HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Hasil Daya Tahan Paru Jantung (VO2Max)
Data yang diperoleh dari tes daya tahan paru jantung dengan menggunakan metode multistage fitness testadalah data level dan
shuttleyang kemudian dikonversikan dengan tabel nilai prediksi yang sudah divalidasi dan diadopsi oleh Sukadiyanto Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, sedangkan pada
yo-yang ditempuh peserta yo-yang dikalkulasi menggunakan rumus VO2max dari Bangsbo, dkk. (2008).
Data VO2max dari masing-masing tes kemudian dikategorikan menggunakan tabel VO2Max dari Heywood (1998). Hasil penelitian tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max menggunakan
multistage fitness test dan yo-yo intermittend recovery testdi tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta sebagai berikut.
a. Tingkat Daya Tahan Paru Jantung atau VO2Max atlet terhadap metodemultistage fitness test
Data di bawah ini menunjukkan dari atlet yang mengikuti tes daya tahan paru jantung metode multistage fitness test
berjumlah 13 atlet yang terdiri dari beberapa kategori yaitu kategori rendah berjumlah 2 orang (15,4%), kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), kategori baik berjumlah 5 orang (38,4%), kategori sangat baik berjumlah 1 orang (7,7%). Berikut adalah deskripsi hasil analisis data penelitian dalam bentuk tabel.
Tabel 4. Data tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap metodemultistage fitness test
No. Kategori Jumlah %
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sangat Rendah Rendah Sedang Baik Sangat Baik Tinggi -2 5 5 1 -15,4 38,4 38,4 7,7 -Jumlah 13 100
Berdasarkan tabel tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap tes metode multistage fitness test di atas dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut.
Gambar 24. Diagram batang tingkat daya tahan paru jantung metodemultistage fitness test
b. Tingkat Daya Tahan Paru Jantung atau VO2Max atlet terhadap metodeyo-yo intermittend recovery test
Data di bawah ini menunjukkan dari atlet yang mengikuti tes daya tahan paru jantung metode yo-yo intermittend recovery test berjumlah 13 atlet yang terdiri dari beberapa kategori yaitu kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), kategori baik berjumlah 7orang (53,8%), kategori sangat baik berjumlah 1 orang (7,7). Berikut adalah deskripsi hasil analisis data penelitian
15,4 0 38,4 38,4 7,7 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 <35 35-37 38-44 45-50 51-55 >55 Ju m la h d a la m % VO2Max Kategori VO2Max: <35 (sangat rendah) 35-37 (rendah) 38-44(sedang) 45-50 (baik) 51-55 (sangat baik) >55 (tinggi)
Tabel 5. Data tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap metodeyo-yo intermittend recovery test
No. Kategori Jumlah %
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sangat Rendah Rendah Sedang Baik Sangat Baik Tinggi -5 7 1 -38,4 53,8 7,7 -Jumlah 13 100
Berdasarkan tabel tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap tes metodeyo-yo intermittend recovery testdi atas dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut.
Gambar 25. Diagram batang tingkat daya tahan paru jantung metodeyo-yo intermittend recovery test
0 0 38,4 53,8 7,7 0 0 10 20 30 40 50 60 <35 35-37 38-44 45-50 51-55 >55 Ju m la h d a la m % VO2Max Kategori VO2Max: <35 (sangat rendah) 35-37 (rendah) 38-44 (sedang) 45-50 (baik) 51-55 (sangat baik) >55 (tinggi)
c. Tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes daya tahan paru jantung metode multistage fitness test dan yo-yo intermittend recovery test
Tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes metode multistage fitness test dan yo-yo intermittend recovery testdisajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 6. Tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap metode multistage fitness test dan yo-yo intermittend recovery test
No. Dekripsi Kelelahan Metode Tes
MFT % Yo-yo % 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sangat Rendah Rendah Sedang Baik Sangat Baik Tinggi 0 2 5 5 1 0 0 15,4 38,4 38,4 7,7 0 0 0 5 7 1 0 0 0 38,4 53,8 7,7 0 Jumlah 13 100 13 100
Berdasarkan tabel tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max di atas dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut.
Gambar 26. Diagram batangTingkat daya tahan paru jantung atau
0 15,4 38,4 38,4 7,7 0 0 0 53,8 0 0 10 20 30 40 50 60 <35 35-37 38-44 45-50 51-55 >55 Ju m la h d a la m %
Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes metodemultistage fitness testyang diikuti oleh 13 atlet terdiri dari beberapa kategori yaitu kategori rendah berjumlah 2 orang (15,4%), kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), kategori baik berjumlah 5 orang (38,4%), kategori sangat baik berjumlah 1 orang (7,7%) dan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes metode yo-yo intermittend recovery testterdiri dari beberapa kategori yaitu kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), kategori baik berjumlah 7 orang (53,8%), kategori baik sekali sekali berjumlah 1 orang (7,7).
Berdasarkan dari hasil data tersebut dapat dilihat tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes metode
multistage fitness test lebih rendah daripada yo-yo intermittend recovery test dikarenakan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Maxterhadap tes metodeyo-yo intermittend recovery test
tidak ada yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah.
C. Pembahasan
1. Indeks Persepsi Kelelahan Atlet terhadap Tes Daya tahan paru jantung MetodeMultistage Fitness TestdanYo-yo Intermittend Recovery Test.
Indeks persepsi kelelahan atlet yang diukur menggunakan skala RPE dari Borg berada dalam skala 11 (ringan) berjumlah 1 orang (7,7%), skala 13 berjumlah 4 orang (30,8%), skala 15 berjumlah
7 orang (53,8%), skala 17 berjumlah 1 orang (7,7%). Skala tersebut menunjukkan persepsi kelelahan atlet terhadap tes daya tahan paru jantung menggunakan metode multistage fitness test. Indeks persepsi kelelahan atlet terhadap tes daya tahan paru jantung menggunakan metode yo-yo intermittend recovery test berada dalam skala 13 (sedang) berjumlah 5 orang (38,5%), skala 15 berjumlah 7 orang (53,8%), skala 17 berjumlah 1 orang (7,7).
Berdasarkan dari hasil data tersebut dapat dilihat persepsi kelelahan atlet terhadap multistage fitness test lebih rendah daripada
yo-yo intermittend recovery test dikarenakan persepsi kelelahan atlet terhadap yo-yo intermittend recovery test tidak ada yang berada pada skala 11 (ringan).
Persepsi kelelahan akan mempengaruhi kemampuan mental atlet pada saat bertanding dan melawan persepsi kelelahan yang dirasakan pada saat bertanding. Berbagai tulisan psikologi olahraga dikatakan “80% kemenangan atlet ditentukan oleh faktor mental”.
Artinya faktor mental memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi seorang atlet (Lilik Sudarwati dan Zainal Abidin, 2012: 4-5) Atlet yang memiliki mental yang baik akan mampu berjuang selama pertandingan, sebaliknya jika atlet mempunyai mental yang rendah tidak akan mampu bertahan melawan rasa lelah yang dirasakan pada saat bertanding.
2. Tingkat Daya Tahan Paru Jantung atau VO2Max terhadap Tes Daya Tahan Paru Jantung Metode Multistage Fitness Test dan Yo-yo Intermittend Recovery Test.
Tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes dengan metode multistage fitness test yang diikuti oleh 13 atlet terdiri dari beberapa kategori yaitu kategori berjumlah 2 orang (15,4%), kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), baik berjumlah 5 orang (38,4%), kategori sangat baik berjumlah 1 orang (7,7%) dan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max terhadap tes dengan metode yo-yo intermittend recovery test yang diikuti oleh 13 atlet terdiri dari beberapa kategori yaitu kategori sedang berjumlah 5 orang (38,4%), kategori baik berjumlah 7 orang (53,8%), kategori baik sekali sekali berjumlah 1 orang (7,7).
Berdasarkan dari hasil data tersebut dapat dilihat tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap multistage fitness test
lebih rendah daripada yo-yo intermittend recovery test dikarenakan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap yo-yo intermittend recovery test tidak ada yang berada pada kategori rendah dan rendah sekali.
Daya tahan paru jantung atau VO2Max menjadi faktor utama dalam permainan bola basket. Permainan bola basket mengharuskan pemain bermain dengan explosive secara intermittend sehingga perlu adanya dorongan dari daya tahan paru jantung yang baik. Permainan bola basket dilakukan selama 10 menit dalam 4 babak, sehingga
menuntut para pemain untuk bermain dengan sangat cepat dalam menyetak angka.
Dalam bukunya Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik, Sukadiyanto (2011:61) menyatakan,
Hubungan antara ketahanan dan kinerja (penampilan) fisik olahragawan di antaranya adalah menambah: (1) kemampuan untuk melakukan aktivitas kerja secara terus-menerus dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama, (2) kemampuan untuk memperdek waktu pemulihan (recovery), terutama pada cabang olahraga pertandingan dan permainan, (3) kemampuan untuk menerima beban latihan yang lebih berat, lebih lama, dan bervariasi. Dengan demikian olahragawan yang memiliki ketahanan yang baik akan mendapatkan keuntungan selama bertanding, diantaranya olahragawan akan mampu: (a) menentukan irama dan pola permainan, (b) memelihara atau mengubah irama dan pola permainan sesuai dengan yang diinginkan, dan (c) berjuang secara ulet dan tidak mudah menyerah selama bertanding. 3. Hasil Indeks Persepsi Kelelahan dan Daya Tahan Paru Jantung atau
VO2Max terhadap Tes Daya Tahan Paru Jantung Metode Multistage Fitness TestdanYo-yo Intermittend Recovery Test.
Berdasarkan dari data hasil penelitian indeks persepsi kelelahan yang telah dijabarkan di atas, dapat dilihat indeks persepsi kelelahan atlet terhadap metode multistage fitness test lebih rendah daripada metode yo-yo intermittend recovery test. Namun, daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap tes metode yo-yo intermittend reovery test lebih tinggi daripada tes metode multistage fitness test.
Yo-yo intermittend recovery test adalah tes daya tahan paru jantung yang dikembangkan dari multistage fitness test pada tahun
atlet. Pengetahuan atlet yang kurang terhadap tes tersebut mempengaruhi persepsi seseorang sesuai dengan yang dijelaskan oleh David Krech yang dikutip oleh Diesty Eka Kurnia Wati (2009), menyatakan persepsi seseorang dipengaruhi oleh: Frame of Reference, yaitu kerangka pengetahuan yang dimiliki dan dipengaruhi dari pendidikan, bacaan, penelitian, serta Frame of Experience, yaitu pengalaman yang telah dialaminya yang tidak terlepas dari keadaan lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan dari hasil data tingkat daya tahan paru jantung yang telah dijabarkan dapat dilihat tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap multistage fitness test lebih rendah daripada
yo-yo intermittend recovery test dikarenakan tingkat daya tahan paru jantung atau VO2Max atlet terhadap yo-yo intermittend recovery test
tidak ada yang berada pada kategori rendah dan rendah sekali.
Yo-yo intermittend recovery test memiliki recovery aktif yang tidak dimiliki oleh multistage fitness test.Yo-yo intermittend recovery test sesuai dengan tipe latihan yang dilakukan pada permainan bola basket yang memiliki recovery aktif diantara permainan yang
explosive. Tipe latihan yang sama dengan yo-yo intermittend recovery testmempengaruhi tingkat daya tahan paru jantung sesuai dengan yang dijelaskan oleh Brian J. Sharkey (2003: 80), faktor latihan dapat meningkatkan fungsi dan kapasitas sistem respirasi, kardiovaskuler, dan volume darah, tetapi perubahan yang paling penting terjadi pada
serat otot yang digunakan dalam latihan. Serat otot yang mengalami perubahan tersebut membuat atlet lebih mudah untuk melakukan tes daya tahan paru jantung dengan metode yo-yo intermittend recovery testsehingga mendapatkan tingkat VO2Max yang lebih tinggi.
Ilmu dan teknologi akan selalu mengalami perkembangan untuk disempurnakan dan tentunya untuk mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaan. Tes dan pengukuran daya tahan paru jantung juga mengalami perkembangan seperti pada multistage fitness test dan yo-yo intermittend recovery test. Yo-yo intermittend recovery test sesuai dilakukan pada olahraga yang intermittend seperti bola basket yang sesuai dijelaskan oleh Lilik dan Zainal (2012: 27-28), tes daya tahan paru jantung aerobik harus menggunakan tipe latihan yang sama dilakukan oleh peserta dengan waktu umum sekitar 8-15 menit, jika lebih pendek dan meningkatkan energi anaerobik maka tes ini akan kurang valid.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Indeks persepsi kelelahan tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta terhadap tes daya tahan paru jantung metodemultistage fitness test yang berada dalam skala skala 11 (ringan) sebesar 7,7%, skala 13 (sedang) sebesar 30,8%, skala 15 (berat) sebesar 53,8%, skala 17 (sangat berat) sebesar 7,7%.Indeks persepsi kelelahan tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta terhadap tes daya tahan paru jantung metode yo-yo intermittend recovery test yang berada dalam skala 13 (sedang) sebesar 38,4%, skala 15 sebesar 53,8%, skala 17 sebesar 7,7%.
B. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan di atas hasil penelitian ini diimplikasikan pada:
1. Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak pelatih tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta dalam membuat program peningkatan kebugaran jasmani dan meningkatkan psikis atlet.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak pelatih tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta dalam mengevaluasi kebugaran jasmani atlet. 3. Sebagai barometer keadaan tingkat kebugaran kardiorespirasi atau
C. Saran
1. Latihan fisik dan mental harus ditingkatkan untuk meningkatkan kondisi fisik maupun psikis atlet.
2. Atlet harus mampu meningkatkan dan memperbaiki kebugaran jasmani, khususnya daya tahan paru jantung atau VO2Max agar mampu bermain basket dengan kemampuan aerobik yang baik selama 10 menit pada setiap babak.
3. Pelatih harus memahami variasi-variasi latihan sebagai upaya perbaikan kondisi fisik dan psikis atlet.