BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.2 Hasil Tindakan Siklus I
4.1.2.2 Hasil Nontes Siklus I
4.1.2.2.6 Hasil Dokumentasi
Dokumentasi foto dan video digunakan sebagai bukti visual kegiaatan pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain selama penelitian berlangsung. Dokumentasi menuujukkan respon siswa yang beragam saat mengikuti pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain dengan menerapkan model pembelajaran talking stick dengan teknik story telling.
4.1.2.2.6.1Dokumentasi Foto
Pada siklus I ini gambar difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain berlangsung. Peneliti sengaja memilih untuk merekam peristiwa penting (aktivitas siswa) saat pembelajaran berlangsung guna menambah data penelitian selain data nontes. Pengambilan gambar yang berupa foto dalam proses pembelajaran dapat dijadikan gambaran perilaku siswa dalam penelitian. Selain itu, dokumentasi berfungsi sebagai sarana menjelaskan keruntutan proses penelitian dari awal hingga akhir penelitian berlangsung.
Pengambilan dokumentasi dalam penelitian ini mencakupi 1) aktivitas awal pembelajaran, 2) aktivitas siswa berlatih menceritakan pengalaman orang lain secara kelompok (penerapan teknik story telling), 3) aktivitas siswa saat permainan stick/tongkat untuk menunjuk siswa bercerita di depan kelas, 4) aktivitas siswa pada saat siswa menceritakan pengalaman orang lain di depan kelas.
Foto yang diambil sebagai sumber data dapat memperjelas data yang lain. Hasil dari pengambilan foto dideskripsikan dan dipadukan dengan data yang lain serta dianalisis bersama sumber data yang lain. Pada siklus I deskripsi gambar selengkapnya dipaparkan sebagai berikut.
Gambar 4.2 Aktivitas Awal Pembelajaran Siklus I
Gambar 4.2 aktivitas awal pembelajaran. Guru memberikan apersepsi dan materi pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain dengan menerapkan model pembelajaran talking stick dengan teknik story telling. Guru juga menjelaskan tujuan dan manfaat pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain. Siswa cukup antusias dengan penjelasan guru. Siswa merasa bersemangat karena pembelajaran ada permainan stick dan kerja kelompok untuk berlatih bercerita dengan teknik story telling. Namun, saat guru mulai menjelaskan tentang tujuan dan manfaat cerita ada beberapa siswa yang berbicara sendiri. Hal tersebut tidak berlangsung lama karena guru dapat mengatasinya dengan menegur mereka secara halus. Pada penjelasan berikutnya siswa sudah kembali mendengarkan penjelasan guru dan bersikap sopan. Bahkan, siswa selalu merespon dengan menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
Gambar 4.3 Aktivitas Siswa Berlatih Menceritakan Pengalaman Orang Lain dalam Kelompok (Penerapan Teknik Story Telling)Siklus I
Gambar pada saat siswa berlatih menceritakan pengalaman orang lain secara berkelompok dengan menerapkan teknik story telling. Sebelum mulai mendengarkan cerita pengalaman orang oleh guru, siswa dikondisikan terlebih dahulu. Siswa membentuk kelompok, mendengarkan pembacaan cerita dari guru sambil menyimak naskah cerita yang telah dibagikan. Selanjutnya siswa membaca ulang naskah cerita. Guru menyuruh pencerita naskah pertama menceritakan ceritanya, sedangkan dua teman kelompoknya menjadi penanya dan pencatat. Kegiatan itu dilakukan secara bergiliran hingga tiap-tiap anggota kelompok kebagian menjadi pencerita, penanya, dan pencatat. Siswa melakukan kegiatan itu dengan antusias. Pada gambar 4.3 tersebut seluruh siswa melakukan aktivitas
1 2
3 4
yang diperintahkan guru. Tampak siswa sedang menceritakan kembali naskah yang telah didengar kepada teman sekelompoknya. Selain itu, siswa penanya melakukan aktivitas bertanya pada pencerita dan tampak teman yang berperan sebagai pencatat tampak sibuk membuat catatan. Catatan itu digunakan sebagi pedoman membuat rangkuman. Guru berkeliling membimbing siswa dalam kerja kelompok.
Gambar 4.4 Aktivitas Siswa saat Permainan Stick/Tongkat
untuk Menunjuk Siswa Bercerita di Depan Kelas Siklus I
1 2
4 3
Gambar 4.4 aktivitas siswa saat permainan stick/tongkat untuk menunjuk siswa bercerita di depan kelas. Terlihat siswa sangat senang dan bersemangat. Siswa memegang tongkat sambil bernyanyi sesuai dengan lagu yang sedang didengarkan. Siswa tampak memberikan tongkat tersebut dengan cepat pada teman di sebelahnya. Ketegangan dan rasa senang terlihat dari raut muka mereka. Selain itu, siswa yang kedapatan memegang tongkat saat musik dimatikan maju bercerita di depan kelas. Nampak siswa tidak menolak bercerita di depan kelas.
Gambar 4.5 Aktivitas Siswa pada Saat Siswa Menceritakan Pengalaman Orang Lain di Depan Kelas Siklus I
1 2
Gambar aktivitas siswa pada saat siswa menceritakan pengalaman orang lain di depan kelas. Siswa menceritakan pengalaman orang lain dari naskah cerita yang berjudul “Adik Kecil, Ayo Mengompollah”, “Kesulitan Pita”, dan “Dugaan yang Salah”. Siswa yang mendapat nilai baik terlihat bercerita dengan lancar, raut mukanya tidak terlihat gugup, sikapnya tenang, nampak matanya memandang para pendengar. Sementara, gambar berikutnya siswa yang mendapat nilai sedang dan rendah. Siswa tampak diam, mulutnya tertutup saat siswa lupa jalan ceritanya. Posisi tangannya masuk ke saku. Siswa melihat pandangan ke samping seolah menghindar dari pandangan pendengar. Siswa terlihat tidak percaya diri. Sementara itu, guru mendampinginya untuk memberikan stimulus kepada siswa yang belum terampil bercerita. Di samping itu, guru melakukan penilaian pada saat siswa bercerita di depan kelas. Namun, secara keseluruhan siswa kelas III SD N 1 Karangrejo sudah cukup terampil menceritakan pengalaman orang lain dari cerita yang telah didengar sebelumnya.
4.1.2.2.6.2Dokumentasi Video
Dokumentasi video sebagai sumber data yang dapat memperjelas data yang lain. Peneliti sengaja memilih dokumentasi video untuk merekam peristiwa penting (aktivitas siswa) saat pembelajaran berlangsung guna menambah data penelitian selain data nontes. Pengambilan rekaman video dilakukan secara alami mungkin. Dokumentasi video memberikan gambaran aktivitas siswa secara audio-visual sehingga hasilnya lebih memberikan gambaran yang nyata tentang perilaku siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dari kegiatan awal, inti, dan akhir
pembelajaran. Fokus aktivitas yang direkam dalam video sama dengan aktivitas-aktivitas dalam dokumentasi foto. Maka, hasil dokumentasi video ini memperkuat hasil dokumentasi foto. Secara keseluruhan siswa merespon positif terhadap pembelajaran menceritakan pengalaman orang lain dengan model pembelajaran
talking stick dengan teknik story telling. Siswa terlihat antusias dan mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal, inti hingga akhir dengan baik. Meskipun siswa masih kesulitan menghafal menceritakan pengalaman orang lain yang telah didengar dan dirangkumnya di depan kelas. Siswa juga masih terlihat belum terbiasa mengikuti pembelajaran tersebut sehingga guru perlu memberikan pengarahan lebih banyak. Untuk memperkuat data penelitian maka disertakan dokumentasi video dalam bentuk file yang disimpan dalam CD-room.