BAB IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Analisis
4.2.5 Hasil Estimasi Model ARDL Jangka Pendek
Estimasi model ARDL jangka pendek untuk melihat hubungan jangka pendek antara variabel dependen dengan variabel independen. Variabel CointEq
(-40
1) adalah variabel koreksi kesalahan dari kesalahan sebelumnya. Variabel tersebut memiliki nilai negatif dan sah. Artinya, model ARDL sah menunjukkan kointegrasi antara variabel terikat dengan variabel bebas. Estimasi jangka pendek yang digunakan sebagai berikut :
- H0 : Variabel independek tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen secara parsial.
- Ha : Variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen secara parsial.
Tabel 4.20 Estimasi Jangka Pendek Model ARDL Negara Cina
ECM Regression
Case 2: Restricted Constant and No Trend
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(LNGDPT) -0.964863 0.261778 -3.685802 0.0010
D(LNGDPT(-1)) -4.967371 0.814034 -6.102165 0.0000
D(LNGDPT(-2)) -4.338635 0.688629 -6.300395 0.0000
D(LNGDPT(-3)) -2.498005 0.398279 -6.271996 0.0000
CointEq(-1)* -0.508108 0.083651 -6.074142 0.0000
Pada tabel 4.20 menjelaskan nilai koefisien dan nilai probabilitas tiap variabek. Hal ini dapat dijelaskan menggunakan analisis statistik pada masing-masing variabel. Dibawah ini adalah penjelasan dari persamaan pada tabel 4.20 : 1. D(LNGDPT)
Variabel D(LNGDPT) menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,964863 dan nilai probabilitas sebesar 0,0010 lebih kecil dari alpha 1% artinya, variabel D(LNGDPT) memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBT dalam jangka pendek.
2. D(LNGDPT) -1
Variabel D(LNGDPT) 1 menunjukkan nilai koefisien sebesar -4,967371 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari alpha 1%
41
artinya, variabel D(LNGDPT) -1 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBT dalam jangka pendek.
3. D(LNGDPT) -2
Variabel D(LNGDPT) menunjukka nilai koefisien sebesar -4,338635 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari alpha 1% artiya, variabel D(LNGDPT) -2 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBT dalam jangka pendek.
4. D(LNGDPT) -3
Variabel D(LNGDPT) 3 menunjukkan nilai koefisien sebesar -2,498005 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 lebih kecil dari alpha 1% artiya, variabel D(LNGDPT) -3 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBT dalam jangka pendek.
5. Nilai CointEq(-1) atau Error Correction Term (ECT)
Pada tabel 4.20 menunjukkan bahwa nilai koefisien pada variabel tersebut adalah negatif. Nilai koefisien pada variabel ECT(-1) sebesar -0,508108 dan nilai Prob sebesar 0,0000, maka nilai prob lebih kecil dari alpha 1%. Artinya, variabel ini termasuk valid. Model ARDL valid menunjukkan kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen. Maka, disimpulkan bahwa 50,81% disequilibrium antara neraca perdagangan dengan nilai tukar riil dan Produk Domestik Bruto (PDB) akan terkoreksi.
Tabel 4.21 Estimasi Jangka Pendek Model ARDL Negara Jepang
ECM Regression
Case 2: Restricted Constant and No Trend
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(LNTBJ(-1)) 0.324769 0.198782 1.633790 0.1128
D(LNTBJ(-2)) 0.404148 0.166365 2.429290 0.0213
42
1. D(LNGDPJ) -1
Variabel D(LNGDPJ) -1 menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,324769 dan nilai probabilitas sebesar 0,1128 lebih kecil dari alpha 10% artinya, variabel D(LNGDPJ) -1 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBJ dalam jangka pendek.
2. D(LNGDPJ) -2
Variabel D(LNGDPJ) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,404148 dan nilai probabilitas sebesar 0,0213 lebih kecil dari alpha 5% artiya, variabel D(LNGDPJ) -2 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBJ dalam jangka pendek.
3. Nilai CointEq(-1) atau Error Correction Term (ECT)
Pada tabel 4.20 menunjukkan bahwa nilai koefisien pada variabel tersebut adalah negatif. Nilai koefisien pada variabel ECT(1) sebesar -0,919449 dan nilai Prob sebesar 0,0002, maka nilai prob lebih kecil dari alpha 1%. Artinya, variabel ini termasuk valid. Model ARDL valid menunjukkan kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen. Maka, disimpulkan bahwa 91,94% disequilibrium antara neraca perdagangan dengan nilai tukar riil dan Produk Domestik Bruto (PDB) akan terkoreksi.
Tabel 4.22 Estimasi Jangka Pendek Model ARDL Negara Singapura
ECM Regression
Case 2: Restricted Constant and No Trend
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(LNTBS(-1)) 0.856740 0.260194 3.292697 0.0028 D(LNTBS(-2)) 0.518033 0.199937 2.590987 0.0152 D(LNTBS(-3)) 0.512402 0.174740 2.932376 0.0068 D(LNGDPS) -0.633095 0.839814 -0.753852 0.4575 CointEq(-1)* -1.680558 0.307540 -5.464510 0.0000 1. D(LNGDPS)
Variabel D(LNGDPS) menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,633095 dan nilai probabilitas sebesar 0,4575 lebih besar dari alpha 10% artinya,
43
variabel D(LNGDPS) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap LNTBS dalam jangka pendek.
2. D(LNGDPS) -1
Variabel D(LNGDPS) -1 menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,856740 dan nilai probabilitas sebesar 0,0028 lebih kecil dari alpha 1% artinya, variabel D(LNGDPS) -1 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBS dalam jangka pendek.
3. D(LNGDPS) -2
Variabel D(LNGDPS) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,518033 dan nilai probabilitas sebesar 0,0152 lebih kecil dari alpha 5% artinya, variabel D(LNGDPS) -2 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBS dalam jangka pendek.
4. D(LNGDPS) -3
Variabel D(LNGDPS) -3 menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,512402 dan nilai probabilitas sebesar 0,0068 lebih kecil dari alpha 1% artiya, variabel D(LNGDPS) -3 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBS dalam jangka pendek.
5. Nilai CointEq(-1) atau Error Correction Term (ECT)
Pada tabel 4.20 menunjukkan bahwa nilai koefisien pada variabel tersebut adalah negatif. Nilai koefisien pada variabel ECT(-1) sebesar -1,680558 dan nilai Prob sebesar 0,0000, maka nilai prob lebih kecil dari alpha 1%. Artinya, variabel ini termasuk valid. Model ARDL valid menunjukkan kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen. Maka, disimpulkan bahwa 16,80% disequilibrium antara neraca perdagangan dengan nilai tukar riil dan Produk Domestik Bruto (PDB) akan terkoreksi.
44
Tabel 4.23 Estimasi Jangka Pendek Model ARDL Negara Amerika Serikat
ECM Regression
Case 2: Restricted Constant and No Trend
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
D(LNTBAS(-1)) -0.355989 0.171146 -2.080035 0.0484 D(LNTBAS(-2)) 0.125063 0.182392 0.685683 0.4995 D(LNTBAS(-3)) 0.425503 0.146215 2.910119 0.0077 D(LNGDPAS) -2.082078 0.648024 -3.212967 0.0037 D(LNREXAS) -0.328022 0.830823 -0.394816 0.6965 D(LNREXAS(-1)) -0.108833 0.832331 -0.130757 0.8971 D(LNREXAS(-2)) 1.317348 0.815726 1.614938 0.1194 D(LNREXAS(-3)) 1.852905 0.799246 2.318315 0.0293 CointEq(-1)* -0.323289 0.119407 -2.707455 0.0123 1. D(LNGDPAS)
Variabel D(LNGDPAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar -2,082078 dan nilai probabilitas sebesar 0,0037 lebih kecil dari alpha 1% artinya, variabel D(LNGDPAS) memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBAS dalam jangka pendek. 2. D(LNGDPAS) -1
Variabel D(LNGDPAS) 1 menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,355989 dan nilai probabilitas sebesar 0,0484 lebih kecil dari alpha 5% artinya, variabel D(LNGDPAS) -1 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh negatif terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
3. D(LNGDPAS) -2
Variabel D(LNGDPAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,125063 dan nilai probabilitas sebesar 0,4995 lebih besar dari alpha 10% artinya, variabel D(LNGDPAS) -2 tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik LNTBAS dalam jangka pendek.
4. D(LNGDPAS) -3
Variabel D(LNGDPAS) -3 menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,425503 dan nilai probabilitas sebesar 0,0077 lebih kecil dari alpha 1% artiya,
45
variabel D(LNGDPAS) -3 memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
5. D(LNREXAS)
Variabel D(LNREXAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,328022 dan nilai probabilitas sebesar 0,6965 lebih besar dari alpha 10% artinya, variabel D(LNREXAS) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
6. D(LNREXAS) -1
Variabel D(LNREXAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,108833 dan nilai probabilitas sebesar 0,8971 lebih besar dari alpha 10% artinya, variabel D(LNREXAS) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
7. D(LNREXAS) -2
Variabel D(LNREXAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar 1,317348 dan nilai probabilitas sebesar 0,1194 lebih kecil dari alpha 10% artinya, variabel D(LNREXAS) memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
8. D(LNREXAS) -3
Variabel D(LNREXAS) menunjukkan nilai koefisien sebesar 1,852905 dan nilai probabilitas sebesar 0,0293 lebih kecil dari alpha 5% artinya, variabel D(LNREXAS) memiliki pengaruh signifikan secara statistik dan memiliki pengaruh positif terhadap LNTBAS dalam jangka pendek.
9. Nilai CointEq(-1) atau Error Correction Term (ECT)
Pada tabel 4.20 menunjukkan bahwa nilai koefisien pada variabel tersebut adalah negatif. Nilai koefisien pada variabel ECT(-1) sebesar -0,323289 dan nilai Prob sebesar 0,0123, maka nilai prob lebih kecil dari alpha 1%. Artinya, variabel ini termasuk valid. Model ARDL valid menunjukkan kointegrasi antara variabel dependen dan variabel independen. Maka, disimpulkan bahwa 32,32% disequilibrium antara neraca perdagangan dengan nilai tukar riil dan Produk Domestik Bruto (PDB) akan terkoreksi.