai agamanya yang diterimanya sejak kecil, maka akan berbuat tidak baik sehingga kenakalan remaja akan mendapatkan

peluang seluas–luasnya. c.Keadaan ekonomi

Pemenuhan kebutuhan seorang manusia dalam kehidupan adalah suatu hal yang wajar. Kebutuhan remaja itu beranekaragaman, bila tidak diimbangi dengan pemenuhannya oleh orang tua, maka akan ada upaya mencari cara untuk memenuhi kebutuhannya tanpa memperdulikan apakah cara yang dilakukan baik atau menyalahi aturan.

Keadaan ekonomi yang rendah maupun yang tinggi mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Pada remaja dengan ekonomi keluarga yang tinggi karena orang tua selalu sibuk dengan kegiatan–kegiatan luarnya bahkan terlalu asyik mengejar materi sering melupakan perhatian dan pengawasan pada anak sehingga anak merasa bebas dan menyebabkan mereka beralih pada minuman beralkohol. Sedangkan di kalangan ekonomi rendah bisa terjadi akibat orang tua terlalu sibuk mencari nafkah sehingga lupa menyediakan waktu untuk keperluan, perhatian, dan pengawasan pada anaknya.

2. Lingkungan Pergaulan (Masyarakat)

Masyarakat merupakan salah satu tempat pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan remaja. Adapun juga hal yang dapat mempengaruhi remaja, yaitu tingkat kegagalan dalam masyarakat dan pengaruh norma-norma atau nilai-nillai baru dari lingkungan masyarakat.

Seperti diterangkan oleh Zakiah Derajat:

“Apabila golongan tua atau dewasa dalam masyarakat mempunyai satu pendirian yang tetap yaitu anak–anak harus tunduk dan patuh pada peraturan-peraturan, terhadap kebiasaan yang turun–temurun tanpa boleh mengajukan bantahan dan pertanyaan, maka anak–anak akan merasa bahwa orang tua dan orang dewasa tidak memahami dan tidak menghargai mereka. Akibatnya mereka akan mempertahankan diri terhadap perlakuan masyarakat yang kurang menyenangkan itu. Bahkan mereka akan selalu berusaha meneliti dan menyelidiki kesalahan– kesalahan orang tua dan orang dewasa sebagai balasan terhadap perlakuan mereka. Akan tetapi hilanglah penghargaan mereka kepada oranng tua dan orang dewasa bukan karena kedurhakaan mereka, ataupun keburukan budi pekerti mereka, akan tetapi sebagai akibat kurang mempunyai kemampuan mereka menerima dan memahami tindakan orang tua yang menunjukkan kurang pengertian dan penghargaan kepadanya atau timbulah yang dinamakan kenakalan anak-anak remaja” (Derajat, 1993:120).

E.Kerangka Pikir

Semakin pesatnya perkembangan teknologi, industralisasi terjadi perubahan-perubahan yang sangat pesat dalam masyarakat. Perubahan tersebut dapat menyangkut nilai–nilai dan pola kehidupan suatu perilaku hidup manusia, sekaligus juga mempengaruhi nilai–nilai dan pola–pola dalam perilaku minuman beralkohol pada remaja saat ini. Banyak kasus–kasus remaja yang tidak lepas dari perhatian dan kekhawatiran dari pemerintah, pejabat, pendidik, orang tua dan alim ulama, karena dianggap sebagai masalah sosial yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupannya. Bagaimana hal tersebut, fenomena–fenomena yang tidak dapat lepas dari perhatian remaja.

Remaja yang sedang mengalami perkembangan fisik yang membawa remaja tersebut mulai menghadapi masalah–masalah yang berhubungan dengan minuman beralkohol dan pergaulan dengan teman–teman sebayanya dalam kehidupan sehari–hari. Dalam hal ini terkait erat dengan pandangan atau nilai–nilai masyarakat sendiri terhadap minuman beralkohol. Makin besar kecenderungan untuk melakukan hal–hal yang melibatkan remaja dalam pengaruh minuman beralkohol.

Bagan Kerangka Pikir

Pengonsumsi

Minuman Beralkohol

Remaja

Faktor-faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman beralkohol:

1. Faktor Internal :

Faktor individu

2. Faktor Eksternal :

1. Lingkungan Keluarga

a. Kurang perhatian orang tua b. Kurang pendidikan agama c. Keadaan ekonomi orang tua 2. Lingkungan Pergaulan

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang didasarkan pada metodelogi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodelogi kualitatif merupakan prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Metode kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi yaitu untuk memahami interaksi sosial, memastikan kebenaran data dan meneliti sejarah pengembangan. Beberapa kegunaan tersebut merupakan alasan penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menyelesaikan proposal penelitian ini. Penulis melihat bahwa remaja yang mengkonsumsi minuman beralkohol merupakan masalah yang serius, minuman beralkohol di kalangan remaja telah berlangsung lama dan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan minuman beralkohol baik para pemakai maupun lingkungannya. Untuk itu, diperlukan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya untuk mengangkat permasalahan penelitian.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah perilaku remaja yang berkaitan dengan “faktor-faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman beralkohol di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung”. Untuk menjawab masalah tersebut, maka akan dipelajari beberapa hal yang dimungkinkan berkaitan dengan perilaku remaja yang mengkonsumsi minuman beralkohol di Kelurahan Gedong Air yang meliputi:

1. Faktor internal

Faktor individu : Adanya kepercayaan bahwa minuman beralkohol dapat mengatasi semua permasalahan yang sedang dihadapi, harapan untuk memperoleh kenikmatan dari minuman yang dikonsumsi, kurang memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu dan dengan tindakan mencoba-coba.

2. Faktor eksternal 1. Lingkungan keluarga

a) Kurangnya perhatian orang tua : perasaan tertekan dalam keluarga, pemberian perhatian yang cukup, keharmonisan dalam keluarga, hubungan antara orang tua dan anak, cara orang tua mendidik anaknya.

b) Kuranngnya pendidikan agama : orang tua mengajarkan ibadah.

c) Kondisi ekonomi : ekonomi yang berkecukupan, pekerjaan orang tua dan penghasilan orang tua.

2. Lingkungan pergaulan : adanya tekanan dari teman sebayanya, keadaan lingkungan tempat tinggal, dan adanya masyarakat yang mengkonsumsi minuman beralkohol.

C. Penentuan Informan

Menurut Spradley dan Faisal (1990:45), informan yang dijadikan subyek penelitian harus memenuhi beberapa kriteria yang sudah dipertimbangkan, yaitu : 1. Subjek yang telah lama dan intensif dengan suatu kegiatan atau medan

aktivitas yang menjadi informasi, sasaran atau perhatian dan ini biasanya ditandai oleh kemampuan memberikan informasi diluar kepala tentang sesuatu yang ditanyakan.

2. Subjek masih terlibat secara penuh serta aktif pada lingkungan dan kegiatan yang menjadi sasaran penelitian.

3. Subjek mempunyai cukup banyak waktu dan kesempatan untuk diminta

informasinya.

4. Subjek yang memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu dan mereka relatif masih lugu dalam memberikan informasi. 5. Subjek yang masih tergolong asing dengan penelitian, sehingga peneliti merasa

lebih tertantang untuk belajar sebannyak mungkin dari subyek.

Adapun kriteria informan yang akan disajikan subyek atau obyek penelitian adalah sebagai berikut :

1. Informan dalam penelitian ini adalah remaja di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung yang mempunyai kebiasaan minum-minuman beralkohol karena beberapa faktor, meliputi :

Faktor internal : Individu dan faktor eksternal : 1.faktor keluarga yaitu kondisi ekonomi, kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya pendidikan agama, kondisi ekonomi, 2. Faktor pergaulan.

2. Informan adalah orang yang dapat memberikan informasi guna memecahkan masalah yang diajukan dan di ungkapkan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini memilih orang yang benar-benar dapat memberikan informasinya terhadap pernyataan atau data yang diperlukan.

Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana pemilihan informan dipilih secara acak (Random) berdasarkan kriteria tertentu. Jadi, sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah remaja di Kelurahan Gedong Air Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

Informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Informan sebagai verifikasi data dari remaja di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung adalah informan yang dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Jumlah informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan data yang dikumpulkan (Sukidin dan Munir, 2005:28).

Adapun data atau identitas diri informan dari remaja yang dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria, sebagai berikut:

a). Nama : RJ

Umur : 20 Tahun

Pekerjaan : Serabutan

Agama : Islam

Pendidikan Terakhir : SMA

b). Nama : AR

Umur : 21 Tahun

Pekerjaan : Serabutan

Agama : Islam

Pendidikan Terakhir : SMA

c). Nama : DJ

Umur : 20 Tahun

Pekerjaan : Serabutan

Agama : Islam

Pendidikan Terakhir : SMA

b. Aparat Kecamatan

1. Orang tua informan dan sebagai masyarakat

a) Nama : Ibu Ati

Pekerjaan : Pedagang (Wiraswasta)

b) Nama : Ibu Yanti

c) Nama : Ibu Suti

Pekerjaan : Pedagang (Wiraswasta)

2. Rukun Tetangga (RT)

Nama : Ibu Pia selaku ibu RT (Rukun Tetangga)

3. Perangkat Desa

Nama : Bapak Syamsinul Abidin selaku Kepala Kelurahan

4. Aparat Kepolisian

Nama : Bapak Gurmewa selaku kepolisian

D. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Bandar Lampung. Alasannya adalah karena di lokasi ini banyak remaja yang mengkonsumsi minuman beralkohol, dan karena sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti yaitu faktor-faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman beralkohol. Untuk itu diperlukan data-data yang dapat dibuktikan kebenarannya dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan yang memenuhi kriteria penentuan informan oleh penulis.

E. Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari informan melalui teknik wawancara mendalam dan metode observasi. Informan dalam penelitian ini memilih orang yang benar-benar

dapat memberikan informasinya terhadap pertanyaan atau data yang diperlukan. Adapun alasan pemilihan informan dari pihak remaja karena para remaja tersebut merupakan orang yang langsung bersangkutan dengan apa yang menjadi fokus dalam penelitian ini, sehingga mampu memberikan datau atau informasi yang diperlukan sesuai dengan fokus penelitian.

Sedangkan data sekunder diperoleh melalui sumber pustaka dan studi dokumentasi, atau diperoleh dari mempelajari atau menelaah berbagai literatur yang ada sesuai dengan topik penelitian berupa buku-buku dari berbagai sumber. F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap bentuk penelitian. Oleh karena itu, berbagai hal yang merupakan bagian dari keseluruhan proses pengumpulan data harus benar-benar dipahami oleh setiap peneliti. Adapun teknik pengumpulan data yang akan dipergunakan oleh penulis adalah sebagai berikut :

1. Wawancara Mendalam (Indeph Interview)

Wawancara mendalam (Indeph Interview) merupaka suatu teknik dengan

memberikan pertanyaan langsung dengan informan mengenai pokok pembahasan penelitian, kemudian pewawancaraan mencatat atau merekam jawaban-jawaban yang dikemukakan informan. Wawancara ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang bertujuan untuk mendapatkan keterangan berdasarkan masalah penelitian.

2. Dokumentasi

Yaitu proses pengumpulan informasi melalui pencatatan data yang perlu dari sumber-sumber tertulis berupa laporan dalam membantu penyempurnaan data yang telah diperoleh sebelumnya. Pengumpulan data yang dilakukan di instansi-instansi dan lembaga-lembaga yang memiliki catatan berupa dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan penelitian ini.

3. Studi Kepustakaan

Yaitu mengumpulkan data dengan cara mempelajari buku-buku dan literatur yang diperlukan, yaitu berkaitan dengan penelitian ini.

G. Teknik Analisa Data

M. Nasir (1988:35) mengartikan analisis data sebagai kegiatan mengelompokan, membuat suatu ukuran memanipulasi serta mengangkat data sehingga mudah untuk dibaca. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Dinyatakan oleh M. Hadani Hawawi dan Martini Hadani (1992:65) analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan mendeskripsikan, serta menafsirkan hasil penelitian dengan susunan kata dan kalimat sebagai jawaban atau permasalahan yang diteliti. Dalam penelitian ini data diperoleh dari wawancara mendalam, diolah dan dianalisis secara kualitatif dengan proses reduction dan interpretation, data yang terkumpul ditulis dalam bentuk transkripsi, kemudian dilakukan pengkategorian dengan melakukan reduksi data yang terkait kemudian dilakukan interpretasi yang mengarah pada fokus penelitian.

1. Reduksi data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transpormasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis dilapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, mengarahkan, menggolongkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara yang sedemikian rupa hingga kesimpulan akhirnya dapat ditarik dan diverifikasi, cara yang dipakai dalam reduksi data dapat melalui seleksi yang panjang, melalui ringkasan atau uraian singkat menggolongkannya ke dalam suatu pola yang lebih luas.

2. Penyajian data (display)

Penyajian data dibatasi sehingga sebagai kumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan pengambilan tindakan. Penyajian data yang lebih baik adalah merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid untuk melihat gambaran keseluruhan dari penelitian ini, maka diusulkan membuat berbagai matrik naratif saja.

3. Kesimpulan (verifikasi)

Peneliti berusaha mencari arti benda-benda, mecatat keteraturan, pola-pola penjelasan, konfigurasi, alur sebab akibat, dan proposisi kesimpulan diverifikasi selama penelitian berlangsung. Makna yang muncul dari data yang diakui kebenaran, kekokohan dan kecocokannya yang merupakan validitasnya, sehingga akan diperoleh kesimpulan yang jelas kebenaran dan kelebihannya.

V.HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil

Faktor-faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman beralkohol pada dasarnya dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu faktor internal dan faktot eksternal, adalah sebagai berikut:

1. Faktor Internal Faktor Individu

a. Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai alasan

mengkonsumsi minuman beralkohol yang akan dijelaskan seperti hasil waancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Pada awalnya saya mengkonsumsi minuman beralkohol karena ingin mencoba dan mengetahui rasa dari minuman beralkohol tersebut, menyesuaikan diri dengan teman-teman, menenangkan diri, mengatasi stress, melupakan masalah” (Wawancara 2 Maret 2012, pukul 11.00 WIB).

Penuturan yang tidak jauh berbeda dengan AR (informan 2) sebagai berikut: “…Saya mengkonsumsi minuman beralkohol karena rasa ingin tahu, mencoba-coba, melupakan kesedihan, menghilangkan stres, merasa percaya diri, dan melupakan masalah! Ya gitulah mbak…” (Wawancara 3 Maret 2012, pukul 13.00 WIB).

Penuturan tersebut diperkuat sebagaimana yang diungkapkan oleh DJ (informan 3) sebagai berikut:

“…Saya mengkonsumsi minuman beralkohol karena rasa ingin tahu dan mencoba-coba, menghilangkan permasalahan, menghilangkan rasa sedih, mengatasi stres, menyesuaikan diri dengan teman dan menahan rasa marah” (Wawancara 4 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa alasan para remaja mengkonsumsi minuman beralkohol karena rasa ingin tahu dengan tindakan mencoba-coba, menghilangkan permasalahan yang sedang mereka hadapi, menghilangkan kesedihan, mengatasi stres, menyesuaikan diri dengan teman-teman sebayanya dan menahan rasa marah yang tertaman di hati mereka. Sehingga tanpa mereka sadari dengan cara mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan terus menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani, rohani maupun bagi kepentingan perilaku dan cara berfikir kejiwaan sehingga akibat lebih lanjut akan mempengaruhi kehidupan keluarga dan hubungan dengan masyarakat sekitar.

Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai sejak kapan mengkonsumsi minuman beralkohol yang akan dijelaskan seperti hasil wawancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Pertama kali saya minum-minuman beralkohol pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga sekarang” (Wawancara 2 Maret 2011, pukul 11.00 WIB).

Penuturan yang sama di ungkapkan oleh AR (informan 2) sebagai berikut:

“…Saya mengkonsumsi minuman beralkohol sejak duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), ya masih sekarang” (Wawancara 3 Maret 2012, pukul 13.00 WIB).

Penuturan tersebut diperkuat sebagaimana yang diungkapkan oleh DJ (informan 3) sebagai berikut:

“…Pada saat saya duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) saya baru mencoba minum dan ketagihan sampai sekarang” (Wawancara 4 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa para remaja di Kelurahan Keteguhan pertama kali minum-minuman beralkohol masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga sekarang.

b. Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai “jenis minuman yang

sering diminum akan dijelaskan seperti hasil wawancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Jenis minuman yang sering saya minum adalah Mensend dengan harga Rp. 45.000,00 dan Vigur Rp. 32.000,00: (Wawancara 2 Maret 2011, pukul 11.00 WIB).

Penuturan yang sama diungkapkan oleh AR (informan 2) sebagai berikut:

“…Minuman beralkohol yang sering diminum bersama teman adalah Mensend dengan harga Rp. 45.000,00 dan Vigur Rp. 32.000,00: (Wawancara 3 Maret 2012, pukul 13.00 WIB).

Penuturan yang tidak jauh berbeda dengan DJ (informan 3) sebagai berikut: “…Pada saat itu jenis minuman beralkohol yang sering diminum sih banyak tapi yang paling favorit adalah Vodka dengan harga Rp. 45.000,00 dan Vigur Rp. 32.000,00: (Wawancara 4 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa jenis minuman yang sering mereka konsumsi adalah Vodka, Mensend dan Vigur.

Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai biasanya dalam sekali minum menghabiskan berapa botol yang akan dijelaskan seperti hasil wawancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Awalnya saya menghabiskan minuman beralkohol dalam sekali minum 1 (satu) botol. Karena untuk beberapa saat minuman beralkohol ini tidak membuat saya mabuk, tetapi karena sudah ketagihan saya menghabiskan minuman beralkohol dalam sekali 2-3 botol” (Wawancara 2 Maret 2012, pukul 11.00 WIB).

Penuturan yang sama diungkapkan oleh AR (informan 2) sebagai berikut:

“…Dulu 1 (satu) botol cukup. Sekarang 1 (satu) botol bagi saya kurang karena saya belum terasa mabuk, tetapi karena sudah ketagihan saya menghabiskan minuman beralkohol dalam sekali 2-3 botol sampai puas” (Wawancara 3 Maret 2012, pukul 13.00 WIB).

Penuturan tersebut diperkuat sebagaimana yang diungkapkan oleh DJ (informan 3) sebagai berikut:

“…Untuk 1 (satu) botol minuman beralkohol tidak membuat saya mabuk, tetapi karena sudah ketagihan dan pemakaian yang cukup lama, saya menghabiskan minuman beralkohol dalam sekali minum 2-4 botol” (Wawancara 4 Maret 2011, pukul 14.00 WIB).

Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan dalam sekali minum remaja awalnya menghabiskan minuman beralkohol 1 (satu) botol, karena tidak merasa masuk mereka menambah dosisnya menjadi 2,3dan bahkan sampai 4 botol dalam sekali minum.

c. Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai setelah mengkonsumsi minuman beralkohol, kepuasan yang dirasakan yang akan dijelaskan seperti hasil wawancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Kepuasan yang saya dapatkan dari mengkonsumsi minuman beralkohol adalah merasa senang, permasalahan yang ada merasa hilang, pikiran pun menjadi tenang, dan nikamt” (Wawancara 2 Maret 2012, pukul 11.00 WIB). Penuturan yang sama diungkapkan oleh AR (informan 1) sebagai berikut:

“…Setelah mengkonsummsi minuman beralkohol saya merasa beban pikiran dan permasalahan yang ada merasa hilang, pikiran menjadi tenang dan senang” (Wawancara 3 Maret 2012, pukul 13.00 WIB).

Penuturan tersebut diperkuat sebagaimana yang diungkapkan oleh DJ (informan 3) sebagai berikut:

“…Dengan minuman beralkohol, saya merasa tenang, senang, permasalahan yang ada menjadi hilang, merasakan nikmat yang berbeda” (Wawancara 4 Maret 2012, pukul 14.00 WIB).

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan para informan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa setelah mengkonsumsi minuman beralkohol mereka mendapatkan kenikmatan, kesenangan, melupakan akan kesedihan dan permasalahan yang sedang mereka hadapi, pikiran pun menjadi tenang meresa tidak ada beban.

Berdasarkan wawancara dengan para informan mengenai dimana dan dengan siapa mengkonsumsi minuman berakohol yang akan dijelaskan seperti hasil wawancara dengan RJ (informan 1) sebagai berikut:

“…Biasanya saya bersama teman-teman mengkonsumsi minuman beralkohol di pinggir jalan atau di sebuah rumah yang tidak terpakai atau tidak layak pakai karena bangunannya yang sudah rusak” (Wawancara 2

Dokumen terkait