• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Pembahasan Respirasi

Dalam dokumen laporan praktikum fisiologi.docx (Halaman 38-44)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Hasil dan Pembahasan Respirasi

4.4.1. Hasil praktikum respirasi ikan nila

Dari hasil praktikum respirasi pada ikan nila ditemukan table sebagai berikut: Perlakuan Waktu (menit) Respon

Toples tidak ditutup (keadaan normal)

Menit pertama Ikan berenang dengan agresif dan bukaan operculum sebanyak 145 kali. Menit ke2 Ikan mengeluarkan feses dan bukaan

operculum sebanyak 144 kali. Menit ke3 Ikan berenang ke sekitar aerator dan

bukaan operculum sebanyak 144 kali. Toples ditutup (Tidak

ada udara yang

Menit pertama Ikan berenang agresif, mengeluarkan lendir dan memuntahkan isi perut.

masuk) Bukaan operculum sebanyak 145 kali. Menit ke2 Ikan menunju ke permukaan mencari

oksigen, masih merespon kejutan, memuntahkan si perut dan warna ikan terlihat pucat. Bukaan operculum sebanyak 139 kali.

Menit ke3 Ikan mengeluarkan gelembung udara, ikan terlihat kejang dan lemas serta ikan menuju permukaan mencari oksigen. Bukaan operculum sebanyak 135 kali.

Ikan diletakkan diatas papan

Menit pertama Ikan meloncat – loncat, ikan terlihat kejang dan lemas. Bukaan operculum sebanyak 128 kali.

Menit ke2 Ikan semakin lemas diam, bukaan operculum sebanyak 124 kali Menit ke3 Ikan terlihat semakin lemas, mau

pingsan dan mengeluarkan lendir. Bukaan operculum sebanyak 118 kali.

4.4.2. Pembahasan praktikum respirasi ikan nila

Dari hasil praktikum ini, dapat diketahui bahwa organisme aquatik sangat bergantung apada adanya oksigen yang terlarut dalam air. Respon yang dapat dilihat dari perlakuan tersebut adalah adanya perbedaan jumlah bukaan tutup insang dan gerakan gerakan ikan yang cenderung diam atau tetap agresif seperti biasa, yang mana ikan yang berada ditoples yang tertutup cenderung bukaan operkulumnya lebih

banyak karena ikan beradaptasi untuk seabnyak dan sesering mungkin menyaring air untuk mendapatkan oksigen yang menipis. Sedangkan pada ikan yang diletakkan diatas papan cenderung operkulum bukaan menjadi lambat, ikan menjadi kejang dan lemas.

Menurut Lesmana (2001), Kebutuhan oksigen untuk setiap jenis ikan sangat berbeda karena perbedaan sel darahnya. Ikan yang gesit umumnya lebih banyak membutuhkan oksigen langsung dari udara sedangkan oksigen dalam air tidak terlalu berpengaruh pada kehidupannya. Adapun faktor lain yang menyebabkan persentase pengambilan O2 di udara berfluktuasi mungkin dikarenakan kesalahan praktikan dalam menghitung bukaan mulut dari ikan dalam setiap interval waktu satu menit

Oksigen memegang peranan penting bagi mahluk hidup. Bagi hewan air pemenuhan kebutuhan oksigen dipenuhi dengan oksigen yang terlarut dalam air, maupun langsung dari udara pada beberapa jenis hewan tertentu (misalnya nila). Ikan memerlukan oksigen untuk menghasilkan energi untuk beraktivitas, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lain. Jumlah oksigen yang ada dalam air dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/bagian per sejuta). Besarnya DO optimal untuk budidaya adalah 4 – 7,5 ppm, karena sesuai dengan kebutuhan ikan.

Keadaan oksigen dalam toples tertutup berbeda dengan di kolam atau akuarium. Ikan susah untuk bernapas karena ketersediaan oksigen sangat terbatas, hanya cukup untuk beberapa jam saja. Rendahnya jumlah oksigen dalam air menyebabkan ikan harus memompa sejumlah besar air ke permukaan alat respirasinya untuk mengambil O2 dan harus menurunkan proporsi tekanan partial (P O2) dari total O2 yang digerakkan dalam air.

Respirasi dalam toples tertutup tidak tejadi difusi oksigen melalui kontak langsung dengan udara bebas dan adanya penggunaan oksigen secara terus menerus oleh ikan sehingga kadar oksigen dalam plastik akan menurun dan kadar

karbondioksida dalam plastik akan meningkat, hal ini yang menyebabkab ikan meningkatkan respirasinya untuk mengambil oksigen.

Respirasi pada tempat terbuka tanpa medium air ikan tidak bisa melakukan difusi oksigen melainkan langsung kontak dengan udara bebas, hal ini mengakibatkan ikan meningkatkan respirasinya untuk mengambil oksigen. Tetapi langkah ini tidak berlangsung lama karena ikan tidak berada dalam medium yaitu air yang mengakibatkan ikan mengeluarkan lender, menjadi lemas dan pingsan karena lansung kontak dengan udara bebas.

Tujuan akhir dari pernapasan adalah untuk mempertahankan konsentrasi yang tepat dari oksigen, karbondioksida, dan ion hydrogen di dalam tubuh. Karbondioksida dan ion hidrogen mengendalikan pernapasan secara langsung pada pusat pernapasan di dalam otak. Sedangkan, penurunan konsentrasi oksigen merangsang aktivitas pernapasan dengan bekerja pada kemoreseptor tersebut kemudian mengirimkam sinyal-sinyal ke otak untuk merangsang kegiatan pernapasan.

BAB V PENUTUP

Dari hasil pengamatan dan pembahasan, simpulan yang dapat ditarik dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

A. Pertumbuhan ikan

1. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan nila, bobot ikan paling besar adalah 2,4 gr dari bobot awal 2,0 gr. Ikan dengan bobot paling kecil adalah ikan dengan berat awal 2,1gr menjadi 2,15 dengan pertambahan berat tubuh dalam 10 hari sebesar 0,05 gr. 2. Kisaran kualitas air pada pemeliharaan ikan nila adalah pada salinitas 0 – 5. 3. Persentase kelangsungan hidup ikan nila pada praktikum ini adalah 100 untuk salinitas 0 ppt dan 5 ppt sedangkan pada 10 ppt adalah 60.

B. Hematologi a. Darah

1. Darah murni yang hanya dilakukan penambahan tetesan gimsa pada cover glass terlihat dibawah mikroskop sel darah terlihat rapi, jelas, warna larutan darah berupa hitam putih dan tidak tembus cahaya.

2. Darah yang ditambahkan Larutan gula terlihat di bawah mikroskop rupa sel darahnya mengkerut, jarak antar sel menjadi rapat, warna larutannya merah pekat dan tidak tembus cahaya.

3. Darah yang ditambah aquades terlihat di bawah mikroskop sel darahnya mengalami pembengkakan atau membesar, jarak antar sel darah berjauhan atau pecah sel darahnya, warna larutan merah keruh dan tembus cahaya.

b. Jantung

1. Otot jantung ikan masih dapat berdetak di luar tubuh ikan karena memilikitipe jantung meogenik.

2. Jantung pada ikan dibangunkan oleh empat ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang, di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. Empat ruangan itu meliputi: Sinus Venosus, Atrium, Ventrikel, dan Conus Arteriosus.

C. Syaraf Ikan

. 1. Macam sirip pada ikan adalah sirip dorsal, sirip anal, sirip pectoral, sirip ventral, dan caudal yang masing – masing mempunyai fungsi dan apabila terjadi kerusakanataupun dirusak akan berdampak negative bagi ikan tersebut.

2. Reaksi syaraf Pada Gurat Sisi ketika ditutup dengan latex ataupun balon fungsi syaraf pada ikan seperti telencephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon dan myelencephalon tidak dapat berfungsi dengan baik.

3.Otak ikan ikan mujair (Oreochromis mossambicus dibagi menjadi 5 bagian yaitu : telencephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon dan myelencephalon.

D. Respirasi Ikan

1. Tingkat konsumsi oksigen pada ikan tergantung pada ukuran, jenis, aktivitas maupun kondisi fisiologis lingkungan akuatik.

2. Perlakuan dengan respirator tertutup menunjukkan penurunan konsumsi oksigen pada hewan uji. Semakin lama ikan berada dalam wadah respirator tertutup semakin sedikit tingkat konsumsi oksigennya.

5.2. Saran

Saran saya dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Dalam praktikum pertumbuhan ikan sebaiknya menggunakan wadah yang lebih besar dan untuk parameter yang lain harusnya dilakukan pengukuran agar lebih detail.

2. Sebaiknya saat akan dilaksanakannya praktikum, usahakan kondisi ikan tidak mati sehingga dapat mengambil darah ikan tersebut setelah di pingsankan.Praktikan juga harus berhati – hati dalam mencampurkan larutan serta jangan lupa untuk membasahi alat praktikum dengan EDTA agar darah ikan tidak beku.

3. Dalam praktikum fisiologi hewan air saraf ikan yang harus diperhatikan adalah respons yang diterima ketika ada rangsangan, khususnya pada organ lain seperti sirip. Karena ketika ada rangsangan, mereka juga akan memberikan respon. 4. Sebaiknya digunakan ikan yang lebih besar agar dapat teramati dengan jelas yang terjadi pada tubuh ikan selama pengamatan.

5. Praktikan sebaiknya menyediakan segala perlengkapan praktikum sebelum jadwal praktikum dimulai.

6. Lalu praktikan juga harus menguasai materi agar tidak terjadi kerancuan pada saat praktikum

Dalam dokumen laporan praktikum fisiologi.docx (Halaman 38-44)

Dokumen terkait