• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

b. Kurang energi protein (KEP) sedang bila hasil penimbangan BB/U <60% baku median, sehingga untuk menentukan KEP berat/gizi buruk digunakan tabel BB/U baku median WHO-NCHS.

c. Gejala Klinis Balita KEP Berat/ Gizi Buruk

Untuk KEP ringan dan sedang, gejala klinis yang ditemukan hanya anak tampak kurus. Gejala KEP berat / gizi buruk secara garis besar dapat dibedakan sebagai marasmus, kwashiorkor, atau marasmic-kwashiorkor. Tanpa mengukur/ melihat BB bila disertai edema yang bukan karena penyakit lain adalah kurang energy protein (KEP)/ gizi buruk tipe kwashiorkor.

a. Kwashiorkor : Edema, kedua punggung kaki bengkak, Wajah membulat dan sembab, Pandangan mata sayu (Apathis), Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok, Cengeng dan rewel, Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman di tungkai atau di pantat, Sering disertai penyakit infeksi, umumnya akut, anemia dan diare.

b. Marasmus : Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit, Wajah seperti orangtua, Cengeng dan rewel, Rambut tipis, jarang dan kusam, Pantat kendur dan keriput, Perut cekung

c. Marasmus – Kwashiorkor adalah penyakit yang memperlihatkan gejala klinis campuran antara marsmus dan kwashiorkor (Depkes RI, 2006)

d. Gejala klinis yang umum adalah tumbuh kembang, di samping itu terdapat satu atau lebih gejala kwashiorkor seperti edema, dermatitis, mental hipertropi otot jaringan lemakk subkutan berkurang, kerdil dan anemia (Atikah, 2011)

G. Landasan Teori

Keadaan gizi buruk masyarakat di Indonesia saat ini masih memprihatinkan, walaupun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Untuk mengatasi gizi buruk tersebut, maka diperlukan promosi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam upaya pencegahan gizi buruk. Promosi kesehatan sebaiknya menggunakan metode yang sesuai dengan kelompok sasaran, sehingga tujuan promosi kesehatan tercapai. Teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Roggers (1973), merupakan suatu landasan yang menekankan pada sumber media yang bertujuan untuk mengubah perilaku melalui penyebaran informasi dan upaya mempengaruhi motivasi dan sikap.

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL A.Kerangka Konseptual

Kerangka Konsep Penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya atau antara variabel yang satu dengan variabel lain dari masalah yang ingin diteliti (Notoadmodjo, 2010). Kerangka konsep dalam penelitian ini akan menjabarkan tentang efektifitas metode penyuluhan dan media leaflet tentang pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi buruk yang diberikan sekaligus yang meliputi pengertian gizi, tujuan pemenuhan kebutuhan gizi pada balita, dampak apabila gizi balita tidak terpenuhi, pola pemberian yang meliputi jenis makanan yang diberikan, frekuensi, dan porsinya. Kerangka konsep dalam penelitian ini dapat dilihat pada skema berikut ini :

Skema 1 Kerangka Konsep Penelitian tentang Efektifitas Penyuluhandan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita tentang Gizi Balita di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa

Variabel Independent

Pre test / sebelum intervensi Post Test / setelah intervensi

Variabel Dependent

Intervensi Metode Penyuluhan

Media Leaflet

Pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi buruk setelah diberi intervensi tetang gizi balita yang meliputi pengertian, tujuan, dampak, dan pola pemberian makanan

Pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi buruk sebelum diberi intervensi tentang gizi balita yang meliputi pengertian, tujuan, dampak, dan pola pemberian makanan

B.Hipotesa Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu penelitian yang kebenarannya masih dangkal dan perlu diuji (Setiadi, 2007). Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah :

 Ada perubahan pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita tentang gizi balita sebelum dan sesudah penyuluhan dengan metode ceramah dan media leaflet.

C.Defenisi Operasional

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable independen dan dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penyuluhan dan media leaflet dan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi balita. Defenisi operasional dalam penelitian ini adalah Penyuluhan yaitu penyampaian informasi kepada sekelompok orang tertentu tentang gizi balita yang ditempatkan dalam satu ruangan secara bersamaan dengan memberikan penjelasan tentang tentang Gizi Balita di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa, Media Leaflet yaitu alat bantu dalam menyampaikan pesan kesehatan berupa lembaran kertas yang berisi kata-kata dan gambar atau simbol yang menyampaikan informasi tentang gizi balita, Pengetahuan yaitu segala sesuatu hal yang diketahui oleh ibu balita tentang gizi balita, dan Sikap yaitu reaksi atau respon tentang sesuatu yang dimiliki oleh ibu balita terhadap stimulus atau objek tentang gizi balita. Penilaian pengetahuan dan sikap ibu balita dinilai dengan Kuisioner tentang Gizi Balita dan dijelaskan pada instrument penelitian.

Tabel 3.1 Variabel dan Defenisi Operasional No Variabel Cara Ukur Alat Ukur Hasil

Pengukuran Kategori Skala 1 Variabel Bebas yaitu Penyuluhan danMedia Leaflet sebagai Variabel Terikat Observasi - Baik / Buruk - Ordinal

2 Pengetahuan Angket Kuisioner Gizi Balita Skor > 50% (>= 7) Skor < 50% (<7) Baik Buruk Ordinal

3 Sikap Angket Kuisioner Gizi Balita Skor > 50% (>= 7) Skor < 50% (<7) Baik Buruk Ordinal

BAB IV

METODE PENELITIAN A.Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan menggunakan rancangan/desain one group Pretest dan Post-test untuk mengetahui Efektifitas penyuluhan dan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi balita di dusun VII Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, dimana rancangan ini tidak menggunakan kelompok perbandingan (Kelompok) tetapi sesudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan (Notoatmodjo, 2007). Rancangan ini dapat di gambarkan sebagai berikut :

Pretsest Perlakuan Post-test

O1 = Pretest sebelum diberi penyuluhan dan media leaflet pada ibu balita tentang gizi balita.

O2 = Post-test setelah diberi penyuluhan dan media leaflet pada ibu balita yang sama tentang gizi balita pada hari yang sama

X = Memberikan penyuluhan dan media leaflet pada ibu balita tentang gizi balita pada hari yang sama

B.Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di

O1 X O2

Dusun VII Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa. Berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan pada tanggal 22 November 2012 jumlah ibu yang mempunyai balita di disun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa yaitu sebanyak 37 orang dan data yang diperoleh dari petugas kesehatan setempat.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang mewakili populasi.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu semua populasi digunakan sebagai responden penelitian dengan kriteria inklusi yang hampir sama yaitu ibu yang memiliki balita. Sampel yang ditetapkan sebanyak 37 responden yang merupakan objek sebelum dan sesudah penyuluhan dan media leaflet tentang gizi balita pada hari yang sama.

C.Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan Di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa dengan pertimbangan banyaknya ibu yang mempunyai balita dapat dijumpai dan belum dilakukan penyuluhan tentang gizi balita untuk dijadikan sampel dalam penelitian di Desa tersebut.

D.Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan 16-18 April 2013. E. Etika Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan permasalahan etik, yaitu Peneliti memberikan penjelasan kepada responden penelitian tentang tujuan dan prosedur penelitian. Responden yang bersedia dipersilahkan untuk menandatangani informed consent. Tetapi responden yang

tidak bersedia berhak untuk menolak dan mengundurkan diri. Responden juga berhak mengundurkan diri selama proses pengumpulan data berlangsung, kebebasan dari tindakan yang merugikan atau resiko dan mendapat keadilan tanpa adanya diskriminasi saat responden tidak bersedia atau dikeluarkan dari penelitian. Kerahasian catatan mengenai data responden dijaga dengan cara tidak menuliskan nama responden pada instrumen, tetapi mengunakan inisial. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan bentuk pertanyaan tertutup yang disusun secara terstruktur. Kuisioner tersebut disusun berdasarkan literatur untuk mengukur perilaku responden pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Kuisioner penelitian tersebut terdiri dari dua kategori yaitu Kuisioner data demografi dan Kuisioner Gizi Balita. Kuisioner data demografi meliputi umur ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, agama, suku, jumlah anak, jumlah pendapatan keluarga, dan umur anak, berat badan anak, tinggi badan anak. Kuisioner demografi disusun untuk mengidentifikasi karakteristik responden dengan tujuan untuk merandomisasi responden.

Kuisioner gizi balita meliputi kuisioner pengetahun dan kuisioner sikap yang terdiri dari pengertian gizi balita, tujuan pemenuhan gizi pada balita, penyebab, tanda- tanda dan cara penanggulangan gizi balita dengan skala Guttman sebagai acuan dalam penilaian Kuisioner Gizi Balita, dimana Kuisioner Gizi Balita meliputi 2 aspek yaitu Kuisioner Pengetahuan dan Kuisioner Sikap. Kuisioner pengetahuan terdiri dari 15 pertanyaan yang masing-masing dengan jawaban “Ya”

dan “Tidak”. Skor untuk jawaban “Ya” adalah 1 dan skor untuk jawaban “Tidak” adalah 0. Total skor untuk pengetahuan adalah 15 dengan skor tertinggi 15 dan skor terendah adalah 0. Kuisioner sikap terdiri dari 15 pertanyaan yang masing-masing dengan jawaban “Ya” dan “Tidak”. Skor untuk jawaban “Ya” adalah 1 dan skor untuk jawaban “Tidak” adalah 0. Total skor untuk sikap adalah 15 dengan skor tertinggi 15 dan skor terendah adalah 0. Kuisioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah Kuisioner Gizi Balita dimana penilaian berdasarkan jawaban dari responden dan disesuaikan dengan skor yang didapat oleh masing-masing responden terhadap kuisioner yang diberikan, Selanjutnya dibuat dengan penilaian, yaitu: Kategori Baik apabila total nilai yang diperoleh >= 50% , Kategori Buruk apabila total nilai yang diperoleh < 50% dengan uji pair t-test. Pengetahuan Baik apabila nilai responden >= 50 % ( >= 7) dan Pengetahuan Buruk apabila nilai responden < 50 % (< 7).Sikap Baik apabila nilai responden >= 50% ( >= 7) dan Sikap Buruk apabila nilai responden < 50% (< 7), Kategori ini dapat dikelompokkan dengan menggunakan rumus dalam buku notoadmodjo yaitu .

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Agar alat ukur yang dipakai benar-benar mengukur pengetahuan dan sikap ibu serta dapat melakukan fungsi ukurnya secara cermat dan dapat dipercaya maka dilakukan uji kuisioner yaitu uji validitas dan reabilitas.

1. Uji Validitas

Uji Instrument menggunakan Content Validity dengan mengkonsultasikan instrument penelitian pada 1 orang ahli yaitu dr.Sarma N Lumbanraja, Sp.OG (K). Adapun Content Validity Indeks (CVI) yang diperoleh adalah 0,733. Instrumen dikatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dibandingkan

dengan nilai r tabel pada alfa 0,05 (Arikunto, 2006). Seluruh item ini dibandingkan dengan nilai r tabel yaitu sebesar 0,444. Sehingga r hitung > r tabel sehingga seluruh item dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reabilitas menggunakan Internal Consistensy yaitu dengan cara mengujicobakan instrument kepada 10 orang responden di Desa Bangun Rejo yang memiliki karakteristik yang sama dengan responden subjek penelitian. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan system komputerisasi dan diperoleh nilai Cronbach’s Alpha 0,954.

H. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah :mengajukan surat permohonan izin penelitian pada institusi pendidikan Program Studi D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, dan mengajukan surat permohonan izin melaksanakan penelitian di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa tanggal 12 Maret 2013. Setelah mendapat izin, peneliti melaksanakan pengumpulan data pada ibu yang memiliki balita sesuai kriteria penelitian tgl 15-17 maret 2013. Peneliti menemui responden di tempat penelitian, dengan cara peneliti meninggalkan nomor handphone dan menyimpan nomor handphone untuk memperlancar proses pengumpulan data. Saat peneliti bertemu dengan responden, peneliti menjelaskan kepada responden tentang tujuan dan manfaat penelitian. Pada tanggal 16-18 April 2013 Peneliti meminta persetujuan responden untuk menjadi responden dengan menandatangani informed consent. Setelah responden bersedia, peneliti kemudian mengisi lembar kuisioner data demografi yaitu nama (inisial), umur, paritas, dan pendidikan responden melalui wawancara. Lalu, peneliti

menjelaskan prosedur metode yang dilakukan oleh peneliti atau tenaga medis yang ada di dalam ruangan. Untuk ibu balita sebelum diberi penyuluhan dan media leaflet tentang gizi balita seluruh responden diberi arahan tentang cara kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan pretest dengan menggunakan kuesioner tanpa diberi penyuluhan dengan metode ceramah dan media leaflet. Selanjutnya, Pada hari yang sama diberi penyuluhan dengan metode ceramah dan media leaflet pada ibu balita yang sama dan dilakukan post-test dengan menggunakan kuesioner untuk melihat mana yang lebih baik pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi balita sebelum dan sesudah diberi penyuluhan. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti mendampingi responden dalam pengisian kuisioner tentang gizi balita. Setelah data terkumpul lalu dilakukan pengolahan data dengan bantuan program komputerisasi yaitu SPSS dengan uji statistik uji pair t-test untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah diberi penyuluhan dan diperoleh perbedaan sebelum dengan sesudah pada pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi balita.

I. Rencana Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolahan Data

Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu peneliti melakukan pengolahan data yaitu dengan beberapa langkah sebagai berikut:

a. Editing yaitu meneliti kembali data-data yang sudah terkumpul untuk diketahui apakah data tersebut layak diolah atau tidak.

b. Coding yaitu memberikan tanda agar memudahkan dalam pengolahan data. Pada penelitian ini koding dilakukan untuk memberian pengkodean pada kuesioner.

c. Scoring yaitu memberikan nilai pada jawaban pertanyaan yang berupa angka. Pada penelitian ini untuk skore jawaban Ya adalah 2 dan skor jawaban Tidak adalah 1.

d. Tabulating yaitu data yang sudah dilakukan scoring kemudian disusun dalam tabel untuk memudahkan analisa data

2. Analisis Data

Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan program komputerisasi yang meliputi data univariat dan bivariat. Deskriptif statistik yang digunakan untuk menganalisa data pengetahuan dan sikap ibu balita. Sedangkan untuk menilai efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi balita menggunakan pair t-test (dependent t-test) untuk melihat perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah pemberian

penyuluhan dan medialeaflet tentang gizi balita dengan tingkat kemaknaan (α)

0,05 (95%), kemudian diinterpretasikan untuk menjawab tujuan penelitian sebagai kesimpulan penelitian.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A.HASIL PENELITIAN

1. Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 5.1 dari 37 orang ibu yang berada di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa menunjukkan bahwa responden sebagian besar berusia antara 25-35 tahun, pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA dan pekerjaan responden seluruhnya adalah ibu rumah tangga. Seluruh responden beragama Islam, dan seluruhnya menganut suku jawa. Adapun jumlah anak dari responden sebagian besar mempunyai anak berjumlah 3 atau lebih. Umur balita sebagian besar berusia 1-12 bulan dengan berat badan dominan < 10 kg

Tabel 5.1

Distribusi frekuensi karakteristik responden di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa Tahun 2013.

Karakteristik Responden Frekuensi

Umur Ibu < 25 tahun 25-35 tahun > 35 tahun 3 25 9 Pendidikan SD SMP SMA PT 1 7 29 0 Pekerjaan

Ibu rumah tangga Wiraswasta Pegawai Swasta PNS 37 0 0 0

Karakteristik Responden Frekuensi Agama Islam 37 Suku Batak Jawa Melayu/minang 0 37 0 Jumlah anak Satu Dua

Tiga atau lebih

4 15 18 Berat Badan 4-10 kg 11-16 kg 24 13 Umur balita 1-12 bulan 13-24 bulan 3-4 tahun 19 4 14

2. Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Gizi Balita a. Pengetahuan saat pretest dan posttest

1. Sebelum penyuluhan (pretest)

Setelah dilakukan uji analisis univariat terhadap jawaban responden sebelum dilakukan penyuluhan, maka dapat diketahui bahwa pengetahuan responden sebanyak (5%) mengetahui sejarah gizi, dan sebanyak (14%) mengetahui tentang tanda-tanda gizi buruk pada balita.

Tabel 5.2

Distribusi frekuensi pengetahuan sebelum penyuluhan di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa Tahun 2013

Pengetahuan Ya

% (n)

Tidak % (n) Saya tahu Pengertian Gizi, Gizi Balita dan Gizi

Buruk

43(16) 57(21) Saya tahu dampak gizi balita jika tidak

terpenuhi

54(20) 46(17) Saya tahu penyebab gizi buruk 49(18) 51(19) Kekurangan energi dan protein adalah salah

satu penyebab gizi buruk

57(21) 43(16)

Saya tahu tanda yang timbul apabila balita kurang energy protein

60(22) 40(15)

Wajah bulat, mata sayu, cengeng, kulit keriput, sangat kurus atau oedeme adalah tanda-tanda gizi buruk pada balita

14(5) 86(32)

Gizi Buruk mempengaruhi tumbuh kembang balita

54(20) 46(17) Kematian dapat terjadi pada balita jika

kekurangan gizi

40(15) 60(22) Sayur, Ikan, Buah serta sumber vitamin dan

protein lainnya sangat bermanfaat untuk perkembangan balita

32(12) 68(25)

Gizi balita yang baik dapat meningkatkan kecerdasan,

38(14) 62(23) Saya tahu makanan yang bergizi bagi balita 35(13) 65(24) Kekurangan makanan bergizi membuat

pertumbuhan anak menjadi lambat

32(12) 68(25)

Gizi buruk,keadaan kekurangan energy dan protein akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi

35(13) 65(24)

Gizi dalam bahasa Arab “gidza” berarti makanan

5(2) 95(35) Gizi Balita merupakan makanan yang berperan

penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kualitas hidup anak

2. Setelah Penyuluhan (posttest)

Hasil analisis univariat pada tabel 5.3 menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebanyak 100% mengetahui tentang tanda-tanda balita kurang energy protein, dan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang balita.

Tabel 5.3

Distribusi frekuensi pengetahuan sesudah penyuluhan di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa Tahun 2013

Pengetahuan Ya

% (n)

Tidak % (n) Saya tahu Pengertian Gizi, Gizi Balita dan Gizi

Buruk

97 (36) 3 (1) Saya tahu dampak gizi balita jika tidak terpenuhi 95 (35) 5 (2) Saya tahu penyebab gizi buruk 95 (35) 5 (2) Kekurangan energi dan protein adalah salah satu

penyebab gizi buruk

97 (36) 3 (1)

Saya tahu tanda yang timbul apabila balita kurang energy protein

100(37) 0 (0)

Wajah bulat, mata sayu, cengeng, kulit keriput, sangat kurus adalah tanda-tanda gizi buruk pada balita

97 (36) 3 (1)

Gizi Buruk mempengaruhi tumbuh kembang balita 100(37) 0 (0) Kematian dapat terjadi pada balita jika kekurangan

gizi

97 (36) 3 (1) Sayur, Ikan, Buah serta sumber vitamin dan protein

lainnya sangat bermanfaat untuk perkembangan balita

97 (36) 3 (1)

Gizi balita yang baik dapat meningkatkan kecerdasan

97 (36) 3 (1) Saya tahu makanan yang bergizi bagi balita 97 (36) 3 (1) Kekurangan makanan bergizi membuat

pertumbuhan anak menjadi lambat

Tabel 5.3 (Lanjutan)

Pengetahuan Ya

% (n)

Tidak % (n) Gizi buruk, keadaan kekurangan energy dan protein

akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi

95 (35) 5 (2)

Gizi dalam bahasa Arab “gidza”yang berarti makanan

87 (32) 13 (5) Gizi Balita merupakan makanan yang berperan

penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kualitas hidup anak

92 (34) 8 (3)

Adapun rata-rata skor (mean) pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dapat dilihat pada tabel 5.4 adalah skor pretest 5.81 dengan standar deviasi 1.431 dan rata-rata skor posttest lebih tinggi dari pretest yaitu 14.41 dengan standar deviasi 1.481

Tabel 5.4

Distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang gizi balita pada saat pretest dan posttest

Variabel N F % Mean Std.

deviasi Pengetahuan ibu sebelum

penyuluhan (Pretest)

37 5,81 1,431

Baik 8 22

Buruk 29 78

Pengetahuan ibu setelah penyuluhan (Posttest)

37 14,41 1,481

Baik 37 100

b. Sikap Saat pretest dan posttest 1. Sebelum penyuluhan

Setelah dilakukan uji analisis univariat terhadap jawaban responden sebelum dilakukan penyuluhan, maka dapat diketahui bahwa sikap responden sebanyak (24%) mengetahui tentang kebutuhan gizi balita, dan sebanyak (27%) mengetahui tentang asupan makanan balita setiap hari.

Tabel 5.5

Distribusi frekuensi sikap sebelum penyuluhan di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa Tahun 2013

Sikap Ya

% (n)

Tidak % (n) Saya sebaiknya mengetahui kebutuhan gizi

balita

24 (9) 76 (28) Saya sebaiknya mengetahui tanda-tanda dari

gizi buruk

38 (14) 62 (23) Saya sebaiknya mengetahui penyebab gizi

buruk

38 (14) 62 (23) Memberikan ASI adalah gizi yang sangat

bermanfaat untuk balita

46 (17) 54 (20) Memberikan ASI sejak dini adalah upaya

pemenuhan gizi balita

49 (18) 51 (19) Melakukan imunisasi dapat mencegah gizi

buruk

38 (14) 62 (23) Memaksa anak makan lebih baik daripada diam

tanpa memberikan kebutuhan gizi yang cukup

40 (15) 60 (22) Memberikan makanan bergizi seperti sayur dan

buah adalah upaya pemenuhan gizi yang baik daripada jajan

41 (15) 59 (22)

Saya memberikan buah dan sayuran, lauk pauk dan susu pada anak setiap hari

27 (10) 73 (27) Saya menimbang dan memantau pertumbuhan

anak saya setiap bulan kepuskesmas sampai berumur 2 thn

32 (12) 68 (25)

Sebagai orangtua,saya merasa

bertanggungjawab dalam penanggulangan gizi buruk

Tabel 5.5 (Lanjutan)

Sikap Ya

% (n)

Tidak % (n) Ada atau tidak penyuluhan gizi balita sama saja 30 (11) 70 (26) Dengan memperoleh informasi gizi balita, saya lebih

memperhatikan pentingnya gizi untuk kesehatan anak

35 (13) 65 (24)

Didaerah saya ada upaya penyuluhan tentang gizi balita

38 (14) 62 (23) Upaya penyuluhan gizi balita sangat dibutuhkan ibu

yang mempunyai balita

38 (14) 62 (23)

2. Setelah Penyuluhan (posttest)

Hasil analisis univariat pada tabel 5.6 menunjukkan bahwa sikap responden sebanyak (100%) mengetahui tentang pemantauan tumbang anak kepuskesmas, dan penyuluhan gizi balita yang dibutuhkan para ibu dimasyarakat.

Tabel 5.6

Distribusi frekuensi sikap setelah penyuluhan di Dusun VII Desa Bangun Rejo Kec. Tanjung Morawa Tahun 2013

Sikap Ya

% (n)

Tidak % (n) Saya sebaiknya mengetahui kebutuhan gizi balita 89 (33) 11 (4) Saya sebaiknya mengetahui tanda-tanda dari gizi

buruk

92 (34) 8 (3) Saya sebaiknya mengetahui penyebab gizi buruk 95 (35) 5 (2) Memberikan ASI adalah gizi yang sangat bermanfaat

untuk balita

97 (36) 3 (1) Memberikan ASI sejak dini adalah upaya pemenuhan

gizi balita

92 (34) 8 (3) Melakukan imunisasi dapat mencegah gizi buruk 92 (34) 8 (3) Memaksa anak makan lebih baik daripada diam

tanpa memberikan kebutuhan gizi yang cukup

95 (35) 5 (2) Memberikan makanan bergizi seperti sayur dan buah

adalah upaya pemenuhan gizi yang baik daripada jajan

Tabel 5.6 (Lanjutan)

Sikap Ya

% (n)

Tidak % (n) Saya memberikan buah dan sayuran, lauk pauk dan

susu pada anak setiap hari

95 (35) 5 (2) Saya menimbang dan memantau pertumbuhan anak

saya setiap bulan kepuskesmas sampai berumur 2 thn

100(37) 0 (0)

Sebagai orangtua,saya merasa bertanggungjawab dalam penanggulangan gizi buruk

97 (36) 3 (1) Ada atau tidak penyuluhan gizi balita sama saja 95 (35) 5 (2) Dengan memperoleh informasi gizi balita, saya lebih

memperhatikan pentingnya gizi untuk kesehatan

Dokumen terkait